Nadia adalah seorang wanita berstatus ibu, suaminya bernama bisma , meninggal akibat kecelakaan kerja 3 tahun yang lalu saat putrinya yang bernama vega berusia 2 tahun. kehidupan sehari hari nadia dan anaknya setelah sang suami meninggal di tanggung oleh kakak ipar bernama yamka. istri yamka meninggal usai melahirkan secara prematur, dan karena yamka bekerja, anak anak yamka di asuh oleh nadia.
untuk menghindari fitnah, keluarga sepakat menikahkan nadia dan yamka.
" aku hanya mencintai istriku, jadi jangan berharap lebih dari pernikahan ini". ucap yamka tepat setelah sah menikah.
mampukan mereka mempertahankan rumah tangga yang berdiri tanpa cinta?, apakah cinta bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu??
"MENIKAH DENGAN MAS IPAR" ,mohon follow, like dan komen. selamat membaca dan... Terimakasih🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAMA....
#Menilai boleh menghakimi jangan, percaya diri penting sadar diri jauh lebih penting, orang lain mungkin salah, tapi ingat! Kita pun tak selamanya benar.
...----------------...
Raka berjalan dengan tergesa gesa menuju ruang sanitarian, tanpa mengetuk pintu raka langsung nyelonong masuk membuat lala kaget dan kesal.
"apakah adab kamu sudah hilang raka, hingga masuk keruangan orang tanpa mengetuk pintu!! " tegas lala.
"aaah persetan dengan adab sayang, aku perlihatkan sesuatu agar kamu menerima cintaku" ucap raka sambil menarik tangan lala.
"duduklah sayang, semoga saja aku tidak salah lihat" lanjut raka sambil memaksa lala untuk duduk.
Raka membuka galeri ponselnya, lalu memperlihatkan sebuah foto dan vidio, di mana itu membuat jantung lala seakan berhenti berdetak.
Lala kembali menajamkan foto yang di perlihatkan raka, dan benar... Itu foto mama nadia yang sedang melayani pembeli.
"Mama... di mana kamu membidik foto ini raka" tanya lala dengan mata berkaca kaca siap menangis
"janji dulu kamu mau menikah dengan ku" kata raka yang membuat lala semakin kesal.
"jika cinta mu penuh syarat, aku tak sudi memiliki suami model kecebong sepertimu" jawab lala hendak berdiri, tetapi langsung di cegah oleh raka.
"cek... Muka ganteng, badan tinggi kekar gini di bilang kecebong." raka bergumam yang masih di dengar oleh lala.
Lala berdiri dan berniat meninggalkan raka
"iya iya sayang... Astagaaaa sabar raka.... Demi cinta sekonyong solder"
"aku mendapatkan foto ini saat aku membeli makan di rumah makan dekat kost kamu, depot naga putra" jelas raka.
Tanpa banyak bicara lala meraih tas dan keluar dari kantornya, persetan dengan pekerjaan yang belum selesai.
Raka berlari mengejar wanita yang begitu dia kagumi itu, dan dia berhasil meraih tangan wanitanya.
"sabar la, kamu bisa jatuh, jalanan licin!!! ... Ayo aku antar" cegah raka dan langsung membawa lala ke depot naga putra.
Raka memacu kuda besinya menuju depot naga putra, di mana nadia sedang membantu karyawannya melayani pembeli.
Belum sempurna raka memarkir motor, lala sudah beranjak turun dan hampir terjatuh jika raka tidak sigap memeganginya.
"Astagfirullah... Sabar sayang!!! Kamu bisa jatuh. " sentak raka karena reflek.
Lala tidak mengindahkan ucapan raka, dia langsung masuk ke dalam warung dan sedikit berteriak.
"Mama... Mama... Mama di mana?? Ma..." teriakan lala mengundang tanya semua karyawan dan pengunjung warung.
"mba... Mba mencari siapa?, mama yang mana??" tanya mba sulis.
"mama saya mana??" raka hanya geleng geleng kepala melihat kekasihnya yang gegabah sambil menangis.
" mba... Maaf. Tadi saya lihat ibu ini, sekarang di mana ya??" tanya raka sambil memperlihatkan foto nadia.
"ooooh ibu..., ini ibu nadia sedang menjemput anaknya di sekolah" mba sulis menjawab sambil memperhatikan foto tersebut.
"anak... Jadi mama sudah menikah lagi... Jadi... Aku tidak bisa bersama dengan mama..." lala berkata dengan berbisik... Badannya lemas membayangkan mama yang dia harapkan sudah berkeluarga. Sakit sekali membayangkan papanya yang pasti kecewa.
"mari silahkan masuk, mas dan mba bisa menunggu di dalam" mba sulis mempersilahkan raka dan nadia masuk.
"ayo la... Jangan kemana kemana!! " raka mencegah lala yang akan berbalik menuju sekolah TK.
Namun... Baru saja mereka akan duduk, suara cempreng dari anak laki laki, tidak berselang lama.... Muncul putra dengan menggandeng tangan mamanya.
Sesaat nadia terpaku... Dia terdiam seperti mayat hidup.... Wajah yang tadi berseri kini pucat pasi. Tidak ada senyuman... Hanya ada air mata yang mengalir begitu saja.
Ibu dan anak tiri yang saling merindukan itu sama sama diam terpaku, tidak ada yang memulai berjalan, lala berdiri diam di depan sofa.
" Lala... Putri mama..."
" Mama.... "
" kak lala... Kak lala di sini??" semua yang terpaku menoleh pada sumber suara.... Membuat suasana sedikit mencair.
"vega... Adikku..." vega mendahului mamanya menghampiri lala.
"kak...." vega tidak mampu berkata... Dia menangis memeluk kakak tiri yang sangat dia sayangi.
Lala menangis memeluk adiknya... Adik tiri yang dia sayangi seperti menyayangi adik kandungnya.
"kakak sangat rindu kamu dek... " lala memeluk adiknya sangat erat.
Pandangan lala tertuju pada nadia yang diam sambil sesegukan.
"mama.... " lala melepas pelukannya dan berlari memeluk mamanya.
"Lala sangat merindukan mama... Kenapa mama pergi lama sekali... Lala sudah mencari mama kemana mana..." lala berkata sambil memeluk mamanya.
Nadia tidak mampu berkata, dia hanya diam sambil memeluk putrinya, vega mendekati mereka berdua dan memeluk keduanya.
Suasana haru menghiasi warung sederhana yang di beri nama depot naga putra.
Tidak terkecuali para pengunjung, semua yang ada di sana menitikkan air mata. Raka yang menyaksikan perjuangan wanita yang dia cintai dalam mencari mama dan adiknya..... Ikut menangis menyaksikan drama pertemuan ini.
"mama... Kakak ini yang kost di bawah." tiba tiba putra bersuara memecah suasana haru.
" ma... Mama... Sudah menikah lagi??" lala berkata untuk memastikan prasangkanya.
" Tidak nak... Perkenalkan... Namanya putra dia... " nadia tidak melanjutkan ucapannya
" dia adik bungsu ku kan ma.... Dia anak mama dan papa" lala menebak dan berharap tidak kecewa.
" iya kak... Dia adikmu juga" jawab nadia.
Lala langsung menggendong balita yang beberapa waktu lalu mencuri perhatiannya karena mirip dirinya. Menciumi adiknya hingga membuat putra merasa risih.
"haish muka tampanku sudah ternoda" putra berucap sambil menghapus ciuman lala.
" Jadi.... Mama pergi meninggalkan papa dalam keadaan hamil ma??" tanya lala.
"sudah... Bicara di dalam saja... Tidak enak masalah rumah tangga di lihat publik" sebelum nadia menjawab, raka sudah memotong dan mengingatkan tempat.
Lalu mereka semua masuk menuju teras belakang agar lebih leluasa berbicara dari hati ke hati. Raka segera menghubungi pihak kantor untuk ijin setengah hari, karena raka pasti tahu pembicaraan ini tidak sebentar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cuaca sedang ekstrim, jangan lupa minum vitamin dan perbanyak minum air putih ya manteman... Semoga kita semua selalu sehat... Terimakasih like, komen dan follownya.
Saling support sabi kali ya😉