GIVEAWAY PULSA 50K UNTUK KOMEN DAN LIKE TERBANYAK PER BAB AFTER 50BAB NANTI UNTUK 1 ORANG PILIHAN MOM SECARA ACAK!! PEMENANG AKAN DIUMUMKAN SETELAH BAB KE 51. JANGAN LUPA ULASAN UNTUK NILAI PLUS.
Kiara adalah definisi dari wanita modern yang ambisius. Cantik, cerdas, dan gila kerja. Baginya, satu-satunya hal yang lebih seksi daripada pria tampan adalah saldo rekening yang terus bertambah.
Hingga dia bertemu mengenal Kenan Xequel.
Kenan adalah seorang CEO yang sombong menyebalkan dan sialnya sangat tampan. Dia mewarisi kerajaan bisnis Xequel Group dan terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya dengan jentikan jari.
Kiara memutuskan untuk menaklukkan hati pria sialan itu berstatus bosnya, bukan karena cinta saja tapi karena dia menginginkan segalanya.. Love and Money.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momy ji ji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 34.
Kiara dan Kenan melangkah bersama keluar dari gedung itu dengan pemikiran masing-masing. Kenan dengan santainya naik ke kursi penumpang sementara Kiara pun sama sembari duduk sembari Ia menatap Kenan dengan tatapan kesal yang sangat jelas sekali.
Keduanya duduk bersisian di dalam mobil, sementara Robi mengambil alih kemudi untuk berangkat ke kantor.
"Pak." panggil Kiara setelah mobil melaju beberapa saat.
"Ada apa?" jawab Kenan singkat tanpa menoleh.
"Mulai hari ini kita tidak bisa makan siang bareng lagi."
"Kenapa begitu?" Kenan langsung menoleh, matanya menyipit tajam.
"Karena setiap jam istirahat. Aku, Tasya dan Arkan akan memulai rencana kami untuk memberikan pelajaran kepada ayahnya."
Kenan mendengus pelan, kembali menatap lurus ke depan. itu bukan urusan yang sulit diselesaikan sampai Kiara harus memilih mereka, Kiara seharusnya memilih makan siang dan menemaninya kapanpun itu.
"Tetap makan siang denganku. untuk urusanmu itu biarlah Robi yang urus semuanya. kamu tidak perlu repot-repot."
"Aku merasa Bapak terlalu posesif." keluh Kiara sambil bersedekap dada.
"Kamu yang memulai permainan ini Kiara. jadi kamu yang harus menanggung konsekuensinya." balas Kenan yang tidak mau menerima bantahan.
"Tapi Pak kenan harusnya bisa mencintai wanita dengan normal! normal dalam arti membiarkan dia melakukan apa yang dia inginkan, membiarkan dia bebas. kalau Bapak mencintai seseorang! Bapak harus membiarkan orang itu menjadi dirinya sendiri. ngerti kan Pak?" Kata Kiara mulai gemas. seolah-olah dia sedang mengajari kenan, padahal dia pun tidak punya pengalaman dalam sebuah hubungan.
"Aku tidak bisa mencintai kamu dengan cara seperti itu. Aku... aku tidak tahu caranya."
"Berarti mulai sekarang Pak Kenan harus belajar memahami apa yang aku mau, sisi diriku yang lain dan apa yang seharusnya bapak lakukan terhadapku! biarkan aku bebas. Aku suka dicintai dengan kebebasan bukan kurungan." tegas Kiara.
"Aku hanya tidak mau kalau kamu selingkuh dariku atau meninggalkan aku padahal aku sedang belajar menerimamu." gumam Kenan jujur, ada nada kekhawatiran yang terselip di sana.
Kiara mulai mengartikan kalimat kenan yang seolah sedang curhat, mungkin dia mengungkit masa lalu. dimana mantannya kabur. kalau Kiara di posisi itupun dia pasti tidak betah.
"Aku tidak akan melakukan itu. Aku punya prinsip." balas Kiara.
Kenan menghela napas panjang.
"Setelah urusan wanita simpanan ayah temanmu itu beres, Robi akan memberitahumu hasilnya."
"Begitu mudah? apa bayarannya?" tanya Kiara memastikan, curiga dengan kemudahan yang ditawarkan.
"Habiskan waktu denganku tanpa membantah, itu sudah cukup."
"Baiklah, kita sepakat." kata Kiara mulai menurut untuk kali Ini.
Saat mobil mulai mendekati kawasan perkantoran, Kiara menatap jalanan dengan cemas. Ia tidak mau ada staf yang melihatnya turun dari mobil yang sama dengan Kenan.
"Di sini saja Robi." ucap Kiara tiba-tiba sambil menunjuk pinggiran jalan yang jaraknya lumayan jauh dari gedung kantor.
"Masih jauh. kamu mau jalan kaki sampai kantor?" tanya Kenan heran.
"Dekat saja kok. Pak kenan, hubungan kita masih rahasia. lebih baik seperti ini supaya tidak ada yang curiga di kantor." jelas Kiara.
"Terserah padamu," balas Kenan ketus, matanya kembali menatap lurus ke depan dengan tatapan yang mendadak tajam.
Kiara bingung. Ia pun turun dari mobil, dia merasa Pak Kenan tidak suka dengan permintaannya.
Salahnya apa coba? wajahnya berubah cepat sekali seperti bunglon. batin Kiara kesal sambil mulai berjalan kaki.
Kiara akhirnya tiba di gedung kantor dan segera menuju lift ke lantainya. di sampingnya berdiri seorang wanita cantik, berpenampilan sangat rapi dan elegan. terlihat seperti klien kelas atas atau mungkin pegawai baru di jajaran eksekutif. Kiara menelisik diam-diam dari sudut matanya. lantai yang dituju wanita itu adalah lantai tempat ruangan Kenan berada.
"Siapa namamu?" tanya wanita di sampingnya tiba-tiba, memecah keheningan dalam lift.
"Aku Kiara," balas Kiara mencoba sopan.
"Kiara? sekertaris Kenan? aku mendengar banyak tentangmu dari temanku yang bekerja disini." ucap wanita itu sambil tersenyum tipis.
"Sekarang sudah tidak." balas Kiara.
"Lalu posisimu apa saat ini?" Wanita itu tampak cukup kaget.
"Manajer." jawab Kiara.
"Oh, kamu cukup beruntung Kenan tidak memecatmu seperti yang lainnya. biasanya dia tidak segan mendepak orang yang membuat kesalahan." gumam wanita itu.
"Itu karena aku tidak ada salah." Kata Kiara.
Kiara terdiam, mencoba mencerna panggilan Kenan tanpa embel-embel Pak atau Tuan dari bibir wanita itu. membuktikan bahwa mereka memiliki hubungan yang cukup dekat.
"Bagaimana denganmu? klien atau pegawai baru yang melamar disini?" tanya Kiara balik.
"Tidak keduanya, aku ke sini untuk bertemu Kenan secara pribadi."
"Oh begitu, maaf. seharusnya aku tidak bertanya terlalu jauh." ucap Kiara merasa tidak enak, lebih tepatnya hatinya yang serasa ingin cemburu.
"Tidak apa-apa, penasaran itu bukan kesalahan. untuk apa minta maaf? lagipula di perusahaan sebesar ini wajar kalau ada banyak pertanyaan tentang wanita yang dekat dengan Kenan." balas wanita itu dengan nada tenang.
"Sepertinya kamu sudah sering ke sini?" pancing Kiara sedikit penasaran.
"Cukup sering untuk membuat Kak Kenan tidak bisa mengabaikan kedatanganku." jawab wanita itu dengan senyum penuh arti yang membuat hati Kiara mendadak terasa tidak nyaman.
Pintu lift terbuka di lantai divisi Kiara. Kiara tersenyum singkat sebagai tanda pamit lalu melangkah keluar, sementara wanita misterius itu tetap di dalam untuk melanjutkan perjalanannya ke lantai teratas, menuju ruangan Kenan. Kiara berdiri terpaku di depan lift yang baru tertutup, bertanya-tanya dalam hati siapa sebenarnya wanita cantik itu.
Bersambung...
tetap semangat berkarya 💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
maafkan daku kak..salah ketik 🤣🤣😭