NovelToon NovelToon
Cinta Dibalik Kontrak

Cinta Dibalik Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: DinaSafitri

Alya Gabrielsen terpaksa menikah dengan pria asing demi menyelamatkan status keluarganya. ayahnya, Tyo, bangkrut dan terlilit hutang yang membuatnya hampir masuk penjara. Dengan paksaan sang ibu, Alya mau tak mau rela menikah di usia muda dengan pria yang sama sekali tak ia kenali. Bagaimana kisah Alya? saksikan hanya disini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DinaSafitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDK. 2

Di sebuah klub malam, terdapat dua orang pria yang duduk bersama, ditemani berbagai merek botol minuman.

Mereka berbincang santai, berusaha menyegarkan pikiran setelah lelah seharian bekerja.

“kau ingin menambah minuman lagi?” pria di sebelahnya bertanya, membuat pria tinggi nan tampan itu menggeleng singkat.

“Cukup.”

Di suasana malam yang gelap, hanya diterangi cahaya lampu yang berkelap-kelip serta alunan musik DJ yang menggema.

Beberapa wanita berpakaian minim tengah menari di atas panggung, meliukkan tubuh mengikuti irama musik.

Klub terbesar di Kota S bernama Nightshade itu tak pernah sepi pengunjung. Terutama bagi orang-orang yang memiliki kebiasaan buruk, seperti mabuk, berjudi, bermain wanita, atau sekadar melepas penat dengan menikmati suasana malam.

Di sudut ruangan yang remang-remang, tampak dua orang tengah melakukan perbuatan tak senonoh. Pemandangan seperti itu memang sudah dianggap biasa di tempat semacam ini.

Namun, mata elang berwarna cokelat keemasan milik pria tampan itu bukan tertuju pada mereka. Tatapannya justru terpaku pada seorang wanita yang terlihat begitu agresif.

“Apa yang kau lihat?” tanya temannya sambil mengikuti arah pandang sang bos.

Kemudian ia mengangguk sambil tersenyum. “Ah, apa kau juga menginginkannya, Bos? Aku bisa memanggilkan wanita penghibur jika kau mau. Kau ingin yang seperti apa? Biasa atau VVIP?”

“Bukankah wanita itu putri pertama keluarga Gabrielsen?” Bukannya menjawab, pria tampan itu justru melontarkan pertanyaan lain.

Jayden tampak kecewa mendengar respons tersebut. Awalnya ia mengira bosnya mulai tertarik pada lawan jenis, tetapi ternyata dugaannya salah.

Padahal, ia sempat begitu bersemangat. Ia berharap bosnya segera memiliki pasangan. Lihat saja, di usia yang sudah menginjak tiga puluh tahun, pria itu sama sekali belum berniat menikah.

Menurut sang bos, menikah itu merepotkan dan menyusahkan. Lebih baik hidup sendiri karena terasa nyaman dan damai. Masalahnya bukan itu. Jika bosnya tak kunjung menikah, maka ia pun tak akan bisa menikah.

Mengapa? Tentu saja karena ancaman sang bos yang pernah berkata, “Jika kau menikah, maka akan kupastikan malam pertamamu tidak akan pernah terjadi!”

“Kenapa begitu?”

“Karena aku tidak akan membiarkannya terjadi. Kau akan kuberi pekerjaan setiap hari hingga lembur tanpa henti, sampai kau memohon untuk mati saja!”

Kejam, bukan? Begitulah bosnya. Meski di luar sana banyak rumor yang mengatakan bahwa pria itu penyuka sesama jenis, ia sama sekali tak peduli.

“Benar, Bos. Kalau tidak salah, namanya Eleanor.”

“Cari tahu tentang seluruh keluarga Gabrielsen! Sekarang!” perintahnya, lalu bangkit dari duduk dan pergi begitu saja.

“A-apaaa?” Jayden hanya bisa terpaku tak percaya.

~*~

Masih di tempat yang sama, wanita bernama Eleanor, yang akrab disapa Ella, menyudahi kegiatannya.

“Masih mau lanjut, atau cukup, Om?” tanya Ella dengan nada dibuat lembut.

“Servismu memang tidak pernah berubah. Rasanya aku tak pernah kecewa! Bagaimana kalau kita lanjutkan di tempat lain? Misalnya hotel, atau kita sewa salah satu kamar di sini. Bagaimana, hm? Kau mau?”

“Aku mau, tapi...” Dengan raut wajah dibuat-buat, pria berperut buncit itu langsung paham maksudnya.

“Soal itu jangan kau pikirkan. Om akan memberimu lebih, tenang saja. Asalkan kau juga bisa memberikan pelayanan terbaikmu.”

“Memangnya selama ini masih kurang baik?”

“Tentu saja sudah baik, tapi Om ingin yang lebih baik lagi.”

Dengan wajah genit dan penuh rayuan, pria itu membuat Ella tersipu lalu mengangguk. Tanpa berlama-lama, mereka segera menuju lantai atas dan memesan kamar super VVIP.

~*~

“Mau ke mana malam-malam begini, Mah?”

“Bukan urusan kamu.”

“Bukan urusan kamu.”

“Aku ini suami kamu, Mah! Aku wajib tahu ke mana kamu akan pergi, apalagi malam hari seperti ini.”

“Lalu, di mana Ella?” tanya Tyo kepada istrinya.

Dengan acuh, Helena menjawab, “Nggak tahu!” lalu pergi begitu saja tanpa menghiraukan suaminya yang terus memanggil.

Tyo menghela napas panjang. Beginilah sikap istri dan anak pertamanya sekarang. Mereka terlihat dingin dan acuh terhadapnya hanya karena musibah yang sedang menimpa keluarga mereka.

“Kenapa berdiri di depan pintu? Siapa yang Papa tunggu?” Suara Alya mengagetkan Tyo.

“Papa nggak nunggu siapa-siapa kok.”

“Terus kenapa di sini?” tanya Alya lagi sambil memicingkan mata.

“Eum... cari... cari angin. Iya, Papa lagi cari angin.” jawab Tyo sambil tersenyum kaku.

Alya mengangguk tanpa curiga karena angin malam memang sempat berembus ke arahnya.

Ayah dan anak itu pun berjalan menuju ruang TV lalu menonton bersama. Tak ada obrolan berat selain pertanyaan-pertanyaan singkat yang Tyo lontarkan tentang sekolah putri bungsunya.

“Gimana dengan masalah yang lagi Papa hadapi sekarang? Papa udah nemu jalan keluarnya?” tanya Alya.

Tyo menghela napas sejenak, lalu tersenyum getir. “Belum, Nak. Masih ada waktu beberapa hari lagi buat Papa cari suntikan dana.”

“Udah Alya bilang, pakai aja uang tabungan Alya, Pah.”

“Nggak usah, Alya. Kan sudah Papa bilang, uang itu milikmu, bukan milik Papa. Papa akan berusaha cari jalan keluarnya.”

“Tapi, Pah...”

“Udah! Ini sudah malam. Lebih baik kamu istirahat. Besok kamu sekolah,” potong Tyo, membuat Alya mau tak mau menurut.

“Ya udah kalau gitu, Alya istirahat dulu. Papa juga harus istirahat. Jaga kesehatan, nggak boleh sampai jatuh sakit.”

Peringatan Alya membuat Tyo terkekeh kecil lalu mengangguk singkat.

Alya pamit dengan mencium tangan dan pipi Tyo sebelum menuju kamarnya. Tyo memandangi punggung putrinya hingga hilang di balik pintu.

Setetes air mata luruh dari sudut matanya. Dengan cepat, Tyo segera menghapusnya. Ia sangat terharu atas perhatian kecil dan kebaikan putrinya itu. Andai istri dan anak pertamanya memiliki sikap yang sama seperti Alya, mungkin Tyo tak akan merasa hampa seperti ini.

“Aku harus bangkit dan berusaha. Aku tak bisa membiarkan keluargaku ikut merasakan dampak akibat perbuatanku,” gumam Tyo pada dirinya sendiri.

Jam menunjukkan pukul dua dini hari. Helena dan Ella belum juga pulang. Tyo menunggu dengan perasaan gusar dan cemas. Sudah lima jam ia menanti istri dan anaknya, tetapi tak ada tanda-tanda mereka akan kembali.

Tyo berusaha menelepon mereka, tetapi tak satu pun ponsel aktif. Karena kelelahan, ia tertidur di sofa hingga pagi menjelang.

“Astaga! Aku sampai tertidur di sini.” Tyo melirik jam di ponselnya yang menunjukkan pukul 04.35.

Ia melihat rumah yang masih sama seperti tadi, lalu berpikir istrinya pasti belum pulang. Tyo bangkit untuk pindah ke kamar, khawatir jika ia terlalu lama berada di ruang TV, Alya akan mengetahuinya.

1
Barru Kab
mana kelanjutannya thor
Dina Safitri: OTW yaa🤭
total 1 replies
Neng Nosita
semoga nanti Max mengetahui kelicikan ibu mertuanya
Neng Nosita
wah..siapa tuh?
Neng Nosita
lamaran yang jauh dari kata romantis,...😄
Neng Nosita
sak sek syok pasti si Alya...
Neng Nosita
uuuh..seru thor👍
Dina Safitri: MasyaAllah terimakasih sudah mampir kakak. mohon untuk saran keritikan nya😍

cerita ini masih dalam proses kontrak, begitu kontrak turun aku akan melanjutkan ceritanya. sekali lagi terimakasih karena sudah mampir🙏
total 1 replies
pieyyy
bgs kak, sini mampir bntr kak aku baru keluarin karya baruku, makasihh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!