NovelToon NovelToon
Pernikahan Kedua Di Negeri Ginseng

Pernikahan Kedua Di Negeri Ginseng

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Penyesalan Suami
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

Tidak ada yang salah, termasuk bertemu dan menikah dengan pria itu, pria asal Busan-Korea, yang hidupnya terlalu pas-pasan. Pernah mendapatkan cinta yang penuh dari pria itu sebelum akhirnya memudar lalu kandas.
Gagal di pernikahan pertama, Anjani kembali menjalani pernikahan kedua, dengan seorang pengacara kontroversial di negeri yang sama. Bukan hanya harta dan kedudukan tinggi yang menaunginya, Anjani berharap, ada kekuatan cinta menghampar 'tak terbatas untuknya, menggantikan yang lebur di kegagalan lalu, dia tidak ingin kandas kedua kali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pada Akhir ... Kalah.

“Kenapa kau cemburuー”

"Jelas aku cemburu! .... Bayangkan, setelah kita bercinta seperti ini, kau malah akan menyambut wanita itu dan makan bersama. Ditambah kau yang memasak untuknya, aku semakin kesal. Tidak bisakah batalkan saja? Ayo pergi bersamaku.”

Percakapan mereka itu meluncur dingin di telinga Anjani. Setiap suku kata dari kalimat mereka adalah proyektil yang ditembakkan dari hati tanpa nurani seakan tidak ada hati lain yang perlu dihargai. Itu meninggalkan bekas luka baru untuk Anjani.

Panas di dada membludak, mencetak jalur perih di kulit pipi dari air mata yang menetes bulir demi bulir.

Saat akan menyentuh pegangan pintu, suara Woojun menahannya kembali untuk diam dan mendengarkan.

“Maafkan aku, Yuri. Tapi aku benar tak bisa. Masih banyak waktu yang akan kita lalui. Sekarang aku harus benar-benar mengembalikan kepercayaan istriku. Jika tidak, utang-utangku tidak akan pernah lunas tanpa bantuannya dan aku tidak akan bisa mentraktirmu makanan yang enak. Sabarlah, setidaknya sampai bank tidak lagi menagih.”

Seluruh tubuh Anjani mendadak lemas sekarang. Kesakitan di dada memelintir jiwanya hingga terasa remuk.

Dia merunduk dan menahan isakan tangis dengan membekap mulutnya sendiri. Dan di sana baru sadar, ada heels berwarna merah tersandar di samping pintu.

“Oppa, aku sungguh tak sabar ingin kita tinggal bersama. Masalah utang itu, aku bisa membantumu asalkan kau mau ceraikan wanita lusuh itu secepatnya. Aku ingin Oppa hanya melihatku seorang.”

Tidak tahan lagi, dengan kesakitan menumpuk di dada, pintu didorongnya terbuka. Langkah tertatih dengan lutut lemah terayun menuju kamar yang pintunya tidak tertutup rapat.

Setelah sampai persis di depan pintu, memejamkan mata untuk meyakinkan diri, lalu ....

Saat itulah.

Tubuhnya seolah membeku di dalam waktu, wajahnya memucat dan darah seolah lenyap dari peredaran.

Pemandangan paling menjijikkan kedua sepanjang sejarah dirinya berdiri di muka dunia, setelah dulu, mendapati ibu tirinya selingkuh dari ayah yang dia cintai.

“Ahn Woojun.”

Suara gemetar mengentak pandangan Woojun dan gundiknya sama-sama ke arah berdirinya istri sah yang dikhianati.

“Anjani!” Impulsif karena terkejut, Woojun mengempas Cha Yuri dari dekapnya. “K-kau ... se-sejak kapan berdiri di sana?” Dia bertanya gagap. Sadar tampilannya yang tanpa baju, segera menggamit celana lalu dengan rusuh mengenakannya.

Anjani masih diam, tajam menatap Cha Yuri yang sedang membalutkan helai demi helai busana ke tubuh seksinya, lalu pada Ahn Woojun.

“Anjani! Biar kujelaskan!”

“Untuk apa?!" sembur Anjani murka. Tangan Woojun yang menariknya diempas kasar, lalu mundur menjauh. “Kau mau memarahiku karena sudah mengganggu kesenanganmu dengan wanita itu?!”

“Tidak, Anjaniー”

“Jangan coba-coba mendekatiku!” Suara yang pecah dan isakan yang teredam, hancur hati Anjani sudah tidak tertolong.

Woojun kelabakan bingung. “Anjani kumohonー”

“KAU MENJIJIKKAN, AHN WOOJUN!”

Sementara Yuri, setelah lengkap berpakaian, membawa sikap tak tahu malu, dia menghampiri ke dekat Woojun dan berdiri di samping lelaki itu, menghadap Anjani, untuk mengolok kehancurannya.

“Bukan Oppa Woojun yang menjijikkan, tapi kau!" Tak ragu jarinya menunjuk wajah Anjani. “Dasar wanita jelek! Seharusnyaー”

“Yuri!" Woojun membentaknya keras.

Yuri mengalah dengan wajah menekuk.

Perhatian Woojun kembali ke wajah istrinya. “Anjani, tolong kau janganー”

“PERGI, KALIAN!” Anjani tak tahan, benar-benar sudah di ujung kepala rasa murkanya. “Kalian lebih menjijikkan dari bangkai binatang!”

Woojun kacau menatap, resah dengan gelengan.

Lain dengan Cha Yuri, congkaknya tak pupus meski situasi ini tak cukup menguntungkannya. “Baik! Kami akan pergi! Dengan begitu Woojun Oppa jadi tak perlu ragu lagi hidup dengan benalu busuk. Dia akan meninggalkan rumah kumuh yang jelek ini dan akan membuka lembaran baru berー”

“Yuri!” Woojun memotong lagi dengan bentakan. “Bisa kau pulang dulu? Aku harus bicara dengan Anjani.”

“Tidak perlu!" Anjani yang menolak lebih dulu.

“Tapi, Anjani, kita harus bicara.”

“Pergilah bersama wanita yang satu warna denganmu ini! Abaikan aku dan jangan pernah kembali lagi.”

“Anjaniー”

“Secepatnya akan kukirim surat perceraian kita!”

Kali ini Woojun benar-benar melebarkan mata. Kata-kata itu adalah ujung tombak dari hubungannya dengan wanita yang selama ini menemani dirinya di semua keadaan, dari buruk hingga terburuk. “Anjani kumohon ....”

“Dan soal utang-utang itu ...." Tidak memberi kesempatan sama sekali Woojun untuk bicara, sorot mata Anjani tidak terpatah berisi tekad. “Soal utang-utang itu ... mulai detik ini, selesaikan sendiri olehmu. Aku akan menghentikan bantuanku sampai di sini.” Pandangannya berpindah pada Cha Yuri. “Mintalah pada wanitamu ini untuk melunasinya. Bukankah dia sudah menyatakan kesediaannya tadi?”

Yuri tersentak sesaat saja, lalu ... “Oh, tentu saja! Akan kubayarkan semua dan membuat dia melupakan jalang jelek sepertimu sepenuhnya!”

“Ha," Anjani tersenyum miring dan kecut, merasa konyol sendiri. “Bagus! Jadi cepatlah pergi! Enyah dari hadapanku segera! Bawa pria ini dan jilati sesukamu di mana pun kau inginkan!”

Kata-kata Anjani itu, membuat perasaan Woojun seperti terseret badai yang sangat besar. Dia diam membeku seakan jiwanya ikut menghilang.

Walau bagaimana pun ... dia merasa tidak seharusnya sampai begini. Anjani adalah ....

 “Ayo, Oppa! Kau sudah diusir. Kita ke rumahku saja! Di sana Oppa bisa lebih leluasa bergerak. Kasurku sangat empuk dan tidak berbau apek. Oppa akan lebih betah di sana. Jadi jangan ragu tinggalkan wanita ini beserta kandang tikusnya!”

Sepasang kaki Woojun terseok dan limbung saat Yuri menariknya keluar, namun matanya terus pada Anjani yang sekarang berdiri diam tanpa melihat ke arahnya sama sekali.

Beberapa saat kemudian ....

BRUK!

Anjani tak bisa menahan limbung tubuhnya lagi, jatuh merosot ke lantai dan ambruk. Bercampur perasaan kacau, kesakitan mendalam dan kecewa yang teramat sangat, dia meraung sejadi-jadinya.

•••

Satu jam kemudian, tangisnya mereda. Sisa mata bengkak dan perasaan kosong.

Dengan lemah, diedarnya tatapan ke sekeliling, sepi meraba lalu mencekik hati. Setelah usiran tadi, artinya dia akan terus sendiri di rumah sewa kecil nan usang ini.

Sekarang kakinya sudah pegal di posisi duduk bersandar dinding, Anjani memutuskan berdiri. Tertatih menegakkan badan lalu berjalan memasuki kamar.

Kasur lantai yang berantakan, aroma amis air mani menyengat hidung. Bercakannya bahkan terlihat di selimut putih yang ikut serta dalam perzinahan suami dan gundiknya itu. Ditambah, sesuatu di lantai seperti mengolok semua perkaraーkondom yang sudah dipakai.

Pecah tangisnya dibekap dengan kedua telapak tangan.

Untuk beberapa saat itu tak bisa dihindarkan.

Menunggu waktu lagi untuk dirinya kembali tenang.

Setelah benar-benar bisa menguasai diri, barulah dia bergerak lagi.

“Aku harus kuat." Mendoktrin diri, menarik napas, lalu mulai melakukan yang seharusnyaーpembersihan.

Sehelai tissue ditariknya berlembar-lembar untuk kemudian dengan cepat digunakannya membungkus karet kontrasepsi dan melemparnya ke tempat sampah. Bukan hanya itu, selimut, kasur dan sarung bantal, semua turut disingkirkan dari ruangan.

Menghilangkan semua jejak kebrutalan suaminya yang meniduri wanita lain di dalam kamar itu sekian saat lalu, tanpa sadar menghabiskan waktu lebih dari dua jam untuk berbenah. Posisi lemari kecilnya bahkan ikut diubah.

Semua barang Woojun termasuk pakaian langsung dikemas ke dalam plastik-plastik besar dan ditumpuk di luar bersama kasur tadi dan lain-lain.

Ternyata keputusannya melepas Woojun langsung membulat.

Sekarang dia terduduk lesu bersandar dinding karena lelah dari seluruh bagian diri.

Dari sanalah wajah Ahn Woojun dan semua kenangannya melintasi di bayangan seperti roll filmーdari yang indah, menyedihkan, hingga yang tadi.

“Setelah selama ini ... setelah begitu banyak hal kukorbankan demi keutuhan yang kuanggap berharga. Demi ikatan yang kukira sepenuhnya hanya berisi cinta. Aku bertahan, aku menemaninya merangkak dan berusaha bangkit bersama. Sekuat tenaga, sekuat hati dan perasaan yang terus digempur beban, pada akhir ... aku kalah. Aku hanya dimanfaatkan.”

1
Batsa Pamungkas Surya
woojoon.. kau yg buat luka seolah olah kau yg jadi korban... hadeeech😄
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hadeuh banget emang, Kak
total 1 replies
Batsa Pamungkas Surya
👍 mantap
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan⏩ laah🙏
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Siap, Kak.
makasih masi membaca. Up-nya agak slow. aku sedang menggarap satu buku pria--action--lagi. do'akan lancar ya.
total 1 replies
Machan
kesian amat ya. padahal banyak yg nganggur di pasar
Machan
aku lebih romantis dari mereka lho, nyonya ju. klo mo tau, sini mampir😜
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
sebut saja, Malaikat tanpa saraf 😝
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Sepertinya kenalan lama 🤔
Batsa Pamungkas Surya
jangan tunggu lama lama
Batsa Pamungkas Surya
semngat up nya💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hehe, insyaAllah, Kak.
total 1 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Hmmh... blekok 😌
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Iklannya sekarang makin meresahkan, asal scroll bab berikutnya, pasti disambut dua iklan yang syulit diskip 🥴
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Babu!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Bajjjjjiiiingaaaaaan....!!!
DZIIIING... 🤜🥴💨
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Idungnya pesek gak, Pak? 😁
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Hahaha 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Tipsnya buat Tuan Berkaki Panjang!
Selamat jingkat buat Author!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Jingke... jingke...
total 2 replies
Drezzlle
nah gitu pintar dikit 😒
Drezzlle
udah beban masih juga bisa ngasih janji palsu ke wanita lain😒
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Ketidakbergunaan rata2 jarang disadari sama pelakunya🤣
total 1 replies
Drezzlle
dan kau masih percaya mereka akan bercerai. bulol/Curse/
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan lah
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Siap.
Btw, terima kasih selalu hadir, Kakak😍
total 1 replies
Drezzlle
trik apa ini? apakah menyembunyikan bangkai lagi/Curse/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!