Lintang Arum gadis berusia 20 tahun putri dari Dio Fandi Prdika dan Hanifah Azzahra.
Lintang Arum bukan gadis remaja biasa, ia lahir dengan kemampuan khusus, kemampuan yang tidak di miliki oleh manusia pada umumnya.
Lintang bisa melihat dan berinteraksi dengan makhluk astral, bahkan bisa memusnahkan Meraka menjadi abu.
Bersama Arin sahabatnya putri dari Reyhan, keduanya menjelajahi dunia lain, dan membasmi hantu - hantu yang jahat yang ingin mencelekai manusia yang tak bersalah.
Rayyandra Manggala seorang Casanova yang memiliki banyak kekasih, yang tak pernah percaya dengan dunia mistis atau dunia perhantuan dan selalu berfikir realistis.
Setelah pertemuannya dengan Lintang dunianya langsung jungkir balik, apalagi setelah nyawanya hampir melayang akibat dari makhluk yang tak kasat mata.
Selanjutnya saksi kan kisah keduanya ya.....dukung selalu karya author ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEJADIAN DI RUMAH KENDARU
" Wanita ini harus di singkirkan bu ningsih, dia yang merebut Rain dariku, aku yakin Rain pasti memutuskan aku demi wanita ini " ucap Monica yang duduk di hadapan Bu Ningsih dan menyodorkan sebuah foto yang terlihat foto Lintang yang hendak masuk ke dalam mobilnya Rain.
Bu ningsih melihat ponsel Monica dan melihat foto Lintang, Bu Ningsih tersenyum tipis.
" Baiklah, dua pekerjaan ini tidak mudah dan tidak murah, apa kamu sudah menyediakan semuanya " ucap Bu Ningsih.
Monica mengambil amplop yang ada di dalam tasnya dan meletakkan di atas meja dan menyodorkannya ke arah Bu ningsih.
Melihat itu bu ningsih tersenyum tipis.
" Apa kamu tahu siapa namanya "
" tidak bu " sahut Monica.
Bu Ningsih menghela nafasnya.
" Pergilah, biar aku urus semuanya , akan aku adakan ritual secepatnya " ucap Bu Ningsih.
Sebelum pergi Monica menyerahkan sebuah benda yang di temukan Monica di samping mobil Rain.
" Bu apa ini bisa di gunakan untuk ritual pemikat agar bisa secepatnya terjadi, aku tak bisa menunggu lama Bu, Rain harus menjadi milikku secepatnya, aku akan berikan 10 kali dari ini jika ibu berhasil memikat Rain, agar ia bisa kembali padaku" ucap Monica sambil sambil menyerahkan sebuah sapu tangan yang ia temukan di dekat mobil Rain.
" Aku rasa ini milik Rain yang terjatuh dari saku celananya, karena aku sering melihat dia menggunakan ini bu " ucap Monica.
Bu Ningsih tersenyum lebar dan mengambil sapu tangan itu dan mencium aroma wangi dari sapu tangan itu.
Bu Ningsih menutup matanya dan menghisap dalam-dalam aroma itu.
" Baguslah, satu dayung tiga pulau terlampaui, tapi kasian nasib anak kecil itu, ia juga harus menjadi korban " gumam Bu Ningsih.
****
Di kediaman Kendaru.
Adzan maghrib terdengar berkumandang di masjid yang letaknya tak jauh dari kediaman kendaru.
Kendaru menatap ke arah langit dari dalam kamar Darren.
" Sayang, lihatlah warna langitnya berbeda sekali, warnanya seperti api " ucap Kendaru, setelah keduanya menjalankan kewajiban nya.
Keyla yang habis menjalankan kewajiban nya dan masih menggunakan mukenah, berjalan mendekati suaminya berdiri, dan ikut menatap ke arah langit petang yang ada di luar, Ken yang juga baru menyelesaikan kewajibannya berjalan ke arah jendela dan hendak penutup kordennya dan tiba-tiba sebuah angin kencang masuk ke dalam ruangan itu yang membuat keduanya terkejut.
" Mas Angin apa ini, bukankah jendelanya tertutup " ucap Keyla yang melihat pintu jendela yang sudah tertutup.
Ken melihat kulit tangannya.
" Kenapa aku merinding seperti ini " gumam Ken sambil mengusap-usap kulit tangannya.
Braak...
Ken dan Keyla langsung menoleh ke arah pintu kamar mandi yang terbuka keras.
mereka tertegun saat melihat tak ada siapapun yang ada di dekan sana.
Keyla dan Ken saling berpandangan.
" Darren " seru keduannya.
Keduanya langsung menoleh ke arah Darren yang terlihat nampak gelisah dalam tidurnya.
Ken dan Keyla langsung mendekati putranya itu.
" Darren panas lagi mas " Ucap Keyla.
" Cepat telepon Rain, dia sudah sampai di mana " ucap Keyla.
Ken yang hendak menelepon Rain terkejut saat tiba-tiba pintu kamar Darren terbuka dengan keras
" Akhirnya kamu datang juga, cepat hubungi Rain dan Zayn suruh secepatnya mereka ke mari " ucap Ken saat melihat bimo berdiri di depan pintu kamar Darren.
" Ada apa Ken, bagaimana keadaan Darren " ucap Bimo sambil masuk ke dalam kamar Darren.
" Tutup pintunya Bimo " seru Ken keras yang membuat Bimo terkejut.
" Cepat tutup pintunya " seru Ken kembali.
Bimo langsung bergegas menutup pintunya.
" Ada a...."
Brakk....
Belum sempat Bimo meneruskan kalimat nya terdengar suara sesuatu yang jatuh di atas kamar Darren.
" Apa itu...." ucap Bimo terkejut.
" Jangan banyak bertanya bimo Cepat hubungi Rain dan Zayn " ucap Ken sambil matanya menyusuri langit-langit kamar Darren.
" Mas, Darren kembali kejang, ambilkan air yang ada di atas meja itu " seru Keyla panik saat melihat mata Darren langsung membuka lebar dan tubuhnya langsung mengejang.
Ken langsung sigap mengambil air di dalam botol yang di berikan oleh Lintang tadi .
Bimo yang melihat Ken dan Keyla panik, ikut terlihat panik, apalagi melihat tubuh Darren yang tiba-tiba mengejang.
" Ada apa ini Ken, kenapa kamu tidak membawa Darren ke rumah sakit " ucap Bimo.
Brak...
kembali lagi mereka di kejutkan oleh pintu kamar mandi yang tadi terbuka kini kembali tertutup dengan keras.
Bimo menatap pintu kamar mandi itu dengan berbagai pertanyaan.
Keyla langsung meminumkan air pada Darren dan kemudian ia menuangkan sedikit air di telapak tangannya lalu mengusap ke dahi Darren sambil membaca ayat-ayat suci Al Qur'an.
" Ken sebenarnya ini ada apa "
" Nanti aku ceritakan Sekarang telepon Rain, tanya ia sudah sampai di mana, bilang pada Rain hantu atau iblis itu datang kembali "
" Hantu, iblis, Ken..."
" Jangan banyak bicara lakukan saja " seru Ken.
Bimo langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Rain.
" Rain..." seru Bimo setelah ponsel itu terhubung.
" berikan padaku " ucap Ken.
" Rain ..." Ken bercerita pada Rain yang seketika Rain menatap ke arah Lintang.
" Mereka kembali Lin ..." gumam Rain yang terlihat pucat wajahnya.
" berikan padaku ponselnya " ucap Lintang.
" Ini Lintang Om, om tidak usah khawatir, semua akan baik-baik saja cukup jangan tinggalkan Darren dan terus baca Ayat suci Al Quran , kami akan segera ke kembali kesana " ucap Lintang.
Lintang menatap papanya yang masih duduk di sofa.
" Pa ini masalah nyawa seorang anak kecil pa, tolong izinkan Lintang menolongnya " ucap Lintang dengan tatapan memohon.
" Om ku mohon, aku janji aku tidak melakukan apapun pada Lintang, aku tak akan menyentuh kulitnya sedikit pun, tolong biarkan kami pergi, keluarga kami sedang dalam bahaya Om, ku mohon " ucap Rain yang berlutut di depan Dio.
" Lintang, Masuklah ke dalam kamar ...." seru Hanifah yang wajahnya tidak terlihat lembut kembali.
" ma .."
" Tante .."
gumam ke duanya dan langsung menatap ke arah Hanifah yang berdiri dari duduknya, dio pun di buat terkejut dengan perkataan istrinya itu.
" Biarkan mama yang pergi membantu mereka "
" Ma ..." seru Dio dan langsung berdiri menatap Istrinya.
Hanifah menatap lembut ke arah Suaminya.
Dio menghela nafas panjang.
" Ck..Pergilah kalian berdua " ucap Dio pada akhirnya dengan wajah yang terlihat kesal.
" Tapi ingat ...jauh-jauh dari putriku dan jangan pernah menyentuh sedikit pun kulit putriku " ucap Dio.
" Terimakasih Om " seru Rain dan langsung berdiri dari duduknya.
" Ayo Lintang...." seru Rain sambil meraih tangan Lintang dan langsung menariknya untuk segera pergi dari situ, sebelum si singa jantan belum berubah pikiran.
" Heii...lepaskan tangan putriku, kamu bilang tidak akan menyentuh kulit putriku " teriak Dio saat melihat keduanya berlari kecil sambil bergandengan.
" Maaf Om spontan ..." jawab Rain sambil berlari tapi tak melepaskan tangan Lintang.
" Ma...lihatlah ...dia menyentuh putriku " ucap Dio kesal.
Hanifah tersenyum tipis dan kemudian mengusap dada suaminya.
" percayalah pada putrimu sayang, ia tidak sama dengan wanita-wanita yang dulu kamu kencani " ucap Hanifah dengan senyum lembutnya, Dio mengingat masa mudanya di mana ia suka bergonta ganti pasangan, dan mempermainkan perasaan banyak wanita, inilah yang membuat Dio takut dan selalu posesif pada Lintang, dosa di masa lalunya takut akan menjadi karma buat putrinya.
######
sukses kak Mia
cuma update nya jgn lama" dong biar ngga penasaran