Dunia memiliki sistem mutlak yang ditetapkan jutaan tahun lamanya. Sistem rimba, yang terkuat dialah yang berkuasa dan yang lemah akan tersingkir. Sistem itulah awal terlahir kasta antara mahkluk hidup, sebuah hukum yang tidak dapat diubah dan akan terus berjalan. Tahun berganti, hukum mulai goyah. Keadilan tidak diberikan pada yang hak. Namun pada yang berkuasa. Jutaan tahun berlalu. Langit menciptakan hukum baru yang berpusat pada keseimbangan. Malaikat penyelamat bagi mereka yang tersingkir, memiliki tujuan menghancurkan sistem yang telah goyah. Dewa agung menjadi dakwa yang berdosa telah menciptakan iblis berwujud cahaya. Mereka yang berkuasa melawan mereka yang dibuang, terus bertahan hidup untuk melanjutkan perang tiada akhir demi jawaban kebenaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkara Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 007 —Buku
Swuushhh!
Traakk!
Hembusan angin sore itu menemani zabarin yang melakukan tugas nya, mencari kayu bakar untuk malam ini. Itu harus ia lakukan, sebab ia tinggal di rumah Shi Jian tanpa tahu kapan akan pergi. Untuk menjadi sedikit berguna, ia membantu pemuda itu dengan menyelesaikan pekerjaan yang dibutuhkan.
Tumpukan dahan pohon berukuran sedang ia taruh di tas gendong khusus untuk kayu, lalu kembali masuk lebih dalam kedalam hutan guna mengumpulkan lebih banyak lagi.
"Hah... Kukira aku akan tinggal di istana mewah, seperti makhluk-makhluk suci lain nya!. Tapi ternyata nasib ku menjadi pemuda pencari kayu bakar!."ucap zabarin menarik nafas panjang dengan suara lepas, tanpa takut akan didengar oleh Shi Jian.
Tap... Tap... Tap...
Tanpa sadar, zabarin telah masuk jauh kedalam hutan dan muncul di danau hutan bambu itu. Mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan memuji tempat ini, apalagi saat sore seperti sekarang. Tempat ini menjadi seperti salah satu potongan surga yang dijatuh kan kedunia.
Braak! Ia menjatuhkan tas gendong kayu itu ketanah, dan segera duduk diatas batu danau, melepas penat yang ia rasakan. Melihat kepermukaan danau dimana bayangan wajah nya dipantulkan, air tenang itu mulai bergerak pelan saat beberapa ikan berenang didalam nya.
Swuushhh! Hembusan angin yang menerpa barisan pohon bambu menimbulkan suara seperti nyanyian."Tempat ini mengingatkan ku pada sesuatu!"gumam zabarin pelan, ketenangan dan keindahan ini membawa ingatan yang telah hilang. Namun, ia hanya mengingat tempat nya saja. Tanpa satupun kenangan didalamnya.
Tuk! Tiba-tiba sesuatu tampak jatuh disampingnya, menoleh kearah itu. Ia melihat seekor kura-kura kecil yang ingin memanjat batu, namun tidak sanggup dan hasilnya ia terguling dalam posisi terbalik. Zabarin tersenyum kecil melihat usaha kura-kura mungil itu.
"Jika tidak sanggup, kau bisa mencobanya dengan cara lain... Atau lain kali kau bisa mencobanya, ada saatnya kau harus menyerah dan kembali lagi menjadi lebih baik!"seru nya pelan kepada kura-kura itu. Walaupun hewan kecil itu tidak mengerti, ia juga tidak tau kenapa tetap berbicara pada jenis mereka.
Namun ada sesuatu dalam dirinya, yang membuat ia seakan terhubung dengan mereka. Karena yang ia yakini, ia dan mereka adalah sama. Yaitu kehidupan!. Ia kemudian mengulurkan tangan kearah kura-kura itu, dan membawa nya ke keatas batu danau.
Kura-kura kecil itu yang telah ditolong pun akhirnya bisa kembali masuk kedanau, membuat zabarin tersenyum sedikit"Hanya pertolongan kecil ini bisa membuat hatiku lega, mungkin inilah alasan kehidupan diciptakan berkelompok, supaya untuk menolong satu sama lain!"gumam zabarin dan kemudian melihat kearah langit jingga diatas nya.
"Lantas kenapa harus ada perbedaan kasta didunia ini? Padahal kehidupan harus saling tolong menolong, bukan saling merendahkan dan menjatuhkan yang lain!."gumam nya lagi, ia masih tidak mengerti bagaimana cara pola pikir orang yang mewakili kuasa didunia ini.
Kenapa mereka harus merendahkan sesama mereka?. Kenapa mereka harus memerangi sesama mereka?. Padahal, jika mereka memiliki sedikit saja rasa empati dan bersalah. Dunia ini tidak akan menjadi neraka yang mengerikan!.
Tes! Suara tetesan air yang mengalir dari daun menyadarkannya kembali ke dunia nyata, ia kemudian menoleh kearah tas kayu disampingnya"Ya ampun, tanpa sadar aku melamun cukup lama. Padahal hari akan gelap."gumam nya sedikit tertawa, dan kemudian bangkit sambil menggendong tas rajutan, yang terbuat dari tali dari daun yang kuat itu
Berjalan pelan sambil menikmati udara sore ini, ia kembali kerumah Shi Jian dan meletakkan tas kayu itu disamping sebuah batang kayu berukuran besar, dengan kapak diatas nya. Disitulah kayu yang berukuran besar dibelah menjadi lebih kecil untuk menghemat persediaan kayu bakar.
Krieet! Ia kemudian membuka pintu yang berdecit itu, dan melihat Shi Jian sedang membaca buku yang sebelumnya pernah ia baca itu."Oh, kau sudah pulang?. Haha... Kupikir kau akan tidur didalam hutan!"seru Shi Jian saat zabarin masuk kedalam rumah itu, yang memiliki desain minimalis dan teratur. Tidak seperti isi dari rumah seorang pemburu yang ia tau.
Rumah itu hanya memiliki dua ruangan, ruang tamu dan juga ruang tidur. Dimana tempat itu adalah kamar Shi Jian, dan ia tidur di dipan yang ada diruang tamu. Jendela disisi kanan saat masuk dari luar begitu pas diletakan, dengan meja dibelakang nya dan iya dipan didepan meja. Membuat nya sangat cocok untuk orang yang tidak ribet.
Bisa bersantai sambil melihat langit dari dalam rumah, dan meja yang berisi buku serta barang yang lain. Dinding belakang hanya kosong tanpa apapun, sementara dinding kiri terdapat tas rajut Yang berisikan alat-alat. Sangat minim, namun lebih tenang seperti ini, ruangan jadi terasa luas dan enak di pandang.
"Jangan bercanda. Aku hanya berkeliling sebentar, latihan yang kau berikan cukup keras tau... Setidaknya aku butuh jalan-jalan bukan?"seru zabarin membalas ucapan Shi Jian.
"Haha... Sudah lah, ini pakai lah!"balas Shi Jian sambil melemparkan zabarin sepasang baju yang cukup bagus, dan terkesan sederhana namun masih terasa mahal. Tidak seperti miliknya yang seperti pakaian bangsawan.
"Kau terlalu banyak mengeluarkan keringat hari ini, bersihkan dirimu dulu disungai sebelum istirahat... Itu akan membuat tidur mu jadi lebih nyenyak!"ucap shi Jian sebelum zabarin bertanya, zabarin yang merasakan tubuhnya lengket karena keringat juga sadar. Dan segera keluar menuju sungai, sebelum penerangan secerah dari matahari benar-benar hilang.
Byurr! Saat sampai disungai kecil itu, ia menanggalkan pakaiannya dan segera masuk kedalam sungai. Air dingin dan juga arus pelan itu seperti membawa rasa penat nya terbawa hanyut. Rasa segar dan ber energi kembali ia rasakan ditubuh nya.
"Ah... Perasaan ini, sama seperti hari itu. Namun lebih tenang!"gumam zabarin menghela nafas, ia kemudian melihat kearah gunung dan menyadari matahari telah tenggelam. Ia pun bergegas membersihkan setiap lipatan tubuh nya, sampai itu benar-benar bersih.
Beberapa menit kemudian, ia naik keatas sungai dengan kondisi tanpa mengenakan pakaian apapun. Yah, tidak ada siapapun ditempat ini selain Shi Jian yang ada didalam rumah. Namun tetap saja, ia seperti diawasi dari berbagai sisi. Dan bergegas mengenakan pakaian yang Shi Jian berikan, serta langsung berlari kearah rumah itu.
Yang memiliki satu-satunya penerangan didaerah ini, lampu pijar menyala terang dari dalam rumah. Membawa perasaan berani dalam dirinya, karena ia tidak lagi sendiri setelah dua malam ini.
"Jian... Apa kau memasak sesuatu?"tanya zabarin, saat sadar ada aroma sedap dari dalam rumah. Shi Jian yang melihat zabarin masuk dan bertanya itu dengan semangat menjawab.
"Yoh zabarin... Aku memasak ikan bakar untuk malam ini, silah kan dimakan. Karena menunggu kau, ikan ini sedikit mulai dingin!"jawab nya sambil menghidangkan nampan yang berisikan beberapa ikan dan juga wadah nasi.
Zabarin yang melihat itu sudah tidak bisa menahan nafsu makan nya, ia bergegas menutup pintu dan duduk didepan Shi Jian"Heh... Aku tidak tau kapan kau membakar ini, tapi siapa peduli. Akhirnya aku bisa makan makanan lezat ini!"seru zabarin dan langsung mengambil salah satu ikan dan dimasukkan kemulut nya.
Rasa rempah dan juga segar ia rasakan berpadu dimulut nya, ikan ini begitu lezat!. Dengan campuran bumbu hitam yang ia tidak tau namanya itu, manambah citra rasa menjadi lebih nikmat.
"Ah... Seperti kemarin, masakan mu benar-benar lezat Jian!"seru zabarin dengan pandangan berbintang Dimata nya, begitu menikmati hidangan ini.
"Be-benarkah?. Bagus kau menyukainya!"balas Shi Jian sedikit terbata, untung nya zabarin terlena dengan hidangan ini. Tanpa bertanya bagaimana ia bisa membuat ikan bakar ini dalam hitungan waktu yang cepat.
\*\*\*\*\*\*
Beberapa menit setelah itu, hidangan telah habis. Dan kini zabarin duduk diatas dipan bambu sambil melihat langit gelap diluar jendela. Dan Shi Jian kembali duduk menyender disampingnya sambil membaca buku itu lagi.
"Hei Jian!"panggil zabarin tiba-tiba, memecah keheningan rumah itu.
"Ada apa?"tanya Shi Jian penasaran.
"Apa kau bisa beritahu aku dasar kekuatan yang kau dan semua mahkluk didunia gunakan?. Itu mungkin bisa sedikit membantu ku!"seru zabarin memandang lurus kearah pemuda berambut pirang itu.
"Maksudmu energi alam?" Tanya Shi Jian dan zabarin pun mengangguk"Yah... Itu dasar yang mudah, inti nya. Energi alam itu seperti oksigen yang kau gunakan untuk bernafas, namun lebih kuat. Energi itu juga harus disebarkan keseluruh tubuh sama hal nya seperti suplai oksigen. Namun beda nya, oksigen terpusat pada paru-paru, namun energi alam terpusat pada sesuatu dibawah perut yang disebut dantian... Itulah penyimpanan energi alam didalam tubuh mahkluk hidup, dan energi itu juga bisa dikeluarkan kembali, dalam bentuk apapun. Baik itu pertahanan atau penyerangan!" Ucap shi Jian, yang seperti biasa masih sedikit dari ucapannya yang dimengerti zabarin.
"Kalau kau mau tau lebih banyak, lihat lah didalam laci itu. Aku memiliki buku yang berkaitan dengan energi alam... Kau bisa baca berulang atau bahkan pelajari, dan kalau ada sesuatu dalam buku itu yang tidak kau mengerti. Kau boleh tanya padaku!."seru Shi Jian sambil menunjuk laci kiri dari meja didekat jendela itu.
Zabarin menggeser duduk nya dan kemudian membuka laci yang ditunjuk oleh Shi Jian, didalam nya terdapat dua buku. Namun dari sampul yang ia lihat, ia bisa tau yang mana buku berisikan informasi tentang energi alam itu.
"Yang ini?"tanya zabarin memastikan, sambil menunjukkan buku itu kepada Shi Jian"yah... Buku itu memiliki penjelasan dasar tentang energi alam, dan juga cara berlatih sampai peningkatan energi itu. Jadilah sedikit kutu buku untuk menyerap semua ilmu yang ada, buku adalah jendela dunia. Ia bisa membawa mu meraih peningkatan yang tinggi hanya dengan membaca dan memahami nya!"seru Shi Jian dan kemudian melanjutkan baca buku kuno itu, membiarkan nya membaca buku Supranatural ini lebih leluasa.
"Buku ini adalah informasi yang telah diciptakan oleh manusia pertama kala itu, aku harus bisa menjadi seperti nya. Pencipta dari kekuatan baru, dan mungkin dibuku ini ada banyak informasi untukku mencapai tujuan itu!"ucap zabarin dalam hati, dan mulai membuka buku itu yang memiliki judul. Pembaharuan Dewa.
judul : Professor & Student: Love Through Time.
ikuti setiap langkah bab barunya sampai tamat enggak setengah², terima kasih ☺️🙏🏻💪.