NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Dokter

Benih Rahasia Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Anak Genius / Dokter Genius
Popularitas:39.2k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Ashela Safira, seorang gadis yang membanting tulang demi melunasi utang ayahnya, terpaksa merelakan kesucian yang ia jaga selama ini direnggut oleh pria asing.

Merasa harga dirinya telah hancur, ia memilih melarikan diri dan menghilang setelah malam panjang itu. Namun, di tengah pelariannya, Ashela justru mendapati dirinya hamil.

Sementara itu, Elvano Gavian Narendra, seorang dokter berhati dingin, terbangun dan mendapati gadis yang bersamanya telah pergi.

Rasa sesal seketika menghantamnya saat melihat bercak merah di atas ranjang, yaitu sebuah tanda bahwa ia telah menodai seorang gadis asing yang bahkan tidak ia ketahui identitasnya.

Bagaimana kelanjutannya???
YUKKKK GAS BACAAAA!!!

IG @LALA_SYALALA13
YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Leo Hebat

Elvano tertegun. Pelukan kecil itu terasa begitu hangat di dadanya. Ia membalas pelukan Leo, menepuk-nepuk punggung bocah itu dengan gerakan yang sangat alami, seolah-olah ia sudah biasa melakukan ini.

Dari jarak sedekat ini, Elvano bisa melihat kemiripan luar biasa itu lagi dari mulai bulu mata yang lentik, bentuk telinga, hingga aroma bayi yang masih tertinggal.

Ashela hanya bisa berdiri mematung melihat pemandangan itu. Hatinya perih. Di satu sisi ia bersyukur Elvano menyelamatkan mereka, namun di sisi lain, ia melihat betapa kuatnya tarikan alam antara ayah dan anak itu.

"Mari, ikut saya ke ruangan. Kita lakukan kontrol Leo di sana saja agar lebih tenang," ajak Elvano. Ia berdiri dan tanpa sengaja tangannya menyentuh lengan Ashela untuk membimbingnya jalan.

Ashela menarik lengannya dengan halus, mencoba menjaga jarak. "Kami bisa antre seperti biasa, Dok. Tidak perlu merepotkan."

"Ini bukan tawaran, Bu Ashela. Ini instruksi dokter," balas Elvano dengan tatapan yang tidak bisa dibantah.

Mereka berjalan menuju ruang kerja Elvano. Sepanjang jalan, Elvano berjalan sedikit di belakang Ashela, seolah-olah sedang memastikan tidak ada orang lain yang berani mengganggu mereka lagi.

Di dalam kepalanya, Elvano merasa ada amarah yang sangat besar saat melihat Ashela ditampar tadi yaitu sebuah reaksi emosional yang jauh melampaui rasa empati dokter pada pasiennya.

Ia tidak mengerti mengapa hatinya begitu sakit melihat wanita ini terluka. Ia juga tidak mengerti mengapa tangannya seolah ingin terus memegang pinggang wanita itu tadi, memastikan dia benar-benar aman dalam dekapannya.

"Duduklah," Elvano membukakan pintu ruangannya. "Saya akan ambilkan kompres es untuk pipi Anda, lalu kita periksa Leo."

Ashela duduk di sofa kulit yang mewah, memeluk Leo erat. Di ruangan yang dingin ini, ia menyadari bahwa ibu kota benar-benar tempat yang berbahaya bagi rahasianya.

Elvano bukan lagi sekadar dokter yang jauh tetapi pria itu kini menjadi pelindung yang kehadirannya justru semakin membuat Ashela merasa terancam oleh kebenaran yang mulai terkikis.

Keheningan di dalam ruang kerja Elvano terasa jauh lebih pekat daripada kesunyian di koridor rumah sakit. Aroma kayu cendana dan wangi maskulin yang elegan menyelimuti ruangan itu, membuat Ashela merasa seolah oksigen di sekitarnya mendadak menipis.

Di atas sofa kulit yang dingin, ia duduk merapat, mendekap Leo yang kini mulai tenang meski sisa-sisa isak tangisnya masih terdengar samar.

Elvano kembali dari meja medisnya dengan sebuah kantong kompres es yang dibalut handuk kecil bersih. Ia tidak memberikan benda itu kepada Ashela, melainkan ikut duduk di sampingnya. Jarak mereka begitu dekat hingga Ashela bisa merasakan radiasi panas dari tubuh pria itu.

"Diamlah, jangan bergerak." bisik Elvano rendah.

Tangan Elvano terangkat, perlahan namun pasti, ia menempelkan kompres dingin itu ke pipi kiri Ashela yang memerah dan mulai membengkak akibat tamparan Nyonya Rita tadi.

Ashela tersentak kecil, refleks menarik kepalanya mundur, namun tangan kiri Elvano dengan sigap menahan tengkuknya, mencegahnya menjauh.

"Dokter... saya bisa sendiri." protes Ashela dengan suara yang nyaris hilang.

"Saya dokter di sini, dan Anda adalah tanggung jawab saya selama berada di gedung ini." balas Elvano tanpa mengalihkan pandangan.

Mata Elvano yang tajam kini menatap lurus ke arah mata Ashela. Dari jarak sedekat ini, Elvano bisa melihat pantulan dirinya di manik mata bening milik wanita itu yaitu manik mata yang tampak berkaca-kaca, penuh dengan ketakutan namun juga menyimpan ketegaran yang luar biasa. Entah mengapa, Elvano merasa ada magnet yang sangat kuat yang menariknya untuk terus menatap lebih dalam.

Jemari Elvano yang menahan tengkuk Ashela tanpa sengaja bersentuhan dengan kulit leher wanita itu yang halus. Sebuah getaran listrik yang asing merambat naik ke tulang punggung Elvano, membuatnya sesaat lupa pada diagnosa medis atau protokol rumah sakit. Ia merasa seolah-olah waktu sedang melambat, menyisakan hanya mereka bertiga di dunia yang sepi ini.

Ashela bisa merasakan napas Elvano yang hangat menerpa keningnya. Ia memejamkan mata, berusaha keras menekan debaran jantungnya yang menggila.

Sentuhan Elvano terasa begitu intim, begitu posesif, sekaligus begitu lembut hingga membangkitkan memori yang sangat ingin ia lupakan. Ingatan tentang sentuhan yang sama di malam kelam empat tahun lalu tiba-tiba menghantamnya, membuat tubuhnya sedikit gemetar.

"Kenapa Anda gemetar?" tanya Elvano lirih. Suaranya tidak lagi dingin; ada nada penasaran dan kepedulian yang terselip di sana.

"Saya... saya hanya kaget dengan kejadian tadi, Dok." bohong Ashela. Ia berusaha melepaskan diri dari tatapan Elvano dengan menunduk ke arah Leo.

Leo, yang sedari tadi hanya diam memperhatikan kedua orang dewasa itu, tiba-tiba menarik ujung jas putih Elvano.

"Dokter, Mama sakit ya?" tanya bocah kecil itu khawatir.

Elvano tersadar dari lamunannya. Ia segera menjauhkan tangannya dari wajah Ashela, meskipun ada bagian dari dirinya yang merasa enggan untuk melepaskan kontak fisik itu. Ia berdehem kecil, mencoba mengembalikan kewibawaannya.

"Mama akan baik-baik saja, Leo. Kompres ini akan membuat sakitnya hilang," jawab Elvano sambil memberikan handuk kompres itu ke tangan Ashela agar wanita itu bisa melanjutkannya sendiri.

Suasana menjadi sangat canggung. Elvano berdiri dan berjalan menuju meja periksanya, mencoba mengatur kembali ritme jantungnya yang tak karuan.

"Mari, baringkan Leo di sini. Saya harus memeriksa kondisi pasca-operasinya. Kejadian tadi pasti membuat jantungnya bekerja ekstra." tutur Elvano.

Ashela membantu Leo berbaring di tempat tidur periksa. Saat ia membantu membuka kancing baju Leo untuk pemeriksaan stetoskop, jari-jarinya tanpa sengaja bersentuhan dengan jari-jari Elvano yang juga hendak melakukan hal yang sama. Keduanya terdiam sejenak, saling menatap dalam keheningan yang menyesakkan, sebelum akhirnya Ashela menarik tangannya dengan cepat seolah baru saja menyentuh bara api.

Elvano mulai memeriksa Leo dengan sangat teliti. Ia menempelkan stetoskop ke dada mungil itu. Wajahnya yang tadi tampak sedikit melunak kini kembali berubah menjadi serius, namun bukan karena marah, melainkan karena konsentrasi penuh.

"Bagaimana, Dok? Leo tidak apa-apa, kan?" tanya Ashela cemas.

Elvano tidak langsung menjawab. Ia mendengarkan detak jantung Leo selama beberapa menit.

"Ada sedikit peningkatan ritme, mungkin karena stres akibat teriakan dan dorongan tadi. Tapi secara keseluruhan, rekonstruksi katupnya tetap stabil. Jantung Leo benar-benar kuat." ucap Elvano.

Elvano mengusap kepala Leo. "Leo hebat. Jantung baru Leo sudah bisa menghadapi orang jahat tadi."

Leo tertawa kecil, lesung pipitnya muncul kembali. "Kan Leo mau jadi jagoan kayak Dokter."

Elvano tersenyum, namun matanya tetap melirik ke arah Ashela.

"Jika pemeriksaan sudah selesai, kami mohon pamit. Saya harus memberikan Leo makan siang." pamit Ashela sopan.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
🇧🇬
ih.. ga sabar! sehari 5x donk updatenya 🌚🌚🌚
Ari Atik
gk sabar,menunggu rahasia terungkap...
Jessica
Selalu penasaran untuk kisah selanjutnya..deg deg deg 😍😍😍😍😍
Fatmawati Qomaria
elvano apakah kamu tidak mencari tahu malam panas itu, siapa tahu ob yg menyuruh ashilla bertemu dan mengungkapan kebenaran
Fatmawati Qomaria
harus terungkap kebenaran bahwa elvano yg menghamili asya dan lahirlah leo
Ari Atik
lagi...
Eliermswati
thor blh g up lg, seru nih ceritanya gmn y klo mama nya elvano lht leo sm asha ap kah mau d jodohin ap g🤣🤣🤣smngt thor up nya
Helen@Ellen@Len'z: moga dijodohkan ya tp tlg jgn pisahkan leo sm mamanya kasian andai masa lalu mamanya leo terungkap🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Deliz Diaz Dla FM B
Semangat ya
Fatmawati Qomaria
baper aku kk
tlg elvano peka dong sama leo
Vitri Yelli
Bagus banget ceritanya
4_amiraa_ Tadzkiyaa_
leo ngomong satu kalimat tapi bikin baperr... seru thor... semangat up yaa👍🙏💪
NN
lanjuttt
Wardi's
omegat...
Eva Liliana
baru kali ini nemi cerita sebagus ini
Isna Wati
lanjut kak aku masih penasaran
Wardi's
up satu lagi sore ya... ditungguin pake bangett..
Wardi's
up lagi ka author... plissssss...
Wardi's
penasarannya pake banget..,
aqas thor jangan sampe leo lari trus jatuh., kasihan br operqsi jantungnya
Ari Atik
ya penasaran lah...
Ari Atik
calon mantu dan calon mertua😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!