NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Arya Mahendra, seorang Kaisar Immortal dari Alam Semesta Atas, dikhianati saat melewati Kesengsaraan Surgaw. Alih-alih mati, jiwanya terlempar kembali ke masa lalu, masuk ke dalam tubuhnya sendiri saat ia masih menjadi mahasiswa miskin berusia 19 tahun di Bumi yang sering ditindas dan kehilangan keluarganya karena konspirasi konglomerat lokal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gudang Harta Taihang

​Matahari mulai condong ke ufuk barat, menyiram Puncak Gunung Taihang dengan cahaya jingga yang berpadu dengan genangan darah di pelataran Aula Naga Emas.

​Ratusan anggota elit Keluarga Shen bekerja dalam diam dan sangat efisien. Mereka membersihkan mayat-mayat anggota Aliansi Bela Diri, mencuci noda darah dari lantai marmer, dan memindahkan berton-ton senjata sisa pertempuran. Tak ada satu pun dari mereka yang berani berbicara keras; rasa hormat dan ketakutan absolut terhadap pemuda yang duduk bersila di atas atap aula utama telah mengakar di jiwa mereka.

​Di bawah sana, Patriark Shen berjalan tergesa-gesa dengan sebuah buku tebal berlapis emas di tangannya. Ia menaiki tangga yang masih utuh dan berlutut tepat di bawah atap tempat Arya berada.

​"Tuan Lin," panggil Patriark Shen dengan nada takzim. "Seluruh area telah diamankan. Ini adalah buku manifes dari perbendaharaan rahasia Aliansi Bela Diri Ibukota. Terdapat tiga triliun rupiah dalam bentuk emas batangan, puluhan sertifikat tambang, dan ribuan kotak herbal fana."

​Arya membuka matanya. Sepasang pupil keemasannya memancarkan cahaya yang membuat Patriark Shen tanpa sadar menundukkan pandangan.

​Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Arya melompat turun dari atap setinggi belasan meter itu seringan helai daun.

​"Emas dan kertas fana tidak ada harganya bagiku," ucap Arya datar. Ia berjalan melewati Patriark Shen menuju bagian belakang Aula Naga Emas. "Kalian Keluarga Shen boleh mengambil semua aset fana itu sebagai hadiah atas kesetiaan kalian hari ini."

​Mendengar hal itu, jantung Patriark Shen berdegup kencang. Tiga triliun rupiah dan puluhan tambang?! Itu cukup untuk membuat Keluarga Shen menjadi penguasa tunggal ekonomi di negara ini!

​"T-Terima kasih, Tuan Lin! Keluarga Shen rela menjadi anjing penjaga Anda sampai generasi kesepuluh!" Patriark Shen bersujud menyentuh lantai.

​Namun, Arya sudah tidak mendengarkannya. Langkahnya terhenti di depan sebuah dinding batu besar yang tertutup lumut di halaman belakang aula. Menggunakan Indra Surgawi-nya, Arya bisa merasakan fluktuasi energi spiritual yang samar namun sangat murni merembes dari balik dinding ini.

​"Ilusi tingkat rendah," gumam Arya.

​Ia menjentikkan jarinya. Seberkas Qi keemasan melesat dan menghantam titik pusat dinding batu tersebut.

​Krak! BUM!

​Dinding batu itu hancur menjadi debu, memperlihatkan sebuah lorong gelap yang menuju jauh ke bawah tanah. Arya melangkah masuk. Obor-obor di dinding lorong menyala otomatis merespons hawa keberadaannya.

​Di ujung lorong, Arya tiba di sebuah ruangan perbendaharaan bawah tanah seluas lapangan basket. Di sisi kiri dan kanan, bertumpuk-tumpuk emas batangan dan uang tunai menyilaukan mata. Namun, Arya berjalan lurus melewati semua itu, menuju sebuah altar batu kecil di sudut ruangan yang dipenuhi debu setebal satu inci.

​Di atas altar itu, terdapat sebuah kotak kayu lapuk. Aliansi Bela Diri jelas tidak mengetahui nilai sebenarnya dari benda di dalam kotak ini, sehingga mereka hanya menyimpannya di sudut ruangan sebagai barang rongsokan.

​Arya meniup debu di atasnya dan membuka kotak tersebut.

​Seketika, hawa dingin yang menusuk tulang dan hawa panas yang membakar kulit menyembur keluar secara bersamaan. Di dalam kotak itu, tergeletak sebuah akar tanaman berbentuk seperti naga kecil yang menggulung. Setengah bagiannya berwarna biru es, setengahnya lagi berwarna merah menyala.

​"Akar Naga Es-Api Berusia Seribu Tahun," sudut bibir Arya terangkat membentuk senyum kepuasan yang langka.

​Ini adalah tanaman spiritual langka bahkan di Alam Atas, bahan utama untuk menyeimbangkan Yin dan Yang di dalam tubuh saat seorang kultivator menerobos masuk ke Ranah Pembangunan Fondasi!

​"Jin Wudi dan leluhurnya benar-benar kumpulan babi buta," Arya mendengus pelan. "Mereka memiliki harta karun tingkat surgawi di Bumi, namun menggunakannya sebagai pajangan berdebu karena tidak bisa menyerap energi murninya."

​Tanpa membuang waktu, Arya meraih akar tersebut. "Patriark Shen!" suaranya menggema menembus lorong hingga ke luar.

​"Hamba di sini, Tuan!" sahut Patriark Shen dari luar lorong bawah tanah.

​"Jaga pintu masuk. Aku akan melakukan kultivasi tertutup di sini selama satu malam. Jika ada yang berani melangkah masuk dalam radius seratus meter, bunuh tanpa ampun."

​"Sesuai perintah!"

​Arya duduk bersila di tengah gudang harta karun yang dikelilingi tumpukan emas. Ia meletakkan Akar Naga Es-Api di depannya.

​"Dengan akar ini, lautan Qi di Dantian-ku akan mengkristal. Ranah Kondensasi Qi Lapis Puncak, buka!"

​WUSSS!

​Arya mengaktifkan Teknik Pernapasan Menelan Surga. Energi biru dan merah dari akar tersebut tersedot gila-gilaan melalui pori-pori kulitnya. Udara di dalam gudang bawah tanah seketika berubah menjadi pusaran badai energi. Emas batangan di sekelilingnya meleleh akibat fluktuasi suhu es dan api yang ekstrem, namun Arya tetap bergeming layaknya patung dewa purba.

​Di Bawah Langit yang Berbeda: Alam Tersembunyi Kunlun

​Sementara Arya memusatkan kultivasinya di Ibukota, badai yang jauh lebih gelap mulai bergejolak ribuan kilometer di barat laut.

​Jauh di balik pegunungan Kunlun yang tertutup salju abadi, terdapat sebuah lembah tersembunyi yang dilindungi oleh Formasi Pelindung berskala raksasa. Lembah ini tidak ada di satelit peta mana pun di dunia fana. Ini adalah tanah suci bagi para Kultivator Sejati: Sekte Gerhana Langit.

​Di dalam Paviliun Jiwa sekte tersebut, ribuan lempengan giok kehidupan tersusun rapi di dinding raksasa.

​PRANG!

​Satu lempengan giok hitam di barisan paling bawah tiba-tiba retak, lalu hancur berkeping-keping menjadi serbuk.

​Seorang murid penjaga Paviliun Jiwa terbangun dari meditasinya dengan wajah pucat pasi. Ia melihat posisi lempengan yang hancur itu, lalu berlari tertatih-tatih keluar paviliun, membunyikan Lonceng Kematian Sekte.

​TENG! TENG! TENG!

​Suara lonceng yang berat bergema di seluruh lembah. Di dalam Aula Utama Sekte Gerhana Langit, ruang udara tiba-tiba terdistorsi. Sesosok pria paruh baya berjubah hitam panjang dengan motif awan merah muncul dari ketiadaan. Matanya hitam kelam tanpa bagian putih, memancarkan aura kematian yang mencekik.

​Dia adalah Zhao Tianyin, Master Sekte Gerhana Langit—seorang ahli kultivasi sejati di Ranah Inti Emas (Golden Core).

​"Master Sekte!" seorang Penatua bergegas masuk dan berlutut. "Token komunikasi utusan fana kita, Jin Wudi dari Aliansi Ibukota... telah hancur total. Jejak jiwanya dihapus secara paksa!"

​Zhao Tianyin menyipitkan mata hitam kelamnya. Ruangan aula itu seketika menjadi sangat dingin hingga lantai batu membentuk lapisan es.

​"Jin Wudi hanyalah anjing fana rendahan. Kematiannya tidak ada artinya," suara Zhao Tianyin terdengar menggema seperti datang dari empat penjuru sekaligus. "Tetapi, menghancurkan token yang kubuat menggunakan Teknik Kegelapan Pemakan Bintang... Ini berarti pelakunya adalah seorang kultivator yang mengerti hukum energi."

​Zhao Tianyin mengepalkan tangannya. "Lebih dari itu, ini adalah penghinaan langsung terhadap dewa leluhur kita, Tuan Lin Chen!"

​Ia menatap tiga pria berjubah abu-abu yang berdiri mematung dalam kegelapan di sudut aula. Mereka memancarkan aura spiritual yang jauh melampaui Puncak Grandmaster fana; mereka adalah kultivator Ranah Pembangunan Fondasi Lapis Akhir.

​"Tiga Pedang Gerhana," panggil Master Sekte.

​"Hamba siap melayani!" ketiga pria itu melangkah maju serentak, menundukkan kepala.

​"Turunlah ke dunia fana. Cari tahu siapa yang berani menghancurkan bidak catur kita di Ibukota," mata Zhao Tianyin memancarkan Niat Membunuh absolut. "Bawa jiwanya ke hadapanku. Aku akan memanggangnya dalam Api Penyucian selama seratus tahun sebelum membunuhnya!"

​"Sesuai perintah Master Sekte!"

​Tiga bayangan itu melesat keluar dari aula, menunggangi pedang terbang mereka dan menembus awan tebal Kunlun, meluncur bagaikan tiga meteor pembawa bencana menuju Ibukoto.

1
yos helmi
💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
sampai tamat ng nih.. coba saya baca.. kalo ng sampai tamat.. berarti aothor goblok.. mending mampus aj ni aothor kalo ng tamat.. 🤣🤣
Val's
membingungkan,, kan maya gak jdi ditabrak,, lagian jga dia udah sekolah,, kapan lumpuh nya ???
Val's
mantap
Val's
mannttaapp thorr 💪💪💪
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!