Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....
CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.
Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.
suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 20
Sore itu, area permainan anak-anak di pusat perbelanjaan masih cukup ramai.
Ghina berdiri beberapa meter dari Bastian sambil berusaha terlihat senatural mungkin.
Padahal dalam hati, ia sedang menyusun berbagai kalimat pembuka.
"Jangan aneh."
"Jangan gugup."
"Jangan terlalu semangat."
"Jangan bilang dia tampan lagi, ingat Ghina, ia suami orang " kata Ghina pada dirinya sendiri.
Andrian hanya menggelengkan kepalanya pelan, melihat tingkah Ghina.
" Sudah cepat sana, ini hari keberuntungan mu, kita tidak perlu mencari rumah pria itu dan mengintainya , dia sudah nongol di depan mata kita "
" Bismillahirrahmanirrahim, doakan adikmu ini selamat dunia akhirat ya kak " kata Ghina.
Andrian terkekeh pelan, sambil tangannya menoyor kepala Ghina.
" Ingat jangan bilang tampan lagi " gumam Ghina kembali.
Setelah mengingatkan dirinya sendiri berkali-kali, akhirnya Ghina berjalan mendekat.
Lalu berpura-pura terkejut.
" Eh?"
Bastian yang sedang membantu putrinya mengambil hadiah permainan menoleh.
Dan wajahnya benar-benar menunjukkan sedikit keterkejutan.
" Ghina?"
" Pak Bastian?"
Bastian mengernyit heran.
" Kamu di Kota ini ?"
Ghina langsung mengangguk.
" Iya, Pak."
jawab Ghina cepat.
" Ada apa kamu di kota ini ?" kata Bastian sambil menatap Ghina penuh selidik dan curiga.
kalau-kalau gadis ini mengikutinya.
Untungnya kali ini ia memang memiliki alasan yang masuk akal.
" Aku habis berkunjung ke rumah saudara bersama kakakku "
Ghina menunjuk ke arah Andrian yang berdiri tak jauh mereka.
Bastian melihat kearah yang di tunjuk oleh Ghina, Bastian tersenyum tipis dan mengangguk pelan pada Andrian.
Andrian membalas dengan anggukan pula, lantas Andrian berjalan mendekati mereka.
Wajah Bastian kembali biasa tak ada rasa curiga setelah melihat kakaknya Ghina.
Mungkin benar kalau mereka sedang berkunjung ke saudaranya dan tidak sengaja bertemu di mall ini.
Karena Kota Y memang kota besar.
Tidak aneh jika seseorang datang untuk mengunjungi keluarga.
Saat itulah gadis kecil di samping Bastian menarik lengan ayahnya.
" Daddy..."
Bastian tersenyum.
Kemudian menepuk lembut kepala putrinya.
" Wah...siapa gadis cantik ini ?" tanya Ghina sambil melihat ke arah Vallen.
" Ghina, kenalkan."
" Ini putriku."
" Vallen."
Mata Ghina langsung melembut.
" Halo."
Vallen tersenyum manis.
" Halo Kakak Aunty "
" Namaku Vallen, aku anaknya Daddy "
Ghina langsung tertawa kecil.
" Hallo Vallen cantik, namaku Ghina, aku teman kerja Daddymu " sahut Ghina.
" Dan ini uncle tampan, kakaknya Aunty "
Ghina tersenyum lembut pada vallen.
Ia menyukai panggilan itu daripada dipanggil Tante.
Sementara itu Andrian yang baru saja di perkenalkan langsung tersenyum manis pada Vallen.
Bastian mengulurkan tangan.
" Saya Bastian."
" Andrian."
Mereka berjabat tangan singkat.
Ghina kemudian memperkenalkan Andrian sebagai kakaknya.
Percakapan sederhana itu berlangsung cukup hangat.
Tak lama kemudian, Vallen mulai melirik ke arah rumah balon yang berada di tengah area bermain.
Matanya berbinar.
" Daddy..."
Bastian langsung tahu maksud tatapan itu.
Namun sebelum ia menjawab, Ghina sudah lebih dulu tersenyum.
" Mau main?"
Vallen langsung mengangguk semangat.
" Mau!"
Ghina menoleh ke arah Bastian.
" Boleh saya temani dia main pak ?"
Bastian sedikit terkejut.
Namun melihat antusiasme putrinya, ia akhirnya mengangguk.
" Kalau tidak merepotkan."
"Justru aku senang."
jawab Ghina jujur.
Beberapa menit kemudian.
Ghina dan Vallen sudah bermain bersama di area anak-anak.
Tawa keduanya terdengar sampai ke luar.
Kadang mereka masuk rumah balon.
Kadang mencoba perosotan.
Kadang bermain lempar bola warna-warni.
Entah kenapa keduanya cepat sekali akrab.
Dari kursi tunggu.
Bastian dan Andrian mengawasi mereka.
Sesekali tersenyum melihat tingkah Vallen yang begitu ceria.
Awalnya suasana di antara kedua pria itu cukup canggung.
Namun perlahan percakapan mulai mengalir.
Andrian memang dikenal cukup mudah bergaul.
" Pak Bastian sering membawa Vallen ke sini?"
tanya Andrian.
Bastian mengangguk.
" Kalau ada waktu."
" Kelihatannya dia dekat sekali dengan Anda."
Bastian tersenyum tipis.
" Dia satu-satunya yang selalu menungguku pulang."
Jawaban sederhana itu membuat Andrian sedikit terdiam.
Entah kenapa kalimat itu terdengar lebih dalam daripada yang terlihat.
Andrian lalu mencoba menggali informasi lebih jauh.
Tidak berlebihan.
Hanya percakapan biasa.
Tentang pekerjaan.
Tentang anak.
Tentang kehidupan sehari-hari.
Tentang bagaimana Ghina kalau di perusahaan.
Dan semakin lama berbicara, semakin Andrian memahami kenapa Ghina begitu mengagumi pria ini.
Bastian memang berbeda.
Tenang.
Dewasa.
Dan tidak pernah berusaha menunjukkan kelebihannya.
Sementara itu.
Di dalam area bermain.
Vallen sedang tertawa karena Ghina pura-pura kalah dalam permainan lempar bola.
" Aunty Ghina kalah!"
" Iya."
" Vallen hebat!"
" Terlalu hebat malah."
Vallen tertawa bahagia saat mendapatkan pujian dari Ghina.
" Gimana kalau Aunty kasih hadiah, karena Vallen sudah mengalah Aunty Ghina "
" Boleh " sahut Vallen dengan mata yang berbinar.
" Apa hadiahnya Aunty?"
Ghina mendekatkan wajahnya pada telinga Vallen.
" Gimana kalau makan es krim semuanya " kata Ghina.
" Horee...." kata Vallen sambil melompat-lompat.
Dan saat melihat pemandangan itu dari kejauhan, ekspresi Bastian perlahan berubah.
Tatapannya melembut dan tersenyum lebar saat melihat putrinya melompat-lompat kegirangan, walaupun ia tidak tahu apa yang membuat putrinya itu bahagia.
Namun mata itu juga menyimpan sedikit kesedihan.
Andrian yang cukup peka menyadarinya.
Tatapan itu bukan hanya tatapan kebahagiaan melihat putrinya tertawa.
Ada sesuatu yang lain.
Sesuatu yang lebih rumit.
Namun Andrian memilih tidak bertanya.
Waktu berlalu begitu cepat.
Matahari mulai tenggelam.
Andrian beberapa kali melirik jam tangannya.
Lalu memberi kode pada Ghina.
Pulang.
Ghina pura-pura tidak melihat.
Andrian mengangkat alis.
Ghina tetap pura-pura sibuk bermain.
Andrian menghela napas panjang.
Gadis itu memang keras kepala.
Akhirnya setelah beberapa kali kode gagal, akhirnya Andrian memilih menyerah dan menatap Ghina dengan tatapan kesal.
Bastian melihat pergelangan tangannya.
" Ini sudah malam, bagaimana kalau kita makan malam dulu "
Ajak Bastian pada Andrian.
" Boleh "
akhirnya Bastian dan Andrian mendekati Ghina dan Vallen untuk mengajaknya makan malam.
Sebuah restoran keluarga yang nyaman menjadi tujuan berikutnya.
Mereka duduk di satu meja.
Vallen berada di antara Ghina dan Bastian.
Suasana terasa hangat.
Bahkan beberapa kali Vallen membuat semua orang tertawa begitu juga Ghina, Ghina juga terkadang membuat cerita yang lucu, yang membuat Vallen tertawa renyah.
" Benar, Aunty punya kodok banyak "
" Tentu saja, bahkan Aunty punya kolam khusus untuk mereka "
" Kodoknya nggak jahat kan Aunty?"
" Tentu saja tidak, mereka adalah teman-teman Aunty "
" Nanti kalau ada waktu, aku ajak kamu bertemu mereka dan bermain dengan mereka "
" Beneran Aunty?"
Ghina mengangguk semangat.
Vallen menatap wajah Daddynya, meminta persetujuan.
" Iya nanti kita berkunjung ke rumah Aunty Ghina " kata Bastian.
Bastian menatap tak percaya dengan hewan piaraan Ghina.
Bastian menatap dalam wajah Ghina yang terus tertawa bersama putrinya.
Sampai akhirnya...
Seorang wanita datang mendekat.
" Maaf, aku terlambat."
Suara itu membuat Ghina dan Andrian spontan menoleh.
Dan detik berikutnya...
Keduanya langsung membeku.
Vallen tersenyum ceria.
"Mommy!"
Wanita itu tersenyum lalu mencium kepala putrinya.
Namun Ghina dan Andrian tidak mendengar apa pun setelah itu.
kedua mata mereka saling beradu pandang.
Mereka sangat terkejut saat melihat wanita yang di panggil Mommy oleh Vallen.
mereka mengenali wajah tersebut.
Tapi seprtinya Shopia tidak mengingat Ghina.
Bukankah itu Wanita yang siang tadi mereka lihat di restoran.
Wanita yang sedang berduaan dengan lelaki lain.
Wanita yang mereka dengar membicarakan suaminya.
Sophia.
Ghina dan Andrian saling menatap berulang kali.
Keduanya melihat keterkejutan yang sama di mata masing-masing.
Jantung Ghina berdegup lebih cepat.
Pikirannya langsung menghubungkan semua potongan kejadian yang dilihatnya siang tadi.
Dan mendadak perasaan tidak nyaman menyelimuti dirinya.
Karena sekarang ia tahu satu hal yang sangat jelas.
Pria yang tadi siang mereka kasihani...
Adalah Bastian.
Sedangkan wanita yang kini duduk di hadapan mereka sambil tersenyum kepada putrinya...
Adalah wanita yang beberapa jam sebelumnya terlihat bercumbu bersama pria lain.
Takdir apa ya Tuhan, gumam Ghina dalam hati
Namun Ghina menahan semua ekspresinya.
Begitu pula Andrian.
Keduanya memilih diam.
Karena mereka sadar, ini bukan urusan yang bisa dibicarakan sembarangan.
Sementara di seberang meja, Bastian berdiri dan Memperkenalkan shopia sebagai istrinya pada Ghina dan Andrian.
Bastian melirik sekilas ke arah Ghina, entah kenapa tiba-tiba Bastian ingin melihat wajah Ghina, ingin memastikan sesuatu
#####
Assalamualaikum readers HAPPY READING salam sehat selalu.
cepat up lg ya thor biar g darting kbnyakan pikiran
dengan nempunyai istri jalang, mertua dan klrga istri yg Diktator. merasa plg hrbat, padahal yg bekerja mati2 an Bastian. mwreka hanya ti ggal mengambil hasil pemikirn dan kerja keras ny 😔😔😔
Seru banget ngikutin kisah keluarga Dio Cs - Kendaru Cs. & Narendra Cs.
pokoknya Baper abiiisss... 👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘