NovelToon NovelToon
Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

seorang pemuda berusia 25 tahun tampak sedang rebahan dengan posisi super tidak estetis di atas bangku kayu panjang.
Dia adalah Kevin Wahyu Wijaya. Lulusan sarjana manajemen dari salah satu universitas swasta di Depok yang gelarnya saat ini hanya berguna sebagai alas tikar saat piknik keluarga.

"Kevin! Lu kagak ada niat nyari kerja apa? Itu si Doni anak RT sebelah udah keterima kerja di SCBD, tiap hari pake kemeja rapi. Lah lu? Dari pagi sampai ketemu pagi lagi kerjaan lu cuma mabar Mobile Legends sambil ngetek di warkop gua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter: 5

"Mas?

"Mas Ojol? Kok malah bengong? Ini telornya jangan ditaruh di bawah, nanti pecah!"

Teguran Ibu Lidya memecahkan konsentrasi Kevin.

"Eh, iya, Bu! Maaf, ini rahasia penataan logistik tingkat tinggi, dijamin aman dan anti-guncangan,"

sahut Kevin tangkas sembari menutup jok NMAX-nya.

Ibu Lidya naik ke boncengan dengan anggun, masih sibuk mengipasi dirinya dengan kipas tangan kecil.

Kevin memasang helmnya, melirik sekali lagi ke arah spion.

Dua pria kekar di atas motor sport merah di sudut parkiran Detos itu tampak mulai menyalakan mesin. Mereka siap membuntuti.

"Sudah siap, Bu?"

"Kita lewat jalur kilat ya,"

ujar Kevin dengan nada santai, namun matanya memancarkan kilat berburu.

"Iya, Mas."

"Yang penting jangan ngebut-ngebut, saya bawa barang pecah belah ini," pesan Ibu Lidya.

BRRRMM.

Kevin memutar gas dengan lembut. NMAX-nya meluncur membelah jalanan Margonda yang mulai merayap siang itu. Di

belakangnya, dengan jarak sekitar tiga puluh meter, motor sport merah itu menjaga ritme, selap-selip dengan kasar tanpa peduli kenyamanan pengendara lain.

Kevin sengaja tidak memilih jalur arteri yang ramai.

Alih-alih lewat jalan utama, dia justru membelokkan setir menuju arah jembatan layang UI, lalu berputar masuk ke arah Grand Depok City (GDC) lewat jalur tikus yang agak sepi dan dikelilingi tanah kosong serta rimbun pohon bambu.

"Lho, Mas? Kok lewat sini? Biasanya kan lewat jalan raya utama yang rame?"

Ibu Lidya mulai merasa agak was-was melihat sekelilingnya yang sepi.

"Tenang, Bu. Ini jalur alternatif anti-macet khusus driver berpengalaman."

"Lebih cepat sampai," jawab Kevin menenangkan,

padahal dalam hati dia sedang menghitung mundur.

Ding!

[Radar Kejahatan Aktif!]

[Dua target pembuntat terkonfirmasi memiliki niat perampokan dengan kekerasan (Begal).]

[Saran Sistem: Selesaikan tanpa membuat penumpang panik atau terluka.]

"Gampang,"

"Sistem. Tonton aja," batin Kevin menyeringai.

Begitu memasuki trek lurus jalanan GDC yang agak lengang, motor sport merah di belakang mereka tiba-tiba meraung keras.

VROOOM!

Dengan kecepatan tinggi, motor sport itu memotong jalur Kevin dan langsung mengerem mendadak di depan NMAX hitamnya, memaksa Kevin untuk berhenti.

Dua pria berjaket hitam melompat turun. Salah satu dari mereka langsung menodongkan sebilah cerurit panjang ke arah Kevin dan Ibu Lidya.

"Turun lu berdua! Serahin dompet, HP, sama perhiasan lu, cepet! Kalau teriak, gue tebas leher lu pada!"

ancam si pembawa cerurit dengan mata mendelik liar.

Ibu Lidya langsung menjerit histeris.

"AAAA! Begal!"

"Mas Ojol, tolongin saya, Mas! Emas saya jangan diambil!"

Wanita sosialita itu gemetaran hebat di boncengan, mencengkeram jaket Kevin hingga kusut.

"Ibu, tutup mata Ibu sekarang. Hitung sampai sepuluh, jangan dibuka sebelum saya suruh. Oke?"

instruksi Kevin dengan suara yang sangat tenang dan penuh wibawa.

Entah kenapa, perintah itu membuat Ibu Lidya patuh dan langsung memejamkan matanya rapat-rapat sambil merapal doa.

Kevin turun dari motor, berdiri santai menghadapi dua begal bersenjata tajam tersebut.

"Woy, Ojol! Lu budeg ya?! Serahin barang-barang lu!"

gertak begal kedua yang kini mengeluarkan pisau lipat.

"Lu berdua salah milih mangsa di kota ini, Bro,"

kata Kevin dingin.

Begal pembawa cerurit merasa terhina dengan ketenangan Kevin.

Dia mengangkat ceruritnya tinggi-tinggi, mengayunkannya dengan kecepatan penuh ke arah bahu Kevin, berniat melumpuhkannya seketika.

SREK!

Di mata Ibu Lidya yang tertutup, dia hanya mendengar suara desingan angin.

Tapi bagi Kevin, tebasan itu bergerak seolah di dalam air. Sangat lambat.

Dengan Refleks Dewa, Kevin tidak mundur.

Dia justru melangkah maju selangkah, membiarkan mata cerurit itu lewat beberapa sentimeter di depan dadanya.

Pada saat yang sama, tangan kanan Kevin melesat seperti kilat, mencengkeram pergelangan tangan si begal, lalu memutarnya ke bawah dengan hentakan eksplosif.

TAK!

"ARGHHH!"

Cerurit itu terlepas dari genggaman, jatuh berdentang di aspal.

Belum sempat begal itu mundur, Kevin melepaskan satu pukulan uppercut pendek tepat di ulu hatinya.

"Bugh!

Begal pertama langsung melotot, napasnya tersedak, dan dia ambruk ke jalanan aspal seperti karung beras yang dijatuhkan dari lantai dua.

Begal kedua yang memegang pisau lipat melongo tak percaya.

Temannya yang berbadan besar roboh hanya dalam waktu tiga detik! Rasa takut langsung menguasai dirinya.

Dia berbalik, berniat kabur dan melompat kembali ke atas motor sport-nya.

"Mau kemana? Ongkos ojeknya belum bayar!" seru Kevin.

Kevin memungut cerurit yang tergeletak di jalan, lalu dengan akurasi dewa yang dipandu Sistem, dia melempar bagian gagang cerurit tersebut ke arah roda belakang motor sport sang begal yang baru saja akan tancap gas.

KLANG!

Gagang cerurit itu mengunci rantai dan gir motor secara instan, membuat roda belakang terkunci mati.

Motor sport merah itu langsung terpelanting ke samping, menyeret si begal kedua di atas aspal GDC sejauh tiga meter.

"Aduh... aduh... ampun, Bang! Ampun!"

ratap begal kedua yang tubuhnya kini penuh baret dan tak berkutik tertimpa motornya sendiri.

Ding!

[Kriminalitas 2/3 Berhasil Digagalkan!]

[Evaluasi: Efisiensi tinggi, waktu penyelesaian 12 detik. Target penumpang aman tanpa lecet.]

Kevin merapikan kembali jaket ojolnya yang sedikit bergeser, lalu berjalan santai mendekati motornya.

"Ibu Lidya, hitungannya sudah selesai."

"Boleh buka matanya," kata Kevin lembut.

Ibu Lidya membuka matanya perlahan, mengintip dari sela-seli jarinya.

Dia menyangka akan melihat pemandangan mengerikan atau barang-barangnya sudah ludes.

Namun, pemandangan di depannya justru membuat rahangnya jatuh.

Dua begal yang tadi terlihat sangar kini terkapar tak berdaya di aspal yang satu pingsan sambil memegangi perut, yang satu lagi merengek kesakitan di bawah motornya sendiri.

Sementara Kevin berdiri tegak di samping motornya, tersenyum ramah seolah baru saja menyelesaikan tugas memindahkan belanjaan, bukan menumbangkan komplotan kriminal jalanan.

"M-Mas... ini... mereka kenapa?"

tanya Ibu Lidya terbata-bata, menatap Kevin dengan pandangan takjub bercampur ngeri.

"Oh, itu, Bu. Tadi mereka berdua kurang konsentrasi pas mau nodong,"

"yang satu kesandung pembatas jalan terus pingsan,"

"yang satu lagi panik pas mau kabur malah jatoh dari motornya sendiri,"

bohong Kevin dengan wajah paling polos yang bisa dia pasang.

"Makanya, kalau naik motor itu harus fokus, Bu."

Ibu Lidya mengerjapkan mata, menatap dua begal itu bergantian, lalu menatap Kevin.

Di dalam lubuk hatinya, dia tahu ojol di depannya ini bukan ojol biasa.

Dia adalah pahlawan super yang menyamar!

Bagaimana reaksi Ibu Lidya setelah sampai di rumahnya?

Apakah dia akan memberikan tip gila-gilaan berkat saldo tak terbatas Sistem, atau malah menjodohkan Kevin dengan saudaranya?

1
Tri Wahyuni
iya maaf kak ada kesalahan untuk penamaan karakternya, Skrang sudah di perbaiki,makasih udah ngasih tau ya kak👍
ラマSkuy
wait bukannya di bab sebelumnya nama ayahnya Viola itu Herman ya kok dibab ini jadi Wijaya 🤔🤔
ラマSkuy
awalan yang menarik untuk di baca Thor semangat terus berkarya 👍
Hentri Gunawan
lanjut Thor walupun beda dr yg kemarin
Tri Wahyuni: iya maaf ya soalnya kak soalnya kena revisi total
total 1 replies
Tri Wahyuni
jangan lupa kasih likenya ya kak
Hentri Gunawan
lanjut lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!