NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Bukan Untuku

Pernikahan Yang Bukan Untuku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Lunaria Wulandari terpaksa menggantikan kakaknya yang kabur di hari pernikahan. Demi menyelamatkan nama keluarga, ia harus menikah dengan Alex Lucas Dimitri—pria dingin dan penuh rahasia yang sejak awal tidak pernah menginginkan dirinya.

Awalnya Luna hanya dianggap pengganti. Namun semakin lama bersama, hubungan mereka berubah menjadi sesuatu yang sulit dijelaskan. Sayangnya, saat hati mulai saling menerima, masa lalu datang menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Dugaan yang Semakin Kuat

Hari-hari berikutnya berlalu dengan cepat.

Persiapan Family Gathering memasuki tahap yang semakin serius.

Vendor mulai dikonfirmasi.

Daftar peserta terus bertambah.

Konsep acara yang sebelumnya hanya berupa presentasi kini perlahan menjadi kenyataan.

Semua orang sibuk.

Termasuk Luna.

Namun di balik kesibukan itu, Rita justru memiliki fokus lain.

Luna.

---

Pagi itu Luna datang lebih awal dari biasanya.

Ia harus menyelesaikan revisi desain backdrop sebelum rapat dengan vendor siang nanti.

Begitu duduk di mejanya, ia langsung menyalakan laptop.

Tanpa sadar, ada sepasang mata yang memperhatikannya dari kejauhan.

Rita.

---

"Aku nggak ngerti."

gumam Rita.

"Apa lagi?"

tanya Adel.

"Semakin aku lihat, semakin aneh."

Adel langsung tahu siapa yang sedang dibahas.

"Tolong jangan mulai lagi."

"Aku serius."

---

Rita menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Kalau memang cuma pacar biasa, kenapa namanya Alex?"

Adel memutar mata.

"Di Indonesia ada ribuan orang bernama Alex."

"Tapi Alex Lucas Dimitri cuma satu."

---

Adel terdiam.

Karena bagian itu memang sulit dibantah.

---

Sementara itu Luna sama sekali tidak menyadari dirinya sedang menjadi pusat perhatian.

Pagi itu Amanda memanggil seluruh tim Family Gathering.

Mereka berkumpul di ruang meeting untuk membahas perkembangan terbaru.

---

"Kabar baik."

kata Amanda.

Semua langsung memperhatikan.

"Direksi menyetujui tambahan anggaran untuk area hiburan anak."

Ruangan langsung terlihat lebih bersemangat.

Karena ide tersebut memang berasal dari tim mereka.

---

Amanda kemudian mulai membahas pembagian tugas baru.

Dan lagi-lagi nama Luna disebut beberapa kali.

Bukan karena pilih kasih.

Melainkan karena sebagian besar konsep komunikasi acara memang berada di bawah tanggung jawabnya.

---

Namun bagi Rita...

Pemandangan itu terasa berbeda.

Setiap pujian yang diterima Luna membuat rasa tidak sukanya semakin besar.

---

Sepulang rapat, Rita akhirnya tidak bisa menahan diri.

Ia menghampiri meja Luna.

"Luna."

Luna mengangkat kepala.

"Iya, Bu Rita?"

Rita tersenyum tipis.

"Kamu dekat ya sama orang atas?"

Pertanyaan itu membuat Luna sedikit bingung.

"Dekat?"

"Iya."

"Maksudnya?"

---

Rita menyilangkan tangan.

"Kamu sering ikut rapat penting."

"Oh."

Luna tersenyum kecil.

"Itu karena proyek Family Gathering."

"Hanya itu?"

Nada suara Rita terdengar seperti sedang menguji.

---

Luna tetap tenang.

"Iya."

Rita menatapnya beberapa detik.

Mencari tanda-tanda kebohongan.

Namun tidak menemukan apa pun.

Karena Luna memang sudah terbiasa menjaga ekspresi.

---

"Baiklah."

kata Rita akhirnya.

Lalu pergi.

---

Begitu wanita itu menjauh, Sisil langsung mendekat.

"Apa lagi?"

bisiknya.

"Nggak tahu."

jawab Luna jujur.

"Tapi aku merasa dia aneh akhir-akhir ini."

---

Sisil mendengus.

"Akhir-akhir ini?"

"Maksudnya?"

"Dia udah aneh dari dulu."

Membuat Luna tertawa kecil.

---

Sore harinya.

Seluruh tim kembali sibuk.

Namun sekitar pukul empat, sebuah kejadian kecil kembali menarik perhatian Rita.

Saat itu Luna sedang mencetak dokumen.

Ponselnya tertinggal di meja.

Tidak lama kemudian sebuah pesan masuk.

Layar ponsel menyala.

Dan nama pengirim muncul.

Kakek Dimitri.

---

Rita yang kebetulan berjalan melewati meja tersebut langsung berhenti.

Kakek Dimitri?

Siapa?

---

Jantungnya mulai berdetak lebih cepat.

Karena nama belakang itu tidak asing.

Sangat tidak asing.

---

Dimitri.

Nama keluarga pemilik perusahaan.

---

Rita langsung berjalan pergi sebelum ada yang melihatnya.

Namun pikirannya kini benar-benar kacau.

---

Malam itu.

Untuk pertama kalinya, Rita membuka media sosial.

Bukan untuk hiburan.

Melainkan untuk mencari sesuatu.

Ia mulai mencari informasi mengenai keluarga Dimitri.

Foto-foto lama.

Artikel bisnis.

Berita perusahaan.

Apa saja yang bisa ditemukan.

---

Dan akhirnya ia menemukan sebuah artikel beberapa tahun lalu.

Tentang keluarga Dimitri.

Tentang sang pendiri perusahaan.

Dan tentang cucunya.

Alex Lucas Dimitri.

---

Rita membaca artikel itu perlahan.

Lalu membeku.

Karena foto yang terpampang di sana adalah foto Alex.

CEO mereka.

---

Tentu saja itu bukan hal yang mengejutkan.

Yang mengejutkan adalah hal lain.

---

Di salah satu foto acara keluarga yang diambil wartawan beberapa tahun lalu, terdapat sosok pria tua yang berdiri di samping Alex.

Pria yang disebut sebagai Kakek Dimitri.

---

Rita memperbesar foto itu.

Lalu membandingkannya dengan foto yang pernah tidak sengaja dilihatnya di layar ponsel Luna beberapa minggu lalu.

Foto yang dijadikan wallpaper kontak.

Foto seorang pria tua yang sedang tersenyum bersama Luna.

---

Orangnya sama.

---

Mata Rita membelalak.

Tangannya sampai gemetar.

---

"Nggak mungkin..."

bisiknya.

Namun semakin dipikirkan.

Semakin masuk akal.

---

Alex.

Kakek Dimitri.

Perhatian para petinggi.

Kehidupan Luna.

Semuanya mulai terhubung.

---

Rita menutup laptopnya perlahan.

Dadanya berdebar kencang.

Karena untuk pertama kalinya ia merasa sudah sangat dekat dengan kebenaran.

Mungkin belum memiliki bukti lengkap.

Namun instingnya mengatakan satu hal.

Luna bukan karyawan biasa.

Dan hubungan wanita itu dengan keluarga Dimitri jauh lebih dekat daripada yang dibayangkan siapa pun.

---

Sementara itu.

Di rumah keluarga Dimitri.

Luna sedang duduk di ruang keluarga bersama Alex.

Membahas daftar vendor terakhir untuk acara Family Gathering.

Sesekali mereka berdebat kecil soal konsep dekorasi.

Lalu tertawa.

Tanpa menyadari bahwa di luar sana, rahasia yang mereka jaga selama berbulan-bulan mulai retak sedikit demi sedikit.

Dan cepat atau lambat...

Seseorang akan berhasil melihat seluruh gambar yang selama ini tersembunyi.

1
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. Semangat ✍️☺👈
wulaniii
gais like dan beri gift dungs biar semangat 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!