NovelToon NovelToon
DARI TUKANG PAKIR HINGGA LEGENDA

DARI TUKANG PAKIR HINGGA LEGENDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

tepat di depan sebuah pusat perbelanjaan besar, berdiri seorang pemuda berusia sekitar dua puluh tahun.
Tubuhnya ramping, kulitnya agak gelap karena sering terpapar sinar matahari, namun sorot matanya memancarkan keteguhan yang jarang dimiliki anak-anak muda seusianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 :Langkah Awal dan Menunjukkan Taring

Dengan struktur yang sudah terbentuk dan anggota inti yang siap bertugas, Organisasi Naga Hitam mulai beroperasi secara diam-diam namun sangat efektif.

Rian memberikan arahan yang sangat jelas: di tahap awal ini, mereka tidak perlu membuat kegaduhan atau terlibat konflik terbuka. Fokus utama adalah pemantauan, pengumpulan data, dan memperkuat keamanan di sekitar Arka Group.

Mereka harus tahu persis siapa teman, siapa musuh, apa rencana mereka, dan bagaimana cara terbaik untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk.

Dimas dan tim intelijennya bekerja siang dan malam, mengumpulkan segala informasi yang tersedia. Mereka memantau gerak-gerik pesaing-pesaing utama Arka Group, menyadap komunikasi tidak resmi, menggali masa lalu pihak-pihak yang sering membuat masalah, hingga memetakan koneksi-koneksi gelap yang dimiliki oleh para pengusaha lawan.

Berkat kerja keras divisi ini, Rian kini memiliki peta yang sangat jelas mengenai siapa saja sosok-sosok kunci di balik gangguan-gangguan yang selama ini ia alami.

 Ia tahu siapa yang memerintah, siapa yang menjadi perantara, dan siapa yang menjadi kaki tangan di lapangan. Semua data ini disusun rapi dan disimpan sebagai senjata yang bisa digunakan kapan saja jika keadaan memaksa.

Sementara itu, Bayu dan tim operasi bertugas memperkuat keamanan fisik. Mereka menyusupkan orang-orang mereka ke dalam jajaran staf keamanan resmi Arka Group, mengganti personel yang dianggap tidak bisa dipercaya atau kurang mampu, serta memasang sistem pengawasan canggih di seluruh aset perusahaan.

Tidak hanya itu, mereka juga mulai membangun jaringan mata-mata di berbagai tempat strategis, mulai dari pasar, pelabuhan, kantor pemerintahan, hingga tempat-tempat berkumpulnya kelompok-kelompok berpengaruh.

Rian ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun informasi penting yang bisa lolos dari telinga dan mata Naga Hitam.

Ujian pertama bagi kemampuan organisasi baru ini datang tidak lama setelah mereka beroperasi. Seperti biasa, pesaing utama Rian, seorang pengusaha tua bernama Pak Harto yang memiliki koneksi kuat dengan dunia bawah, kembali mencoba melakukan manuver kotor.

Ia berencana mengirimkan sekelompok orang preman untuk melakukan pengrusakan di salah satu gudang utama Arka Group di pinggiran kota, berniat membuat kerugian materi sekaligus menanamkan rasa takut agar Rian mundur perlahan.

Rencana ini disusun secara rahasia dan dianggap Pak Harto sebagai langkah yang aman dan tidak akan terlacak kembali kepadanya.

Namun, Pak Harto tidak tahu bahwa kini Rian memiliki mata dan telinga di mana-mana.

 Dimas mendapatkan informasi mengenai rencana penyerangan itu hanya beberapa jam setelah rencana itu dibahas. Dengan cepat, laporan itu sampai ke meja Rian.

Mendengar hal itu, Rian tidak panik sama sekali. Justru di wajahnya terlihat senyum tipis yang dingin dan penuh perhitungan. Ini adalah kesempatan emas, ujian sekaligus momen untuk menunjukkan kepada musuh bahwa Arka Group kini tidak lagi sama seperti dulu. Bahwa kini, ada kekuatan baru yang melindunginya.

Rian memanggil Bayu dan memberikan perintah dengan tegas namun tenang.

 "Berangkatkan anak buahmu. Ucap Rian santai

Cegah mereka sebelum sempat mendekat ke gudang. Berikan pelajaran yang cukup, tapi jangan sampai ada yang tewas atau terluka parah sampai masuk berita resmi.

Kita tidak ingin masalah dengan polisi dulu. Tapi pastikan mereka pulang dengan rasa takut yang mendalam, dan pastikan pesannya tersampaikan kepada tuannya:

Arka Group punya pelindung, dan mereka yang berani mendekat akan menyesal seumur hidup."

Malam itu, saat sekelompok orang yang disewa Pak Harto bergerak mendekati lokasi gudang yang sepi, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa mereka sudah masuk ke dalam jaring pengaman yang telah dipasang Naga Hitam.

Di tengah jalan, di lokasi yang gelap dan sepi, rombongan itu tiba-tiba dikepung oleh orang-orang yang berpakaian serba hitam, bergerak cepat, tenang, dan sangat terlatih.

Crakk.Crakk..

Satu demi anak buah pak Harto tumbang..

 Tidak ada teriakan atau keributan besar, hanya perlawanan yang sangat singkat dan tidak seimbang.

Pasukan Bayu mengalahkan para preman itu dalam hitungan menit dengan gerakan-gerakan yang efisien namun menyakitkan.

Setelah semua disudutkan dan tidak berdaya, Bayu maju selangkah, menatap tajam ke arah pemimpin kelompok itu.

"Sampaikan kepada orang yang menyuruh kalian, bahwa tempat ini berada di bawah perlindungan Naga Hitam.

Beritahu dia, bahwa jika dia masih sayang dengan nyawanya, asetnya, dan usahanya, sebaiknya dia berhenti mengganggu Arka Group.

Lain kali kalian datang, pulangnya tidak akan lagi berjalan, tapi digotong. Ingat nama itu baik-baik: Naga Hitam."

Setelah memberikan pesan yang tegas itu, pasukan Naga Hitam lenyap kembali ke dalam kegelapan malam seolah tidak pernah ada, meninggalkan para preman itu yang gemetar ketakutan dan penuh luka memar.

 Pesan itu sampai kembali ke telinga Pak Harto dengan sangat jelas.

Mendengar nama "Naga Hitam" dan mendengar cerita tentang kemampuan pasukan yang begitu terlatih dan misterius itu, Pak Harto dibuat tertegun dan bingung.

Ia tidak pernah mendengar nama organisasi itu sebelumnya.

Ia berpikir keras, dari mana kekuatan ini muncul? Siapa pemimpinnya? Mengapa tiba-tiba muncul melindungi Rian dan Arka Group? Rasa penasaran itu bercampur dengan rasa takut yang mulai menjalar. Untuk pertama kalinya, Pak Harto mulai ragu untuk melancarkan serangan selanjutnya.

Keberhasilan menggagalkan rencana Pak Harto itu menjadi kemenangan pertama bagi Naga Hitam. Bagi Rian, ini adalah bukti bahwa sistem yang ia bangun berjalan sempurna. Di permukaan, ia tetap tampil tenang dan tidak terpengaruh apa pun, seolah kejadian malam itu hanyalah hal sepele yang tidak ia ketahui.

 Namun di dalam, rasa percaya dirinya semakin membaja. Ia tahu, berita mengenai kejadian itu dan nama Naga Hitam perlahan akan menyebar di kalangan lingkaran bisnis dan dunia gelap.

Rian sengaja membiarkan nama itu terdengar samar dan misterius. Semakin sedikit orang yang tahu kebenarannya, semakin menakutkan sosok itu bagi musuh.

Serli pun menyadari perubahan suasana di sekitar mereka. Ia melihat bagaimana ancaman-ancaman kecil mulai berkurang drastis.

Perizinan menjadi lebih lancar, pemasok menjadi lebih patuh, dan gangguan-gangguan tak terduga hampir hilang sama sekali. Ia tahu, itu adalah hasil kerja keras suaminya dan organisasi rahasia itu.

Meski tetap ada kekhawatiran di hatinya, Serli merasa lega melihat bahwa rencana mereka berjalan sesuai harapan.

Naga Hitam telah menunjukkan taringnya, dan pesannya telah diterima dengan jelas oleh siapa saja yang berniat jahat:

Jangan sentuh Arka Group.

1
Indra P.
lanjutkannnn
Indra P.
mantappp.....inspirasi yg hebatt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!