di dunia zentaria, ada sebuah kekaisaran yang berdiri megah di benua Laurentia, kekaisaran terbesar memimpin penuh Banua tersebut.
tapi hingga pada akhirnya takdir pun merubah segalanya, pada saat malam hari menjelang fajar kekaisaran tersebut runtuh dan hanya menyisakan puing-puing bangunan.
Kenzie Laurent dan adiknya Reinzie Laurent terpaksa harus berpisah demi keamanan mereka untuk menghindar dari kejaran dari seorang penghianat bernama Valdrik mortis
hingga pada akhirnya takdir pun merubah segalanya, kedua pangeran itu memiliki jalan mereka masing-masing.
> dunia tidak kehilangan harapan dan cahaya, melainkan kegelapan itu sendiri lah kekurangan terangnya <
> "Di dunia yang hanya menghormati kekuatan, kasih sayang bisa menjadi kutukan, dan takdir… bisa jadi pedang yang menebas keluarga sendiri <.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ibar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MUNCULNYA MAHKLUK JAHAT
Musim semi yang menghembuskan angin kehangatan kini berubah menjadi kegelisahan, di malam hari tepat pada hujan turun membasahi tanah kekaisaran Laurent, kini kekaisaran Laurent berada pada posisi kacau, akibat retaknya lubang kutukan.
Singkat cerita, di malam yang dingin dengan rintik hujan gerimis memberikan pemandangan yang sangat buruk... pada malam hari makhluk bayangan memulai peperangan, mereka mulai menyusup masuk ke dalam istana kekaisaran.
para makhluk tersebut diam diam membunuh para prajurit yang sedang berpatroli di dalam istana.
Sementara itu di dalam istana utama, kaisar dan para petinggi sedang menyusun strategi untuk mencegah terjadinya sesuatu yang akan terjadi pada istana nantinya. Akan tetapi mereka belum mengetahui bahwa mahkluk bayangan yang keluar dari lubang kutukan telah menyusup masuk dan menyerang istana secara diam diam.
akibat dari penyusupan para mahkluk kegelapan yang keluar dari retaknya lubang kutukan, malam itu para prajurit dan jendral istana banyak terbantai hingga bersimbah darah, para makhluk itu tak bisa di bunuh hanya dengan senjata biasa.
Pada kejadian tersebut ada satu orang prajurit yang berhasil kabur dari pengejaran mahkluk kegelapan tersebut, dan ia kini datang ke ruang utama istana untuk melaporkan kejadian yang tengah terjadi di luar istana.
Kaisar xuanzi yang mendengar kabar tersebut menjadi marah dan darah dalam dirinya mendidih, tak menunggu lama ia pun memerintahkan para jendral dan para prajurit untuk melawan para makhluk tersebut.
Beberapa saat kemudian datang salah satu prajurit, ia datang untuk melaporkan bahwa para makhluk itu tak bisa di bunuh atau di musnahkan menggunakan senjata
Kaisar langsung terkekeh dengan laporan tersebut, dan kini ia pun tengah mencoba mengatur strategi baru dan mencari kelemahan para makhluk kegelapan tersebut.
Kilas balik beberapa waktu sebelumnya, sebelum datangnya invasi para makhluk bayangan.
SUASANA DI DALAM ISTANA SEBELUMNYA
"ayahanda apakah, prajurit dan jendral kita bisa menghadapi kekacauan ini?" tanya Kenzie yang khawatir dengan kondisi malam ini yang tengah terjadi di daerah kekaisaran Laurent.
Reinzie yang hanya bisa diam dan tak memiliki respon dengan kondisi saat ini, di benaknya terselubung hal hal aneh lagi, "aku pikir ayahanda memanggilku untuk berbicara dengan ku dan menanyakan bagaimana kemajuan ilmu beladiri ku?" dalam diam ia hanya memikirkan bagaimana kaisar akan memberikan perhatian pada dirinya,
Sebaliknya justru ia merasa hanya pada saat ada kekacauan lah dirinya baru dipanggil oleh sang kaisar. Dan menurutnya Itu hal yang sangat membuat dirinya merasa jatuh, hingga ia pun merasakan kehampaan di dalam hatinya.
Tak lama kemudian pengawal yang telah di tugaskan oleh kaisar menyuruh mereka untuk pergi ke persembunyian, Chelsea Louis, ia juga ikut pergi kedalam persembunyian bersama dengan Kenzie dan Reinzie, tak lupa kaisar juga telah menyuruh kedua permaisuri ikut pergi ke persembunyian, mereka di jaga oleh dua tetua suci istana yaitu tetua zember dan volzek tetua suci yang telah lama menjadi petinggi kekaisaran dan seorang pendekar hebat.
Singkat cerita Kembali pada waktu saat ini. kaisar xuanzi telah memerintahkan para prajuritnya untuk memberikan pertahanan terhadap mahkluk kegelapan tersebut sampai kelemahan mereka di temukan.
__..__
Petir menggelegar, menyambar menara-menara istana satu demi satu, seolah langit pun menangis atas nasib Kekaisaran Laurent. Api mulai menjalar dari arah timur istana setelah gelombang makhluk kegelapan memporak-porandakan benteng pertahanan utama.
Berselang beberapa waktu di tengah hujan yang mengguyur tiada henti, Kaisar Xuanzi berdiri di atas tangga batu gerbang istana utama. Sang kaisar tengah berdiri di dalam ruang utama istana dirinya terus mendengar berita bahwa banyak prajuritnya yang telah tumbang di Medan pertempuran, namun sorot matanya tetap tegak, penuh semangat seorang pemimpin yang takkan menyerah pada kehancuran.
“Tetua Zhen, apa kita belum menemukan kelemahan mereka?” tanyanya sambil menatap ke arah lapangan pertempuran yang kini hanya berisi raungan, jeritan, dan suara besi yang patah.
Seorang pria tua berjubah putih, dengan simbol naga suci di punggungnya, melangkah perlahan. “Mereka bukan dari alam ini, Paduka. Mereka bereaksi terhadap energi murni langit. Semua senjata biasa yang digunakan menebas para makhluk ini akan menembus tubuh mereka seperti memukul bayangan di atas air. Tapi...”
“Tapi apa?” potong Xuanzi tajam.
“Tapi aku mencium jejak kekuatan kuno, kutukan tua yang seharusnya tersegel. Ini bukan hanya invasi, Paduka. Ini adalah kebangkitan.”
Wajah Xuanzi menegang. Dalam benaknya, hanya satu nama muncul.
> Zatrah.
Di lorong bawah tanah yang menjadi tempat persembunyian sementara keluarga kekaisaran, Kenzie, Reinzie, Chelsea dan dua permaisuri berjalan bersama dua tetua suci—Zember dan Volzek. Cahaya obor menggoyang pelan menerangi dinding batu, dan suara pertempuran di atas terasa seperti gema dari neraka.
Kenzie menggenggam gagang pedangnya erat. Tangannya gemetar, bukan karena takut—melainkan karena kemarahan dan ketidakberdayaan. “Aku harus kembali ke atas. Ayahanda tidak bisa menghadapi semua ini sendirian.”
Zember menghalanginya. “Tugasku adalah melindungi kalian, Pangeran. Kekaisaran masih kacau di luar sana dan kalian adalah masa depan kekaisaran. Jangan menjadikan nyawamu sia-sia.”
Chelsea menarik tangan Kenzie. “Jangan gegabah... kita butuh rencana. Ini bukan pertarungan satu lawan satu, Kenzie.”
Reinzie, yang sejak tadi hanya menunduk, akhirnya bersuara, pelan namun jelas. “Kau tidak mengerti. Ini bukan hanya tentang pertahanan... ini tentang takdir.” Ia mengangkat kepalanya. Mata merahnya menyala samar dalam kegelapan lorong.
“Semua ini... ini karena sesuatu yang bangkit. Sesuatu yang dipendam ayahanda bertahun-tahun. Sesuatu... yang bahkan ia sembunyikan dari kita.”
Volzek menoleh. “Apa maksudmu, Pangeran Reinzie?”
Reinzie menghela napas. “Kalian semua sibuk melindungi Kaisar. Tapi adakah yang bertanya... siapa yang membuka lubang kutukan itu?”
Keheningan menelan lorong. Bahkan tetua suci Zember dan Volzek saling berpandangan, seolah mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres—bahwa serangan ini terlalu terencana... terlalu sempurna.
Sementara itu, di medan perang…
Kaisar tak bisa menunggu lebih lama lagi dan akhirnya dirinya meninggalkan ruang utama untuk pergi menuju tempat pertempuran terjadi.
sang kaisar begitu bersedih sesaat sampainya di medan pertempuran, ia melihat langsung di tempat pertempuran ternyata betul banyak jasad prajurit nya yang tumbang akibat serangan mahkluk jahat tersebut.
tanpa berkata-kata Kaisar Xuanzi akhirnya menarik pedangnya—Pedang Naga Emas. Sinar suci menyembur dari bilahnya, menyapu gelombang makhluk kegelapan yang mendekat. Beberapa makhluk mengerang, meleleh oleh cahaya itu, tapi jumlah mereka terlalu banyak.
“Selamatkan rakyat!” teriaknya pada para jenderal yang masih bertahan. “Ini bukan soal kejayaan... ini soal bertahan hidup!”
Di kejauhan, sebuah retakan raksasa menganga di tengah alun-alun kerajaan. Dari dalamnya, terdengar suara berat dan bergema—suara tawa yang sangat familiar bagi Xuanzi.
> “Sudah lama, Xuanzi. Kau pikir segelmu bisa menahanku selamanya?”
Xuanzi menegang. Dari dalam lubang kutukan, kabut ungu pekat muncul, dan sosok bayangan berbentuk roh mulai menampakkan dirinya.
> Zatrah...
“Ternyata kau yang memicu semua ini!” Xuanzi mengayunkan pedangnya, memotong gelombang energi gelap yang datang. Tapi bayangan itu tak bergeming.
Zatrah tertawa. “Aku hanya menanti waktu. Dan waktu itu datang… dari darah dagingmu sendiri.”
Pertemuan sang kaisar dan entitas jahat bernama zatrah tak bisa lagi di hindari dan keduanya pun bertarung hingga keduanya saling berbagi serangan demi serangan.
Di lorong persembunyian, Reinzie terdiam.
Dalam pikirannya, suara samar terdengar. Suara asing, berat, namun terasa akrab.
> “Kau sudah cukup lama dibuang, anakku. Waktumu telah tiba.”
Reinzie memegangi kepalanya. Cahaya merah menyala makin terang di matanya. Energi gelap mulai merambat dari ujung jarinya.
Kenzie langsung berdiri waspada. “Reinzie... apa yang sedang terjadi pada dirimu?!”
Reinzie memandang kakaknya dengan mata yang tajam dan dingin. “kak... Tolong aku!..ini.” Reinzie tak bisa lagi mengtrol dirinya dan berharap Kenzie bisa menahannya
Chelsea berusaha mendekat. “Reinzie, tenangkan dirimu! Itu bukan Reinzie yang aku kenal!”
Namun, semuanya sudah terlambat. Dalam sekejap, lorong itu dipenuhi aura kegelapan. Volzek dan Zember segera melindungi para permaisuri dan Chelsea, sementara Reinzie melesat ke atas, menembus tanah seperti bayangan terbang.
Di atas istana, langit seolah terbuka. Petir hitam menyambar pusat kekaisaran, dan suara lolongan mahluk kutukan menyatu dengan jeritan manusia yang tersisa. Di atas menara tertinggi, dua sosok berdiri saling berhadapan: Kaisar Xuanzi dan Reinzie Laurent.
“Reinzie... anakku…” bisik Xuanzi, tubuhnya terluka parah, jubahnya compang-camping.
Reinzie menatapnya tanpa emosi. “ayahanda tolong bantu aku dari penderitaan ini?”
pandangan kaisar menjadi berat “apa yang sebenarnya terjadi pada dirimu...apa yang telah kau lakukan pada anakku...” kaisar menoleh kearah zatrah dan ia meneriakinya
“hahahah... Itu kesalahanmu sendiri, bukankah kau yang membuat dirinya merasakan kesepian selama ini?.”
Sang kaisar terdiam ia heran dengan apa yang terjadi sebenarnya, dan apa yang sebenarnya terjadi kepada anak bungsunya itu.
Kaisar bela diri
To by continue