NovelToon NovelToon
Reality Bender

Reality Bender

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:337
Nilai: 5
Nama Author: Rendy_Tbr

Reality Bender – Sang Penguasa Kehampaan

"Di dunia di mana cahaya matahari adalah hukum, mampukah ketiadaan menjadi penyelamat?"
Dikhianati oleh kekaisaran yang ia bela dan diburu oleh takdir yang haus darah, Fang Han terbangun dengan kutukan yang mustahil: Inti Kehampaan. Kekuatan ini tidak hanya menghapus musuhnya, tetapi perlahan mengikis ingatan, emosi, dan kemanusiaannya sendiri. Setiap langkah menuju puncak kekuasaan adalah langkah menuju kegelapan abadi di mana ia terancam melupakan wajah orang-orang yang ia cintai.
Dari pelarian maut di Puncak Kun-Lun hingga menjadi tawanan di Benteng Obsidian yang mengerikan, Fang Han harus memilih: menjadi senjata pemusnah massal bagi musuhnya, atau menguasai Pedang Shatter-Fate untuk memutus rantai takdir dunia.
Ikuti perjalanan epik penuh pengorbanan, pengkhianatan politik, dan cinta yang melampaui dimensi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rendy_Tbr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEKALAHAN SANG TETUA

"Tingkat kultivasi hanyalah angka bagi mereka yang takut akan kematian," ucap Fang Han, suaranya terdengar ganda, seolah-olah ayahnya ikut berbicara melalui mulutnya.

"Kau membanggakan delapan ratus tahun meditasimu, tapi kau tetap tidak bisa melihat bahwa api di tanganmu itu sedang gemetar ketakutan di depan pedangku."

Mo Yun tertawa terpingkal-pingkal. "Beraninya kau meremehkan aku! Aku adalah penguasa api dari Sekte Matahari Langit! Jurus Terlarang: Matahari Jatuh ke Bumi!"

Mo Yun menyatukan kedua tangannya, menciptakan sebuah bola energi matahari raksasa yang besarnya hampir menutupi seluruh Desa Qinghe. Suhu di sana menjadi sangat panas hingga batu-batu mulai meleleh.

"Lihatlah kekuatan tingkat Jiwa Nascent-ku! Rasakan kehancuran yang tidak akan pernah bisa dicapai oleh kultivasi sampahmu!"

Bola api raksasa itu turun dengan kecepatan yang menghancurkan ruang di sekitarnya. Fang Han berdiri diam, ia memegang Sunya Long dengan kedua tangannya, mengangkatnya tinggi-tinggi ke langit.

"Ayah... pinjamkan aku kekuatan untuk menghapus kesombongan ini," bisik Fang Han.

Seketika, di belakang Fang Han, muncul sebuah lubang hitam raksasa yang tampak seperti mata naga yang sangat besar. Lubang itu tidak menghisap materi, tapi menghisap "energi" dan "hukum".

Saat bola api Mo Yun menyentuh jangkauan lubang itu, api raksasa tersebut mulai terdistorsi. Warna merahnya memudar menjadi abu-abu, dan perlahan-lahan bola itu tersedot masuk ke dalam pedang Sunya Long.

"Apa?! Itu tidak mungkin! Serangan tingkat Jiwa Nascent-ku... dihisap oleh praktisi tingkat Inti Emas?!" teriak Mo Yun dengan wajah yang penuh dengan keterkejutan.

"Aku sudah bilang, Tetua," ucap Fang Han sambil melesat maju menembus sisa-sisa api.

"Tingkat kultivasimu yang kau banggakan itu hanyalah makanan bagi kehampaanku."

Fang Han sudah berada di depan wajah Mo Yun dalam sekejap. Ia mengayunkan Sunya Long dengan teknik yang ia pelajari dari memori ayahnya.

Sret!

Mo Yun mencoba membuat perisai api, namun pedang tulang itu menembus perisai itu seolah-olah itu hanyalah udara kosong. Bilah pedang itu menyayat lengan Mo Yun, dan seketika lengan sang Tetua Agung itu layu dan menghitam.

"AAAKKKHHHH! Lenganku! Kultivasiku mulai bocor!" teriak Mo Yun panik.

Liu Yan dan murid-murid lainnya terbelalak ngeri. Mereka melihat pemimpin agung mereka yang selalu membanggakan tingkat Jiwa Nascent-nya kini meronta-ronta di tanah seperti orang biasa.

Fang Han mendarat dengan tenang, ia menatap Mo Yun yang sedang berusaha menahan aliran energinya agar tidak habis terhisap.

"Bagaimana rasanya, Tetua Agung?" tanya Fang Han dengan nada dingin.

"Bagaimana rasanya melihat tingkat kultivasi yang kau muliakan itu menjadi tidak berarti? Kau meremehkan mereka yang berada di bawahmu, tapi sekarang kau merangkak di kaki 'semut' yang kau hina tadi."

Mo Yun menatap Fang Han dengan mata yang penuh kebencian dan ketakutan. "Kau... kau adalah monster! Teknik itu... itu bukan teknik manusia! Sekte Matahari Langit tidak akan melepaskanmu! Kami memiliki leluhur tingkat Transformasi Dewa!"

Fang Han mengangkat Sunya Long, ujungnya menunjuk tepat ke tenggorokan Mo Yun.

"Bawa mereka semua ke sini. Bawa leluhurmu, bawa seluruh sektemu. Aku tidak akan lagi bersembunyi di gubuk tua ini."

"Tingkat kultivasi kalian yang tinggi hanyalah tumpukan dosa yang akan aku hapus satu per satu. Dan kau, Mo Yun... kau tidak layak untuk melihat hari esok."

Tiba-tiba, dari arah belakang Mo Yun, muncul sesosok wanita cantik dengan pakaian sutra putih yang melayang turun. Ia adalah Tetua Hua, rekan Mo Yun yang juga berada di tingkat Jiwa Nascent namun memiliki aura yang lebih tenang.

"Tunggu, anak muda," ucap Tetua Hua dengan suara yang merdu namun menyimpan kekuatan yang menekan.

"Jangan terburu-buru melakukan pembunuhan yang tidak perlu. Mo Yun memang sombong dengan tingkat Jiwa Nascent-nya, namun membunuhnya berarti menyatakan perang total dengan cabang utama kami."

Tetua Hua menatap Fang Han dengan rasa ingin tahu yang besar. "Tingkat kultivasimu sangat aneh. Kau berada di Inti Emas, namun kekuatanmu bisa mengancam Jiwa Nascent. Aku, sebagai praktisi tingkat Jiwa Nascent tahap akhir, belum pernah melihat fenomena seperti ini."

Fang Han tidak menurunkan pedangnya. "Apa bedanya? Kalian datang ke sini untuk mencuri pusaka keluargaku dan membunuh pamanku. Apa kau ingin aku menyambutmu dengan teh?"

Tetua Hua tersenyum tipis, ia melambaikan tangannya untuk menenangkan murid-murid sekte yang mulai panik.

"Aku akui, kami telah meremehkanmu karena menganggap kultivasimu rendah. Itu adalah kesalahan besar bagi sekte kami. Namun, pikirkanlah... jika kau membunuh Mo Yun di sini, Desa Qinghe ini akan lenyap dalam satu jam oleh serangan balasan kami."

"Bagaimana jika kita membuat kesepakatan? Kau ikutlah denganku ke Sekte Matahari Langit untuk menjelaskan kebenaran tentang pengkhianatan Zuo Tian. Jika kau terbukti benar, kami akan mengakuimu sebagai pewaris Aula Kehampaan yang sah."

Liu Yan berteriak protes, "Tetua Hua! Dia sudah melukai kita! Dia semut yang harus diinjak!"

Tetua Hua menatap Liu Yan dengan dingin. "Diam, Liu Yan! Tingkat kultivasimu yang rendah itu hampir saja membuat kita kehilangan Tetua Agung karena kecerobohanmu! Kau tidak punya hak bicara di sini!"

Fang Han melirik ke arah gubuknya. Paman Zhou dan Mu Chen tampak mengangguk pelan, memberikan isyarat bahwa ini mungkin satu-satunya cara untuk menyelamatkan desa dari kehancuran total.

"Aku akan ikut," ucap Fang Han akhirnya, ia menyarungkan Sunya Long.

"Tapi bukan sekarang, bukan sebagai tawanan. Aku ingin menenangkan diriku terlebih dahulu, aku takut jika ikut dengan kalian sekarang aku tak akan bisa mengontrol diriku dan menghancurkan sekte matahari langit dalam sekejap. Dalam 5 hari aku akan datang sebagai tuan rumah yang menuntut keadilan. Dan jika ada satu pun dari kalian yang mencoba meremehkan aku atau desa ini lagi... aku akan memastikan tingkat Jiwa Nascent kalian hanyalah tinggal nama di batu nisan."

Tetua Hua menghela napas lega, meskipun ia merasa terhina oleh kata-kata pemuda itu. Ia menyadari bahwa di depan Fang Han, tingkat kultivasi tradisional tidak lagi menjadi jaminan keamanan.

Malam itu, gubuk tua itu terlihat sunyi,hanya nafas keluh kesa yang terdengar sayup. Mu Chen kembali memantau stabilitas energi Fang Han. Paman Zhou juga tak banyak bicara seperti biasanya.

"Han-er, ingatlah memori ayahmu," bisik Paman Zhou saat dia hendak istirahat.

"Sekte Matahari Langit adalah tempat yang penuh dengan orang-orang sombong yang mendewakan tingkat kultivasi. Jangan biarkan mereka mempengaruhimu."

Fang Han mengangguk. Ia menatap kedua tangannya yang kini mengemban takdir keluarganya.

Mu Chen terpaku duduk bersandar tak jauh dari Fang Han, sorot matanya menatap jauh dan penuh Tanya “Bagaimana keadaan klan Mu saat ini” bisik bathinnya.

1
BlueHeaven
Cover novelnya mirip putra pria solo😭
Rendy Tbr: Hihihi.. 😄 Waahhh.. Mantap donk.. 👌
total 1 replies
anggita
visual gambarnya oke👌
Rendy Tbr: Terima kasih ka 👌😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!