NovelToon NovelToon
Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Aku Bukan Romeo Dan Kamu Bukan Juliet

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayo Kita Menikah

Kota Lou adalah kota bersejarah karena awalnya ibu kota kerajaan ini ada di sini. Kota ini disebut sebagai kota tua yang penduduknya masih mempertahankan kehidupan tradisional sehingga tidak semua jalan bisa dilalui oleh kendaraan. Penduduknya masih suka menaiki kereta yang ditarik oleh kuda.

Jelita yang membawa kendaraannya karena ia akan mengunjungi makam papa yang dikuburkan di sini sebagai mantan gubernur di kota Lou.

Fiana sangat bersyukur karena kedua orang tuanya mengijinkan dia datang ke sini. Tentu saja di dampingi oleh Reyna.

Jarak dari ibu kota ke kota Lou memakan waktu hampir 2 jam.

Mereka pun tiba di kota Lou saat jam menunjukkan pukul 10 pagi.

Tempat yang pertama mereka kunjungi adalah taman makam pahlawan yang ada di sana.

Jelita selalu menangis saat datang di tempat ini. Maklum saja, ia anak tunggal. Setelah papanya meninggal, mamanya menikah lagi setahun kemudian. Itulah sebabnya Jelita memilih tinggal dengan opa dan omanya.

Selesai ziarah ke makam papanya, mereka pun makan di salah satu restoran yang ada di dekat sana.

"Wah, makannya enak." ujar Reyna. Ini adalah salah satu restoran yang terkenal di kota ini.

Sementara makan, ponsel Fiana berdering. Reyna segera menatapnya. Fiana tersenyum saat melihat itu adalah Arjuna.

"Sayang, aku sudah ada di dekat makam. Kalian ada di mana?" tanya Arjuna.

"Di restoran seafood yang ada di depannya."

"Oh, aku melihatmu." Arjuna segera berlari menyeberangi jalan saat melihat Fiana yang berdiri. Saat keduanya berjumpa, mereka tak tahan untuk tak saling berpelukan.

Reyna menatap Tita dan Jelita. "Kalian berdua tahu kalau kekasihnya itu akan datang?"

Tita mengangguk. "Ya. Mereka sudah 2 hari tak bertemu dan mereka saling merindukan."

Reyna ingin marah namun dia juga dapat melihat wajah Fiana yang nampak begitu bahagia. Reyna begitu menyayangi Fiana.

"Aunty, bolehkah kami pergi berdua?" tanya Fiana.

"Sayang, jangan di tempat umum. Bisa saja ada yang mengenal kalian."

"Baiklah." Fiana langsung menggandeng tangan Arjuna.

"2 jam boleh kan, nona?" tanya Reyna.

"Terlalu cepat aunty Rere." kata Fiana dengan wajah penuh permohonan.

"4 jam. Tidak ada tawaran lagi." ujar Reyna sambil menunjuk jam tangannya.

"Baiklah."

"Terima kasih, aunty." ujar Arjuna. Keduanya saling berpandangan lalu segera meninggalkan restoran itu sambil bergandengan tangan.

Dengan mobil yang Arjuna bawa, keduanya meninggalkan tempat itu. Arjuna membawa Fiana ke sebuah danau yang lebih tenang dan jauh dari keramaian.

"Tempat ini sangat indah. Apakah kamu pernah membawa pacarmu ke sini?" tanya Fiana dengan wajah sedikit cemberut.

Arjuna tertawa. "Aku baru sadar kalau kamu itu orangnya posesif, sayang. Tapi aku suka." Lelaki itu melingkarkan tangannya di pinggang sang gadis, lalu menariknya lebih dekat sehingga wajah mereka hampir bersentuhan. "Ini pertama kali aku membawa gadis yang kucintai di sini. Kamu adalah pujaan hatiku."

Wajah Fiana bersemu merah mendengar perkataan Arjuna nya. Hidung mancung mereka saling bersentuhan.

"Aku ingin saat ini waktu berhenti di sini. Agar kita bisa terus bersama. Agar aku bisa merasakan hangatnya pelukan mu dan suaramu yang menggetarkan hatiku." kata Fiana.

"Aku juga berharap demikian sayang. Rasanya tak akan pernah puas untuk mencium harum tubuhmu dan merasakan hangatnya bibirmu." Arjuna memejamkan matanya. Ia menghirup dalam-dalam harumnya tubuh kekasihnya. Lalu bibirnya perlahan mencari bibir tipis Fiana, menyesapnya dengan lembut, seolah takut menyakitinya, sambil tangganya membelai punggung Fiana sebagai ungkapan sayang yang tak mampu dibendung lagi.

Siang itu mendung, namun hujan tak turun. Kedua sejoli yang sedang di mabuk cinta itu, duduk di atas rumput hijau sambil terus berciuman seolah tak pernah ada kata bosan.

"Arjuna, yang di atas bukit itu gereja ya?" tanya Fiana.

Arjuna melihat ke arah hari telunjuk Fiana. "Sepertinya sayang. Kenapa?"

"Ayo kita ke sana." ajak Fiana.

"Sepertinya kita harus menaiki anak tangga itu."

"Tak masalah. Kalau aku capek, kan ada kamu."

Keduanya tertawa bersama. Lalu mereka pun menaiki tangga untuk bisa tiba di atas bukit itu. Sebuah gereja kecil yang nampak sepi.

Saat mereka mendorong pintu gereja itu, nampak sebuah ruangan gereja yang kecil dan mungkin hanya bisa menampung sekitar 60 orang.

"Aku membayangkan suatu saat nanti kita akan berdiri di sini dan saling mengucapkan janji suci." ujar Fiana sambil memandang altar gereja.

"Kenapa harus nanti, sayang? Ayo kita menikah hari ini. Supaya tak ada yang bisa pisahkan kita."

"Kamu serius?" tanya Fiana dengan jantung yang berdebar.

"Iya."

Keduanya langsung berpelukan. Lalu mereka keluar dari gereja. Fiana langsung menelepon Jelita untuk memintanya mencari pendeta yang ada di gereja kecil ini.

"Ayo kita cari gaun pengantin dan cincin pernikahan, sayang." ajak Arjuna.

1 jam kemudian.....

"Nona, ini gila. Bagaimana mungkin nona akan menikah tanpa persetujuan orang tua?" hanya Reyna saat mereka ada di toko pakaian pengantin.

"Biarkan kami bersama, aunty. Mungkin untuk sementara hubungan kami dirahasiakan dulu. Pasti akan ada jalan yang terbuka bagi keluarga kami untuk saling memaafkan. Please aunty. Jangan halangi kami." mohon Fiana.

"Nona, kenapa kalian berdua bisa senekat ini?" Reyna tak tahu harus bagaimana.

Arjuna sedang pergi mencari cincin pernikahan ditemani Tita. Sedangkan Jelita sedang bertugas untuk mencari pendetanya.

Zack hampir pingsan saat tahu kalau alasan Arjuna meminta untuk segera datang di kota Lou karena akan menikah dengan Fiana.

"Kamu gila, Juna. Ini tak mungkin. Jangan lakukan sesuatu yang akan kamu sesali nanti. Buka matamu, Juna. Jangan dimabukkan oleh cinta."

Arjuna yang sementara mengenakan kemeja putihnya menatap Zack. "Please, hanya kamu yang aku percayai. Jelo pasti tak akan bisa menutupi mulut nya. Jadilah saksi bagi hari pernikahan kami."

Zack hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Aku harus bilang apa? Jangan sampai cinta ini membunuh mu, sayang."

Arjuna memeluk sahabat nya itu. Ia sungguh senang karena Zack akhirnya setuju dengannya.

"Kamu terlihat tampan dengan jas ini." bisik Zack sebelum keduanya memasuki gereja.

Di sana sudah ada Jelita.

"Pendetanya sudah siap?" tanya Arjuna.

"Pendetanya hampir menolak saat tahu yang menikah adalah keluarga Adams dan keluarga Pekins. Aku yakin seluruh kerajaan ini sudah tahu tentang permusuhan keluarga kalian. Aku akhirnya bisa meyakinkan pendeta, jika akhirnya berita pernikahan ini bocor, maka kami tidak akan pernah memberitahukan di mana kalian menikah."

Arjuna langsung memeluk Jelita. "Terima kasih. Sekarang kamu sudah menjadi temanku."

Jelita hanya bisa tersenyum. Ia pun melirik ke arah Zack. Jelita tiba-tiba ingat sesuatu. "Apakah namamu Zack Reden?"

"Ya. Kenapa?" tanya Zack heran. Ia merasa tak pernah mengenal Jelita.

"Kamu pernah pacaran dengan Lumina?"

"Ya."

"Berarti kamu yang membuat sepupuku itu bersedih sampai meninggal kan? Kamu memang cowok brengsek!" Jelita tiba-tiba memukul Zack dengan penuh kemarahan. Arjuna tak bisa menahan tawanya karena ia tahu bagaimana sifat sahabatnya itu.

"Hei...., dia mati bukan karena aku. Aku akui saat bersamanya aku selingkuh dengan teman baiknya namun kami sudah putus setahun sebelum kematiannya." Zack memegang lengannya yang sakit.

"Kamu telah meninggalkan luka di hatinya karena sebenarnya dia sangat mencintai kamu, brengsek!"

"Maafkan aku. Aku tak tahu kalau dia sangat mencintaiku."

"Sudah, jangan bertengkar. Di mana calon istriku?" tanya Arjuna. Hari sudah malam dan gadisnya belum kelihatan.

"Sedikit lagi. Dia akan masuk kalau pendetanya sudah masuk."

Tak sampai 5 menit, pendeta Pedro masuk. Pendeta tua itu nampak sedikit tegang namun ia juga tak bisa melarang dua orang ini menikah karena mereka tak ada ikatan dengan orang lain.

Pintu gereja terbuka. Fiana masuk dengan gaun putih dan cadar yang menutupi wajahnya. Ia terlihat sangat cantik. Di belakangnya ada Reyna dan Tita.

"Aku mencintaimu, Fiana Adams. Aku berjanji akan tetap mencintaimu seumur hidupku. Dalam susah maupun senang, saat sakit maupun sehat, saat berkekurangan dan berkelimpahan. Aku akan tetap mencintaimu sampai maut memisahkan kita." kata Arjuna tanpa bisa menahan air matanya.

"Aku mencintaimu Arjuna Pekins. Aku akan setia dannterus mencintaimu seumur hidupku. Aku akan tetap menemanimu dalam suka maupun duka, saat sehat maupun sakit, saat berkelimpahan maupun kekurangan, aku akan tetap mencintaimu sampai maut memisahkan kita." Fiana juga ikut menangis.

Zack yang berdiri di belakang Arjuna memberikan sapu tangan untuk sahabatnya itu.

Pendeta Pedro tersenyum. Ia pun melakukan pemberkatan nikah kepada keduanya. Sambil memberikan nasehat tentang pernikahan yang suci dan Kudus.

Keduanya saling menyematkan cincin di jari manis masing-masing. Lalu Arjuna membuka cadar Fiana. Ia kemudian mencium bibir Fiana yang kini menjadi istrinya. Keduanya kemudian berpelukan sambil menangis membuat semua yang ada di sana pun ikut menangis.

Tita mengambil beberapa gambar sebagai kenang-kenangan. "Tita, jangan sampai fotonya di lihat orang." pesan Reyna.

"Beres Aunty."

Selesai dari gereja, Arjuna dan Fiana langsung menuju ke villa yang sudah di sewa oleh Jelita.

"Besok pagi-pagi, aunty akan jemput kamu di sini. Ingat, nak, jangan sampai terlambat. Karena jam 10, kita harus berada di ibu kota."

"Baik, aunty."

Tinggallah Arjuna dan Fiana berdua di villa itu. "Sekarang kita mau apa?" tanya Fiana.

"Ini malam pengantin kita, sayang." bisik Arjuna lalu mengangkat tubuh istrinya ala bridal style lalu memasuki kamar yang sudah di hiasi dengan bunga mawar dan ada beberapa lilin aromaterapi yang membuat suasana menjadi romantis.

***********

Dapatkah mereka melalui malam pengantin bersama? Atu adakah yang menghalangi?

1
Liina Anjani Malick
ketemu dong ah masa engga🤭buru bang juna k amrik tar ketemu ayang fiana😍
Maria Kibtiyah
lah kasian fiana semoga arjuna gk jodoh ma si diana
tintiin21
Fiana dan Arjuna adalah "korban" dendam dan intrik keluarga... 🤔🤔🤔
Gia Nasgia
Waduh kk Hen membuat kita berpikir keras🤦‍♀️🤭
Syavira Vira
lanjut ♥️♥️♥️👍🏻👍🏻
Syavira Vira
masih tanda tanya??????
Liina Anjani Malick
okeh udh kebuka sedikit" ... jelo ish gelo fiana masih idup tp wajah nya berubah.. kira" gmn pertemuan fiana n bang jun ya😔
tintiin21
makin seru.... 😍😍😍😍
Maria Kibtiyah
siapa diana siapa gadis yg di oeprasi ahk bikin pusing
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
Edgar penuh dgn misteri dan pak Roman kirain tulus membantu Juna🥺
tintiin21
waduh non stop... 😅😅😅😅😅
Liina Anjani Malick
ada apa ya aku jg bingung bang juna😔🤣
Liina Anjani Malick
makin ke sini makin k sono🤣 jd fiana udh meninggal bnrn😤
Syavira Vira
gemessss
Syavira Vira
lanjut
Gia Nasgia
oh ternyata Edgar dendam dgn orang tua Fiana karena Jordy menikung Edgar🤔 ehh si Juna candu🤭
tintiin21
semakin seru semakin penuh teka teki ini.... 😁😁😁😁
momAriqa
terlove love kak author ❤❤ lanjut kak 🤗🤗
Enny Olivia: makasi ya
total 1 replies
Gia Nasgia
Ihhh kak Hen ternyata kisahnya Arjuna and Fiana penuh teka teki🤭tetap cemungut 🫶💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!