NovelToon NovelToon
Naruto: Kurosawa Ren

Naruto: Kurosawa Ren

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yayang_

Sinopsis

Seorang anak laki-laki kini menatap kosong karena sistem meninggalkannya setelah memberikan hadiah pemula: Fisik Saiyan, dan pelatihan Qi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kurosawa Ren (7)

Kurosawa Ren (7)

Ayane menggertakkan gigi, tidak terima dengan hasil seperti ini.

Kalah dari Neji masih bisa dia terima karena mereka berasal dari klan yang sama, tapi kalah dari orang biasa seperti Ren benar-benar membuat Ayane mempertanyakan dirinya sendiri.

Betapa lemahnya!

Tatapan tajam penuh emosi langsung mengarah pada Ren, sampai-sampai Ren merasa gugup menghadapi tatapan seperti itu.

{Aku ceroboh menganggapmu mudah. Aku akan kembali menantangmu lagi!} tegas Ayane sebelum langsung berlari pergi.

Ren hanya menggeleng dan membiarkan gadis kecil itu pergi dengan amarahnya.

Ren menarik napas panjang, kemudian melayangkan beberapa pukulan dan tendangan ke udara, bahkan memutar tubuhnya sambil melepas tendangan cambuk.

{Dua belas poin kekuatan tempur pada kondisi maksimal… sungguh luar biasa fisik Saiyan ini.}

Mengendalikan pernapasan dan mencoba berpikir jernih saat meditasi, Ren merasakan aliran Qi di dalam tubuhnya.

Dia teringat bagaimana Son Gohan mengajari Videl untuk terbang, dan ketika ia mencoba menirunya, sayangnya Ren gagal melakukannya.

{Mungkin kekuatan tempurnya masih kurang… belum memenuhi syarat untuk bisa terbang, ya.} gumam Ren, lalu kembali melatih gerakan seni bela diri.

Ren memukul dan menendang udara, sesekali juga mengangkat beban yang lebih berat dari tubuhnya.

Tatapannya kemudian tertuju pada pohon, sambil berpikir untuk mencoba memukulnya dengan tangan kosong.

Tanpa ragu, Ren langsung melakukannya.

BANG!

Ren menatap kosong ke arah pohon.

Pada permukaan, terlihat jelas bekas kepalan tangannya tertanam kuat.

Dia bukan Saiyan murni, hanya memiliki fisik seperti Saiyan, dan hal ini justru membuatnya ngeri melihat jejak pukulannya sendiri pada pohon tersebut.

Di kantor Hokage, Hiruzen kini menatap bola kaca.

Apa yang dilakukan Ren jelas sangat luar biasa untuk anak 8 tahun dengan kekuatan seperti itu, Hiruzen pun tidak berpikir dua kali untuk meminta Guy membimbing Ren dalam Taijutsu.

Menghisap pipa rokok dan menghembuskan asapnya, Hiruzen mengangguk puas.

Telah menemukan harta karun yang berharga.

{Api menerangi desa. Dari generasi lama, menuju tunas-tunas muda. Meski satu nyala padam, api berikutnya bangkit.} Hiruzen melantunkan Kehendak Api-nya.

Sejak awal, Ren memang sengaja menunjukkan kemampuannya agar dia diawasi, tanpa menyembunyikannya.

Ren sangat ingin menjadi murid Guy, dan dengan bimbingan yang ahli, dia mungkin juga bisa belajar Eight Gates/Hachi Mon.

{Aku penasaran… jika membuka Gerbang Kematian, berapa kali kekuatan tempurku akan meningkat? Mungkin sekuat Kaio-ken milik Goku?} pikir Ren, masih ragu karena jelas dunia ini berbeda, jadi aturan pasti berbeda pula.

Saat hari mulai sore, Ren pulang untuk beristirahat, berharap Hiruzen yang mungkin mengawasi akan mempercepat proses agar dia bisa menjadi murid Guy.

Ren tidak ingin merubah sesuatu yang semestinya, berharap Lee, Neji, dan Tenten bisa berada dalam satu tim.

Dia akan merasa bersalah jika harus menggantikan salah satu dari mereka.

Esok paginya, saat keluar dari pintu rumah, tiba-tiba seseorang muncul.

Ternyata ANBU!

Ren tersenyum ramah saat diminta untuk datang menemui Hokage.

{Salam hormat, Sandaime Hokage-sama.}

Hiruzen mengangguk puas.

{Tidak perlu terlalu formal, panggil saja aku Kakek Hokage,} kata Hiruzen dengan senyum lembut. {Kurosawa Ren, aku memanggilmu karena sudah waktunya mendapatkan bimbingan yang tepat. Aku tahu kamu sangat berbakat. Walaupun Akademi Ninja mengharuskan teknik Tiga Tubuh, kamu punya seseorang yang cocok untuk mengajarmu. Kamu tahu siapa yang akan menjadi mentor-mu nanti dan sela—}

Sebelum Hiruzen selesai bicara, terdengar ketukan pintu.

Saat dipersilakan masuk, Guy masuk dengan berlinang air mata kebahagiaan.

Tingkah konyolnya membuat Hiruzen tak bisa berkata-kata.

Sebelum Ren pergi, Hiruzen menatapnya dengan pandangan lembut namun tegas.

Hiruzen menghisap pipa rokoknya sebentar, lalu menghembuskan asap ke udara, seolah melukiskan filosofi yang tersembunyi di dalamnya.

{Ren… dengarlah baik-baik,} Hiruzen memulai dengan suara tenang dan berwibawa.

Ren menunjukkan keseriusannya.

Hiruzen melanjutkan, {Kehendak Api adalah simbol semangat, pengorbanan, dan tanggung jawab. Setiap ninja yang lahir dan besar di Konoha mewarisi Kehendak Api. Dan mereka yang melepas Kehendak Api, berarti melepaskan desa, melepaskan persaudaraan, melepaskan… kehidupan itu sendiri. Kehendak Api bukan pilihan. Kehendak Api adalah jiwa dari setiap warga desa ini. Dan bila kau benar-benar ingin melangkah maju, jangan pernah lupa… setiap keputusanmu, setiap langkahmu, harus menyalakan Kehendak Api. Jika Kehendak Api padam, desa ini akan runtuh. Jika Kehendak Api itu padam, semangat generasi lama akan hilang tanpa jejak. Kau… adalah penerusnya, meski kau masih kecil...}

Hiruzen menghela napas panjang, matanya yang penuh pengalaman memandang jauh seolah menatap masa depan. {Ren… hidup seorang ninja bukan sekadar untuk diri sendiri. Kau hidup untuk desa, untuk orang-orang yang mempercayaimu, untuk semua yang ada sebelummu dan akan ada sesudahmu. Jadilah lentera, atau kau akan menjadi abu yang mudah tersapu angin. Itu… Kehendak Api.}

Ren menatap kosong tanpa berkata-kata, Hiruzen menganggap Ren memikirkan Kehendak Api.

Setelah beberapa detik hening, Hiruzen tersenyum lembut. {Sekarang pergilah, Ren.}

Ren mengangguk dalam-dalam, dia berpikir kalau semua yang dikatakan sungguh luar biasa mengerikan!

(Gila! Pantas saja semua orang bilang Kehendak Api adalah cara cuci otak! Luar biasa! Mengerikan!} batin Ren ketakutan.

Ren melangkah keluar, mengikuti Guy.

1
Kang Comen
ok👍
Putri Rayhannisa
oh yes
Putri Rayhannisa
lanjutkan 👍
Kei O'Conner
bagus
SR07
kehendak api? omong kosong suci!!
SR07
dasar monyét korup🗿
Adinda Wijaya
bagus👍
Aisyah Suyuti
seru
Pakde
semangat thor up nya 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!