NovelToon NovelToon
Asal Mula Pedang Buta

Asal Mula Pedang Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Tianyuan, kekuatan adalah segalanya. Namun, Ren Zhaofeng hanyalah seorang murid pelayan buta di Sekte Awan Hijau yang bertugas menyapu halaman. Tanpa penglihatan dan tanpa latar belakang, ia dianggap tidak lebih dari debu di bawah kaki para jenius yang berlomba mengejar keabadian.

Namun, dunia tidak tahu bahwa di balik kain penutup matanya, Zhaofeng memiliki "Hati Pedang Tanpa Cela". Ketika orang lain hanya melihat wujud, ia mendengar napas semesta.

Di bawah bayang-bayang Monumen Daftar Naga Langit yang agung, Zhaofeng memulai langkah pertamanya. Bukan untuk melihat puncak dunia, tetapi untuk memaksa dunia mendengarkan gema pedangnya. Dari penyapu hina menjadi legenda yang membelah langit—inilah kisah asal mula Sang Pedang Buta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota Tanpa Hukum dan Topeng Besi

Kota Perbatasan Barat bukanlah kota biasa. Ini adalah benteng raksasa yang dibangun dari batu hitam vulkanik, berdiri angkuh di tepi gurun pasir. Di sini, hukum kekaisaran tidak berlaku. Hukum yang berlaku adalah hukum emas dan darah.

Ren Zhaofeng duduk di atas kereta kuda Nyonya Gu yang paling depan. Dia tidak lagi memakai caping bambu. Wajahnya terbuka, memperlihatkan matanya yang tertutup rapat dengan bekas luka melintang.

Di sampingnya, Xiao Yu duduk dengan pakaian baru yang lebih layak—jubah pelayan abu-abu. Gadis kecil itu menatap gerbang kota yang menjulang tinggi dengan rasa takut.

"Tuan," bisik Xiao Yu. "Penjagaannya ketat sekali. Mereka memeriksa setiap kereta."

Zhaofeng mendengarkan.

Kring... Kring...

Suara rantai dan senjata beradu. Ada dua lusin penjaga di gerbang, mengenakan baju zirah hitam dengan lambang Kota Duanmu.

"Cari orang buta! Periksa semua pengemis dan pendekar pedang!" teriak Kapten Penjaga. "Tuan Kota memerintahkan penangkapan hidup atau mati!"

Berita tentang kehancuran Pos Cabang 3 dan kematian Hei Hu rupanya sudah sampai. Zi Zhu melakukan tugasnya dengan baik.

"Nyonya Gu," kata Zhaofeng tanpa menoleh. "Kau tahu apa yang harus kau lakukan."

Di dalam kereta, Nyonya Gu gemetar. "Sa-saya mengerti."

Karavan berhenti di depan gerbang.

"Berhenti! Pemeriksaan!" Kapten Penjaga mendekat, tombaknya terarah ke Zhaofeng. "Hei, kau! Turun! Buka matamu!"

Zhaofeng tidak bergerak.

Nyonya Gu membuka jendela kereta. Wajahnya pucat, tapi dia memaksakan senyum pedagang liciknya.

"Kapten Li," sapa Nyonya Gu. "Apakah Karavan Tulang Putih perlu diperiksa sebegini ketatnya? Saya membawa barang pesanan Tuan Kota."

Kapten Li ragu sejenak melihat lambang Tulang Putih. Tapi dia menatap Zhaofeng curiga.

"Nyonya, siapa pria buta ini? Ciri-cirinya mirip dengan buronan yang dicari Aliansi."

"Dia?" Nyonya Gu menelan ludah. "Dia adalah... pengawal baru yang saya sewa dari Wilayah Tengah. Namanya Topeng Besi. Dia tidak buta, matanya terluka saat latihan."

"Pengawal? Kelihatannya kurus kering." Kapten Li mencibir. Dia menusukkan tombaknya ke arah bahu Zhaofeng untuk menguji. "Coba kita lihat seberapa kuat dia."

Itu gerakan provokasi.

Dia mengaktifkan Fase Tak Berwujud pada bahu kirinya (memanipulasi Qi pedang di cincinnya untuk menyelimuti tubuh).

Wush!

Mata tombak itu menembus bahu Zhaofeng seolah menembus asap, tanpa melukainya, tanpa darah, dan keluar dari punggungnya.

Kapten Li terbelalak. "Hah?! Hantu?!"

Dia menarik tombaknya kembali. Bahu Zhaofeng utuh kembali seolah tidak pernah disentuh.

"Kau mau merusak barang dagangan majikanku, Kapten?" tanya Zhaofeng datar.

Kapten Li mundur selangkah, keringat dingin mengucur. Teknik tubuh apa itu? Menjadi asap? Itu pasti teknik tingkat tinggi!

"Ma-maafkan kelancangan saya, Tuan Pendekar!" Kapten Li membungkuk buru-buru. Dia tidak ingin mencari masalah dengan monster aneh dari Wilayah Tengah. "Silakan lewat! Buka gerbang!"

Karavan bergerak masuk.

Di dalam kereta, Nyonya Gu menghembuskan napas lega sampai lemas. "Hampir saja..."

Xiao Yu menatap Zhaofeng dengan mata berbinar. "Tuan hebat! Tuan jadi hantu!"

"Itu hanya trik mata," kata Zhaofeng. Trik yang menguras 10% Qi-nya hanya untuk durasi satu detik.

Mereka memasuki jalanan kota. Suasananya kacau. Rumah bordil, rumah judi, dan arena budak berjejer di jalan utama. Bau alkohol dan parfum murahan menyengat hidung.

Zhaofeng menyuruh karavan berhenti di alun-alun pasar.

"Turunkan semua budak di sini," perintah Zhaofeng.

"Di sini?" Nyonya Gu bingung. "Tapi..."

"Sekarang."

Nyonya Gu segera memerintahkan anak buahnya membuka rantai para budak. Puluhan budak turun, bingung dan takut.

Zhaofeng melemparkan kantong berisi 1000 Batu Roh ke tanah.

"Ambil ini. Bagi rata. Pergilah cari hidup baru. Jangan pernah menoleh ke belakang."

Para budak itu menangis bersujud, lalu berebut mengambil uang dan lari menyebar ke dalam kota.

"Nyonya Gu," kata Zhaofeng. "Urusan kita selesai. Kau boleh pergi melapor ke Tuan Kota bahwa pesanannya dicuri bandit di jalan. Jangan sebut namaku jika kau ingin hidup lama."

"Ba-baik, Tuan!" Nyonya Gu tidak menunggu dua kali. Dia memerintahkan karavannya pergi secepat kilat, meninggalkan Zhaofeng dan Xiao Yu di tengah alun-alun.

Zhaofeng berdiri diam. Xiao Yu berdiri di sampingnya, memegang ujung jubah Zhaofeng.

"Kau tidak pergi?" tanya Zhaofeng.

"Tidak," jawab Xiao Yu tegas. "Saya pelayan Tuan."

Zhaofeng menghela napas. Dia tidak punya waktu mengasuh anak. Tapi membiarkan gadis kecil sendirian di kota ini sama saja memberi makan serigala.

"Baiklah. Tapi jika ada bahaya, sembunyi. Jangan jadi beban."

"Siap!"

Zhaofeng berjalan menuju sebuah bangunan tinggi di pusat kota yang memiliki aura paling bising.

Menara Seribu Telinga.

Pusat informasi dunia bawah.

Zhaofeng butuh informasi dan lokasi tepat para petinggi Aliansi di kota ini.

Saat dia melangkah masuk ke lobi menara yang mewah, seorang pelayan wanita menghadang.

"Selamat datang. Apa yang bisa kami bantu? Membeli informasi? Atau menjual nyawa?"

"Aku ingin bertemu Kepala Cabang menara ini," kata Zhaofeng.

"Kepala Cabang sibuk. Anda harus membuat janji dan membayar deposit 500 Batu Roh."

Zhaofeng mengeluarkan sebuah benda dari cincinnya dan meletakkannya di meja resepsionis.

Bukan uang.

Melainkan Token Giok Ular Hitam milik Hei She (yang dia simpan pecahannya) dan Kipas Besi milik Xue Sha.

"Katakan padanya," kata Zhaofeng, suaranya pelan tapi menekan. "Aku punya barang-barang orang mati yang ingin kujual. Dan aku ingin tahu harga kepala Tuan Kota Duanmu hari ini."

Pelayan wanita itu memucat melihat barang-barang itu. Kipas Xue Sha sangat terkenal.

"Tunggu sebentar, Tuan... Tuan..."

"Pedang Buta."

Pelayan itu berlari naik ke lantai atas.

Zhaofeng berdiri menunggu, tangannya bersedekap.

Di sekelilingnya, beberapa mata-mata yang menyamar sebagai tamu mulai melirik. Zhaofeng mendengar detak jantung mereka berubah cepat.

"Berita sudah menyebar," batin Zhaofeng. "Ular-ular mulai keluar dari lubangnya."

Dia mengetuk lantai dengan kakinya. Getaran halus menyebar ke seluruh ruangan, memetakan posisi setiap orang bersenjata.

Malam ini, Kota Perbatasan Barat akan tahu siapa penguasa baru kegelapan.

1
Nanik S
Gadis Cantik....
Nanik S
Gagang pedang yang berlokasi dg pecahan... cari celah
Nanik S
Gagang pedang.... yang dicari Zhaofeng ada diKlan Phonik
Nanik S
Garis darah Zhao feng atau Xiao Yu dg gadis yang ada didalam kereta
Apliti warman
alumrnya bagus, cara penulisannya dah expert nih, lanjut thor, ada yg hilang thor, tentang penguasaan jurus 2 mc, menarik cara othor menjelaskan, juga ranah mc, naikkan dikit...😁
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Panen Zhaofeng.... dan bersihkan harta karun Duanmu
Nanik S
Krek., hancur sudah tulangnya
yos helmi
lanjut
Nanik S
Nyonya Merah mengerikan juga, banjir Darah dibilang ramai
Nanik S
Jual barang rampasan
Nanik S
Xiao Yu... ikut saja Zhaifeng
Nanik S
Lanjutkan dan tetap semangat Tor
Nanik S
Mantap Pooool
Nanik S
Lanjutkan Zhaofeng dan bantai semua Taring naga
Nanik S
Demi melindungi Sekte Zhaofeng rela meninggalkan Sekte
Nanik S
Lanjut mengembsra
A 170 RI
cerita pendekar buta cukup menarik
A 170 RI
trus berkarya jangan hiatus ya thor..
💪
Nanik S
Zhaofeng perusak rencana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!