NovelToon NovelToon
WARISAN PEMIKAT JANDA

WARISAN PEMIKAT JANDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Romansa Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: StarBlues

Seorang pria miskin harus menelan pahitnya dikhianati dan ditinggalkan kekasihnya di saat yang sama. Sempat hancur dan hampir menyerah, dia akhirnya memilih bangkit demi membalas semuanya. Sampai suatu hari, dia menemukan liontin misterius warisan keluarga yang mulai mengubah hidupnya. Dengan cara yang tak biasa, dia perlahan membalikkan nasib lewat hubungan dengan para janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon StarBlues, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Gumpalan uap kopi hitam yang masih mengepul di hadapan Juan seolah menjadi saksi bisu atas gejolak yang mulai membakar dadanya. Juan menyeruput cairan pahit itu perlahan, mencoba mati-matian menenangkan diri.

Namun, kacamata tembus pandang yang baru saja ia simpan kembali ke saku telah menyisakan bayangan permanen di otaknya. Bayangan tubuh polos Teteh Ayu yang sintal dan ranum membuat gairahnya naik seketika tanpa bisa dicegah.

Timun super miliknya mulai berdenyut, menuntut ruang lebih di balik celana jinsnya yang ketat.

Satu per satu bapak-bapak yang tadi meriung di warung mulai beranjak, memanggul cangkul dan perlengkapan tani mereka menuju ladang.

"Ayu, bapak pergi dulu ke ladang ya. Nanti sore bapak ke sini lagi buat ngopi," goda Pak Trisno kepada Teteh Ayu sambil mengerling nakal.

"Bapak juga sore nanti ke sini lagi buat nengok Ayu. Kalau nggak nengok Ayu, berasa bawa mimpi dan tidur nggak nyenyak," timpal Pak Widodo dengan tawa renyah.

Teteh Ayu hanya menanggapi dengan tawa kecil yang dibuat-buat, namun matanya terus melirik ke arah Juan.

Suasana riuh rendah itu perlahan memudar, tersapu oleh angin pagi yang membawa aroma tanah basah, menyisakan kesunyian yang mencekam sekaligus menggoda. Kini, praktis hanya tersisa Juan seorang diri di warung kayu itu.

Teteh Ayu menyadari bahwa situasi kini sepenuhnya berpihak padanya. Ia melirik ke arah pintu depan, memastikan tak ada lagi mata yang mengawasi dari kejauhan, lalu berjalan mendekat ke arah Juan dengan langkah yang sengaja dibuat gemulai.

Setiap ayunan pinggulnya membuat daster kuning tipis itu menjiplak jelas lekuk bokongnya yang besar. Sebuah senyum genit terukir di wajahnya yang masih tampak segar, meski keringat tipis mulai membasahi pelipis dan celah di antara kedua melon besarnya.

Mata mereka bertemu dalam satu titik yang dalam. Teteh Ayu menatap Juan dengan tatapan lapar yang tak lagi disembunyikan, tatapan seorang janda yang haus akan belaian pria perkasa.

"Juan... kamu kok hari ini kelihatan tampan dan mempesona banget sih?" pujinya dengan suara yang dibuat serak basah, terdengar begitu menggoda di telinga Juan.

Tanpa menunggu jawaban, Teteh Ayu mengambil posisi duduk tepat di sebelah Juan.

Jarak mereka begitu rapat hingga Juan bisa merasakan panas tubuh wanita itu dan aroma bedak tabur yang bercampur dengan wangi kopi dan keringat feminin.

Teteh Ayu memegang tangan Juan dengan lembut, jemarinya yang lentur perlahan mengelus punggung tangan Juan, menciptakan sengatan listrik yang merambat hingga ke pangkal paha pemuda itu.

Sebelum Juan sempat berucap, Teteh Ayu sudah mengikis jarak di antara napas mereka. Ia langsung melumat bibir Juan dengan hangat dan penuh tuntutan.

Juan yang mendapat serangan tiba-tiba itu awalnya tertegun, namun naluri lelakinya segera mengambil alih. Ia merespons dengan liar, membalas lumatan Teteh Ayu hingga ciuman itu berubah menjadi pergulatan lidah yang panas dan vulgar.

Pertukaran ludah yang basah dan suara decapan di antara mereka membuat aura di warung kusam itu semakin membara.

"Juan... Teteh sudah rindu banget sama belaian kamu," bisik Teteh Ayu lirih tepat di telinga Juan, memberikan tiupan napas panas yang membuat Juan merinding.

Tanpa membuang waktu, ia kembali menyerang bibir pemuda itu dengan lebih ganas, tangannya mulai meraba dada bidang Juan yang keras.

Mereka baru berhenti ketika paru-paru mereka terasa mulai kehabisan oksigen. Keduanya terengah-engah dengan wajah memerah.

Teteh Ayu, tanpa ada rasa ragu sedikit pun, langsung mengulurkan tangannya ke bawah meja. Ia meremas timun super milik Juan yang sudah menegang keras, menjulang tinggi dan berdenyut hebat di balik celana jinsnya.

"Sshhh... Teteh juga kangen banget sama betapa jantan dan perkasanya timun super milik kamu ini," bisik Teteh Ayu dengan nada manja. Ia menatap Juan dengan mata sayu yang memohon. "Kamu... apa kamu nggak merindukan Teteh?"

Juan menarik napas panjang, mencoba menjernihkan pikirannya yang mulai kacau oleh gairah.

"Aku juga rindu sama Teteh, tapi... pagi ini aku ada urusan penting. Sepertinya aku nggak bisa memenuhi keinginan Teteh untuk main lama sekarang," jawab Juan dengan suara berat yang bergetar.

Wajah Teteh Ayu seketika berubah kecewa, bibirnya mengerucut manja. Namun, gairah yang sudah terlanjur di ujung tanduk membuatnya tak mau menyerah. Ia tahu betul bagaimana kualitas timun yang sedang ia genggam itu.

Ia mendekat lagi, berbisik tepat di depan wajah Juan hingga ujung hidung mereka bersentuhan. "Kalau begitu... bisakah Teteh merasakan timun super kamu sebentar saja? Hanya dengan mulut Teteh... boleh?"

Juan menimbang sejenak. Mengingat gairahnya yang juga sudah memuncak akibat efek kacamata tadi, ia merasa ini adalah jalan keluar yang cepat. Ia akhirnya menganggukkan kepala.

Tanpa perlu bertanya dua kali, Teteh Ayu langsung meluncur masuk ke kolong meja kayu yang panjang itu. Dengan cekatan, ia membuka resleting celana Juan hingga terdengar bunyi sret yang menggairahkan.

Dalam sekejap, timun super milik Juan yang luar biasa besar dan berurat itu muncul ke udara bebas, sebelum akhirnya menghilang terbenam sepenuhnya di dalam rongga mulut Teteh Ayu yang hangat dan basah.

Sapuan lidah yang lincah dan permainan mulut Teteh Ayu yang sudah sangat berpengalaman memberikan sensasi hisapan yang luar biasa.

Juan memejamkan mata erat, kepalanya mendongak ke langit-langit warung, sementara tangannya mencengkeram pinggiran meja kayu hingga buku jarinya memutih.

Tangan Juan pun tak tinggal diam. Ia meraih melon besar milik Teteh Ayu yang tersembunyi di balik daster kuningnya. Ia meremasnya dengan kuat, awalnya hanya dari luar kain, namun perlahan tangannya menyusup masuk, merasakan kulit halus dan kenyal yang selalu membuatnya ketagihan.

Gerakan mulut Teteh Ayu semakin cepat dan bertenaga. Bunyi hisapan yang vulgar memenuhi kolong meja tersebut. Tak butuh waktu lama bagi Juan untuk mencapai batasnya.

"Uhhh Teh... "

Ia mengerang tertahan, tubuhnya menegang hebat saat menembakkan lahar panasnya yang kental dan deras ke dalam mulut Teteh Ayu.

Dengan senyum genit dan tatapan penuh pengabdian, Teteh Ayu menelan semuanya tanpa sisa, seolah setiap tetes intisari dari Juan adalah ramuan abadi baginya.

Teteh Ayu kembali mendongak dari bawah meja, tersenyum genit sambil terus memainkan ujung timun Juan yang perlahan mulai melemas namun masih terasa kokoh.

Namun, suasana panas itu seketika pecah berkeping-keping oleh suara langkah kaki yang terburu-buru dan obrolan nyaring dari luar. "Ayu! Ayu! Masih ada gorengan nggak? Lapar nih!"

Keduanya tersentak kaget. Dua orang ibu-ibu desa, Bu RT dan temannya, tampak berjalan masuk ke dalam warung. Juan mendadak tegang, jantungnya berdegup kencang seperti dipukul palu.

Beruntung, meja tempat Juan duduk ditutupi oleh alas meja plastik yang menjuntai panjang sampai ke bawah lantai, sehingga keberadaan Teteh Ayu yang masih berlutut tanpa busana di kolong meja tidak terlihat.

Juan mencoba bersikap setenang mungkin. Ia merapikan duduknya, menarik napas dalam, dan pura-pura asyik menyeruput sisa kopinya.

Di bawah sana, Teteh Ayu terpaksa diam mematung, menahan napasnya rapat-rapat sambil terus memegangi timun super Juan agar tidak menimbulkan suara, sementara matanya menatap cemas ke arah kaki ibu-ibu yang kini sudah berdiri tepat di depan meja warung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!