NovelToon NovelToon
Penguasa Agung

Penguasa Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Epik Petualangan
Popularitas:26.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Qin Mu, putra Patriark Keluarga Qin, dianggap sebagai sampah karena gagal membuka 9 meridian utama meski telah berlatih selama satu tahun. Di tengah hinaan, tekanan keluarga, dan ancaman diusir pada Upacara Uji Spiritual, ia tetap bertahan dengan tekad kuat.
Namun, di balik kegagalannya, tersembunyi misteri besar dalam tubuhnya. Hingga suatu malam, ia akhirnya melihat energi spiritual untuk pertama kalinya, tanda awal kebangkitan yang akan mengubah nasibnya.
Dari kehinaan menuju kekuatan tertinggi, Qin Mu menantang takdir untuk menjadi Penguasa Agung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 32 — Rune?

Qin Mu duduk di tepi tempat tidur, memandangi botol porselen merah pemberian Chao Futian.

Namun, perhatiannya segera teralihkan. Ia berjalan menuju ke bawah tempat tidurnya.

Kotak Hitam yang diberikan oleh Senior Luo Yan itu kini diletakkan di atas meja, bersandingan dengan botol porselen merah dari Chao Futian.

Cahaya pagi memantul dari permukaan kotak hitam yang legam, seolah-olah benda itu menyerap cahaya di sekitarnya.

Qin Mu teringat kata-kata Senior Luo Yan yang penuh teka-teki saat memberikan kotak ini.

"Porselen merah untuk menghancurkan dan membersihkan... tapi kotak hitam ini?" bisik Qin Mu pada dirinya sendiri.

Tangannya perlahan terulur menyentuh permukaan kotak yang dingin. Ada getaran aneh yang menjalar ke ujung jarinya, sebuah resonansi yang seolah memanggil energi spiritual di dalam dantiannya.

"Senior Luo Yan berkata 'Seseorang ingin kau memiliki ini. Gunakan dengan bijak, atau jangan gunakan sama sekali',"

'Perkataannya itu masih membuatku bingung. Siapa seseorang yang mampu memerintahkan Senior itu yang adalah kultivator agung?'

'Gunakan dengan bijak atau jangan gunakan? Baiklah... Mari kita lihat apa yang ada di dalamnya.'

Tatapan Qin Mu menjadi tajam dan mantap. Ia tahu, di dunia kultivasi ini, pengetahuan, kekuatan dan sumber daya adalah segalanya.

Qin Mu menarik napas dalam-dalam, memantapkan hatinya sebelum menyentuh pengait Kotak Hitam.

Klik

Dengan bunyi klik yang halus, kotak itu terbuka, mengeluarkan aroma yang dingin.

'Aroma yang Aneh...'

Di dalam kotak yang dilapisi kain sutra hitam itu, terletak dua benda. Secarik kertas dan sebuah batu bulat pipih berwarna putih susu.

Batu itu terasa sangat halus, namun permukaannya dipenuhi dengan ukiran garis-garis yang saling bertautan, membentuk pola rumit yang tampak hidup jika dipandang terlalu lama.

"Ukiran ini..." gumam Qin Mu, matanya menyipit.

"Apakah ini adalah rune?"

Di dunia kultivasi, Rune bukanlah hal yang asing. Itu adalah bahasa alam yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan, memperkuat senjata, atau membuat formasi...

Namun, Rune yang ada di batu putih ini terasa berbeda. Garis-garisnya tidak memancarkan energi spiritual yang meluap-luap, melainkan terasa sunyi dan mendalam. Qin Mu sendiri tidak menyadarinya, ia hanya merasakan perasaan energi spiritual yang jernih.

"Kenapa Senior Luo Yan memberiku sebuah batu rune? Apa kegunaannya?"

Qin Mu kemudian beralih mengambil secarik kertas yang ada di samping batu tersebut. Kertas itu tampak rapuh, dan ketika ia membukanya, tidak ada penjelasan panjang lebar...

Hanya ada dua kata yang ditulis dengan tinta hitam pekat yang tajam.

"Teteskan Darah."

Qin Mu tertegun.

'Huh! Apa maksudnya?'

Instruksi yang sangat singkat namun mengandung risiko besar. Dalam dunia kultivasi, meneteskan darah pada benda yang tidak dikenal adalah sesuatu hal.

Ia menatap batu putih itu.

'Apakah aku harus meneteskan darahku pada batu rune itu?'

Lalu ia teringat kondisi ayahnya yang masih terperangkap dalam Meditasi Abadi.

'Jika aku ingin melindungi apa yang berharga bagiku, aku tidak boleh takut pada hal yang belum pasti,' batin Qin Mu mantap.

Tanpa ragu lagi, ia mengambil pisau kecil yang terletak di atas meja, pisau yang ia gunakan dahulu saat menyayat daging Serigala Taring Besi di Pegunungan Tianlei.

Crat!

Ujung jarinya teriris, dan setetes darah merah segar jatuh tepat di atas pusat ukiran Rune pada batu putih tersebut.

Sementara Qin Mu bergelut dengan rune di kamarnya, suasana di luar kediamannya terasa sangat mencekam.

Tetua Pertama, Qin Xuanyu, kini berdiri di lantai 2 menara aula pertemuan, menatap dari jendela besar, memandang gerbang besar Keluarga Qin yang baru saja ditutup rapat.

"Pastikan tidak ada satu tikus pun yang keluar atau masuk tanpa izin tertulis dariku!" perintah Qin Xuanyu kepada kapten penjaga. Suaranya terdengar sedingin es.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dengan tewasnya Tetua Keempat Qin Chukai, Tetua Ketiga Qin Tong, dan beberapa tetua lainnya dalam pemberontakan yang mereka lakukan kemarin, kekuatan tempur Keluarga Qin telah anjlok hingga ke titik terendah dalam seratus tahun terakhir.

Qin Xuanyu sendiri merasa bersalah walaupun bukan dia yang membunuh mereka. Tapi begitulah dunia kultivasi...

Terkadang kau akan dibunuh atau harus membunuh.

Di Kota Huzhou yang mana terdapat dua keluarga besar lainnya, kelemahan adalah undangan bagi para predator.

Di kediaman utama Keluarga Qin, seluruh anggota keluarga dilarang keras meninggalkan area kediaman utama tanpa adanya kepentingan khusus yang diperlukan.

Sedangkan di keluarga cabang, Instruksi rahasia telah dikirim ke pinggiran Kota Huzhou. Seluruh keluarga cabang dilarang melakukan aktivitas perdagangan atau provokasi yang dapat memicu konflik dengan pihak luar, terutama Sekte Segitiga Hitam yang kemungkinan telah mendengar berita kematian salah satu petinggi mereka.

Pasukan penjaga klan juga dikerahkan untuk berpatroli baik siang maupun malam.

"Kita harus menjaga keluarga ini ketika patriark sedang kultivasi tertutup," bohong Qin Xuanyu kepada seluruh anggota yang tidak tahu menahu dengan kondisi sebenarnya Qin Feiyan.

***

Kembali ke kamar Qin Mu, saat tetesan darah itu menyentuh permukaan batu putih, pola Rune yang tadinya diam tiba-tiba berpendar dengan cahaya keemasan yang redup.

Setetes darahnya terserap habis ke dalam pori-pori batu, seolah-olah batu itu sedang kehausan. Detik berikutnya, sebuah getaran hebat merambat dari batu tersebut langsung ke telapak tangan Qin Mu.

Qin Mu tidak sempat menarik napas. Keheningan kamarnya pecah oleh suara dengungan frekuensi tinggi yang menyakitkan telinga.

Wush!

Tiba-tiba, ukiran-ukiran rune yang ada di permukaan batu putih itu seperti memiliki nyawanya sendiri. Mereka melepaskan diri dari media batu, melayang di udara dengan pendar cahaya keemasan yang kini berubah menjadi perak tajam. Tulisan-tulisan rumit itu memutari tubuh Qin Mu dengan ritme yang semakin cepat, menciptakan badai cahaya kecil yang mengisolasi dirinya dari keadaan di sekelilingnya.

Qin Mu terkejut bukan main. Fenomena ini adalah sesuatu yang baru pertama kali ia saksikan sepanjang hidupnya. Ia mencoba menggerakkan tangannya, namun ruang di sekitarnya terasa membeku. Tulisan-tulisan itu berputar sangat cepat hingga membentuk lingkaran cahaya padat, membuat Qin Mu merasa seolah-olah gravitasi menghilang dan dirinya sedang terlempar jatuh ke dasar jurang yang tak berujung.

"Apa... Apa yang terjadi?!" seru Qin Mu, namun suaranya tertelan oleh gemuruh yang sedang terjadi.

Lalu, dalam sekejap mata, kecepatan yang bahkan tidak bisa ditangkap oleh indra seorang kultivator ranah Spiritual Mendalam sekalipun, lingkaran cahaya itu menyusut.

Tulisan-tulisan rumit tersebut mendadak kehilangan cahayanya dan mencair, berubah menjadi gumpalan cairan hitam pekat yang pekat dan dingin di depan pandangannya.

Gumpalan itu berdenyut seperti jantung yang berdetak. Qin Mu menatapnya dengan ngeri, keringat dingin mengucur deras.

"Cairan hitam ini... apa ini?!"

Dzett!

Belum sempat ia menarik diri, gumpalan cairan hitam itu melesat seperti kilat hitam. Tanpa hambatan sedikit pun, cairan itu menghantam dan menembus tepat di tengah dahi Qin Mu.

"ARGH!"

Rasa sakit yang menghujam bukan berasal dari fisik, melainkan langsung menyerang pusat kesadarannya...

Rasanya tidak dapat dijelaskan. Kekuatan di kakinya lenyap, dan ia terjatuh ke lantai tanpa bisa memberikan reaksi atau perlawanan apa pun.

1
Dao Biru
Bangga pada karya sendiri(⁠ ⁠ꈍ⁠ᴗ⁠ꈍ⁠)
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍
yos helmi
dibuat simple n lebih kreatif dikit thor.. jgn terlalu di buat keterangan ber tele2
Dao Biru: siap🙏
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
yos helmi
ber belit belit.. thor kreatif donk !!.. banyak cara ntuk banyak bab..
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣😍😍😍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!