NovelToon NovelToon
In Between Us

In Between Us

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:375
Nilai: 5
Nama Author: Hhj cute

Menceritakan tentang Nathan, Fabian, dan Natalie, tiga orang sahabat yang saling menyayangi.

Nathan terlahir dari keluarga yang harmonis dari lahir. Keluarganya yang menyayanginya penuh dengan. kehangatan, tanpa tidak pernah memberikan kasih sayang kurang. Meskipun terlahir dari kalangan keluarga yang sederhana, keluarga mereka terkenal dengan keharmonisan dan kehangatan yang selalu hadir.

Fabian, seorang anak yang terlahir kaya sedari kecil. Ia berasal dari keluarga yang broken home. Kedua orang tuanya yang punya selingkuhan masing-masing, kerap. membuatnya kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya. Hidup berkelimang harta tak membuatnya benar-benar merasakan apa itu hidup tanpa kehadiran kedua orang tuanya.

Sedangkan Natalie, kehidupannya hampir sama dengan fabian. Bedanya ia di tinggal sendiri.

Persahabatan yang mereka jalin cukup erat. Hingga sering berjalannya waktu, dua jiwa yang saling buta arah bersatu menjadi sebuah takdir yang tak pernah tertulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hhj cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

Pagi-pagi sekali Natalie sudah di buat kelimpungan di dengan sikap kedua sahabatnya itu. Siapa lagi kalau bukan Nathan dan Fabian.

Keduanya terus saja menempel ke manapun Natalie pergi. Bahkan menjaga jarak Natalie dari kedua sepupunya, terutama Reyhan. Keduanya benar-benar posesif terhadap Natalie.

Jangankan mendekat, hanya sekadar menyapa pun keduanya halangi. Nathan dan Fabian merasa cemburu dengan kedua sepupu Natalie. Akibat semalam mereka di cuekin oleh Natalie.

Dan sekarang giliran keduanya lah yang berada di dekat Natalie, tanpa membiarkan siapapun membawanya pergi.

Seperti saat ini. Ketiganya sedang duduk di depan teras rumah Dewi. Semenjak kepulangan Natalie dan Fabian dari rumah sakit, Nathan dan Fabian langsung menyusul Natalie yang sudah pulang terlebih dahulu bersama Dewi.

Kini ketiganya hanya duduk memandangi jalanan yang masih sepi, dengan secangkir susu hangat dan roti yang Dewi siapkan.

Suntuk. Itulah yang Natalie rasakan saat ini. Sedari tadi ketiganya hanya diam tanpa ada yang membuka obrolan apapun. Kedua sahabatnya masih asyik memandangi jalanan yang sepi.

"Hah." Natalie menghela napas untuk yang kesekian kalinya.

"Lo berdua nggak bosan apa liatin jalanan dari tadi," lontar Natalie memecah keheningan.

"Nggak/nggak," jawab keduanya kompak.

Karena merasa kesal, Natalie berdiri dari duduknya. Membuat Nathan dan Fabian mendongak ke arahnya.

"Mau ke mana?" tanya Fabian.

"Gue bosan. Dari pada duduk diam nggak jelas di sini, mending gue jalan-jalan sama Reyhan."

"Nggak!/jangan!" larang keduanya serentak.

"Dih, paduan suara, mas," nyinyir Natalie.

Fabian mendudukkan paksa tubuh Natalie di tengah-tengah mereka. Membuat tubuhnya terhimpit oleh Nathan dan Fabian.

"Udah mending Lo duduk di sini aja nemenin kita."

"Sstt, nggak usah banyak protes." Nathan meletakkan jari telunjuknya ke bibirnya sendiri.

"Ini kita ngapain sih bengong kayak gini di depan teras. Gue bosen … gue mau jalan-jalan," rengek Natalie, menghentakkan kedua kakinya di tanah.

"Kalau nggak mau jalan-jalan kita siram bunga aja deh, gimana?" rayunya dengan mata berbinar, membuat Nathan dan Fabian tak kuasa untuk menolaknya.

Natalie berteriak kesenangan keinginannya terkabulkan. Dengan semangat ia mengambil peralatan berkebun di gudang rumah Dewi, di bantu Nathan. Sedangkan Fabian menunggu keduanya di taman belakang rumah Dewi.

......................

Di belakang rumah, Fabian menatap sekeliling kebun sayuran yang di sulap menjadi kebun bunga oleh Dewi. Masih terdapat beberapa sayuran dan buah-buahan yang tertanam rapi di beberapa tempat.

Sedangkan khusus bunga berada di pinggiran—membuat pemandangan yang indah dipandang untuk sekedar bersantai di bawah pohon.

Dari arah dapur, Nathan dan Natalie datang dengan membawa peralatan berkebun—di ikuti Reyhan dan Darren di belakang keduanya.

"Nata, kok ada mereka berdua juga?"

"Kenapa? Lagian ini rumah aku. Jadi bebas dong mau ke mana aja," sahut Reyhan sedikit angkuh.

Fabian berdecih pelan, memilih melihat ke arah lain

"Udah-udah nggak usah bertengkar. Mending sekarang kita bagi tugas aja biar cepat selesai," lerai Natalie sambil membagi pekerjaan mereka dengan adil dan rata.

Sepanjang berkebun, Reyhan terus menjahili Natalie. Tak ayal Natalie tertawa lepas saat Reyhan melakukan hal-hal konyol. Tak memperdulikan tatapan iri dari mereka yang ada di sana.

"Udah woy romantis-romantisannya," sindir Nathan dengan sedikit iri.

"Sirik aja kamu," sahut Reyhan.

Natalie hanya menggelengkan kepalanya mendengar keributan kecil itu, lalu kembali melanjutkan kegiatannya.

Reyhan memotong satu tangkai bunga mawar putih, lalu berjongkok di belakang Natalie—dengan satu tangan yang ia sembunyikan di belakang.

"Nata."

Natalie menoleh dengan pandangan heran melihat Reyhan yang berjongkok di depannya.

"Aku memang nggak pandai merangkai kata romantis seperti cowok yang lainnya. Tapi aku dengan tulus ingin kasih kamu bunga ini sebagai pertanda rasa cintaku sama kamu," ujar Reyhan dengan nada serius.

Suasana menjadi hening. Ketiga orang yang semula kembali sibuk dengan kegiatannya, memperhatikan setiap gerak-gerik Reyhan.

Dengan pelan Natalie mengambil bunga itu, dengan pipi bersemu merah. Membuat Reyhan bersorak kesenangan dengan senyum lebar.

Ia langsung berdiri dari duduknya dan memeluk Natalie dengan erat. Ujung matanya melirik ke arah seseorang yang terbakar api cemburu. Dalam hati ia tertawa senang melihat targetnya masuk ke dalam perangkap.

"Rey, malu di liatin yang lain," ucap Natalie sedikit malu.

"Aku punya satu lagi hadiah untuk kamu."

Reyhan mengeluarkan rangkaian bunga mawar putih yang ia susun seperti mahkota kecil. Ia memasang bunga itu ke kepala Natalie, membuat sang empu sedikit tersipu.

"Cantik," puas Reyhan sambil melihat hasil karyanya.

"Thank you."

Deheman keras menghentikan adegan romantis Reyhan dan Natalie. Membuat Reyhan mendengkus kasar.

"Ganggu momen romantis aja," gumamnya sedikit kesal.

"Udah kali pacarannya. Iya gue tau kalian mau tunangan. Tapi nggak di depan jomblo juga kali …," sindir Nathan dengan nada jengkel.

"Iri?" ejek Reyhan tersenyum jahil. Mm

"Makanya cari pacar …," lanjutnya menggoda Nathan, yang langsung di balas dengan lemparan rumput liar.

"ANAK-ANAK, AYO MAKAN DULU!" teriak Dewi dari dapur.

"Siapa yang datang terakhir kali, traktir bakso satu Minggu," tantang Reyhan yang langsung melesat pergi.

Mereka kecuali Natalie langsung melesat masuk ke dalam rumah. Mereka berlari seakan-akan takut nggak kebagian jatah makanan, sekaligus ingin menang tantangan.

"Hah … Gue semua nih yang beresin?"ratap Natalie melihat alat-alat yang berserakan begitu saja di tanah.

Dengan lelah Natalie membersihkan semuanya sendirian. Sesekali ngedumel akibat ulah kedua sahabatnya dan sepupunya itu.

......................

"Eh, eh, eh. Ini kenapa pada lari-larian kayak gitu, sih. Nanti kalau jatuh gimana," omel Dewi.

"Yey, Ian Lo harus traktir kita bakso satu Minggu!" sorak Nathan tidak memperdulikan omelan Dewi.

"Hah, terserah kalian deh," ucapnya pasrah.

Nathan bersorak kegirangan di buatnya, begitu juga dengan Darren dan Reyhan.

"Nata, mana?" tanya Darren setelah sekian lama diam.

Yang lain pun sontak menoleh ke belakang kebingungan mencari atensi Natalie yang memang tidak ada.

"Duh, mampus. Kita lupa nggak beresin barang-barangnya di kebun. Alamat kena omel nih pasti," gumam Darren yang masih bisa mereka dengar dengan jelas.

Brak!

Suara gebrakan pintu dari gudang terdengar sampai dapur. Fabian dan lainnya menggigit jari cemas takut kena amuk Natalie. Suasana senang yang mereka ciptakan beberapa menit yang lalu, kini tersisa rasa cemas.

Dewi berdehem pelan, menoleh ke arah Leo. "Sayang, kita kan mau belanja hari ini. Pergi sekarang, yuk."

Reyhan langsung menoleh mendengar ucapan Mommy nya dengan tatapan horror.

"Mom … help me," lirihnya nyaris tanpa suara.

"Semangat!" ucap Dewi tanpa suara, lalu menyeret lengan suaminya untuk pergi dari dapur.

Sebenarnya alasannya untuk belanja tidaklah sepenuhnya berbohong. Dewi dan suaminya memang ingin belanja, tapi nanti malam—bukan sekarang.

Tapi berhubung ia melihat sesuatu yang berbahaya ingin mendekat, langsung mengajak suaminya itu untuk pergi sekarang juga. Biarlah para anak muda itu yang menyelesaikan masalah mereka sendiri.

.

.

.

1
Adiknya Hyunjin
Huwaaa, aku baru sadar nama bundanya Nathan sama kayak tantenya Natalie
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!