NovelToon NovelToon
Suamiku Ternyata Bos Mafia Yang Disegani Dunia

Suamiku Ternyata Bos Mafia Yang Disegani Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Liora dipaksa menikah dengan Arkan demi menyelamatkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut. Ia mengira Arkan hanyalah pengusaha kaya biasa yang dingin dan tertutup. Kehidupan baru Liora dimulai di kediaman megah namun penuh ketatapan. Pelan tapi pasti, Liora mulai melihat keanehan-keanehan: pengawal yang selalu berjaga, orang-orang yang menunduk takut saat melihat Arkan, dokumen rahasia, hingga pembicaraan tentang organisasi bernama Bayangan Hitam.

Liora perlahan mengetahui kenyataan pahit: suaminya bukan sekadar pengusaha, melainkan pemimpin mafia paling berkuasa yang menguasai jalur perdagangan gelap, ekonomi bawah tanah, dan memiliki koneksi hingga ke pejabat tinggi negara. Dunia Liora berantakan, rasa takut bercampur kagum. Di sisi lain, Arkan yang awalnya menganggap Liora hanya kewajiban kontrak, mulai tertarik pada ketulusan dan keberanian gadis itu yang tidak pernah lari meski sudah tahu siapa dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 : Janji Sayap Elang yang Abadi

Sejak hari itu, hubungan antara Arkan dan Unit Falcon berubah selamanya.

Tidak lagi hanya ada hubungan antara pemimpin dan pengawal, antara pemilik kekuasaan dan pasukan miliknya. Sekarang, ada ikatan yang jauh lebih dalam: ikatan persaudaraan, kepercayaan mutlak, dan cinta yang menyatukan mereka semua dalam satu tujuan yang sama.

Arkan tidak lagi hanya menjadi tuan atau bos bagi mereka. Ia menjadi Pelindung Agung yang dihormati oleh setiap prajurit di dalam markas rahasia itu.

Setiap kali ia datang, seluruh 3.000 anggota Unit Falcon akan berdiri tegak dan memberi hormat dengan penuh semangat, sebagai tanda kesetiaan yang tulus dan abadi. Arkan juga tidak pernah datang sendirian—selalu ada Liora di sisinya, menjadi jantung dan jiwa dari seluruh kekuatan itu.

Suatu hari, setelah upacara pagi selesai dan seluruh pasukan sedang beristirahat sejenak, Arkan berdiri di tengah lapangan, menatap barisan prajurit yang tersenyum dan berbicara satu sama lain dengan santai namun tetap disiplin.

Ia melihat bagaimana mereka saling membantu, bagaimana mereka saling menjaga, dan bagaimana mereka memiliki rasa persaudaraan yang kuat seperti keluarga sejati.

"Liora," panggil Arkan pelan, matanya tidak beralih dari pemandangan di depannya.

"Aku baru sadar sesuatu. Unit Falcon bukan sekadar pasukan tempur. Ini adalah rumah bagi mereka semua. Dan kau bukan hanya pemimpin, kau adalah ibunya bagi seluruh prajurit ini."

Liora tersenyum lembut di samping suaminya.

"Benar sekali, Arkan. Sebuah pasukan yang tidak memiliki hati, tidak akan pernah bisa menang dalam pertempuran. Kekuatan terbesar kita bukanlah senjata atau teknik bertarung. Itu adalah kesetiaan, kepercayaan, dan cinta yang menyatukan kita semua menjadi satu tubuh yang utuh."

Tiba-tiba, Jack dan Jordan mendekat dengan hormat.

"Komandan, Tuan Arkan," sapa mereka berdua serentak.

 "Kami mendapat laporan bahwa semua persiapan sudah selesai. Semua pasukan di seluruh dunia sudah berada di posisi mereka masing-masing, siap bertindak dalam waktu kurang dari dua jam jika ada perintah."

Arkan menoleh, menatap kedua komandan itu dengan rasa hormat yang tinggi.

"Terima kasih, Jack, Jordan. Kau berdua benar-benar tulang punggung bagi Liora dan bagi kita semua."

"Kami hanya melakukan tugas kami, Tuan Arkan," jawab Jack. "Dan kami akan melakukannya selama nafas masih ada di tubuh kami."

Saat itu juga, Arkan memiliki ide yang tiba-tiba namun sangat berarti. Ia menatap Liora, lalu menatap seluruh prajurit di sekitarnya dengan tatapan yang penuh tekad.

"Liora, aku ingin memberikan sesuatu untuk kalian semua. Sesuatu yang akan menjadi bukti abadi bahwa kita adalah satu kesatuan, tidak akan pernah terpisahkan,"

 ucap Arkan dengan suara yang jelas dan tegas.

Liora mengangguk mengerti, lalu memberi isyarat kepada Damar. Dalam waktu singkat, para teknisi membawa sepotong logam halus dan emas murni yang telah disiapkan sebelumnya, dengan bentuk yang sama persis dengan lencana Sayap Elang, namun di bagian belakangnya terukir tulisan yang indah dan kuat.

Arkan mengambil lencana itu, lalu berjalan perlahan melewati setiap barisan prajurit. Ia menyematkan lencana itu ke dada setiap anggota Unit Falcon, satu per satu, dengan tangannya sendiri.

Di bagian belakang setiap lencana, tertulis kata-kata:

"UNTUK KITA SEMUA: SATU HATI, SATU JIWA, SELAMANYA MELINDUNGI ARKAN DAN LIORA."

Saat tangan Arkan menyentuh dada mereka, setiap prajurit merasakan getaran yang mendalam di dalam hati mereka. Bagi mereka, lencana itu bukan sekadar logam dan batu mulia. Itu adalah janji, kehormatan, dan cinta dari orang yang paling mereka hormati di dunia ini.

Saat giliran Damar tiba, Arkan menatap temannya itu dengan rasa bangga.

"Damar, kau bukan hanya kepala keamananku lagi. Kau adalah saudara kami, dan kamu adalah bagian dari jantung Unit Falcon. Terima kasih telah membuktikan bahwa kamu layak berada di sini."

Damar menunduk dengan mata yang berkaca-kaca, lalu menjawab dengan suara yang tegas namun penuh emosi.

"Saya akan menjaga janji ini selamanya, Tuan Arkan, Nyonya Liora. Apa pun yang terjadi, saya akan berdiri di barisan paling depan, dan saya tidak akan pernah membiarkan satu pun bahaya mendekat kepada kalian."

Kemudian tibalah giliran Jack dan Jordan. Arkan menatap mereka dengan rasa hormat yang tak terhingga.

"Kalian adalah tangan kanan dan kiri Liora, dan kalian adalah alasan mengapa kekuatan kita begitu kuat. Aku tidak akan pernah bisa membangun kerajaan ini tanpa dukungan dan kesetiaan kalian berdua."

"Kami berterima kasih atas kepercayaan Tuan Arkan," jawab Jack. "Dan kami berjanji, kami akan tetap berdiri di sisi Komandan dan di sisi kalian, sampai hari terakhir kehidupan kami."

Setelah semua lencana disematkan, Arkan kembali berdiri di depan seluruh pasukan, lalu mengangkat tangannya tinggi-tinggi.

"Dengar baik-baik, semua anakku!"

seru Arkan, suaranya bergema memenuhi seluruh lapangan yang luas itu.

"Kalian semua adalah Sayap Elangku. Kalian terbang tinggi, kalian kuat, dan kalian tidak pernah takut menghadapi apa pun. Dan mulai hari ini, kita tidak akan pernah sendirian lagi. Di mana pun aku berada, kalian ada di sini. Di mana pun kalian berada, aku ada di hati kalian."

Liora berdiri di sebelahnya, menambahkan dengan suara yang lembut namun bergema.

"Kita bukan hanya pasukan. Kita adalah keluarga. Dan keluarga tidak pernah meninggalkan anggotanya, tidak pernah mengkhianati satu sama lain, dan tidak pernah membiarkan salah satu terluka. Ingat itu selamanya."

"KITA INGAT! KITA INGAT! KITA INGAT!"

Teriakan serentak itu mengguncang udara, terdengar jauh hingga ke puncak gunung dan sampai ke tengah laut. Itu adalah janji abadi yang terikat dalam darah dan jiwa mereka semua.

Hari-hari berikutnya, kedamaian di sekitar mereka menjadi lebih sempurna dari sebelumnya. Tidak ada lagi gangguan, tidak ada lagi ancaman, dan tidak ada lagi musuh yang berani sekalipun mengucapkan nama Arkan dan Liora dengan nada menghina.

Seluruh dunia kini tahu bahwa di balik Arkan Group, ada kekuatan yang tidak terlihat namun mematikan kekuatan Unit Falcon yang dipimpin oleh Liora.

Arkan dan Liora terus menjalani kehidupan yang mereka impikan: bahagia, saling mencintai, dan membangun masa depan yang cerah bersama.

Namun sekarang, mereka tidak hanya memiliki kekayaan dan jabatan. Mereka memiliki 3.000 pelindung setia yang siap mengorbankan nyawa mereka kapan saja, hanya demi keselamatan orang yang mereka cintai.

Suatu malam, saat mereka duduk di teras kediaman yang indah, memandang langit penuh bintang, Arkan memeluk pinggang Liora erat-erat.

"Liora," bisik Arkan. "Aku pernah berpikir bahwa kebahagiaan itu datang dari apa yang kita miliki. Tapi sekarang aku tahu. Kebahagiaan sejati adalah ketika kita memiliki orang-orang yang rela mati demi kita. Dan aku memilikinya semua, berkat kau."

Liora menempelkan kepalanya ke bahu suaminya, tersenyum damai.

"Itu karena kita berjuang bersama, Arkan. Kita berjuang untuk hal yang sama, dan kita melindungi hal yang sama. Itulah kekuatan kita."

Malam itu, di tempat yang jauh di bawah tanah, di markas rahasia Unit Falcon, ribuan prajurit masih terjaga, menjaga, mengawasi, dan memastikan bahwa mimpi mereka berdua tetap aman dan abadi. Lencana Sayap Elang bersinar lembut di dada setiap orang, menjadi bukti bahwa janji mereka akan terjaga selamanya.

Dan Arkan dan Liora tahu, tidak peduli seberapa besar badai yang akan datang di masa depan, mereka akan menghadapinya bersama—dengan kekuatan cinta, dengan kekuatan persaudaraan, dan dengan Sayap Elang yang selalu terbang tinggi di belakang mereka.

1
Dhatu Lukita
aku kasih ⭐ 5 y biar semangat
Tri Wahyuni: Terimakasih
total 1 replies
Dhatu Lukita
halo thor, ceritanya menarik yaa😍.
jangan lupa mampir ya thor 💗, tinggalin jejak oke 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!