NovelToon NovelToon
Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:97.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

"Papa tidak setuju!"

Terdengar suara tinggi Dion setelah mendengar keinginan anaknya, yang ingin menikah dengan pria yang berjarak 13 tahun dari sang putri.

"Aku ngga mau nikah, kalau bukan sama Om Alvin!" Sisil bersikeras.

"Tidak bisa!" tegas Dion. "Kamu itu masih muda, cantik, pintar. Jangan rendahkan diri kamu dengan menjadi PELAKOR!!"

***

Ingat, jangan nabung bab!

Follow IG : ichageul9563

Facebook : Khairunnisa (Ichageul)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Culas vs Licik

Weni membantu anaknya bangun lalu membawanya ke sofa. Dia mengambilkan minuman untuk anaknya itu.

“Kamu kenapa?” tanya Weni setelah keadaan anaknya tenang.

“Nggak apa-apa, Ma.”

“Apa yang dikatakan Alvin? Kenapa dia tidur di kamar terpisah?” cecar Weni. “Tahu kamu sedang hamil anaknya, malah dia begini. Keterlaluan! Mama akan bicara dengannya!”

Saat Weni akan bangkit, Anyelir langsung menahannya. Jangan sampai Alvin membuktikan ucapannya, akan mencabut semua fasilitas dan menghentikan uang bulanan untuk keluarganya. Kalau semuanya terhenti, bisa jadi dia yang harus menjadi penopang keluarga.

“Udah biarin aja, Ma. Mas Alvin sepertinya masih kesal sama aku. Tadi pagi kita memang bertengkar.”

“Tapi kamu sedang hamil, Nye! Semarah-marahnya suami, kalau tahu istrinya hamil, pasti akan luluh hatinya. Pasti ini semua gara-gara Sisil, kan?”

Kekesalan Weni tidak bisa teralihkan dari Sisil. Sejak mendengar aduan anaknya, ditambah sikap Alvin tadi, semakin meyakinkan dirinya kalau Sisillah yang sudah membuat menantunya berubah.

Sementara pikiran Anyelir berkelana pada ucapan Alvin tadi. Suaminya itu sama sekali tidak mempercayai kehamilan dirinya. Dia harus memutar otak agar Alvin tetap berada di sampingnya.

***

Dikarenakan dirinya yang masih hamil muda, Anyelir memutuskan ijin dari kantor. Dia ingin bersantai saja di rumah. Kepalanya pening dan tubuhnya juga sedikit lemas.

“Nye … kita belanja buat kebutuhan kamu, yuk. Kamu kan sedang hamil muda, jadi harus cukup makan-makanan bergizi. Kalau Alvin tidak peduli padamu, masih ada Mama.”

“Sebentar lagi ya, Ma. Aku masih mual.”

“Viona sebentar lagi datang. Biar dia yang nyetir.”

“Iya, Ma.”

Anyelir memilih berganti pakaian dulu. Ide sang mama yang mengajaknya berbelanja bagus juga. Dia juga ingin mencari makanan yang segar seperti rujak atau asinan.

Baru saja selesai berganti pakaian, Viona sudah tiba. Weni langsung saja mengajak kedua anaknya pergi, sebelum Viona masuk ke dalam rumah.

“Kita belanja di supermarket besar aja. Kalau di AlMart, pilihannya hanya sedikit.”

Nada suara Weni terdengar meremehkan usaha menantunya itu. Padahal selama ini, sang menantulah yang menopang kehidupan keluarganya.

Viona mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Ketika melintasi AlMart, nampak Alvin baru saja menyuguhkan makanan untuk pelanggannya yang duduk di meja depan. Pria itu tidak sungkan melayani langsung pelanggannya.

“Cih … lihat suamimu itu. Dia itu nggak bisa menempatkan diri dengan benar. Dia itu bos, kenapa berlagak seperti kacung,” sindir Weni yang melihat adegan itu dari balik kaca jendela.

“Mama kok ngomongnya gitu sih? Selama ini, kan yang membiayai hidup kita itu, Mas Alvin. Hargai dikit dong, Ma.”

Weni hanya melengos mendengar ucapan anak bungsunya. Alvin memang sudah bersikap sebagai menantu yang baik selama ini. Tapi itu masih belum cukup untuknya.

Baginya kalau Alvin sudah setara dengan Randika atau Dion, barulah dia angkat topi untuk pria itu.

“Kita belanja di mana nih?” tanya Viona.

“Di Blue Mart aja,” jawab Weni cepat. “Kalau pegawai suka dapat diskon, kan Nye?” wanita itu melihat pada putrinya yang duduk di belakang.

“Hem ….”

Hanya itu saja yang terdengar dari mulut Anyelir. Wanita itu malas berbicara apalagi kalau sampai harus berdebat.

Perjalanan menuju Blue Mart terbilang lancar. Mobil yang dikendarai Viona berbelok memasuki pelataran parkir Blue Mart. Gadis itu memilih memarkirkan mobilnya di basement.

Udara sejuk langsung menyapa kulit ketiganya ketika memasuki bagian dalam tempat perbelanjaan tersebut. Berbanding terbalik dengan cuaca di luar yang mulai terasa panas. Padahal waktu masih menunjukkan pukul setengah sebelas siang.

Ketika ketiganya memasuki area supermarket, dari arah lain, muncul Sandi. Dia baru selesai menemui manajer area Blue Mart.

Matanya langsung menangkap keberadaan Anyelir. Dengan cepat dia berbalik, kemudian mengikuti wanita itu.

Menyadari Anyelir ditemani keluarganya, Sandi tidak berniat menghampiri. Dia hanya mengawasi saja dari jarak yang tidak terlalu jauh. Memperhatikan apa yang dibeli wanita itu.

Keningnya mengernyit ketika melihat Weni memasukkan beberapa kotak susu ibu hamil ke dalam keranjang belanjaan. Otaknya langsung berputar cepat.

Apa Anye hamil?

Jadi ini alasannya ijin tidak masuk kerja?

Sebuah senyuman tercetak di wajah Sandi. Pria itu segera mencari cara, bagaimana bisa mendekati Anyelir tanpa dilihat oleh keluarganya. Matanya berkeliling, lalu melihat SPG yang sedang mondar-mandir menawarkan produk.

Pria itu mendekati SPG yang menawarkan sosis dari keluaran terbaru. Dia mendekati SPG tersebut sambil menunjuk pada Weni.

Kepala sang SPG mengangguk, kemudian berjalan mendekati Weni.

Setelahnya Sandi mendekati SPG yang menawarkan lipstick keluaran brand lokal ternama yang baru saja rilis. Sekarang pria itu menujuk pada Viona.

Sekali lagi SPG berbeda orang itu menyetujui usulan Sandi. Dia segera mendekati Viona. Melihat produk yang ditawarkan, gadis itu pun tertarik dan bersedia mengikuti SPG tersebut.

Peluang sudah didapatkan. Secepat kilat Sandi mendekati Anyelir. Dia menarik wanita itu menjauh dari tempatnya berada tadi.

“Sandi … kamu apa-apaan sih?” kesal Anyelir sambil melepaskan diri dari pria itu.

“Kamu kenapa nggak masuk? Kamu sakit?” cecar Sandi sambil melihat wajah Anyelir yang sedikit pucat.

“Aku nggak apa-apa.”

Anyelir langsung berbalik, sedikit menjauh dari Sandi. Wanita itu sudah memutuskan, akan mengakhiri hubungannya dengan Sandi. Dia ingin tetap mempertahankan Alvin di sampingnya. Jika bersama Sandi, belum tentu keluarganya akan terjamin.

“Kamu berubah, Nye. Akhir-akhir ini kamu seperti menjauhiku.”

“Aku hanya ingin mengembalikan hubungan kita ke tempat semula. Hanya sebagai partner kerja.”

“Hahaha … partner kerja?” terdengar tawa sumbang Sandi. “ Apa kamu yakin bisa melakukannya. Kamu tahu pasti apa yang terjadi pada kita, sudah tidak bisa dibilang sebagai partner kerja lagi.”

Anyelir langsung menutup telinganya. Dia tidak mau mendengar kelanjutan ucapan Sandi.

Bulu di tubuhnya berdiri ketika Sandi sudah berada di belakangnya. Dia mendekatkan bibirnya ke telinga Anyelir, kemudian berbisik pelan. “Kita sudah sering berbagi peluh bersama. Apa kamu lupa?”

“Sandi, please ….”

Anyelir berusaha melepaskan diri dari Sandi. Dia menarik wanita itu ke tempat yang sepi agar lebih leluasa berbicara.

“Sandi … kamu jangan konyol. Lepas!”

Sekuat tenaga Anyelir berusaha melepaskan diri, tapi tenaga Sandi lebih kuat. Tubuhnya terseret menuju rak yang sepi pengunjung.

“Kamu sedang hamil, kan?” tembak Sandi langsung.

“Ti-tidak,” jawab Anyelir sedikit gagap.

“Jangan bohong! Aku lihat tadi Ibumu memasukkan beberapa dus susu ibu hamil. Kamu sedang hamil. Itu anakku, kan?”

“Jangan ngaco! Ini anak Mas Alvin!”

“Hahaha … kamu boleh menyangkal sesukamu, tapi aku yakin kalau itu anakku. Kamu tahu kenapa?”

Sandi sengaja menahan ucapannya menggantung di udara. Dia sengaja ingin membuat Anyelir semakin penasaran dan gelisah.

“Aku tahu kamu selama ini meminum pil KB sebagai alat kontrasepsi. Tapi … apa kamu yakin kalau pil KB yang kamu minum saat akan bermain denganku adalah benar pil KB? Bagaimana kalau itu sebenarnya obat penyubur kandungan?”

“Apa?”

Ucapan Sandi bagaikan petir di siang bolong. Matanya membulat, tubuhnya seketika bergetar. sedangkan Sandi menikmati pemandangan di depannya.

***

Anye kejepit nih🤭

Siapa yang culas? Siapa yang licik hayo?

1
Mio Amore
sbnr nya rian ini ap mau nya klo kau ketauan main tikung sisil abis lah sudah kau klo ketauan
Safitri Agus
sukaa 😍😍😍
Safitri Agus
aku masih nyicil bacanya Thor belum tamat 😊
Safitri Agus
hayoo...🤭
Humaira
kepergok si anye 😜😜😜
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
masih bisa bohong ga tuh 🤣🤣🤣
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ¢ᖱ'D⃤ ̐
wwkk bener2 seperti sutradara saja nih Alvin,patut dapat penghargaan lah 🤭
Mio Amore
siapa yang akan menang Alvin atau Anyelir
Munas Tuti
pak Mahdi dah di dpn mata, gmn yaa reaksi Anye.
Heroes aku msh inget lah mbak'e....sok kasii spilnya 😍
choowie
Vin Abi sini kamu mending jadi sutradara aja😅
choowie
sebelum memecat bi.dia yg ada klaim berdua sudah angkat kaki dari rumah alvin🤭
Ria alia
Aman mak msh ada ko novel mamake yg lain jg mah kongkrong di favorit 🤭
Nah lho nye mu alasan apa tuh 🤣
Ria alia
Ingat dong maakkk, asiiikkk siap2 ktmu zayn lgi 🤭

Aduh calon duda manggil’y udah sayang2n aja nih 🫣
yumna
nah anyeeee gmn 🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
gimana tuh si anye pasti sport jantung melihat alvin sudah ada dibelakangnya
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
beh bakal seru nih
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
bi diah jago juga acting nya🤭
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
Alvin pasti udah anggap bi diah keluarga sendiri
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
Alvin lebih rela kehilangan kamu anye daripada hra memecat bi diah
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
hilih mertua gk tau diri kau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!