ketika sebuah pernikahan di awali dari sebuah kebohongan
jeon kinan gadis 19 th yang tinggal di panti asuhan tiba-tiba diajak menikah oleh seorang pengusaha sekaligus pemilik yayasan di tempatnya tinggal.
kim victor seorang pengusaha yang memiliki sifat dingin dan sangat susah didekati tanpa angin tanpa hujan mengajak menikah seorang gadis yatim piatu.
apakah pernikahan mereka baik-baik saja setelah kinan mengetahui fakta yang menghancurkan dirinya?
apakah victor bisa mendapatkan maaf dari sang istri setelah luka yang dia torehkan kepada kinan?
bagaimana kelanjutan pernikahan mereka??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ungkapan Cinta dan Ketakutan
Matahari pagi menembus jendela dan menyelinap melalui celah tirai membuat seorang wanita yang tertidur nyenyak menjadi terusik tidurnya, saat dirinya mencoba bangun sebuah tangan melingkar di pinggangnya posesif, Kinan menoleh kebelakang dan mendapati sang suami tengah memeluknya posesif.
Kinan mencoba bangun dengan menyingkirkan tangan suaminya tapi justru tangan itu semakin memeluknya posesif enggan membiarkannya menjauh.
“Kak", panggil Kinan lirih.
“Biarkan seperti ini dulu", kata Victor singkat dengan mata yang terpejam, entah kenapa memeluk Kinan membuat perasaannya tenang sangat berbeda saat dirinya bersama Irene.
Saat bersama Irene pikirannya selalu tertuju kepada Kinan, tapi saat bersama Kinan justru pria itu lupa jika dirinya masih punya istri lain selain Kinan.
Katakanlah dirinya pria brengsek tapi sampai kapanpun Victor tidak akan melepaskan istri mungilnya ini, dan dia tidak akan membiarkan pria manapun mendekati Kinan.
Setengah jam berlalu, Kinan masih betah dengan posisinya.
“Kak Vi ga ke kantor kah?" Tanya Kinan dengan tangan yang mengusap tangan Victor yang melingkar di perutnya.
“Tidak, kakak capek dan hari ini kakak ingin di mansion", kata Victor.
“Lepasin dulu kak, aku mau mandi lalu bikin sarapan buat kita", kata Kinan sambil berusaha melepaskan tangan Victor dari perutnya.
“Sarapan ya, ayo kita ‘sarapan pembuka dulu’ ", kata Victor langsung membalik tubuh istrinya dan langsung mencium bibir Kinan rakus.
Kinan yang awalnya terkejut perlahan terbuai dan mengalunkan tangan mungilnya ke leher kokoh sang suami. Ciuman itu turun ke leher dan Victor menghisap leher putih itu yang membuatnya meninggalkan jejak yang sangat kontras dengan kulit putihnya.
Entah sejak kapan mereka berdua sudah full naked, Victor melihat wajah berantakan dan tatapan sayu Kinan satu kata cantik dan sexy.
Victor mengusap bibir Kinan lalu menatap wanita dibawahnya.
"Apa kamu tahu satu fakta?” Tanya Victor sambil perlahan memasukkan miliknya yang membuat Kinan melenguh.
"Tidakhh…eeuugghhh” desah Kinan tertahan.
"Aku mencintaimu Kim Kinan”, kata Victor sambil memasukkan miliknya dan kembali mencium bibir istrinya.
Dada Kinan terasa sesak saat mendengar kalimat yang keluar dari bibir suaminya pagi ini.
Dan pagi itu Victor memperlakukan Kinan dengan lebih lembut bahkan di setiap hentakannya Victor selalu mengucapkan kata cinta.
2 jam mereka melakukannya dan Victor masih belum ingin berhenti, rasanya dirinya tidak ingin berhenti meski Kinan sudah merengek letih.
Hingga setelah sang istri mulai menangis akhirnya Victor berhenti, Victor menarik selimut menutupi tubuh polos mereka berdua dan memeluk tubuh polos istrinya yang mulai terlelap.
"Berjanjilah jangan pernah menjauh dari suamimu ini sayang apapun yang terjadi kelak, jangan percaya apapun cukup percaya jika suamimu ini sangat mencintaimu. Mengerti Kim Kinan?" Ucap Victor dan Kinan pun mengangguk.
Tak beberapa lama terdengar dengkuran halus dari bilah bibir Kinan, Victor menatap wajah istrinya lekat perasaan was was selalu menghantuinya. Entah sejak kapan perasaan ini muncul perasaan asing yang datang tiba-tiba, perasaan berbeda saat dirinya bersama Irene dan soal wanita itu Victor masih mencintainya meski tidak sebesar dulu.
Entah kenapa saat bersama Kinan rasa ingin melindungi sangat kuat bahkan Victor ingin menyembunyikan Kinan dari dunia luar seolah Kinan adalah benda termahal yang tidak boleh dilihat atau disentuh oleh siapapun selain dirinya.
Tapi lagi-lagi rahasia besar yang mengikutinya membuat dirinya seperti berada di atas ranjau, ranjau yang dirinya pasang dan diri sendiri yang menginjaknya jika Victor mengangkat kakinya sudah pasti dirinya akan hancur karena ranjau tersebut.
Demikian juga situasi saat ini, Victor takut jika dirinya jujur maka Kinan akan pergi dari hidupnya dan dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Victor berharap Kinan tidak mengetahui semua dan satu-satunya cara menahan wanita itu untuk tetap di sisinya adalah membuat Kinan segera hamil anaknya.
Victor beranjak dari tempatnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah beberapa saat Victor telah selesai dan sudah menggunakan pakaian santai.
Victor keluar kamar mandi sambil membawa sebaskom air untuk membilas tubuh istrinya dan setelahnya memakaikan istrinya pakaian.
Victor menghubungi bagian dapur untuk membuatkan dirinya dan Kinan sarapan karena Victor tahu jika istrinya pasti kelelahan menghadapi hormonnya tadi.
Setelah beberapa saat mata indah itu terbuka
“Eeuughhh", lenguh Kinan sambil mengucek matanya.
“Jangan dikucek sayang nanti merah", kata suaminya lembut sambil menarik pelan tangan istrinya.
Seketika wajah Kinan merona mengingat pernyataan cinta yang dilontarkan oleh Victor saat mereka bercinta tadi, entah kenapa pagi ini sesi bercinta mereka terasa berbeda bahkan Kinan sendiri ingin mengulanginya setelah mendengar pernyataan cinta dari bibir suaminya.
“Ayo sarapan", ajak Victor lembut lalu mengangkat istrinya ala bridal dan membawanya keluar kamar mereka.
“Aku bisa jalan sendiri kak", kata Kinan lirih.
“Diamlah biarkan suamimu ini menggendong istrinya sebagai permintaan maaf sudah membuat kamu kesusahan berjalan, lagipula suamimu ini masih kuat gendong kamu meski kelak kamu hamil besar sekalipun”, kata Victor sambil tersenyum.
Kinan tersipu malu saat mendengar kata-kata suaminya baru saja membuat dirinya menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.
“Hari ini tidak ingin jalan-jalan sayang?" Tanya Victor sambil menyuapi istrinya.
"Kakak hari ini tidak ke kantor?” Tanya Kinan balik.
"Tidak, karena besok kakak harus ke Paris ada kerjaan di sana” jelas Victor.
"Berapa lama kak?” Tanya Kinan pelan.
"Mungkin sekitar 2 mingguan dan jika bosan kamu bisa memanggil yang lain untuk datang ke mansion” kata Victor lembut.
Hening sesaat dengan pikiran mereka masing-masing.
"Ingin oleh-oleh apa hmm?” Tanya Victor.
"Tidak, Kinan tidak ingin apapun yang terpenting kakak jaga kesehatan ya jangan telat ataupun lupa makan”, kata Kinan lembut.
Victor tersenyum saat mendengar pesan dari istri kecilnya tersebut.
"Kakak usahakan ga sampai dua minggu urusan kakak selesai”, kata Victor sambil menggenggam tangan istrinya.
"Selesaikan dengan baik semua kerjaan kakak biar klien kakak puas”, kata Kinan lembut.
"Kakak jadi malas berangkat kayaknya”, kata Victor sambil tersenyum sedangkan Kinan hanya tersenyum.
Malam hari mansion rame karena kedatangan kakak dan sahabat Victor.
"Besok kamu jadi ke Paris Vi?” Tanya sang kakak Jinnie dan Victor pun mengangguk.
“Kalau begitu untuk sementara biarkan Kinan tinggal di mansionku", usul Jinnie.
“Kamu mau sayang?" Tanya Victor kepada Kinan.
“Kinan di mansion saja kak Jinnie", tolak Kinan halus.
“Vi, bisa kita bicara sebentar?" Kata Suga dan diangguki oleh Victor.
Di ruang kerja.
“Mau bicara apa kak?" Tanya Victor begitu pintu tertutup.
“Kamu benar akan mengajak Irene jalan-jalan besok?" Tanya Suga.
“Iya kak Irene minta ditemeni besok", jelas Victor.
“Tapi kenapa harus 2 minggu? Itu terlalu lama Vi, kamu ga kasian Kinan?” Tanya Suga.
"Dan selama menikah dengan Kinan apakah kamu pernah mengajak liburan? Kinan gadis baik Vi jangan pernah kamu melukai hatinya meski sekarang yang kamu lakukan sudah sangat melukai hatinya”, jelas Suga
Victor terdiam mendengar perkataan Suga, memang benar selama ini Kinan hanya menghabiskan waktunya di mansion dan tidak protes sama sekali.
“Sejak awal kami sebenarnya menolak pernikahanmu dan Kinan, kami semua tidak tahu alasan dibalik kamu menikah dengan gadis polos itu meski awalnya kamu bilang kamu jatuh cinta", kata Suga.
“Tapi semua sikapmu kepada Kinan tidak pernah menunjukkan jika kamu mencintainya, kamu sering meninggalkan dia sendiri di mansion dan dia hanya diam tanpa banyak menuntut", jelas Suga.
“Aku sekarang mencintainya kak", ucap Victor.
“Dengar Vi, tidak ada wanita yang mau berbagi suami atau menjadi istri kedua", ucap Suga dan setelahnya pergi meninggalkan Victor yang berperang dengan pikirannya sendiri.