Yan Jian— seorang pemuda yang terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan. Namun, di saat keluarganya hancur akibat keegoisan kedua pamannya, Permaisuri Es dan Salju memilih untuk menjadikan dirinya sebagai Roh Bela Diri Yan Jian, membuka jalan untuk Yan Jian untuk berkultivasi, mengatasi semua kekurangannya selama ini, dan memulai perjalanannya menuju puncak kekuatan dengan menghadapi banyak rintangan, persaingan, dan akhirnya menjadi raja dewa sejati yang legendaris dalam dunia kultivasi yang kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peringkat ke 10 daftar Peringkat Surgawi
"Serang...!!"
Chu Tianba memberikan instruksi terhadap seluruh anak buahnya untuk menyerang Xiao Lang. Dan lebih dari lima puluh orang berlari dengan penuh semangat. Tetapi, kebanyakan dari mereka hanyalah seorang Praktisi yang baru mencapai tahap Manifestasi Energi, tentu saja itu bukan sesuatu yang dapat mengancam Xiao Lang.
Pasukan Geng Kapak Darah pun menyerang bersamaan. Mereka membawa senjata-senjata yang tajam, pedang, kapak, palu, dan bahkan gergaji berada di tangan mereka. Tetapi Xiao Lang tetap saja tenang, bahkan kini matanya terpejam.
Namun, di saat teriakan pertempuran dan mereka semua telah melompat melancarkan serangannya terhadap Xiao Lang. Xiao Lang pun berbicara, "Hempaskan!" katanya, dengan nada yang dingin.
Bang— —
Tepat di saat Xiao Lang membuka kedua matanya, suatu dentuman dengan suara yang memekakkan telinga, membuat telinga seolah-olah berdenging. Bahkan, udara itu seakan-akan menjadi air laut, bergelombang, dan dari dentuman yang menghempaskan udara itu menghasilkan suara pecahan-pecahan seperti kaca-kaca yang retak.
Yan Jian dibuat menahan nafasnya sendiri di saat ia menyaksikan kekuatan Xiao Lang yang begitu dahsyat.
"Lu— luar biasa! Kuat sekali." ucap Yan Jian dengan sangat begitu terkejut.
Namun, ke dua puluh orang Praktisi Raja Tempur bersama-sama menyerang Xiao Lang, dengan Xue Tianba yang memimpin mereka, pertarungan pun terjadi.
Walaupun Xiao Lang lebih unggul dalam segi kekuatan, tetapi Xiao Lang kalah dalam jumlah orang, membuat Xiao Lang pun begitu kerepotan menerima serangan demi serangan yang tiada hentinya.
Ledakan demi ledakan terjadi di depan Gerbang Kota. Para warga mundur menjauh, tidak berani untuk mendekat karena pertarungan bukan lagi tentang pukulan bertemu dengan pukulan.
Keterampilan tempur yang saling mereka keluarkan itu bisa membunuh seorang manusia biasa, hanya dengan satu tarikan nafas.
"Jian, Mundurlah!" perintah Xiao Lang. Dia pun menyelimuti Yan Jian menggunakan energi spiritual berwarna kemerahan yang membentuk seperti telur, menempatkan Yan Jian di dalamnya. Kemudian, Yan Jian pun melangkah mundur, tetapi lingkaran seperti telur itu terus mengikutinya, menjadi perisai yang melindungi dirinya.
Xue Tianba melompat dengan Kapak besarnya yang berada di atas kepala. Badannya melengkung, urat-urat di otot tangannya terlihat jelas, bahkan di saat Xue Tianba berkata; "Matilah!" kedua bola matanya membola bulat di saat dia berbicara seperti itu, seolah-olah kedua bola matanya ingin keluar dari tempatnya.
Xiao Lang menoleh ke belakang kepada Yan Jian. Dia melihat posisi Yan Jian yang masih terlalu dekat dengannya. Walaupun ia tahu bahwa perisai itu dapat melindungi Yan Jian, tetapi dampak pertarungan keras itu tidak akan sepenuhnya bisa di tahan oleh seorang bocah kecil yang belum memasuki tahap bela diri apapun. Dan Xiao Lang pun menyadari bahwa Xue Tianba, bukanlah orang yang lemah.
Xiao Lang pun tak segan-segan untuk menendang Yan Jian, sehingga Yan Jian pun terhempas mundur hingga terjatuh. Dan saat itu, Xiao Lang pun mengepalkan sebelah tinjunya dengan kuat. Dia benar-benar memusatkan seluruh energinya pada tinjunya, sehingga kepalan tinjunya itu seolah-olah matang, asap keluar dari kepalan tinjunya.
Di saat Xiao Lang mengayunkan tinjunya dengan keras, suara benturan antara tinju emas dengan kapak besi itu menciptakan ledakan.
Bang— —
Dampak ledakan kembali meluap dalam skala yang luas. Tetapi itu tidak dapat membuat Xiao Lang mundur satu langkah pun. Namun, betapa terkejutnya Xiao Lang! Di saat anak buah Xue Tianba yang juga merupakan Praktisi Raja Tempur, berdatangan silih bergantian menyerang Xiao Lang, hingga satu palu berduri mendarat tepat di wajah Xiao Lang.
Mendengus, "Cih! Ini sangat merepotkan!" kata Xiao Lang sembari mengelap sudut bibirnya yang meneteskan darah.
"Setelah aku mendapatkan gelar peringkat ke sepuluh dari Sepuluh peringkat surgawi, baru kali ini aku kembali mengeluarkan darah dari tubuhku! Kalau begitu, aku akan serius." kata Xiao Lang lagi, berbicara dengan nada yang dingin. Dan dia memandang kelompok Geng Kapak Darah dengan tatapan yang sangat tajam serta niat membunuh yang begitu pekat.
Membuat kelompok Xue Tianba pun mulai merasakan ketakutan yang mendalam. Namun, mereka tidak mundur, melainkan kembali menyatukan kekuatan untuk melakukan serangan besar terhadap Xiao Lang.
"Semuanya, bantu aku membunuh keparat itu!" teriak Xue Tianba dengan suaranya yang lantang.
Ke sembilan belas praktisi Raja Tempur anak buah Xue Tianba pun bersama-sama menyalurkan kekuatan mereka kepada Xue Tianba. Dan dari kapak besar Xue Tianba mulai mengeluarkan fluktuasi energi yang sangat begitu menekan, bahkan menciptakan gelombang kejut yang membuat udara seakan-akan berdenyut.
"Ha haa— ha ha haa ... Menarik! Ini sungguh menarik!"
Xiao Lang tertawa dengan lantang, raut wajahnya menunjukan kepuasan yang besar, seolah-olah ia sangat menikmati pertarungan yang mendebarkan ini. Kemudian, Xiao Lang pun melayang di udara. Sayap spiritual berada di punggungnya, sayap berwarna merah seperti asap yang terbentuk dari energinya.
Xiao Lang pun mengangkat sebelah tangannya tinggi ke langit, dan seketika tombak panjang tiba-tiba muncul di genggaman tangannya. Batang tombak itu memiliki bercak-bercak api yang menyala, seperti sungai lahar panas yang mengalir dari puncak gunung.
"Aku akan menunjukan kepada kalian... Seperti apa itu kekuatan mutlak yang sesungguhnya!" kata Xiao Lang dengan nada yang dingin, tetapi mampu membuat udara pun seolah-olah merasa takut akan ucapannya.
Bang— —
Ledakan kembali terjadi dengan sangat dahsyat, di saat Xiao Lang baru saja menyelesaikan ucapannya. Bahkan, ledakan itu seketika membuat Gerbang Kota yang berdiri kokoh dan tinggi, kini hancur menjadi puing-puing bebatuan yang berserakan di permukaan tanah.
Sementara itu, Xue Tianba masih mengumpulkan kekuatan demi kekuatan yang disalurkan oleh semua rekannya. Namun, itu bukanlah hal yang mudah, membuat Xue Tianba pun menggeram, "Haaa...!!" ia benar-benar berusaha keras untuk ini.
Dan saat itu, awan di langit pun menjadi begitu gelap, membuat sebuah pusaran awan hitam yang kelabu. Pusaran besar di langit semakin mengecil dan terus mengecil, sehingga suatu energi besar turun dari langit, menyambar Kapak Besar milik Xue Tianba.
"Ha haa!" Xue Tianba tertawa dengan sangat lantang, suaranya menggema di depan gerbang Kota, "Xiao Lang! Terimalah kematianmu!" teriak Xue Tianba lagi, ia pun melancarkan serangannya yang membuat bumi berguncang.
jgn smpe kecewakan pembaca setiamu yg lainnya,thor.....
tetap semangat ya,thor
seorang Xiao Lang kaisar tempur masa kalah sama raja tempur.
sudah jekas tingktan nya lebih tinggi Kaisar tempur dri raja tempur.!!
Raja tempur itu kan di bawah Kaisar tempur,masa menghadapi 2 orang raja tempur kalah si Xiao kang yg tingktan nta Kaisar tempur yg lebih tinggi.
Seru dan sangat mudah dimengerti alurnya Thor. Tapi agak lambat buat naikin kekuatannya Yan Jian. Semangat thor