Dalam sekejap identitas pribadinya diganti oleh kekasih suaminya. Ia dituduh melakukan berbagai kejahatan.
Kejahatan apa yang dituduhkan oleh kekasih suaminya hingga dirinya harus menebus kejahatan itu dibalik jeruji besi? apakah Kiara mampu melepaskan jeratan permainan orang-orang hebat yang menghancurkan hidupnya dalam sekejap? apakah ada yang bisa membantunya untuk melewati semua ujian hidupnya itu? ikuti cerita gadis cantik nan jenius bernama Kiara...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Operasi Rahasia
Setelah mengembalikan keamanan dokumen rahasia perusahaan dengan memberi kunci keamanan canggih yang tidak mampu diretas oleh ahli peretas manapun kini Billy mengajak Kiara tingggal dirumahnya demi keamanan Kiara.
Kiara menyanggupinya karena ada Anabell di rumah megah milik Billy." Nanti kalau sudah nyampe rumah, kamu jangan turun dulu ya sayang...! aku ingin memberikan kejutan pada Anabell. Dia juga sangat merindukanmu," ucap Billy.
"Aku juga sangat merindukannya," timpal Kiara.
"Tidak sebesar rinduku padamu bukan?" goda Billy.
Capitan jari Kiara sudah mendarat di pinggang Billy yang langsung menangkap tangan lembut Kiara lalu mengecup telapak tangan itu.
Kiara hendak menarik namun Billy menahannya.
"Sayang, kita masih belum sah sebagai suami istri. Tolong jangan memperlakukan aku seperti ini," tutur Kiara sopan.
Billy hanya mendesah kesal namun pelajaran agama islam yang dikenyamnya dua bulan ini sudah membuatnya paham mana yang tidak boleh dan boleh.
"Baiklah. Kapan kita menikah agar aku tidak khilaf padamu?" tanya Billy tidak sabar ingin memiliki Kiara seutuhnya tanpa takut akan dosa.
"Orangtuaku akan datang dua hari lagi dan akan menikahkan kita," ucap Kiara.
"Benarkah? aku sudah tidak sabar menunggu hari itu," ucap Billy.
"Tapi sebelum mereka datang tolong kirim dokumen data pribadimu untuk diurus dikantor agama sebagai prosedur administrasi untuk pendaftaran pernikahannya," ucap Kiara.
"Baiklah sayang. Aku akan meminta Marco menyiapkan semuanya dan langsung mengirim ke email ayahmu. Tolong kirim email ayahmu pada Marco," ucap Billy.
"Yah. Aku akan mengirim email ayahku ke Marco," Kiara mengetik email ayahnya lalu kirim ke Marco.
Keduanya kembali terdiam. Ingin rasanya Billy memuji kecantikan Kiara, namun ia takut Kiara tidak menyukainya karena mereka belum terikat suami istri. Walaupun begitu justru Billy lebih tertantang dengan banyak aturan dalam agama islam agar dia tunduk dan patuh pada ketentuan Allah. Itulah nikmatnya seorang mengikat janji suci atas izin Allah.
Billy tersenyum samar karena ia merasa hidupnya lebih teratur saat menjadi mualaf dan sekarang lebih terarah ke mana arah hidupnya kelak bersama Kiara. Sampai jannah itu yang membuat Billy termotivasi.
Setibanya di kediamannya Billy, Billy turun terlebih dahulu. Untunglah barang bawaan Kiara sudah diambil Marco dihotel tempat ia menginap. Anabell keluar menghampiri pamannya.
"Kenapa paman pulang lebih awal? apakah paman kangen denganku?" tanya Anabell.
"Paman bawa sesuatu untukmu. Kamu pasti sangat menyukainya," ucap Billy.
"Kalau barang lagi, Anabell tidak mau paman. Anabel sudah bosan dengan banyak mainan dan makanan. Anabell ingin berlibur," Anabel membalikkan badannya hendak masuk ke dalam rumah. Billy menatap ke arah mobil dimana Kiara paham akan tatapan itu lalu turun dari mobil.
"Anabellll...!" pekik Kiara saat Anabell berlari masuk ke dalam rumah.
Kaki mungil itu terhenti sesaat lalu membalikkan tubuhnya dengan cepat. Ia tidak salah mengenali suara yang sudah familiar baginya. Dalam sekejap wajah Anabell berubah menjadi binar. Ia menjatuhkan boneka pandanya lalu berlari menyambut Kiara yang juga berjalan cepat ke arahnya dengan tangan terangkat.
"Kakakkkk.....!" panggil Anabell dengan suara riang. Tawanya terdengar merdu namun matanya berkaca-kaca.
"Sayang, aku merindukanmu," ucap Kiara saat mereka sudah dekat dan keduanya saling berpelukan erat. Anabel terisak karena haru. Ia tidak menyangka kalau Kiara kembali lagi.
"Anabel mengira kakak tidak lagi menemuiku," ucap Anabell dalam pelukan Kiara.
"Mana mungkin aku meninggalkan gadis secantik ini," ucap Kiara sambil mencium pipi cabi Anabell.
"Dan paman juga?" tanya Anabell sambil melirik ke arah pamannya yang ikut terharu melihat pemandangan kedua wanitanya.
Billy merasa sangat beruntung memiliki Kiara yang memiliki figur keibuan. Tidak peduli Anabel yang bukan keluarganya. Namun sebentar lagi mereka akan menjadi keluarga.
"Anabel, jangan panggil lagi Kiara kakak tapi panggil Kiara dengan sebutan bibi karena sebentar lagi paman akan menikahinya," ucap Billy makin membuat gadis kecil itu bahagia.
"Oh senangnya, akhirnya aku bisa memiliki orangtua lagi setelah mommy dan daddy meninggal," ucap Anabell makin terharu.
"Gadisku sayang, jangan panggil aku bibi tapi kamu harus memanggilku bunda dan pamanmu itu harus kamu panggil ayah," pinta Kiara yang ingin Anabel menyebut kata itu dalam bahasa Indonesia.
"Emangnya bunda dan ayah artinya apa?" tanya Anabell.
"Panggilan seorang anak untuk kedua orangtuanya seperti father and mother. Sebutan itu yang biasa digunakan untuk masyarakat Indonesia," jelas Kiara.
"Kedengarannya bagus. Makasih bunda," lagi-lagi Anabell memeluk Kiara yang masih berjongkok di depannya menyesuaikan tinggi badannya.
"Ayo kita masuk. Kita makan siang bersama-sama..!" ajak Billy pada kedua wanitanya karena dirinya sangat lapar setelah urusan masalahnya telah selesai.
Mereka terlihat seperti keluarga kecil yang akan mengukir dengan sejarah penuh kebahagiaan dalam kehidupan di masa depan.
...----------------...
Ide Kiara yang cemerlang menjadi alasan Billy un berada di gedung putih saat ini. Wajah tampan itu penuh percaya diri. Bukan hanya masuk ke tempat itu saja untuk mencaritahu siapa dalang dari balik kecelakaan terencana pada orangtuanya Anabel namun Kiara melengkapi Billy dengan berbagai alat jenius tanpa terdeteksi oleh alat yang disebut Eksplosive Trace Detector(ETD) di mana alat ini bisa mendeteksi partikel kecil yang tersembunyi di tubuh atau pakaian tamu yang membawa benda rahasia seperti kamera dan perekam tersembunyi.
Kiara memasang alat itu yang tidak bisa dideteksi oleh alat canggih apapun. Dalam waktu tiga hari ia bisa menciptakan alat-alat canggih itu pada dasi kupu-kupu yang terpasang pin yang tidak lain adalah kamera dan juga jam tangannya yang bisa mengeluarkan cahaya yang bisa membuat mata seseorang mengantuk.
Biasanya Kiara bisa saja menggunakan kacamata untuk memasang kamera sekaligus alat penghubung pada ujung gagangnya namun kini gedung putih itu sudah tahu kacamata tidak boleh dibawa masuk oleh tamu. Jika tamu mau baca membutuhkan kaca mata minus, plus atau silinder sudah disediakan untuk tamu ditempat itu.
Sementara alat penghubung pendengar untuk Billy dan Kiara dipasang dibelakang telinga menyerupai gelembung kecil menyerupai warna kulit. Gelembung itu membungkus alat penghubung.
"Sayang, apakah kamu sudah mendengar suaraku?" tanya Billy ketika sudah melewati pemeriksaan petugas. ponsel dan dompetnya diamankan oleh petugas.
"Sudah sayang. Sekarang fokuslah pada tugasmu...!" pinta Kiara.
Billy berjalan dengan tenang sambil mengarahkan kamera ke beberapa sudut agar Kiara yang sedang menunggu di tempat parkir bisa melihat keadaan di sekitarnya.
"Apakah kamu sudah menemukan tempat bajingan itu?" tanya Billy sebelum menemui sahabat kakaknya.
"Ambil arah angka 9. Dia berada di dalam ruangan itu," ucap Kiara.
"Baik sayang," Billy menggedor pintu itu sebentar lalu membuka perlahan. Ia ingin melihat siapa saja yang berada di ruangan itu. Sekitar lima orang yang ada di dalam ruangan itu tampak serius dengan pekerjaan mereka tanpa menghiraukan keberadaan Billy.
Kiara melihat titik merah pada peretas itu. " Dia ada di depanmu Billy," ucap Kiara membuat Billy sangat kaget karena orang yang dimaksud Kiara adalah sahabatnya Mark.
"Tuan Ronald..?!" ucap Billy membuat Ronald langsung mengangkat wajahnya melihat ke arah Billy.
"Hai Billy....!" sapa Ronald yang langsung menutup laptopnya.
Kiara bingung dengan ucapan Billy yang seakan sangat mengenal pelaku.
"Apa jangan-jangan tuan Ronald itu sahabatnya kakaknya Billy..?" mata Kiara membulat penuh karena baru menyadari Billy sedang termakan umpan.
"Billy, tolong keluar dari gedung itu sekarang...!" pinta Kiara yang tidak ingin terjadi sesuatu pada Billy.
sampe punya anak dan cucu dan alat alat canggihnya yg bs menghilang dll.
aq penggemar author dari cerita nenek amina lupa namanya🤭