NovelToon NovelToon
Bayi Kesayangan Caelan

Bayi Kesayangan Caelan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Single Mom / Suami amnesia
Popularitas:661
Nilai: 5
Nama Author: Ann Soe

Amelia Cameron nekad mendatangi kantor Best Idea Design milik seorang arsitek terkemuka, Caelan Harrison, untuk menuntut hak keponakannya, Emi. Amelia percaya bahwa Caelan merupakan ayah biologis dari Emi, putri kecil dari adiknya, Olivia yang sudah meninggal. Namun, seperti sebelumnya ketika Olivia menuntut hal yang sama, Caelan menolak untuk bertanggung jawab. Caelan berkata dirinya bukan ayah Emi, bahkan belum pernah bertemu Olivia sebelumnya.
Amelia berkeras, karena memiliki bukti hubungan Olivia dan Caelan. Akan tetapi, Caelan sama kerasnya dan meminta bukti tes DNA. Sebelum tes DNA yang dijadwalkan dilakukan, Caelan muncul di pintu rumah Amelia, berkata ingin bertanggung jawab membesarkan Emi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ann Soe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 33

Amelia menghabiskan cukup banyak waktu untuk menenangkan Emi. Seolah ikut merasakan kemarahan dan keresahan Amelia, Emi rewel. Butuh satu jam penuh menggendong Emi, baru bisa membuat anak itu tidur.

Amelia memandangi Emi yang terlelap. Bekas air mata masih ada di wajah anak itu, membuat Amelia merasa bersalah. Harusnya, tadi ia tidak bertengkar dengan Clara di depan Emi.

“Maaf …,” ucap Amelia. Tanpa bisa ditahan ia menangis. Hatinya benar-benar sakit karena Caelan tidak bisa mengingatnya. Bahkan keadaan semakin buruk karena tiap kali Caelan coba mengingat masa lalu mereka, Caelan malah kesakitan.

Ketukan di pintu membuat Amelia mengusap air mata dan melangkah ke pintu. Simon terlihat di ambang pintu dan meminta izin untuk bicara dengan Amelia.

Amelia menatap Emi yang tidur di ranjang. “Kita bicara di tempat lain,” ujarnya.

“Ruang kerjaku,” jawab Simon. Lalu Amelia mengikuti langkah Simon menuju ruang kerja.

Di ruang kerja ada seorang pria yang menunggu mereka. Simon memperkenalkan pria itu pada Amelia.

“Ini adalah Dokter Anthony yang menangani Caelan.”

Amelia menyalami Anthony dan memperkenalkan diri, lalu mereka duduk di sofa ruang kerja dan memulai obrolan mengenai kondisi Caelan.

“Kenapa Caelan melupakan kami?” tanya Amelia setelah Anthony selesai menjelaskan kondisi Caelan.

“Ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, aku tidak bisa memastikan apa alasannya. Umumnya, kondisi hilangnya ingatan selektif terjadi sebagai mekanisme pertahanan mental.”

“Pertahanan mental?” tanya Amelia.

“Bisa jadi, sebagai bentuk perlindungan dari peristiwa traumatis atau stress.” Anthony berusaha menjelaskan. “Dalam kasus Caelan, kemungkinan besar kejadian kecelakaan menyebabkan trauma pada otak sehingga dia melupakannya.”

Amelia berusaha mencerna penjelasan Anthony.

“Kondisi ini umumnya tidak bertahan dalam jangka panjang. Seiring waktu, Caelan akan mengingat kembali. Dengan bantuan profesional dan stimulasi, Caelan mungkin bisa mengembalikan ingatannya.”

“Mungkin?” gumam Amelia.

“Kemungkinan terburuk adalah Caelan tidak bisa mengingat kembali.”

Amelia terdiam. Amelia tidak bisa membayangkan jika Caelan melupakannya selamanya.

“Amelia, kau harus optimis. Caelan akan mengingatmu lagi.” Simon menyemangati.

Amelia tersenyum kecut. “Berapa lama?” tanyanya lirih.

Anthony menjawab, “Tidak bisa dipastikan. Bisa cepat, bisa lambat, bisa juga …”

Amelia menghela napas. Sementara Simon memperingatkan Anthony agar mengatakan hal-hal positif, bukannya malah meredupkan harapan Amelia.

“Amelia, percayalah. Caelan akan mengingatmu.”

Amelia ingin berpikir positif, tapi semangatnya sedikit mengendur setelah berbicara dengan Anthony. Bagaimana jika Caelan tidak bisa mengingatnya lagi?

“Kita bisa membantu Caelan dengan terapi bicara dan obat-obatan. Kemungkinan ingatannya kembali selalu ada. Namun, jangan memaksanya. Ketika kita memaksa, maka Caelan justru akan meningkatkan pertahanan dan mungkin ingatan itu akan semakin tersembunyi,” kata Anthony. “Selain itu, memaksa hanya akan menyakitinya.”

Mungkin itulah yang membuat Caelan tadi kesakitan. Karena dipaksa mengingat.

“Bagaimana aku bisa membantunya?”

“Lakukan secara pelan dan alami. Lakukan hal-hal yang biasa kalian lakukan, biarkan dia mengingat secara alami.”

Amelia mengetuk pintu kamar Caelan, yang biasanya jadi kamar Amelia juga ketika menginap di rumah Anna dan Simon, setelah selesai bicara dengan Anthony. Ada banyak hal yang muncul dalam kepalanya, semua berkaitan dengan Caelan dan masa depan mereka.

Di satu sisi, Amelia mengerti kalau saat ini kondisi Caelan spesial. Ia ingin mencoba bersabar dan tidak ingin memaksa Caelan untuk mengingat masa lalu mereka. Namun, di lain sisi, Amelia ingin Caelan segera mengingatnya kembali. Amelia benar-benar tidak tahan setiap Caelan melihatnya seperti orang asing.

Daripada memikirkannya sendiri sehingga memunculkan prasangka, Amelia memilih untuk bicara dengan Caelan. Ia ingin tahu seberapa banyak Caelan mengingat dirinya, jadi Amelia bisa menyusun rencana pemulihan untuk suaminya. Karena meskipun disarankan untuk membantu Caelan secara alami, Amelia tetap membutuhkan rencana. Terutama, Amelia ingin menyingkirkan Clara. Sebab kehadiran Clara terbukti sangat tidak membantu.

“Masuk saja, tidak dikunci.”

Amelia memutar kenop pintu, membuka celah hingga kepalanya bisa melongok ke dalam kamar. “Apa aku boleh masuk?” tanyanya. “Ada hal yang ingin kubicarakan.”

“Masuklah,” jawab Caelan yang sudah berada di tempat tidur. Pria itu duduk bersandar di kepala tempat tidur dengan sebuah map di tangan.

“Kau sedang bekerja?” tanya Amelia setelah sampai di sisi Caelan. Ia menarik kursi dari meja rias dan duduk di sebelah Caelan.

“Iya, ada beberapa proyek yang harus dicek,” jawab Caelan sembari meletakkan map di nakas.

“Proyek di Sydney?”

Caelan kaget karena Amelia tahu mengenai proyek yang sedang dikerjakan pria itu. “Kau tahu?”

“Itu proyek yang kau kerjakan sebelum terpaksa pulang,” jawab Amelia. “Kau terpaksa meninggalkannya karena mengkhawatirkanku dan Emi.”

Caelan mengangguk. “David mengatakan tentang hal ini.”

“Tapi kau tidak bisa memercayainya, bukan?” tebak Amelia. “Kau mungkin merasa aneh mendengar hal itu, karena dalam pikiranmu kau merasa tidak akan meninggalkan pekerjaan penting hanya karena seorang wanita dan bayi.”

Caelan diam cukup lama sebelum menjawab, “Jujur saja, itu memang aneh dan sulit kupercaya.” Caelan mengakui. “Tapi juga membuatku percaya kalau kau dan Emi cukup penting sehingga mampu membuatku meninggalkan pekerjaan.”

Amelia merasakan harapan tumbuh dalam dirinya setelah mendengar ucapan Caelan.

“Tentu saja, aku dan Emi penting dalma hidupmu. Karena kami adalah keluargamu.”

“Kurasa, aku perlu membiasakan diri dengan hal itu,” ujar Caelan.

Amelia menahan diri untuk tidak memaksa Caelan, mengingat nasihat Dokter Anthony untuk melakukannya pelan-pelan dan sealami mungkin.

“Kau akan terbiasa,” kata Amelia. “Setahun lalu kita juga memulai dari nol. Tidak masalah, jika harus mengulangnya lagi.”

“Aku tidak tahu apakah akan bisa mengingat kalian lagi atau tidak,” ujar Caelan. “Aku tidak bisa berjanji.”

Amelia menerima ucapan pahit itu, tapi masih berusaha untuk optimis. “Itulah yang membuatku ingin bicara denganmu. Aku ingin tahu apa yang kau inginkan?”

Kening Caelan berkerut bingung. “Maksudmu?”

“Kau sudah tahu siapa aku dan Emi, bukan?”

Caelan mengangguk mengiyakan. “Aku sudah melihat akta nikah kita, dan aku juga tahu kalau Emi adalah putri Henry, tapi kita berdua yang mengurusnya.”

Meskipun nada bicara Caelan masih tidak memercayai fakta tersebut, tapi Amelia berusaha tidak terganggu tentang hal itu. Ia melanjutkan dengan sabar. “Kau tidak tentang kebersamaan dan pernikahan kita membuatku sangat sedih, tapi aku tahu kau tidak benar-benar ingin melupakannya. Karena yang kutahu kau sangat mencintaiku dan Emi.”

Caelan membuka mulut untuk protes, tapi tak jadi melakukannya sehingga Amelia melanjutkan, “Yang ingin aku tahu adalah …” Amelia menarik napas. “Apakah kau ingin mengingat kembali masa lalu kita atau tidak?”

“Maaf, tapi aku memang tidak bisa mengingatnya,” jawab Caelan.

“Aku mengerti, kondisimu sekarang tidak mengingat kami sebagai bagian keluarga,” sahut Amelia. “Yang kumaksud adalah apakah kau masih ingin menjadi suamiku? Apa kau masih ingin aku dan Emi menjadi bagian hidupmu?”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!