Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.
Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Perkumpulan Para Jenius
Setelah insiden mundurnya armada Pangeran Laut Ao Lie, Kapal Bayangan Naga melaju mulus membelah kegelapan Laut Azure tanpa ada satu pun ikan teri yang berani mengganggu.
Malam semakin larut. Ketiga bulan Shenzue bersinar terang, memantulkan cahaya perak ke atas permukaan air yang tenang.
Di anjungan kemudi, Jian Zui memejamkan mata. Meskipun tangannya berpegang pada kemudi giok, kesadarannya telah menyatu dengan Niat Pedang yang meluas hingga ratusan mil ke sekeliling kapal. Dantiannya yang kini bersih dari racun menyerap Qi alam dengan rakus, membuatnya merasa seratus tahun lebih muda.
Tiba-tiba, mata Jian Zui terbuka lebar. Alis putihnya berkerut tajam.
Niat Pedangnya menangkap sebuah fluktuasi energi yang luar biasa dahsyat dari kedalaman lautan di arah barat laut. Fluktuasi itu bukanlah aura pembunuh, melainkan sebuah pusaran Qi Murni yang sangat padat, begitu murni hingga membuat Inti Pedang di dalam Dantiannya berdengung penuh hasrat!
"Tuan Zhao!" panggil Jian Zui, suaranya mengandung sedikit keterkejutan dan kegembiraan. "Sekitar tiga ribu mil dari arah jam sepuluh kita, ada aura Qi Murni yang sangat besar meledak dari dasar palung laut! Hukum Air dan Yin di area itu sedang memadat dengan kecepatan yang tidak wajar!"
Long Chen, yang sedang tertidur di geladak dengan perut kenyang sehabis makan sate hiu, langsung melompat bangun. Telinganya berdiri tegak, dan hidungnya mengendus udara malam.
"Qi Murni yang memadat secara alami?!" Long Chen membelalakkan matanya, cengiran lebarnya langsung terbentuk. "Kek, di dunia kultivasi, Aura Qi seperti itu di antah berantah hanya berarti satu hal: Kelahiran Harta Karun Tingkat Tinggi! Bos! Sepertinya keberuntungan kita sangat bagus! Mari kita merampoknya!"
Gu Tianxue keluar dari bayangan tiang layar, matanya menyipit ke arah barat laut. "Qi sepadat itu... jika itu adalah pusaka, setidaknya berada di tingkat Surgawi. Bahkan mungkin bisa menembus batas Artefak Dewa. Namun, fenomena sebesar itu pasti akan menarik perhatian faksi-faksi besar."
Zhao Xuan yang sedang bersandar di kursi kapten tidak membuka matanya. Ia hanya mengelus bulu Phoenix Primordial yang meringkuk di pangkuannya.
"Ubah arah kapal," kata Zhao Xuan datar. "Tianxue benar. Cahaya yang terang akan mengundang banyak lalat. Tapi... lalat sering kali membawa barang bawaan berharga di Cincin Spasial mereka. Kita akan melihat apa yang sedang terjadi."
"Sesuai perintah Anda, Tuan!" Jian Zui memutar kemudi giok. Formasi Siluman Bayangan kembali diperkuat hingga ke titik absolut. Kapal kayu hitam itu berbelok menembus ombak, melesat bagaikan hantu menuju titik energi.
Hanya butuh waktu setengah jam untuk menempuh jarak tiga ribu mil bagi Kapal Bayangan Naga.
Ketika mereka tiba di lokasi, bahkan Long Chen yang biasanya banyak bicara pun terdiam sejenak.
Permukaan Laut Azure di area itu tidak lagi berwarna biru, melainkan memancarkan cahaya seputih susu. Di tengah-tengah lautan, sebuah palung raksasa tampaknya telah terbelah, dan pilar cahaya berdiameter sepuluh tombak menembak lurus ke langit, menghubungkan dasar laut dengan cahaya ketiga bulan Shenzue.
Di dalam pilar cahaya itu, melayang perlahan sebuah Mutiara raksasa berwarna biru es seukuran kepalan tangan orang dewasa. Embun Qi spiritual menetes dari mutiara tersebut, mengubah air laut di sekitarnya menjadi cairan spiritual murni!
"Itu... Mutiara Roh Laut Surgawi!" Jian Zui menahan napas, suaranya bergetar karena takjub. "Pusaka alami yang hanya lahir sepuluh ribu tahun sekali! Konon, siapa pun ahli Nirvana Puncak yang menelan mutiara ini, akan dijamin menembus ranah God King Awal tanpa risiko kegagalan maupun Hukuman Petir! Dan bagi seorang God King, ini bisa memurnikan Inti Dewa mereka ke tingkat kesempurnaan!"
"Pantas saja tempat ini ramai sekali," kekeh Long Chen, matanya mulai memindai sekeliling.
Tebakan Gu Tianxue terbukti seratus persen akurat. Keajaiban ini tidak lahir dalam kesunyian.
Di sekeliling pilar cahaya mutiara tersebut, langit dan laut telah dipenuhi oleh kapal-kapal perang spiritual dari berbagai faksi raksasa. Karena Formasi Siluman Bayangan kapal Jian Zui sangat tinggi, mereka berhasil berhenti di pinggiran medan tanpa terdeteksi, menonton pertunjukan dengan santai.
Di sisi timur, melayang tiga buah Pedang Raksasa tingkat Surga. Ratusan murid berjubah putih berdiri di atas pedang itu, dipimpin oleh seorang pemuda beralis pedang dengan aura tajam, serta seorang tetua yang memancarkan tekanan God King Menengah.
"Itu adalah Sekte Pedang Surgawi dari Benua Timur," bisik Jian Zui, mengenali seragam mereka. "Pemuda itu adalah Jenius Pedang Pertama mereka, Lin Zu. Kudengar dia terjebak di Nirvana Puncak selama sepuluh tahun. Mutiara itu jelas sangat ia butuhkan."
Di sisi utara, suhu udara turun drastis. Sebuah Kereta Es yang ditarik oleh enam ekor Serigala Salju terbang melayang dengan angkuh. Pasukan di sekitarnya mengenakan jubah biru es bermotif kepingan salju.
"Klan Es Suci dari Benua Utara," gumam Gu Tianxue, matanya sedikit menggelap. Klan itu adalah salah satu kekuatan utama di benua tempat klannya berada. Di atas kereta es itu duduk seorang wanita cantik dengan ekspresi sedingin es abadi, memancarkan aura God King Awal.
Di sisi selatan, air laut bergejolak, menampakkan punggung kura-kura purba raksasa. Ratusan prajurit Ras Laut elit bersenjata lengkap berdiri di atasnya, dipimpin oleh seorang Jenderal Tua ranah God King Menengah.
Ketiga faksi besar itu saling mengepung pilar cahaya, menciptakan keseimbangan teror yang sangat tegang. Tidak ada yang berani mengambil langkah pertama, karena siapa pun yang menyentuh mutiara itu duluan akan menjadi sasaran gabungan dua faksi lainnya.
Suara dentingan pedang ditarik memecah keheningan.
"Mutiara Roh Laut ini adalah milik Sekte Pedang Surgawi!" teriak Tetua dari sekte pedang tersebut, suaranya mengandung Niat Pedang yang menusuk telinga. "Kalian semua lebih baik mundur! Atau jangan salahkan kami jika perairan ini berubah menjadi merah!"
Wanita cantik dari Klan Es Suci mendengus dingin, suaranya bergema seperti es yang retak. "Sekte Pedang Surgawi terlalu arogan. Mutiara ini memiliki elemen Yin dan Air yang ekstrem! Ini adalah takdir milik Klan Es Suci kami. Jika pedang-pedang tua kalian ingin patah kedinginan, silakan maju."
Jenderal Tua Ras Laut tertawa serak. "Makhluk daratan yang konyol. Kalian berada di Laut Azure! Seluruh harta yang lahir dari perut lautan adalah milik Istana Laut!"
Ketegangan mencapai titik puncaknya. Niat Dao dari tiga ahli God King mulai berbenturan di udara, menciptakan percikan energi yang menggetarkan ruang dimensi. Para jenius muda seperti Lin Zu mulai mengalirkan Qi mereka, bersiap untuk pertempuran berdarah.
Di atas Kapal Bayangan Naga yang tak kasat mata, Long Chen menjilati bibirnya.
"Bos," bisik Long Chen semangat. "Mereka sepertinya akan segera saling membunuh. Apakah kita tunggu sampai mereka kelelahan, lalu kita sikat hartanya?"
Zhao Xuan, yang dari tadi hanya duduk mengamati mutiara itu dari jauh, tiba-tiba menggelengkan kepalanya pelan dengan ekspresi bosan.
"Menunggu semut bertarung adalah tindakan yang membuang-buang waktu," ucap Zhao Xuan sambil berdiri dari kursinya. Jubah hitamnya berkibar ditiup angin laut malam. "Mutiara itu memiliki energi Yin Murni. Jika diolah, bisa menjadi suplemen yang bagus untuk menstabilkan Sayap Iblis milik Tianxue."
Gu Tianxue tersentak pelan, merasakan kehangatan yang kontras dengan sikap dingin tuannya, lalu membungkuk dalam. "Terima kasih atas kebaikan Anda, Tuan."
"Jian Zui," Zhao Xuan menoleh ke arah sang Master Pedang.
"Ya, Tuan?"
Zhao Xuan menyeringai buas, seringai yang menandakan bahwa tatanan kesombongan faksi-faksi di depan mereka akan segera diinjak-injak hingga rata dengan laut.
"Matikan Formasi Silumanmu. Berlayarlah lurus menembus pilar cahaya itu. Jika ada perahu yang menghalangi jalan kita... belah saja menjadi dua."
Mata tua Jian Zui berbinar dengan antusiasme yang gila. Setelah seabad bersembunyi dari kematian, darah pedangnya kembali mendidih.
"Menembus pengepungan tiga faksi raksasa secara terang-terangan? Hahaha! Sangat sesuai dengan gaya Anda, Tuan!"
Jian Zui menarik tuas kemudi.
BZZZZT!
Seketika, Formasi Siluman Bayangan dimatikan.
Di tengah-tengah ketegangan tiga faksi yang sedang bersiap melepaskan jurus maut mereka... tiba-tiba, dari arah kekosongan yang gelap, sebuah Kapal Hitam raksasa dengan haluan kepala naga bermanifestasi secara langsung!
Kapal itu tidak memelankan lajunya, melainkan melesat dengan kecepatan penuh, berlayar dengan angkuh melewati ruang di antara ketiga pasukan, seolah-olah faksi-faksi God King di sana hanyalah karang kecil yang tidak penting!
Ketiga faksi yang sedang tegang itu seketika membelalakkan mata mereka secara bersamaan.
"S-Siapa bajingan yang berani memotong ke tengah formasi kita?!" raung Tetua Sekte Pedang Surgawi.