Setelah mengetahui fakta tentang penghianatan orang yang paling di cintai, Florin Eldes memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, namun di akhir hayatnya, seseorang yang begitu ia benci dan selalu ia siksa dengan sadis malah menangisi kepergiannya dan berharap ia tidak mati. " Kenapa kamu ingin menolongku? padahal aku sudah menyiksamu selama ini. bukankah kematianku adalah hal yang paling kamu inginkan..." Florin menutup matanya untuk terakhir kali setelah mengucapkan kalimat itu. Tapi di saat ia mengira ia sudah mati, ia Malah kembali ke malam dimana ia bertunangan dengan pria yang ia cintai sekaligus pria yang telah menghancurkan hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecelakaan
Di dalam sebuah rumah sederhana, Valir dan Angel sedang bicara tentang rencana balas dendam dengan emosi yang membara. Angel merasa di hina oleh Florin dan Valir juga sama hal nya.
" Bagaimana dia bisa tahu tentang hubungan kita Valir? Apa kamu sudah mengatakannya?." tanya Angel dengan mengintimidasi.
" Mana mungkin aku mengatakan nya Angel, jelas jelas semua kekayaannya belum aku dapatkan dan kamu malah menyuruhku untuk memberitahu hubungan kita, tidak mungkin aku melakukan hal bodoh itu!." Valir merasa kesal dengan tuduhan yang diberikan Angel untuknya.
Angel terdiam sejenak, ia kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan beberapa langkah ke arah foto Florin yang saat ini masih terpajang di dinding kamar itu.
" Lalu, bagaimana dia bisa tahu semuanya Valir? Apa dia mencari tahu secara diam diam?." ujar Angel dengan tatapan kebencian ke arah foto Florin.
" Aku rasa dia tidak mungkin melakukannya, ada sesuatu yang telah merubahnya dan membuat kesombongan besar dalam dirinya. Angel, kali ini kita harus berhasil. Kamu harus membunuh ayahnya, lalu dia akan sendirian dan perusahaan Eldes tidak akan punya pemimpin. Florin hanyalah anak manja yang tidak bisa mengurus perusahaan. Jika dalam keadaan lemah seperti itu, aku yakin Florin tak akan punya pilihan selain menikah dengan seseorang yang bisa memimpin perusahaan. Dan orang itu adalah tuan Surender. Setelah Florin menikah dengan tuan Suren, dia akan menyerahkan Florin kepadaku dan akan aku balaskan dendam kita!." ucap Valir dengan tatapan menyala.
Angel perlahan tersenyum mendengar rencana Valir yang begitu brilian. Angel kemudian mengambil korek api milik Valir. Angel berjalan kembali ke arah foto Florin dan membakar foto itu. " Kamu akan segera tamat Florin, kamu akan membayar cukup mahal atas tamparan dan hinaan yang telah kamu berikan padaku!." Raut wajah licik terpancar rapi di wajah Angel. Dendamnya begitu besar, ambisinya untuk menghancurkan Florin sangat menggebu-gebu.
" Sayang, aku suka rencanamu." Angel mencium Valir sambil memeluknya. Sementara itu Valir terlihat tersenyum licik di balik pelukan itu.
.
.
" Karin, Ayah kemana?." tanya Florin pada Karin yang sedang mempersiapkan sarapan.
" Tuan besar sudah pergi pagi pagi sekali, sepertinya dia ada urusan mendadak nona." jawab Karin sambil mengoleskan selai ke dalam roti.
" Kenapa ayah tidak memberitahu ku? Biasanya ayah akan menungguku untuk sarapan." ucap Florin dengan kecewa. Padahal selama beberapa minggu ini ia selalu sarapan bersama ayahnya.
" Nona, sebaiknya nona sarapan saja dulu, besok baru sarapan sama tuan. Kalau tidak nanti makan malam kan bisa." Karin mencoba menghibur Florin yang saat ini sedang kecewa.
Florin menghela nafas, ia kemudian memutuskan untuk sarapan saja.
Beberapa saat kemudian, bel rumah terdengar. Karin langsung membuka pintu. Terlihat Stefany, asisten Daniel Eldes datang dengan raut wajah tidak baik baik saja.
" Karin, dimana nona muda?." tanya nya mendesak.
" Sebentar Stefany, aku akan memanggil nona Florin, dia sedang sarapan. Sebaiknya anda duduk saja dulu."
Stefany, mengangguk lalu ia duduk di ruang tamu. Stefany adalah asisten pribadi Daniel Eldes. Wanita berusia tiga puluh tahun itu sangat setia menemani Daniel Eldes. Dia sudah bekerja di perusahaan Eldes selama tujuh tahun, dia sangat telaten dan berpengalaman. Ia tak pernah membuat kesalahan sedikitpun saat bekerja. Stefany adalah wanita pemberani dan di siplin.
Tapi kali ini, ia terlihat sangat khawatir dan tidak bisa duduk dengan tenang. Jantungnya berdegup kencang seolah ada sesuatu yang membuatnya sangat tertekan.
Tak berselang lama, Florin datang dan duduk di sampingnya. Florin mengenal Stefany, ia adalah sekretaris ayahnya. Stefany juga sering berkunjung untuk memberikan informasi dan berkas pada ayahnya ke rumah.
" Stefany, bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tidak bertemu." ujar Florin sambil berjabat tangan dengan Stefany.
" Kabar saya baik nona, kedatangan saya kemari untuk menyampaikan sesuatu. Saya harap nona kuat mendengar kabar ini. Sebenarnya saya sangat bimbang untuk memberitahu kabar ini pada anda atau tidak. Tapi saya tak punya pilihan selain mengatakannya." terlihat Stefany mulai menitikkan air mata dengan suara yang bergetar.
Florin merasa heran saat melihat Stefany yang sedang menangis. Tak biasanya wanita itu akan menangis seperti itu. " Ada apa Stefany, kabar apa yang membuatmu bisa se khawatir ini?."
" Tuan...tuan besar mengalami kecelakaan tunggal dan sekarang sudah dilarikan ke rumah sakit nona." ujar Stefany.
Florin mematung, ia masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Florin menggeleng " tidak mungkin, ayah tidak mungkin kecelakaan. Dia tidak pernah kecelakaan Stefany!." ujar Florin.
" Tapi itu kenyataannya nona, sebaiknya sekarang kita ke rumah sakit nona." Ujar Stefany. Ia menarik tangan Florin ikut dengannya. Florin yang masih syok hanya bisa terdiam sambil berjalan mengikuti Stefany.
Mereka menaiki mobil, meninggalkan pekarangan rumah dengan perasaan khawatir. Sepanjang jalan Florin hanya terdiam, ia seakan masih tidak percaya dengan kenyataan yang ia dengar.
Stefany menatap Florin dengan prihatin, ia merasa kasihan pada Florin. " Nona, anda harus berdoa pada Tuhan untuk keselamatan tuan Daniel."
Florin mengangguk pelan, ia kemudian memejamkan matanya. Ia ingat, di kehidupan sebelumnya ayahnya tidak pernah mengalami kecelakaan. Tapi di kehidupan kedua ini mengapa ayahnya kecelakaan. Yang ia tahu, setiap kejadian di masa sekarang akan sama persis seperti di kehidupannya sebelumnya.
Florin berusaha untuk berdoa, ia menautkan kedua tangannya dan mulai memejamkan mata. Ia sangat berharap ayahnya selamat. Ia tidak ingin ayahnya kenapa napa, karena ia belum membahagiakan ayahnya sepenuhnya.
Beberapa saat kemudian mereka sudah tidak di rumah sakit. Dengan langkah cepat mereka menuju IGD. Tapi kabar yang tidak mereka inginkan malah menyambut mereka. Sekarang Daniel sedang di bawa ke ruang operasi untuk melakukan tindakan operasi. Kecelakaan tunggal itu membuat kepala Daniel terluka parah.
Florin luluh ke lantai, apalagi saat mendengar ucapan dokter yang mengatakan kesempatan hidup untuk ayahnya sangat sedikit.
" Tidak, ayah tidak boleh pergi. Ayah harus bersama Florin selamanya." ujar Florin sambil menyentuh dadanya yang terasa sesak. Bahkan ia susah bernafas karena sesak di dalam dadanya.
Stefany mencoba menenangkan Florin, ia mengelus lembut punggung Florin. Kemudian ia memeluknya.
.
.
" Tuan, semua pekerjaan anda sudah selesai. Apa sekarang anda akan kembali ke New York?." tanya Antony pada Wilson yang saat ini sedang mengotak atik laptopnya.
" Ya, aku akan kembali ke New York. Beberapa minggu ini sangat berat bagiku karena tidak bertemu dengan Florin. Sekarang saatnya aku akan kembali ke New York." ujar Wilson.
" Baik tuan, saya akan mempersiapkan keberangkatan anda." ujar Antony. Antony kemudian keluar dari ruangan Wilson.
Beberapa minggu ini Wilson sudah bekerja sangat keras. Bahkan ia sempat di khianati oleh karyawan samaran dari perusahaan Vincent. Untung saja mereka langsung ketahuan dan langsung di hukum.
" Florin, tunggu aku!." Ucap Wilson dengan tidak sabar.