NovelToon NovelToon
FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: blumoon

Di tahun 2030, hujan darah mengubah dunia menjadi neraka penuh monster.
Yara mati tragis… namun terbangun kembali lima bulan sebelum kiamat di tubuh seorang wanita gemuk bernama Elara Quizel, istri presedir yang tak dicintai.
Dengan bantuan Sistem NOX, ia diberi kesempatan kedua untuk mengubah takdirnya.
Dari wanita yang diremehkan, Elara perlahan bangkit menjadi sosok yang dingin dan tak tersentuh.
Kali ini, ia tak hanya ingin bertahan hidup tetapi menguasai dunia yang akan hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blumoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 : Panji Baru di Sektor 3

Fajar menyingsing dengan warna merah menyala di ufuk timur, memantulkan cahaya pada deretan lambung baja armada perang Sektor 7 yang telah berbaris rapi di luar gerbang utama. Di barisan paling depan, berdiri dengan megah Tank Penghancur Kelas Titan The Goliath. Simbol kebanggaan Jenderal Markus itu kini telah berganti identitas; logo elang emas Sektor 3 pada dinding bajanya telah dicat hitam legam, digantikan oleh lambang mawar berduri yang melilit sebuah belati perak panji resmi Kekaisaran Quizel.

Di dalam kabin komando The Goliath yang luas dan dilengkapi dengan puluhan layar monitor, Elara duduk di kursi utama yang telah dilapisi kulit beludru hitam. Ia mengenakan jubah kebesarannya yang senada dengan warna gaun taktisnya, sementara Leonard berdiri kokoh di sampingnya dengan tangan bertumpu pada gagang pedang hitam besarnya.

"Nona, seluruh armada telah berada dalam formasi tempur statis," lapor Arkan melalui jalur komunikasi internal dari menara pangkalan. "Tiga puluh kendaraan taktis pengawal dan lima truk logistik yang membawa seribu dosis pertama Serum Gen-1 siap bergerak dalam hitungan mundur."

Elara mengetuk layar hologram di depannya, mengaktifkan interkom publik armada. "Gerakkan pasukan. Tujuan kita: Markas Pusat Sektor 3. Jalur perjalanan telah dibersihkan oleh tim pengintai Tobi, manfaatkan momentum ini untuk tiba sebelum matahari mencapai puncaknya."

"Siap, Nona! Armada bergerak!" sahut pengemudi utama The Goliath.

BRRRRRRRRRRRRRRR!

Deru mesin bertenaga fusi materi gelap dari The Goliath bergetar hebat, menciptakan gelombang kejut kecil yang menerbangkan debu-debu gurun di sekitarnya. Rantai besi raksasa tank tersebut mulai berputar, mencengkeram tanah gersang dan memimpin konvoi besar itu membelah jalanan retak menuju wilayah barat daya.

Perjalanan sejauh tiga puluh kilometer itu terasa begitu sunyi. Berkat operasi pembersihan yang dilakukan Tobi dan tim pemburu bayangan pada malam sebelumnya, tidak ada satu pun zombi liar atau kelompok penjarah yang berani mendekati radius dua kilometer dari jalur konvoi. Mereka tahu, aroma kematian yang ditinggalkan oleh sisa pertempuran kemarin adalah peringatan mutlak bahwa penguasa baru telah lahir.

Dua jam kemudian, siluet dinding baja raksasa Sektor 3 mulai terlihat di cakrawala. Pangkalan itu dibangun di dalam sebuah lembah berbatu, dikelilingi oleh parit-parit pertahanan yang dalam dan menara-menara pengawas yang dilengkapi dengan senapan mesin berat otomatis.

Namun, suasana di atas dinding pertahanan Sektor 3 saat itu tampak sangat kacau. Ratusan prajurit pengawal yang tersisa berdiri dengan cemas, mengarahkan teropong mereka ke arah armada yang sedang mendekat.

"I-Itu... itu tank The Goliath milik Jenderal Markus!" seru salah seorang sersan penjaga gerbang dengan suara gemetar. "Tapi... mengapa bendera yang berkibar di atasnya bukan bendera kita? Lambang mawar berduri apa itu?!"

"Buka saluran komunikasi! Hubungi Jenderal Markus sekarang juga!" perintah kapten pertahanan yang memimpin dinding barat dengan panik.

"Tidak bisa, Kapten! Jaringan komunikasi kita masih terkunci total oleh protokol karantina pusat sejak semalam! Kita terisolasi!" jawab petugas operator di dalam menara dengan peluh dingin yang membanjiri wajahnya.

Di dalam kabin The Goliath, Elara menyaksikan kepanikan para penjaga gerbang musuh melalui kamera sensor jarak jauh. Senyum dingin terukir di bibir indahnya. Ia tahu, mental musuh sudah hancur bahkan sebelum ia melepaskan satu tembakan pun.

"Arkan, buka kunci enkripsi gerbang luar mereka menggunakan kode biometrik Markus yang telah kita modifikasi," perintah Elara datar. "Beri mereka kejutan bahwa gerbang pertahanan mutlak mereka tidak lebih dari sekadar pintu kayu di hadapanku."

"Proses peretasan biometrik berjalan... Tiga, dua, satu... Gerbang terbuka, Nona," jawab Arkan dengan nada santai.

KLANG! KREEEKKKK!

Di hadapan ratusan prajurit Sektor 3 yang terbelalak tidak percaya, gerbang baja hidrolik setebal dua meter yang menjadi pelindung utama pangkalan mereka mendadak mendengus, melepaskan tekanan udara, dan perlahan terbuka lebar dengan sendirinya, memberikan jalan masuk yang lapang bagi armada milik Elara.

🧟‍♀️🧟‍♀️🧟‍♀️

Histeris dan kepanikan massal pecah di sepanjang dinding pertahanan Sektor 3 saat gerbang baja yang seharusnya melindungi mereka justru terbuka lebar seperti menyambut tamu agung. Para prajurit di atas menara pengawas saling berteriak, bingung harus melepaskan tembakan atau melarikan diri, karena di depan mereka, moncong ganda The Goliath yang legendaris perlahan meluncur masuk melewati ambang gerbang.

"Jangan tembak! Meriam itu diarahkan tepat ke menara kita!" teriak sang kapten pertahanan, tangannya bergetar hebat saat melihat puluhan kendaraan taktis hitam pengawal ikut merangsek masuk, mengunci setiap sudut strategis di lapangan utama pangkalan.

The Goliath berhenti tepat di tengah alun-alun Sektor 3, sebuah area terbuka luas yang dikelilingi oleh barak militer dan blok pemukiman warga sipil. Ribuan warga sipil yang kelaparan dan ketakutan mulai mengintip dari balik jendela-jendela berjeruji besi, menatap penuh kecemasan pada lambang mawar berduri hitam yang berkibar anggun di atas badan tank raksasa itu.

Psssshhhh.

Pintu palka utama di sisi lambung The Goliath terbuka, melepaskan kepulan uap hidrolik yang tipis. Leonard melangkah keluar terlebih dahulu. Sosoknya yang tinggi tegap dengan zirah hitam pekat dan pedang raksasa di punggungnya langsung memberikan tekanan mental yang luar biasa bagi siapa saja yang memandangnya. Ia berdiri di samping pintu palka, mengulurkan tangan kanannya dengan penuh hormat.

Dari dalam kegelapan kabin, Elara melangkah keluar. Jubah hitamnya berkibar anggun disapu angin lembah, sementara mata ungunya berkilat tajam, memindai ribuan pasang mata yang kini tertuju padanya. Di belakangnya, Tobi, Herra, dan sepasang robot pengawal bertenaga Dark Matter mengiringi setiap langkah Elara.

Arkan segera mengaktifkan sistem pengeras suara terintegrasi pangkalan yang telah ia bajak, membuat suara merdu namun penuh wibawa milik Elara menggema di setiap sudut Sektor 3.

"Rakyat Sektor 3, serta para prajurit yang masih memegang senjata," suara Elara terdengar begitu tenang, tanpa ada nada kemarahan, namun sanggup membungkam seluruh kegaduhan di pangkalan tersebut. "Jenderal Markus, pemimpin yang selama ini menindas kalian dan memperlakukan kalian tak lebih dari sekadar angka di atas kertas, telah mati dieksekusi di depan gerbangku semalam."

Bisik-bisik ketakutan dan keterkejutan langsung menjalar di antara kerumunan prajurit dan warga sipil.

"Aku tahu kalian lelah. Aku tahu kalian lapar, dan kalian hidup dalam ketakutan setiap kali matahari terbenam, mengutuk takdir mengapa dunia ini harus hancur," lanjut Elara, melangkah maju hingga ke ujung dek tank. "Mulai hari ini, Sektor 3 resmi dihapus dari peta. Tempat ini, dan kalian semua di dalamnya, kini berada di bawah perlindungan mutlak Kekaisaran Quizel."

"Mengapa kami harus percaya padamu?!" sebuah teriakan lantang terdengar dari arah barak luar. Seorang letnan tua memaksakan diri maju, meskipun tangannya gemetar memegang senapan. "Kalian hanya tiran baru yang datang untuk menjarah sisa makanan kami!"

Elara tidak marah. Ia justru menatap letnan itu dengan pandangan kasihan. "Menjarah kalian? Sektor 3 bahkan tidak memiliki cukup makanan untuk bertahan tiga bulan lagi tanpa pasokan luar. Aku datang bukan untuk mengambil, melainkan untuk memberi."

Elara melambaikan tangannya ke belakang. Tiga truk logistik besar milik Sektor 7 segera bergerak maju, membuka pintu belakangnya. Bukannya berisi amunisi atau bom, truk-truk itu dipenuhi oleh ribuan paket makanan kaleng steril, air bersih, dan obat-obatan medis yang selama ini menjadi barang mewah yang mustahil didapatkan oleh warga sipil.

"Makanan dan air ini adalah hak kalian sebagai warga baru Kekaisaran Quizel," ujar Elara, membuat mata ribuan warga sipil di jendela-jendela langsung berbinar penuh harap. "Namun, aku tidak hanya ingin mengenyangkan perut kalian hari ini lalu membiarkan kalian mati diterkam zombi esok hari. Aku datang membawa anugerah terbesar yang akan mengubah takdir kalian sebagai manusia biasa."

Ken dan Rian melangkah keluar dari truk logistik terakhir, mendorong sebuah meja laboratorium portabel yang berisi ratusan tabung suntik pneumatik otomatis. Di dalam tabung-tabung itu, cairan perak metalik Serum Gen-1 berkilau indah di bawah terik matahari siang.

"Serum Evolusi Murni," ucap Elara, suaranya kini terdengar begitu menggelegar dan penuh pesona magis di telinga semua orang. "Satu suntikan, dan tubuh kalian akan kebal dari virus zombi. Satu suntikan, dan kekuatan fisik serta imunitas kalian akan meningkat lima kali lipat. Kalian tidak perlu lagi bersembunyi di balik dinding baja ini seperti tikus ketakutan. Bersamaku, kalian akan menjadi predator baru di dunia yang hancur ini."

Mendengar kata 'kebal dari virus zombi' dan 'manusia super', seluruh pangkalan langsung gempar. Para prajurit yang tadinya memegang senjata dengan niat bermusuhan kini perlahan menurunkan moncong senapan mereka. Di dunia pasca-kiamat, kekuatan dan imunitas adalah mata uang tertinggi, dan wanita di depan mereka menawarkannya secara cuma-cuma.

"Tentu saja, anugerah ini hanya diberikan kepada mereka yang bersumpah setia di bawah panji mawar berduri," Elara tersenyum penuh kemenangan saat melihat letnan tua yang tadi berteriak kini perlahan menjatuhkan senapannya ke tanah, diikuti oleh ratusan prajurit lainnya yang mulai berlutut satu per satu di hadapannya.

Di dalam kesadarannya, sistem Elara kembali memunculkan notifikasi pembaruan status yang sangat memuaskan.

┌────────────────────────┐

SISTEM: PROSES ASIMILASI WILAYAH BERJALAN

[TINGKAT KEPATUHAN AWAL: 78.4% AND RISING]

[STATUS INJEKSI SERUM GEN-1:SIAP DIMULAI]

[CATATAN: INTEGRASI CHIP LOYALITAS TERHUBUNG OTOMATIS]

└────────────────────────┘

Leonard yang berdiri di belakang Elara melirik istrinya dengan tatapan penuh kekaguman. Hanya dalam hitungan menit, tanpa perlu membuang sebutir peluru pun, Elara telah berhasil menundukkan dua belas ribu jiwa dan bersiap mengubah mereka menjadi fondasi pasukan manusia super pertama yang tunduk sepenuhnya di bawah perintah nya.

Bersambung 🧟‍♀️🧟‍♀️🧟‍♀️

1
Aquarius97 🕊️
iiiiiiihhhhh menakutkan.. jadi zombiiie😭😭😭
Aquarius97 🕊️
gabisa bayangin gabisa bayangin 😭😭😭😭
atang maulana
semangat 💪💪
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
setidaknya cari dulu atasanmu yg dulu elara. berikan dia untuk zombie itu
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
benar-benar pasangan yang klop. serta dukungan dari antek-anteknya 🤪
Three Flowers
untung saja tadi tidak ngotot ingin pulang lagi setelah diberitahu menantunya
Three Flowers
dari mana datangnya hujan merah ini? siapa pembuatnya?
-Thiea-
Mira punya tangan ajaib sekarang. Gak bingung walaupun g punya stok bahan makanan yang lengkap.
-Thiea-
Masing-masing punya kemampuan super. Sepertinya mereka mungkin bisa membantu orang-orang yang udah terkontaminasi virus.
PrettyDuck
yaudalaa, kan ada yg melindungi
PrettyDuck
untung mantu kalian elara pak, bu.
kalo gak udah ikut jado zombie kalian 😬
PrettyDuck
wiiii jadi manusia super semua mereka 😳
Dev..
waahhh..peradaban baru akan bangkit..
Mega Siregar
nah, loe merasakan apa yang dirasakan istri loe kan Leo saat dia tidak lagi bersikap manja atau mendekati loe, Leo? 😂
Miu.Nuha
laahh ...
gas donk kalo giniii, enak bener sistemny 🤤
Miu.Nuha
ajaib bener...
jadi pengen dehh /Hey//Hey//Hey/
Filan
jadi zombie nggak sih nantinya setelah dimakan otaknya /Shame/
Filan
yah biasa, pemeran utama pasti yang paling OP skillnya 🤣
copy kekuatan pasukanmu!
Cimol krispy
lengkap sudah formasinya. semua kekuatan yang dibutuhkan untuk dunia baru mereka tercukupi.
Cimol krispy
wih keren banget mereka jadi punya kekuatan masing²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!