NovelToon NovelToon
PEREMPUAN YANG TIDAK SEHARUSNYA ADA Ketika Hijrah Tak Menghapus Apapun

PEREMPUAN YANG TIDAK SEHARUSNYA ADA Ketika Hijrah Tak Menghapus Apapun

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Rumah Tangga / Penyesalan Suami
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Carisa pernah menjalin hubungan dengan Reynanda sejak masa kuliah. Awalnya terasa hangat dan penuh cinta, hingga akhirnya ditinggalkan tanpa penjelasan, bahkan saat ia mengandung anak Reynanda.

Sejak itu, hidup Carisa runtuh pelan-pelan. Ia menanggung luka yang dalam dan sempat berada di titik terendah.

Waktu berjalan, tetapi luka itu tidak benar-benar hilang. Hanya mengendap dan membuat Carisa semakin tertutup. Hingga suatu hari, ia dijodohkan dan bertemu dengan seorang pria yang tenang dan tidak banyak bertanya. Dari pernikahan itu, Carisa perlahan kembali menjalani hidup, meski trauma masa lalunya tetap ada dalam diam.

Dan ketika Carisa mulai benar-benar terbiasa hidup tanpa nama itu di kepalanya, takdir justru mempermainkannya lagi. Setelah lima tahun berlalu, mereka dipertemukan kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Pintu baru saja tertutup ketika Bu Direktur masuk lagi. Ia berhenti sebentar begitu melihat Carisa.

“Ris?” panggilnya, nada suaranya langsung berubah. Lebih santai, saat mereka sedang berdua. Karena sebenarnya mereka berteman baik. “Kamu kenapa?”

Carisa masih duduk di sofa, menyandarkan punggungnya. Ia menghembuskan napas pelan sebelum menjawab, “Nggak apa-apa, Nad.”

Nadya yang di luar dikenal tegas sebagai direktur sekarang hanya mengernyit kecil. “Itu jelas bukan ‘nggak apa-apa’.”

Carisa tersenyum tipis, tapi tidak sampai ke mata. “Cuma capek.”

Nadya melangkah mendekat. “Perempuan tadi siapa?”

Carisa ragu sebentar. “Istrinya Reynanda.”

Nadya langsung diam sesaat. “Oh.”

Nada itu berubah lebih paham sekarang.

“Dia ngomong apa sampai kamu kayak gini?” tanyanya lagi, lebih pelan.

Carisa menggeleng kecil. “Biasa. Hal pribadi.”

“Hal pribadi sampai ke kantor?” Nadya menaikkan alis. “Berani juga.”

Carisa duduk kembali, menyandarkan punggungnya. “Aku juga nggak tahu dia bakal datang.”

Nadya ikut duduk di sisi lain, tidak terlalu dekat. “Terus… kamu oke?”

Carisa tidak langsung jawab. Beberapa detik.

“Masih ok. Meskipun energiku terkuras habis.” katanya akhirnya.

Nadya menatapnya sebentar, lalu menghela napas. “Ris, kalau ini mulai ganggu kerjaan, bilang ya. Jangan dipaksain.”

“Iya.”

“Aku serius,” lanjut Nadya. “Proyek bisa aku alihin kalau perlu.”

Carisa menggeleng. “Nggak usah. Aku masih bisa handle.”

Nadya mengangguk pelan, tapi jelas masih memperhatikan.

“Kalau dia datang lagi… bilang ke aku,” katanya. “Jangan diladenin sendirian.”

Carisa hanya mengangguk. Ada jeda kecil di antara mereka.

Nadya menepuk ringan bahu Carisa. “Kalau mau break sebentar juga nggak apa-apa.”

Carisa menghembuskan napas pelan. “Nanti aja.”

Nadya tidak memaksa. Ia berdiri, merapikan bajunya.

“Ya udah. Kalau butuh apa-apa, bilang.”

“Iya, Nad.”

Carisa tidak langsung menjawab. Nadya masih berdiri di dekat meja, memperhatikannya.

“Nad…”

“Iya?”

Carisa menarik napas panjang, lalu mulai bicara. “Masalahnya bukan cuma tadi.”

Nadya diam, memberi ruang.

“Beberapa waktu lalu… Reynanda nyium aku di tangga darurat,” kata Carisa pelan. "Kejadiannya begitu cepat, aku gak sempat menghindar.”

Nadya mengernyit. “Terus?”

“Ada yang lihat,” lanjut Carisa. “Asisten Yuda. Dia yang kasih tahu ke Yuda.”

Sunyi sejenak.

“Jadi dari situ Yuda marah dan mengira aku ada hubungan dengan Reynanda,” tambahnya.

Nadya menghela napas pelan. “Pantas saja.”

Carisa mengangguk kecil. “Dan tadi… kejadian lagi.”

Nadya menatapnya. “Maksudnya?”

“Di ruangannya,” jawab Carisa. “Dia maksa lagi. Aku sudah nolak… aku bahkan nampar dia.”

Nadya menegakkan tubuh. “Gila.”

“Aku takut kejadian tadi sampai lagi Ke Yuda… Dan pasti cuma potongannya saja,” lanjut Carisa. “Yang bikin aku kelihatan salah.”

“Sekarang jelas kenapa dia meledak,” gumam Nadya.

Carisa tertawa kecil, hambar. “Belum selesai.”

Nadya menatapnya lagi. “Masih ada lagi?”

Carisa mengangguk. “Istri Reynanda yang datang ke sini barusan.”

Nadya terdiam. “Yang tadi itu?”

“Iya,” jawab Carisa. “Dia sepupunya Yuda.”

Nadya langsung menarik napas. “Serius?”

Carisa mengangguk lagi. “Makanya dia bicara seolah aku bukan cuma ganggu rumah tangga dia… tapi juga mempermalukan keluarga mereka.”

Nadya menggeleng pelan. “Ini semakin rumit saja. Mantan pacarmu ternyata istri dari sespupu suamimu.” kata Nadya. "Seperti judul Ftv saja."

Carisa menunduk. “Aku capek, Nad. Serius. Di sini aku seperti penjahatnya.”

Nadya tidak langsung menjawab.

“Aku harus gimana?” tanya Carisa akhirnya. “Aku jelasin pun, dia sudah punya versinya sendiri.”

“Aku harus gimana?” tanya Carisa akhirnya. “Aku jelasin pun, dia sudah punya versinya sendiri.”

Nadya menyilangkan tangan, berpikir sejenak. “Kamu tetap harus jelasin. Jangan biarin kesalahpahaman ini terus berlarut.”

Carisa menatapnya lelah. “Dia nggak mau dengar, Nad.”

“Sekarang memang tidak,” jawab Nadya tenang. “Tapi kamu tetap yang harus datang ke dia duluan.”

Carisa mengernyit. “Aku yang nyamperin?”

“Iya,” kata Nadya. “Jangan nunggu dia. Kalau kamu diam, dia akan pikir kamu nggak punya apa-apa untuk dijelaskan.”

Carisa terdiam.

“Kamu temui dia,” lanjut Nadya. “Bukan buat berdebat. Cuma buat jelasin dari awal yang di tangga darurat, yang tadi di kantor pun kamu harus jujur. Semuanya jangan ada yang di tutupi.”

“Kalau dia tetap emosi?”

“Biarkan,” jawab Nadya. “Yang penting kamu sudah sampaikan. Jangan terpancing, jangan ikut naik.”

Carisa menarik napas panjang.

“Ris,” tambah Nadya, nadanya lebih tegas, “ini rumah tangga kamu. Kamu yang harus pegang kendalinya, bukan nunggu dia reda sendiri tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

Carisa menunduk.

“Kalau kamu nggak datang,” lanjut Nadya, “yang ada di kepalanya cuma versi yang dia lihat dan dengar. Dan itu bisa makin jauh dari kenyataan.”

Carisa diem sejenak, sebelum akhirnya mengangguk kecil. “Oke.”

Setidaknya sekarang jelas dia tidak bisa hanya menunggu.

1
Elsa friska sisilia
dasar laki2 g laku ngejar istri org
Elsa friska sisilia
tampar muka reynanda yg sok ganteng carisa
Nanik Arifin
aaahh .... aku padamu Carisa 😘
Elsa friska sisilia
bikin cepat ketauan Kiara jahatx reynanda d tangkap polisi carisa hamil anakx tuda hidup bahagia selesai
Elsa friska sisilia
aduh Thor dikit amat episodex,,
Elsa friska sisilia
jgn mau carisa d tindas Kiara,,ehh penasaran jg klw carisa tau Yuda perna antar Kiara k kosan,,sampai d pinjamin uang,g mana ya ekspresi carisa mengetahui Yuda ngk jujur soal itu
Elsa friska sisilia
semangat lagi baca Krn carisa g cm nangis meratapi nasibx,,, senang Krn carisa nunjukkan taringx
Elsa friska sisilia
lama 2 mls bacax ngk ada perlawanan
Elsa friska sisilia
carisax taux nangis melulu g cape apa cb melawan ke apa ke,,cm nunduk
Nanik Arifin
segitu takutnya kamu ma Rey, Sa... yakin Rey bakal benar" sebarim video kamu dg dia ? klo dia nekat sebarin dia juga jatuh reputasi & saham perusahaannya. menurut ku gertak sambal doang... bgmn pun dia juga ada di video kan ?
Elsa friska sisilia: baru BCA yg d perkosa malah tkt,,seharusx s reynanda d jebloskan ke penjara
total 1 replies
Elsa friska sisilia
sdh kepalang tanggung lho udah d perkosa,,,apalagi lawan donk reynandax
Elsa friska sisilia
knp makin kesini carisa makin bikin kesel ya,,,biarkan aja videonya d sebarkan sdh terlanjur juga,,biar reynanda juga d jerat hukum
Elsa friska sisilia
aduh g mn ini carisa ko gitu amat,,d lawan donk reynandax,,klw diam dia makin memjadi2
Elsa friska sisilia
ngapain lagi mau ketemu reynanda yg ada d jebak,,,knp g lapor polisi
Elsa friska sisilia
sklaix ketemu sdh punya anak carisa
Elsa friska sisilia
buat carisa pergi Thor dri kehidupan Yuda biar suatu saat Yuda sadar
Elsa friska sisilia
ya Allah apakah Yuda bakal sadar klw carisa adalah korban
Elsa friska sisilia
ya Allah kasianx carisa knp jdx begini
Nanik Arifin
tolong Rey, jangan tulari Carissa dg "sakitmu".klo kau cinta Carissa kau jaga dia dr rasa sakit, lelah (fisik & psikis) & ketidak nyamanan. buat/ biarkan dia bahagia. senyumnya jd senyummu, bukan tangis & ketakutan yg jd senyummu. Sadarlah lah sebelum sepanjang sisa hidupmu merasa bersalah & berdosa, penuh penyesalan Krn itu takkan bisa mengembalikan hidup Carisa yg benar" hancur krnmu
Luh Sri
komunikasi itu penting lho , jangan sampai terulang lagi dengan kejadian yg sama karena miskom. Gereget mah sama Carissa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!