NovelToon NovelToon
Ketulusan Yang Nyata

Ketulusan Yang Nyata

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:202
Nilai: 5
Nama Author: dtf_firiya

Freya Rodriguez seorang wanita cantik anggun dan dewasa dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria misterius yang dingin bahkan tak seorangpun tau kehidupannya dengan jelas. Pria itu bernama Pablo Xander seorang pria yang hidup sendirian setelah kakeknya meninggal, kakeknya menjodohkan dia dengan freya yang mau tak mau harus menurut karena kakeknya adalah kesayanganya.

_
Tanpa disadari mereka berdua telah saling mencintai satu sama lain setelah pertemuan pertama. Freya yang menerima semua kekurangan Pablo begitupun sebaliknya membuat mereka berdua sangat bahagia dengan keluarga kecilnya bersama dengan anak Pablo yang selama ini di rahasiakan dari publik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mansion Alaric Xander

Langkah kaki Freya Rodriguez terasa berat saat menyusuri jalan setapak berkerikil menuju Mansion Xander. Kediaman megah milik mendiang Kakek Alaric itu biasanya memancarkan aura wibawa yang hangat, namun sore ini, kabut tipis dan keheningan yang mencekam seolah menyelimuti dinding-dinding batunya.

​Kematian Kakek Alaric—pria yang telah menjodohkan Freya dengan cucu kesayangannya, Pablo Xander—meninggalkan lubang besar di hati Freya. Namun, ada satu hal yang lebih mengusik pikirannya daripada sekadar duka: Pablo.

​Sejak pemakaman seminggu yang lalu, Pablo seolah menghilang di balik tembok mansion. Pablo selalu bersikap sangat baik dan lembut kepada Freya, sebuah sikap yang membuat perjodohan ini awalnya terasa seperti berkah.

...----------------...

Dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang sopir setelah mengatakan akan ke Mansion kakek Alaric kepada orangtuanya tentu orangtuanya setuju tapi tanpa disadari mereka menyuruh anak buah mereka untuk mengikuti Freya dari belakang sebagai suatu penjagaan.

Saat didepan gerbang Mansion dia langsung membawa mobilnya kedalam setelah penjaga disana membuka gerbang untuknya dan memarkirkan mobilnya.

Lalu dia keluar dari mobil dan berjalan ke arah pintu utama Mansion dan disana sudah ada Alex asisten Pablo.

"Nona Tuan Pablo masih di ruang kerja anda bisa kesana, letaknya di lantai atas di pojok kiri." Alex menyambutnya memberitahu dimana letak ruangan kerja.

"Baik terimakasih." ucapnya dengan tersenyum manis.

Dia melangkahkan kakinya menuju keatas dengan anggun, suara ketukan heels juga menggema disetiap langkah.

"Tok tok tok." Dia mengetuk pintu ruangan dimana pablo berada dengan menarik nafas dan menghembuskannya perlahan, wajahnya terlihat sedikit cemas.

"Masuklah." Freya pun membuka pintu dan masuk kedalam, suara ketukan heels terdengar di telinga Pablo, lalu dia menoleh ke arah orang tersebut, dia sedikit terkejut karena tidak menyangka Freya akan datang menemuinya.

"Kau disini, duduklah aku akan meminta bibi martha untuk membuatkan minuman untukmu." Saat Pablo akan berdiri dari duduknya di kursi kerja tersebut freya menahannya dan menyuruhnya duduk kembali.

"Tidak usah aku hanya ingin menemanimu disini, you feel better?" Freya mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada didepan meja, jadi dia berhadapan dengan Pablo.

Pablo menatapnya dengan senyuman tipis, "Of course kau sudah melihat bukan bagaimana keadaanku sekarang."

"Ya aku bahagia setelah melihatmu lebih baik."

Pria itu kemudian menatap Freya dengan sorot mata yang melunak—sorot mata penuh kelembutan yang selalu ia berikan khusus untuk Freya. "Terima kasih sudah datang. Aku tahu kehadiranku di pemakaman kemarin sangat singkat dan aku terkesan menjauh."

Freya mengangguk pelan. "Aku mengerti. Kau punya banyak hal yang harus diurus. Warisan, perusahaan, dan..." Freya terhenti sejenak, tenggorokannya mendadak kering. "Dan hal-hal lain yang mungkin belum sempat kau ceritakan padaku."

Keheningan kembali melanda. Pablo tidak mengalihkan pandangannya. Ia tahu ke mana arah pembicaraan ini.

Dia tahu Freya tidak hanya datang untuk menanyakan kabar duka.

"Aku melihatnya tadi, Pablo," lanjut Freya, suaranya kini lebih mantap. "Seorang anak kecil. Di taman samping, sebelum aku masuk ke sini. Dia memiliki rambut yang sama dengannya, dan mata... mata yang sangat mirip denganmu. Dia tampak berusia sekitar lima tahun."

Rahang Pablo mengeras sejenak, namun bukan karena marah. Itu adalah ekspresi pertahanan diri yang muncul secara naluriah. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi, jemarinya bertaut di atas meja.

"Namanya Nael," ucap Pablo pelan, suaranya sarat dengan emosi yang tertahan. "Nael Xander."

Freya merasakan jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. Mendengar nama belakang 'Xander' melekat pada anak itu adalah konfirmasi yang lebih tajam dari sekadar rumor pelayan. "Jadi, dia memang anakmu? Selama lima tahun ini, kau memiliki seorang putra dan kau... kau kemarin tidak pernah mengatakannya padaku? Bahkan saat Kakek Alaric menjodohkan kita?"

Pablo berdiri dari kursinya, berjalan perlahan menuju jendela yang menghadap ke arah taman di mana Nael biasanya bermain. Ia berdiri membelakangi Freya, menatap jauh ke luar.

"Ini adalah wasiat Kakek Alaric, Freya. Bukan bermaksud membenarkan kebohonganku, tapi kakek sangat protektif terhadap Nael. Di dunia bisnis yang kejam ini, keberadaan seorang ahli waris yang masih sangat kecil adalah target empuk bagi musuh-musuh keluarga Xander," jelas Pablo tanpa menoleh.

"Kakek memintaku merahasiakannya dari siapa pun, termasuk dari publik, sampai aku memiliki posisi yang cukup kuat untuk melindunginya secara penuh. Dan tentang perjodohan kita..." Pablo berbalik, menatap Freya dengan intensitas yang membuat napas wanita itu tercekat.

"Kakek Alaric memilihmu bukan hanya karena hubungan bisnis antar keluarga kita tapi kakek kita berdua bersahabat dari dulu dan hubungan keluarga kita juga baik. Dia memilihmu karena dia tahu kau adalah wanita yang memiliki kelembutan hati yang tidak dimiliki wanita lain. Dia ingin Nael memiliki sosok ibu yang tulus, bukan seseorang yang hanya mengincar nama Xander."

Freya berdiri, kakinya terasa sedikit lemas. Ia melangkah mendekati meja kerja, menyentuh pinggirannya yang dingin. "Tapi Pablo, ini bukan hanya tentang posisi atau keamanan. Ini tentang kepercayaan. Aku akan menjadi istrimu. Bagaimana aku bisa membangun masa depan dengannya jika pondasinya adalah sebuah rahasia besar?"

Ia menunduk, air mata mulai menggenang. "Aku takut, Pablo. Aku sangat takut. Aku tidak tahu apa-apa tentang menjadi seorang ibu, apalagi untuk anak yang sudah berumur lima tahun. Aku takut Nael tidak akan menerimaku, dan aku takut... aku takut aku tidak akan pernah bisa menyamai tempat ibunya di hatimu."

Mendengar itu, Pablo langsung melintasi ruangan dengan langkah lebar. Ia meraih tangan Freya dan menggenggamnya erat, lalu membimbingnya kembali duduk. Kali ini, ia tidak duduk di seberang meja, melainkan berlutut di depan Freya, menatap langsung ke matanya.

"Dengarkan aku, Freya Rodriguez," suara Pablo rendah dan bergetar penuh keyakinan. "Ibunya meninggal saat melahirkannya. Dia adalah bagian dari masa laluku yang penuh duka, dan aku menghormatinya sebagai ibu dari putraku. Tapi kau... kau adalah masa depanku. Aku tidak mencari pengganti, aku mencari seseorang untuk membangun kenangan baru."

"Dan juga aku sudah mulai mencintaimu kita bisa saling belajar untuk saling mengerti, memahami dan membesarkan Nael bersama."

Freya balik menggenggam tangannya dengan erat, "Aku juga mencintaimu Pablo saat pertama aku melihatmu aku jatuh cinta pada pandangan pertama tapi aku tidak menyangka akan jatuh cinta secepat itu."

"Itu adalah hal yang sangat mungkin terjadi karena aku pria yang menarik bukan?" canda pablo yang disertai kekehan di akhir kalimatnya.

Freya tertawa mendengar Pablo mengucapkan kalimat narsis itu, wajahnya berseri setelah tertawa membuat Pablo yang sedang menatapnya menjadi sedikit gugup.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!