NovelToon NovelToon
Gadis Manja Vs Pria Urakan

Gadis Manja Vs Pria Urakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy / Romantis / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:700
Nilai: 5
Nama Author: Eliana Rovelle

Christian sudah menyukai Maya sejak lama—gadis manja, pemarah, dan tertutup yang selalu menjauh darinya.

Sementara itu, Chris adalah kebalikan dari semua yang Maya benci. Pria urakan, berisik, mesum, dan terlalu bebas.

Chris selalu mengejar Maya. Bahkan sampai menunda kelulusannya hanya untuk tetap berada di dekat gadis itu.

Awalnya, Maya menganggap Chris gangguan. Seseorang yang tak pernah ia anggap serius.

Tapi perlahan, perhatian yang tak pernah hilang itu mulai melemahkan pertahanannya.
Sampai tanpa sadar, Maya jatuh cinta.

Namun saat perasaan itu akhirnya saling terbalas, kenyataan justru datang menghantam mereka. Perbedaan keyakinan membuat cinta mereka… mustahil.

Sekarang Chris harus memilih, melawan segalanya atau kehilangan Maya untuk selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eliana Rovelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6. sekalinya marah, berubah mengaku

Chris berdiri beberapa meter dari bangku tempat Maya duduk bersama Putri di perpustakaan kampus setelah sejak tadi mencari keberadaannya. Dari kejauhan, ia memperhatikan Maya yang tengah asyik berbincang sambil membaca sesuatu di layar ponsel bersama sahabatnya. Tapi bukan itu yang membuat Chris merasa terusik, melainkan wajah Maya yang tadi sempat terlihat resah saat Pandu datang menghampiri mereka di perpustakaan.

Chris mendekat dengan langkah mantap, lalu berhenti tepat di depan Maya.

"Aku dari tadi nyariin kamu. Ternyata kamu ada disini. Ayo, ikut aku." Wajah Chris terlihat gusar. Rambut laki-laki itu juga tampak acak-acakan dengan ekspresi yang tidak seperti biasanya.

"Ish, apaan sih kamu!" Maya segera menutup novel nya dan memasukkannya ke dalam tas. Saat ia berniat untuk kabur seraya mengajak Putri, Chris berhasil menahannya.

"Mau ke mana? Aku masih mau ngomong sama kamu," ucap Chris langsung mencekal lengan Maya.

"Ish! Ya udah, bilang aja sekarang disini. Cepet!" sahut Maya tanpa berani mengangkat wajah menatap mata Chris.

Chris semakin menajamkan tatapannya. Wajahnya saat ini seperti orang yang tengah menahan amarah.

"Put, gue bawa Maya. Nanti biar Maya pulang sama gue." Chris berkata pada Putri.

Putri langsung menoleh, lalu menatap Maya sejenak. Maya juga mendongak, agak ragu melihat sorot mata Chris. Dia menggeleng pelan.

“Oke…” jawab Putri dengan mengangkat bahunya.

"Ish! Aku kan udah bilang, kalau mau ngomong, sekarang aja kan bisa. Disini!" ucap Maya tidak suka.

"Aku cuma mau ngomong berdua sama kamu." Chris berkata tegas tanpa ingin dibantah.

Maya mencoba meminta bantuan kepada Putri lewat isyarat di matanya, tetapi sahabatnya itu malah tersenyum kecut padanya, tak ingin ikut campur.

Saat akan berjalan, langkah Chris terhenti ketika suara Pandu memanggil dari belakang. Ia menoleh dengan cepat, mendapati Pandu mendekat dengan ekspresi seolah paling peduli sedunia. Maya berdiri di sisi Chris, sudah bersiap pergi bersamanya. Tapi langkah mereka terganggu.

“Maya, kamu yakin mau pergi sama dia?” tanya Pandu dengan cemas, namun terdengar menusuk di telinga Chris. “Kalau kamu nggak nyaman, kamu bisa bilang ke aku. Dan lo, jangan memaksa. Maya sepertinya nggak mau ngomong sama lo, deh." Pandu yang dari tadi duduk, ikut berdiri disamping Maya.

Chris mengeraskan rahangnya. Matanya langsung menajam menatap Pandu, tubuhnya sedikit menegang, seolah sedang menahan luapan emosi yang sudah mendidih sejak tadi.

“Maksud lo apa?” tanya Chris dengan suara rendah dan dingin. “Gue bawa Maya bukan maksa. Lo pikir dia nggak bisa mutusin sendiri?”

Pandu melirik Maya, mengabaikan Chris. “Aku cuma khawatir sama kamu, May. Sepertinya dia pria kasar."

Itu cukup membuat Chris melangkah setengah maju.

“Lo tuh siapa, sampai ikut campur kayak gitu, hah!?” bentak Chris, nadanya naik satu oktaf. “Nggak usah sok jadi pahlawan di hidup orang yang bahkan lo nggak ngerti!”

Maya memegang lengan Chris, mencoba menenangkan, tapi sorot mata Chris masih tertuju penuh pada Pandu, panas, tajam, dan tak terima.

"Gue nggak akan ikut campur kalau ada orang yang—"

“Bacot Lo! DIEM!” tegas Chris, suaranya seperti gemuruh yang ditahan. Chris berkata kasar pada Pandu dan itu membuat Maya semakin tidak menyukainya.

"Ish! Kamu kok kasar gitu sih!" Maya memukul lengan Chris.

Udara di antara mereka menegang. Pandu terdiam. Dan Maya tahu, Chris sepertinya benar-benar marah. Tanpa basa-basi lagi, Chris menurunkan tangannya ke jari jemari Maya, lalu menggandeng tangan gadis itu.

"Aku juga manusia, May. Yang punya batas kesabaran." Chris memaksa Maya untuk ikut dengannya.

Pandu yang masih shock, hanya berdiri diam di posisinya. Sementara Putri hanya menatap punggung sahabatnya yang saat ini diseret oleh Chris.

Siang ini angin berembus cukup kencang, mengacak rambut Maya yang berdiri tak jauh dari Chris dengan kedua tangan menggenggam erat tali tas slempangnya.

Chris membawa Maya ke tempat parkir. Dan kini di depannya, Maya bisa melihat mobil Pajero sport hitam milik Chris. Maya berdiri di sisi pintu depan, dengan ekspresi wajahnya yang terlihat tegang. Sementara Chris berdiri di sisi lain pintu, menatapnya dengan ekspresi penuh frustrasi. Melihat Maya yang hanya diam saja, Chris berjalan ke samping dan dia membukakan pintu mobil untuk Maya. Maya merasakan suasana disana terasa makin memanas.

"Mau aku seret, atau gendong biar kamu masuk?" Ancam Chris kepada Maya. Senyum yang biasanya terusung humoris, kini tak nampak sama sekali di wajah pria itu.

“Aku nggak mau,” jawab Maya datar. “Aku bisa pulang sendiri.”

“Maya, aku bilang, masuk,” ulang Chris, masih berdiri di sisi pintu penumpang yang sudah ia buka lebar. Nadanya mulai kehilangan kesabaran, tapi Maya tetap bergeming.

"Maya Nur Cantika!" ucapnya sekali lagi dengan menyebut nama lengkap Maya, yang tandanya Chris benar-benar marah.

"Tapi bilang dulu, kita mau kemana?" tanya Maya mulai ciut karena perubahan sikap Chris.

Chris mengepalkan tangan, rahangnya mengencang. “Aku akan kasih tahu kita kemana setelah kamu masuk."

Maya mengalihkan pandangannya ke arah jalanan, menolak menatap Chris. Dalam diamnya, tersimpan pertarungan batin. Bukan karena ia tak ingin pulang dengan Chris, tapi karena ia masih kesal. Merasa ditekan, hanya karena dirinya tidak ingin diajak bicara.

Chris menghela napas panjang, lalu melangkah cepat ke arah Maya.

“Maya, cukup,” ucapnya tajam, sebelum tiba-tiba meraih tangan Maya dengan tegas tidak kasar, tapi cukup kuat untuk menyeret langkahnya.

“Chris!” seru Maya, kaget dan berusaha menarik tangannya. “Lepasin, aku bisa jalan sendiri!”

Tapi Chris tak mendengarkan. Dengan gerakan pasti, ia membuka pintu penumpang lebih lebar, lalu mendorong Maya masuk ke dalam mobil.

“Denger, aku bukan memaksa mu karena pengen menang sendiri. Tapi karena aku peduli. Aku nggak mau hubungan kita rusak cuma karena kamu terlalu keras kepala.”

Pintu ditutup. Maya duduk diam di kursinya, nafasnya masih memburu karena kejadian barusan. Matanya menatap lurus ke depan, sementara hatinya campur aduk antara kesal, bingung, dan… sedikit takut.

Chris masuk ke kursi kemudi tanpa sepatah kata. Mesin menderu pelan saat mobil mulai bergerak, membawa mereka dalam keheningan.

"Aku hanya ingin mengajakmu berbicara dengan tenang, May. Maaf, kalau aku terkesan kasar tadi," ucap Chris saat keadaan menjadi lebih tenang.

"Baiklah, tapi kita akan kemana?"

Chris melirik Maya, tampak berpikir lama. Lalu kembali bersuara beberapa saat kemudian. "Kafe, tempat biasa aku ajak kamu jalan."

Maya yang masih kesal, mengalihkan pandangannya ke arah samping jendela. Jujur saja, ia tidak pernah melihat Chris marah. Tapi sekalinya marah, Chris malah berubah menakutkan untuknya.

Apa ini ada kaitannya dengan ulah Maya yang memblokir nomor Chris?

Ya, setelah mengirimkan pesan singkat itu, Maya memang memblokir nomor Chris.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!