NovelToon NovelToon
SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Perjodohan
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Demi menghindari perjodohan gila dengan rentenir tua pilihan ibu tirinya, Alana nekat menyewa seorang pria asing di pinggir jalan untuk menjadi suami pura-puranya dengan bayaran 5 juta sebulan. Pria itu tampak seperti pengangguran tampan yang sedang butuh tempat sembunyi.

​Alana bekerja keras siang malam untuk menghidupi "suami miskinnya" itu. Ia bahkan rela membelikan pria itu kemeja obralan agar terlihat rapi saat menemaninya.

​Namun, Alana tidak pernah tahu bahwa pria yang setiap malam tidur di sofa sempit apartemennya adalah Xander, pemimpin kartel mafia paling ditakuti sekaligus CEO triliuner yang kekayaannya tak berseri. Saat keluarga tiri Alana mencoba menginjak-injak hidup gadis itu, mereka tidak sadar bahwa mereka telah membangunkan iblis kejam yang sedang menyamar.

​"Siapa pun yang berani menyentuh milikku, bersiaplah kehilangan nyawa." — Xander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Kedatangan Sang Penguasa

Gedung Viora Jewelry tampak jauh lebih sibuk dari biasanya pagi ini. Aroma kecemasan tercium jelas di setiap sudut ruangan kantor yang biasanya hanya dipenuhi suara bising mesin pemotong perhiasan dan diskusi desain. Alana melangkah masuk melalui pintu depan dengan wajah berseri-seri, senyumnya tidak luntur sedikit pun sejak ia turun dari bus kota. Berita tentang runtuhnya kerajaan bisnis Juragan Bahar semalam seolah-olah menjadi suplemen energi paling ampuh bagi tubuhnya yang lelah.

​Namun, saat ia sampai di ruang kerjanya, Alana menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Pak Hendra, Direktur Viora Jewelry yang biasanya angkuh dan jarang keluar dari ruangannya, kini berdiri di tengah lobi dengan peluh yang bercucuran di dahi. Ia terus-menerus membetulkan letak dasinya dengan tangan gemetar sembari memerintah para karyawan untuk merapikan segala hal, mulai dari debu di rak hingga tumpukan kertas di meja.

​"Cepat! Rapikan semuanya! Jangan sampai ada satu kesalahan kecil pun!" teriak Pak Hendra dengan suara melengking panik.

​Alana mendekati meja kerjanya dan berbisik kepada Sarah, rekan kerjanya di divisi desain. "Ada apa ini, Sarah? Kenapa Pak Hendra terlihat seperti baru saja melihat hantu?"

​Sarah menoleh dengan mata membelalak penuh rasa ingin tahu yang besar. "Kau tidak tahu, Alana? Viora Jewelry baru saja diakuisisi secara penuh minggu lalu oleh Leonidas Group! Dan pagi ini, CEO Leonidas Group sendiri—pria yang paling ditakuti di dunia bisnis Asia—akan datang melakukan inspeksi mendadak!"

​Jantung Alana berdesir mendengar nama itu. Leonidas Group adalah raksasa ekonomi yang namanya hanya bisa ia dengar melalui berita televisi. Rumor mengatakan bahwa pemiliknya, seorang pria bernama Rex Leonidas, adalah sosok misterius yang sangat kejam dalam bisnis dan memiliki pengaruh yang mampu mengguncang pemerintahan.

​"Kabarnya pria itu sangat tampan, tapi hatinya sedingin es batu," tambah Sarah dengan nada suara yang bersemangat sekaligus takut. "Pak Hendra saja hampir pingsan tadi saat mendapat telepon dari sekretaris beliau."

​Alana hanya mengangguk pelan, mencoba untuk tidak terlalu peduli. Fokus utamanya hanyalah bekerja dengan tenang demi menghidupi 'suami miskinnya' yang sedang menunggunya di apartemen. Gadis itu lalu duduk dan mulai membuka sketsa desain perhiasan barunya, mencoba menulikan telinga dari keributan di sekitarnya.

​Tepat pukul sepuluh pagi, suasana di dalam kantor Viora Jewelry mendadak menjadi sunyi senyap seolah-olah seluruh oksigen di ruangan itu baru saja tersedot keluar. Suara deru mesin mobil yang sangat kuat terdengar dari depan gedung. Tiga buah mobil SUV anti peluru berwarna hitam pekat yang persis seperti mobil yang dilihat Alana di depan kedai ramen semalam, berhenti dengan formasi sempurna tepat di depan pintu masuk utama.

​Dua belas orang pria berbadan besar dengan setelan jas hitam formal dan alat komunikasi melingkar di telinga mereka segera turun dari mobil pertama dan ketiga. Mereka membentuk pagar hidup, memblokir jalanan dengan otoritas yang luar biasa tinggi. Para karyawan Viora Jewelry, termasuk Pak Hendra, segera berbaris dengan posisi menunduk penuh hormat.

​Pintu tengah SUV kedua perlahan terbuka. Dari dalamnya, melangkah keluar seorang pria dengan postur tubuh yang sangat tinggi, tegap, dan berwibawa. Pria itu mengenakan setelan jas bespoke berwarna arang gelap yang dijahit dengan sangat sempurna sesuai lekukan tubuhnya. Sepatu kulitnya yang mengkilat tampak begitu mewah, memantulkan sinar matahari pagi dengan begitu tajam.

​Alana yang berdiri di barisan belakang para karyawan, tanpa sadar mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa sosok agung yang dibicarakan semua orang. Saat pria itu melangkah masuk ke dalam lobi kantor, napas Alana seketika terhenti. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga terasa menyakitkan di dalam rongga dadanya.

​Rahang setajam pahatan patung... Hidung mancung yang sempurna... Sepasang mata obsidian yang sangat kelam dan mematikan...

​Alana mengerjapkan matanya berkali-kali, merasa dunianya baru saja terbalik 180 derajat. Pria yang berdiri di depan Pak Hendra saat ini, pria yang sedang dijilat dan dihormati seperti seorang dewa bisnis, memiliki wajah yang identik dengan suaminya yang mengaku pengangguran. Xander.

​Namun, penampilan pria di depannya ini sangatlah berbeda. Tidak ada lagi kemeja kusut yang basah kuyup. Tidak ada lagi sisa-sisa pria malang yang butuh tempat sembunyi. Yang ada hanyalah Rex Leonidas, sang raja tanpa mahkota dari dunia bawah. Auranya begitu dingin, dominan, dan sangat mengintimidasi hingga siapapun yang menatap matanya akan langsung menunduk ketakutan.

​"Selamat datang, Tuan Rex! Suatu kehormatan besar bagi kami bisa menyambut Anda di sini!" ucap Pak Hendra dengan suara yang sangat gemetar dan penuh rasa tunduk.

​Pria itu—Xander, atau Rex—hanya memberikan anggukan kecil yang sangat datar. Matanya yang tajam menyapu seluruh ruangan kantor seolah-olah sedang mencari sesuatu. Saat matanya bergerak menuju barisan divisi desain, Alana dengan cepat menundukkan kepalanya dalam-dalam, menyembunyikan wajahnya di balik punggung rekan kerjanya. Tubuhnya gemetar hebat karena rasa syok yang luar biasa pekat.

​Tidak mungkin... Itu tidak mungkin Xander-ku. Suamiku adalah tukang pukul klub malam yang dikejar hutang judi. Pria ini... pria ini adalah pemilik perusahaan ini! Ini pasti hanya kemiripan wajah yang sangat luar biasa saja! batin Alana mencoba meyakinkan logika logisnya yang mulai runtuh.

​Xander melangkah perlahan di sepanjang koridor kantor, dikawal ketat oleh Dante dan belasan bodyguard. Setiap langkah kakinya yang berat memberikan tekanan mental yang sangat hebat bagi para karyawan. Xander sengaja memperlambat langkahnya saat melewati divisi desain perhiasan. Dari sudut matanya, ia melihat sosok gadis mungil yang sangat ia kenal sedang gemetar hebat dengan posisi menunduk kaku.

​Sudut bibir Xander sedikit berkedut, menahan sebuah senyum tipis yang penuh dengan rencana licik. Ia merasa sangat terhibur melihat ekspresi ketakutan istri kecilnya yang sedang menyamar sebagai karyawan rendahan di perusahaannya sendiri.

​"Siapa kepala divisi desain di sini?" tanya Xander dengan nada suara rendah yang sangat berat dan berwibawa, menggema di seluruh ruangan.

​"Sa-saya, Tuan Rex! Saya kepala divisinya!" ucap seorang wanita paruh baya dengan tergopoh-gopoh maju ke depan.

​"Tunjukkan padaku hasil karya desainer junior terbaik yang kalian miliki saat ini," perintah Xander dengan nada yang tidak menerima penolakan sama sekali.

​Pak Hendra segera menunjuk ke arah Alana dengan jari gemetar. "Alana Krystal! Maju ke depan sekarang! Tunjukkan portofolio desainmu kepada Tuan Rex!"

​Tubuh Alana seakan tersengat aliran listrik ribuan volt. Ia merasa kakinya sangat lemas dan berat untuk digerakkan. Dengan penuh rasa ragu dan jantung yang terus berdegup liar, Alana perlahan melangkah maju dari barisannya. Ia masih menundukkan kepalanya, sama sekali tidak berani menatap wajah sang CEO yang berada tepat di hadapannya.

​"Ini... ini adalah draf desain terbaru saya, Tuan," bisik Alana dengan suara yang sangat halus, hampir menyerupai bisikan, seraya menyodorkan map portofolionya dengan tangan yang bergetar hebat.

​Xander mengambil map itu. Namun, ia tidak langsung membukanya. Sebaliknya, ia justru mengulurkan tangan kirinya, dengan sengaja membiarkan jam tangan Rolex edisi terbatas miliknya yang bernilai miliaran rupiah terlihat jelas oleh Alana. Xander juga merendahkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya tepat ke samping telinga Alana hingga gadis itu bisa mencium aroma parfum maskulin yang sangat mewah.

​"Desain yang menarik, Alana," bisik Xander dengan nada yang sangat intim dan dalam, hanya bisa didengar oleh Alana seorang. "Tapi... sepertinya tanganmu bergetar terlalu hebat. Apa kau merasa kedinginan pagi ini, Istriku?"

​Alana membelalakkan matanya dengan sempurna. Suara itu. Nada bicara itu. Panggilan itu. Seluruh keraguannya tentang kemiripan wajah seketika musnah dalam sekejap. Pria penguasa bisnis yang berdiri di depannya ini memang benar-benar Xander, pria yang semalam menyantap nasi goreng telur buatannya di apartemen sempit!

​Alana memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya. Saat matanya bertemu dengan mata obsidian Xander yang sedang tersenyum penuh kemenangan, Alana merasa paru-parunya baru saja meledak.

​"Kau..." Kalimat Alana tertahan di tenggorokan, tidak sanggup keluar karena rasa syok yang terlalu masif.

​Tepat pada saat itu, pintu lobi terbuka kasar kembali. Seorang pria berjas mewah lainnya berlari masuk dengan wajah pucat. "Pak Hendra! Gawat! Istri Juragan Bahar dan pengacaranya ada di depan! Mereka menuntut perlindungan karena aset mereka disita Leonidas Group!"

​Suasana yang sudah tegang kini berubah menjadi kekacauan total. Alana terjepit di antara pengungkapan identitas suaminya yang mengerikan dan kedatangan musuh lamanya yang mendendam.

​(Bersambung...)

1
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Orang_Cuman_Cerita: Lagi Proses Kak 👍
total 1 replies
Anonim
Lanjutkan 👍
Orang_Cuman_Cerita
Sukakan?💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!