NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 : Bertemu Bisma

Setelah keluar dari ruangan kerja sang paman, Bella berniat segera kembali ke ruang kerja milik nya. namun beberapa karyawan kini terlihat sedang memandang ke arah dirinya dan mulai saling berbisik.

"Bukanya fokus kerja malah ngurusin hidup orang lain!" Gerutu Bella memperlihatkan raut wajah kesal nya dan kembali ke ruang kerjanya.

"Berarti benar gosip yang beredar jika Bella kena tegur pak Andrew?" Bisik Dian menatap sekilas ke arah Sisil.

"Padahal Bella itu keponakan pak Andrew sendiri gak di kasih toleransi banget!" Jawab Sisil sambil berbisik pula.

"Bagus dong, artinya pak Andrew itu orangnya profesional. gua jadi makin love love deh sama pak Andrew." Ucap Dian sembari menujukan simbol hati dengan kedua tangannya.

"Inget dia lebih tua 12 tahun dari Lo!" Tegur Sisil.

"Gak masalah, umur segitu gak tua tapi matang bagi gua hihihi." Kekeh Dian pelan.

"Gila Lo doyan om-om!" Sahut Sisil

"Kalo om-om nya modelan pak Andrew gua doyan banget dan pasrah mau di apain juga sama dia." Ucap Dian agak mulai gila.

******

Sepulang dari kantor Bella tidak langsung pulang ke rumah, kini ia sedang berada di dalam mobil sport yang ia beli dari gaji yang ia kumpulkan setiap bulan nya selama bekerja di perusahaan sang paman. saat ini ia berniat untuk pergi ke suatu tempat untuk memastikan sesuatu.

Tidak sampai 30 menit, mobil sport miliknya sudah terparkir tidak jauh dari sebuah bangunan rumah yang menyatu dengan toko buah segar.

Bella membuka kaca jendela samping sedikit, kini ia sedikit menurunkan kacamata hitam bermerk yang sedang ia pakai di hidung mancungnya agar bisa lebih leluasa menatap sepasang suami istri yang terlihat sedang berada di dalam toko buah. pasangan suami istri itu adalah Tiara dan Rudi, tidak lain om dan tante Bella yang sangat kejam.

"Karma is real." Guman Bella sembari tersenyum lebar setelah melihat keadaan om dan tantenya sudah miskin saat ini.

Selama ini ia hanya bisa memantau mereka dari kejauhan saja, kini om dan tantenya itu sudah jatuh miskin karena usaha konveksi pakaian milik om nya dulu telah gulung tikar 3 tahun lalu karena campur tangan dari paman Andrew. sehingga saat ini mereka hanya bisa mengontrak rumah dan ruko untuk berjualan buah.

Namun Bella masih begitu penasaran dengan kehidupan Clara, karena setelah orang tuanya jatuh miskin wanita itu memutuskan untuk keluar dari rumah dan menjadi simpanan seorang pengusaha tua bangka. itu dari  informasi terakhir yang ia dapatkan dari orang suruhannya.

"Mas kamu lihat gak mobil sport yang ada di luar itu?" Ucap Tiara mencolek bahu sang suami agar menoleh ke arah luar.

"Iya lihat, memangnya kenapa?" Rudi terlihat heran dengan tingkah istrinya itu.

"Mobil itu sudah beberapa kali sering terparkir di sana namun pemiliknya tidak pernah keluar sama sekali, apa jangan-jangan di dalam mobil mewah itu Clara yang sedang melihat keadaan kita?" Ucap Tiara dengan raut wajah penuh harap.

"Alahhhh.... Mana mungkin Tiara!, anak mu itu sudah melupakan kita mentang-mentang sudah dapat om-om kaya raya." kesal Rudi.

"Jaga ucapan mu mas!, ia tetap anak kita sampai kapan pun." Jawab Tiara tidak terima.

"Terserah kamu saja!" Ucap Rudi acuh.

Melihat sikap suaminya itu menjadi acuh Tiara memutuskan keluar dari toko untuk menghirup udara segar.

Sementara di dalam mobil Bella sedang menerima telepon dari salah satu sahabatnya yaitu Diana. Diana menelepon nya karena ingin mengajak hangout nanti malam namun segera ia tolak karena selama satu bulan kedepan ia tidak di perbolehkan untuk keluar malam.

"Sorry gua gak bisa ikut karena dapat hukuman dari paman gua, nanti gua traktir makan deh sebagai permintaan maaf gua. Gimana?" Rayu Bella.

"Iya udah gak apa-apa gua dan Sisil ngerti posisi Lo gimana, kalo gitu gua tutup dulu bye" ucap Dian di sebrang telepon.

"Ok bye." Jawab Bella.

Tok! Tok!

Bella sedikit kaget saat kaca mobilnya di ketuk dari luar, tanpa melihat terlebih dahulu siapa orang yang telah mengetuk kaca mobilnya wanita langsung saja membuka kaca mobil.

DEG!

DAG! DIG! DUG!

PLUK!

Saat ini Bella begitu kaget dengan apa yang ia lihat di hadapanya saat ini, sampai ponsel yang sedang ia genggam tidak sengaja jatuh ke bawah kolong mobil.

"Ehh maaf, saya kira yang ada di dalam mobil ini anak saya ternyata bukan. Karena mobil ini sering terpakir di dekat toko saya " Ucap Tiara agak malu.

Bella masih diam, mulutnya terasa kelu untuk berbicara saat ini. untung saja saat ini ia sedang memakai kacamata hitam jadi ekspresi wajah panik dan shock nya tidak terlalu terlihat jelas.

"Nona kenapa anda Diam saja?"

"Kok aku ngerasa kaya gak asing banget sama wanita ini." Batin Tiara dalam hati.

Bella yang merasa di perhatikan oleh tantenya itu segera menutup kaca mobilnya dan segera menancap gas menjauhi tempat tersebut.

Tiara sampai bengong sendiri karena wanita yang ada di dalam mobil tersebut tiba-tiba saja langsung menutup kaca mobil nya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dan lansung pergi begitu saja.

"Sialan wanita itu pikir aku ini penjahat atau tukang hipnotis sampai ia langsung kabur begitu saja!" Gerutu Tiara begitu kesal.

Sementara di dalam mobil Bella terus melajukan kendaraannya dengan ekspresi wajah begitu panik. ia takut sekali jati dirinya akan terbongkar oleh tantenya tersebut padahal ia masih belum puas membalaskan dendamnya.

Karena sangking paniknya Bella tidak meliat jika mobil di depannya berhenti secara tiba-tiba.

ARGGGHHHHTTT!

SRETTTT!!!

BUGH!

******

Dahi Bella membentur stir mobil sampai kacamata hitam yang ia pakai terlepas dan terjatuh ke bawah, kini mulai terdengar suara rintihan dari bibir tipis wanita itu.

"Arggghhhtt sial sakit sekali, hari ini aku benar-benar apes!. Lagian salah mobil di depan juga kenapa berhenti mendadak"

Sementara pemilik mobil yang berhenti secara mendadak itu terlihat keluar dari mobilnya dan berjalan ke arah mobil Bella saat ini.

Ternyata pemilik mobil tersebut adalah seorang pria tampan yang terlihat seumuran dengan Bella.

Tok! Tok!

Pria itu mengetuk pelan kaca mobil Bella.

Tok! Tok!

kaca mobil Bella di ketuk lagi dari luar karena tidak ada respon sama sekali dari wanita itu.

Dengan agak kesal Bella segera menurunkan kaca mobilnya dan menatap ke arah seorang pria yang sudah berdiri di samping mobilnya saat ini.

Tanpa basa-basi lagi wanita itu segera mengomel dan mengeluarkan kekesalannya kepada pria tersebut.

"Lain kali kalo mawa mobil itu yang benar mas, saya hampir saja nabrak belakang mobil situ!. Untuk saja saja saya segera injak rem." Ucap Bella menatap kesal ke arah pria yang terlihat hanya diam mematung dan terus menatap intens ke arah dirinya.

"Be...lla" panggil pria itu dengan suara yang bergetar dan mata yang sudah berkaca-kaca saat ini.

Sontak saja panggilan pria tersebut membuat Bella langsung menoleh ke arah pria asing yang sedang berdiri di samping mobilnya saat ini. karena pria asing itu mengetahui namanya padahal mereka baru pertama kali bertemu. Bella mencoba menatap wajah pria di hadapan nya saat ini dengan lebih intens lagi, namun tiba-tiba wajah pria tersebut mengingatkan nya kepada seseorang di masa lalunya.

"Bisma, apakah pria yang ada di hadapanya saat ini adalah Bisma teman baiknya dulu?" Batin Bella dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

"Benar kan kamu Bella teman kecil ku dulu?, aku Bisma."

Bisma terlihat begitu girang dan senang karena telah bertemu dengan seorang wanita yang ia yakini adalah Bella, teman masa kecilnya yang telah menghilang 10 tahun lalu.

"Maaf mungkin ada salah orang, saya tidak mengenal anda." Ucap Bella buru-buru menutup jendela mobilnya dan segera pergi.

"Aku sangat yakin jika wanita itu adalah Bella, kenapa kamu pura-pura tidak mengenali ku?, padahal aku terus merindukan mu selama 10 tahun lamanya." Lirih Bisma dengan raut wajah begitu sedih menatap kepergian Bella.

Sementara di dalam mobil terlihat Bella yang sedang terisak sembari menangis, ia sangat merindukan sahabatnya bernama Bisma dan juga Sarah adik dari pria itu. namun karena misi nya belum selesai ia tidak berani mengakui dirinya sebagai Bella yang mengenal Bisma di masa lalu.

"Maaf Bisma jika waktunya sudah tepat aku akan mencari dan menemui mu, aku janji."

******

Tap...tap...tap terdengar suara langkah kaki memasuki Mansion, terlihat Bella yang tengah berjalan gontai dan sedikit melamun setelah pertemuan pertamanya dengan Bisma setelah sekian lama.

"Bella, mau di siapkan air hangat untuk mandi?" tawar Bi Sri namun wanita itu tidak menjawab membuat Bi Sri langsung menyentuh bahu Bella saat ini.

"Kenapa bi?" tanya Bella dengan raut wajah bingung.

"Mau di siapkan air hangat untuk mandi tidak?" Tanya bi Sri kembali.

"Gak perlu bi, Bella bisa menyiapkannya sendiri. Bi Sri bisa kerjain yang lain saja." Ucap Bella menolak.

"Iya sudah kalo gitu bi Sri pergi dulu."

Baru dua langkah Bi Sri berjalan tiba-tiba saja Bella menahan langkah kaki bi Sri dengan memegangi lengan wanita berumur 45 tahun itu.

"Ada apa?" Heran Bi Sri menatap ke arah Bella saat ini.

Bella terdiam sejenak ia ragu untuk menceritakan pertemuanya dengan Bisma atau tidak, namun bagaimana pun bi Sri sudah ia anggap sebagai pengganti seorang ibu selama ini.

"Hmmmm.... Tadi di jalan Bella sempat bertemu dengan Bisma, dan Bisma mengenali Bella." Ujar Bella terlihat murung.

"Bukan nya itu berita bagus tapi kenapa ekspresi wajah mu begitu murung?" Tanya bi Sri menatap aneh ke arah wanita cantik itu.

"Bella pura-pura gak kenal sama Bisma dan pergi begitu saja." Jawab Bella dengan bahu yang begitu lemas.

"Kenapa kamu pura-pura gak kenal sama Bisma?, bi Sri yakin Bisma pasti sangat merindukan kamu karena saat kamu kabur dari rumah dulu Bisma terus datang ke rumah dan menanyakan apakah kamu sudah kembali atau belum." Beritahu bi Sri.

"Mungkin tindakan Bella beberapa waktu lalu agak bodoh, tapi Bella punya alasan tersendiri untuk pura-pura tidak mengenali Bisma. semoga saja Bisma bisa mengerti nanti nya." Gumam Bella sedih.

"Apapun alasan mu bi Sri yakin itu yang terbaik untuk saat ini."

*****

Jam sudah menunjukan waktu makan malam, semua orang sudah berkumpul di meja makan hanya Andrew saja yang tidak nampak ada di sana.

"Andrew kemana?, kenapa ia belum pulang juga?" Tanya nenek Lily ke arah Fatir saat ini.

"Dia mungkin ada urusan di luar nek." Jawab Fatir seadanya.

"Urusan apa?, jika urusan pekerjaan seharusnya kamu juga ikut."

"Gak tahu nek, mungkin lagi pacaran." Ucap Fatir asal.

"Syukur-syukur kalo beneran pacaran, kalo cuma main-main sama jalang di luar sana bagaimana?!"

Sontak saja ucapan nenek Lily Barusan membuat semua orang yang sedang menikmati makan malam mereka menghentikan kegiatan mereka dan menatap ke arah nenek Lily.

Kini rajut wajah nenek Lily terlihat begitu kesal karena ia sudah mendengar berita tentang cucunya itu apalagi kebiasaan buruknya, maka tidak heran cucunya itu tidak ingin menikah. Toh tanpa menikah pun hasrat nya akan tetap terpenuhi dengan para wanita yang tergila-gila kepada cucunya itu  meskipun tidak ada satu pun di antara para wanita itu yang dapat meluluhkan hati cucunya.

"Sudahlah jangan terlalu ikut campur tentang percintaan Andrew, dia pernah berkuliah dan tinggal di luar negeri hal itu sudah biasa di sana." Bela kakek Adam.

"Terus saja bela cucu menyebalkan mu itu, kita berdua sudah setua ini kapan mau gendong cicitnya? kalo Andrew belum mau menikah juga" kesal nenek Lily melirik sekilas ke arah sang suami.

"Mungkin Andrew trauma nek dengan pernikahan setelah melihat pernikahan ku yang hancur. jadi jangan terlalu memaksanya." Timpal Fatir ikut membela.

Nenek Lily hanya terdiam setelah mendengar ucapan Fatir dan tidak berani mengomel. sementara kini Bella dan kakek Adam terlihat menatap sedih dan prihatin ke arah Fatir.

Dulu saat umur Fatir memasuki 30 tahun pria itu memutuskan menikah dengan wanita yang baru ia pacari beberapa bulan karena wanita itu mengaku hamil anaknya, namun setelah melahirkan seorang anak perempuan Istri Fatir langsung kabur membawa anak yang baru saja di lahirkan nya dengan meninggalkan sepucuk surat perpisahan dan surat cerai yang telah di tendatangi oleh wanita itu.

Ternyata wanita itu telah hamil anak pria lain namun meminta pertanggung jawaban kepada Fatir karena pria yang menghamili wanitan itu awalnya tidak mau bertanggung jawab. namun setelah wanita itu melahirkan pria berengsek itu malah mengakui anak tersebut. sehingga istri Fatir memilih untuk kabur meninggalkan Fatir saat itu juga dan bercerai, semenjak kejadian itu Fatir sudah tidak percaya lagi dengan yang namanya cinta dan pernikahan. jadi ia memutuskan untuk menutup hatinya dan hanya melakukan cinta satu malam tanpa adanya status perpacaran seperti yang di lakukan sahabatnya Andrew selama ini.

*****

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!