NovelToon NovelToon
Hati Yang Kau Abaikan

Hati Yang Kau Abaikan

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ameera, sangat terpukul saat mengetahui suaminya Caleb selingkuh di depan matanya sendiri. senua pengorbanannya selama ini terasa sia-sia.
Ameera tidak bisa merima kenyataan itu dan memilih pergi meninggalkan rumah. meninggalkan Ibu mertua yang sakit. yang menganggapnya tidak lebih dari seorang pembantu.
Saatnya membangun harapan baru, mengejar impian yang selama ini dia hancurkan.
Berhasilkah Ameera meraih mimpi dan cintanya. Apakah Caleb berhasil menemukan istrinya yang minggat dari rumah.

Mohon dukungannya atas cerita ini. Dari awal hingga akhir. Bukan hanya sekedar mampir atau jadi pembaca hantu, tiba-tiba muncul dan tiba menghilang. Tinggalkan jejaknya sebagai tanda cinta buat Emak. Love you untuk kalian semua. Horas!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Bersitegang

"Ame, demi anak kita, Celia." Caleb masih berusaha membujuk Ameera.

"Huh, sejak kapan kamu peduli dengan Celia." dengus Ameera menatap Caleb penuh kebencian.

"Ame, kamulah yang pergi dan membawa kabur Celia. Ingat itu!"

"Dan ingat juga, kamu yang telah selingkuh! Itulah penyebab aku pergi! Bahkan kamu tidak menunggu lama, menikahi selingkuhanmu itu, setelah aku pergi." ucap Ameera tajam.

"Ame aku memang salah. Tapi, aku juga sudah bercerai darinya."

"Aku tidak akan pernah memungut apa yang telah aku buang! Bagiku kamu adalah masa lalu. Aku tidak akan pernah lagi membuka pintu hatiku. Jangan sekali-kali menjadikan Celia sebagai alasanmu untuk kembali. Ada banyak hati yang mengasihinya."

"Apakah pria itu maksudmu?" dengus Caleb tidak suka.

"Ya, dia salah satunya. Jadi Celia tidak akan kekurangan kasih sayang dari seorang ayah. Bukankah kamu yang menolak mengasihi darah dagingmu sendiri?" Ameera berusaha mendorong Caleb supaya terbebas dari pojokan. Dan berhasil. Tetapi Caleb menahan lengannya.

"Aku tidak percaya, pria itu bisa menerima kamu. Kecuali dia hanya hendak memanfaatkamu, Ame." Caleb berusaha mempengaruhi Ameera.

"Justru kamulah yang memanfaatkan aku selama ini. Menjadikan aku pengasuh gratis ibumu! Kamu abaikan aku dan darah dagingmu sendiri. Kamu lebih peduli pada ponakanmu kan? Aku hanya orang lain yang kebetulan jadi istrimu, iya kan?" ucap Ameera berapi-api.

Dadanya turun naik menahan emosi. Setiap ucapannya penuh penekanan, karena tidak ingin menarik perhatian orang lain. Terutama Edgar, yang belum menyadari kalau Ameera dicegat Caleb. Edgar tiba-tiba berbalik dan mencari Ameera yang dia pikir mengikuti langkahnya.

Ameera melihat Edgar tengah menatap ke arahnya. Sedikit heran karena dia berbincang dengan orang asing. Setelah meletakkan nampan makanannya Edgar berjalan menghampiri Ameera.

"Menyingkirlah, aku mau lewat." Ameera menahan geramnya.

"Ame, aku mohon kamu memikirkan ulang tawaranku." Caleb sedikit mengancam.

"Apa yang tidak aku tahu tentang kamu, Cal. Kamu itu sudah hancur. Bodoh sekali kalau aku harus memulai lagi denganmu. Cukup lima tahun itu waktuku terbuang percuma denganmu." dengus Ameera. Ameera menghempaskan lengan Caleb yang mencengkram lengannya.

"Beri aku bukti kalau pria itu mencintaimu, Ame." tantang Caleb

"Aku tidak butuh validasi atas hubungan kami. Tapi jika kamu memaksa, siapa takut dengan tantanganmu. Kamu terlalu menganggap remeh hidupku." Ameera meninggalkan Caleb yang agak bingung dengan ucapan Ameera.

"Ame, ada masalah apa? Kamu sepertinya bersitegang dengan pria itu." Edgar bertanya ke Ameera, begitu mereka berhadapan.

"Ah, bukan siapa-siapa. Dia itu cuma mantan. Mantan suamiku." sahut Ameera acuh.

"Kamu baik-baik saja?" Edgar menyentuh kedua bahu Ameera. Edgar tidak tau apa yang terjadi. Tapi dia melihat sepertinya Ameera tengah terpukul. Dan Edgar spontan bersikap hendak melindungi.

Ameera menoleh ke belakang. Dimana Caleb masih menatapnya dengan senyum tipis di sudut bibirnya. Senyum penuh ejekan, itulah yang dilihat Ameera.

"Maafkan aku," bisik Ameera lirih dan tiba-tiba mencium bibir Edgar. Tentu saja Edgar blingsatan! Tidak menduga sama sekali Ameera akan melakukannya. Sesuatu pasti telah terjadi. Sesuatu yang melukai harga diri perempuan dihadapannya.

Sekilas, Edgar melihat wajah mantan suami itu merona merah. Mungkin sama terkejutnya dengan dirinya saat ini. Spontan Edgar, membalas ciuman itu. Apapun pemicu dari tindakan Ameera, biarlah menjadi urusan nanti.

Saat ini, dia harus mengikuti arah permainan Ameera.

Kedua netra Caleb, membulat sempurna. Manakala Edgar, menarik tubuh Ameera semakin menempel pada dirinya. Caleb tidak menduga sama sekali, secepat itu Ameera membuktikan ucapannya. Caleb lantas pergi dari tempat itu. Dan sempat berpapasan dengan Richi, yang juga kaget tak kepalang menyaksikan adegan di depannya.

Menyadari kalau Caleb telah pergi, Ameera segera menarik dirinya dari pelukan Edgar. Dengan wajah memerah, Ameera meninggalkan Edgar, mematung sendiri. Richi, pura-pura tidak melihat dan tidak tau apa-apa.

Kebetulan, suasana juga sepi. Pengunjung kebanyakan turun ke sungai. Hanya satu dua orang pelayan dan juga tengah sibuk bekerja.

Edgar, mengusap bibirnya. Lalu menatap ke arah Ameera pergi. Edgar mengejar Ameera yang berlari ke taman.

Edgar sengaja terbatuk, menandakan kehadirannya di taman itu. Ameera menoleh, dan merasakan malu yang luar biasa atas kelancangan yang mencium Edgar. Ameera tidak tahu, bagaimana menjelaskan situasinya yang menjadi latar perbuatannya.

Lagian untuk apa pula penjelasan itu. Edgar pasti menilai buruk perbuatannya. Sebuah kesalahan fatal, yang dalam mimpi pun dia akan berpikir seribu kali untuk melakukannya. Bisa-bisanya dia melakukan itu tadi.

Hanya karena terbawa emosi sesaat, citranya pasti berubah buruk di mata Edgar.

"Tidak perlu menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi barusan. Aku mengerti, kamu pasti terbawa emosi tadi." Edgar duduk di bangku taman, tepat di sisi Ameera.

"Saya minta maaf," Ameera semakin tertunduk. Terdengar helaan nafas berat Edgar. Dia faham betul suasana hati Ameera saat ini. Tapi semua sudah terlewat. Tidak guna juga membahas itu saat ini.

"Lupakan saja. Ayo, kita lanjut makan. Setelah itu kita balik ke kantorku untuk menandatangani kontrak itu."

"Apakah, saya masih layak dapat kontrak itu?" Ameera masih menunduk, tidak berani menatap ke arah Edgar.

"Tentu saja. Aku yang akan rugi jika kontrak itu dibatalkan. Lagian ciumanmu tidak buruk kok, takutnya aku malah candu." kelakar Edgar lantas berdiri. Dia mengulurkan tangannya ke arah Ameera. Ameera tidak ada pilihan. Dia meletakkan jemari di atas jemari Edgar. Edgar menuntun Ameera kembali masuk ke resto.

Di balik pohon, sepasang mata menatap Ameera dan Edgar tanpa berkedip. Sepasang mata milik Caleb yang terbakar cemburu!

"Hem, kalian dari mana sih. Mentang-mentang aku tinggal sebentar, sudah cari kesempatan." Tegur Richi pura-pura kesal. Sampai berkacang pinggang segala, untuk menguatkan sandiwaranya.

"Halah, banyak kali cakap kau, bah! Emang cuma kau yang boleh senang-senang." balas Edgar dengan logat Bataknya.

"Bah, keluar juga gaya khas mu, Bro. Nampak kali hatimu sedang berbunga-bunga." balas Richi menyindir.

Terbayang kembali kejadian tadi. Richi penasaran siapa laki-laki yang hampir menabraknya tadi. Apakah dia mantan suami Ameera? Kebetulan sekali bisa jumpa disini.

"Sudah, kami mau makan dulu. Jauh-jauhlah sana dulu." usir Edgar mendorong tubuh Richi perlahan. Wajah Ameera sedari tadi berubah terus mendengar sindiran Richi.

"Oke, aku mau balik ke bawah dulu." tanpa diusir dua kali, Richi balik arah. Menuju sungai. Saat dia duduk di atas sebongkah batu besar, terdengar olehnya dua pria tengah berbincang serius. Tidak jauh darinya.

"Kamu yakin dia mantan istrimu, Cal? Siapa tau kamu cuma salah lihat."

"Tidak salah lihat lagi. Kami malah sempat bersitegang." pria itu menggaruk kepalanya tampak frustasi.

"Ya, sudah. Kamu ihklaskan saja kalau dia, kalau sudah bersama orang lain. Yang salah juga kamu. Jangan egois lah."

Lamat-lamat percakapan itu sampai ke telinga Richi, yang diam-diam menyimak percakapan itu. Jadi benar dugaannya kalau pria itu adalah mantan suami Ameera.***

1
Sunaryati
Rumah dan harta yang terbakar emak syukurin namun kedua orang tua Zita kasihan. Tapi lebih baik begitu, dari pada hidup melihat berbagai kejahatan Zita putrinya
checangel_
Hukum alam memang tak bisa diganggu gugat 🤧
kalea rizuky
nah gini tegas g bertahan alasan anak itu goblok. ending nangis mending kayak ini tegas
Linda pransiska manalu: mmakasih, semoga lanjut membaca Mak. bukan sekedar mampir🙏🙏
total 1 replies
Linda pransiska manalu
nanti balik lagi mak
Sunaryati
End kok masih menggantung
Aquarius26
loohh kok end thor,,
Aquarius26: padahal ceritanya bagus thor🥺
total 2 replies
checangel_
Kesabaran Bu Rina yang selembut kapas 🤧/Facepalm/
checangel_
Anak yang penurut pada Ibunya /Hey//Facepalm/
Sunaryati
Dulu kemana Nek, saat serumah. Setelah pergi kok diakui
Linda pransiska manalu: ntah, neneknya merasa paling tersakiti. padahal dia pelakunya. 🤭
total 1 replies
checangel_
Akur ya kalian berdua sebagai sahabat, jangan sampai ada gunjingan di belakang 😇
checangel_: Alhamdulillah lega Reader dengarnya 😄
total 2 replies
checangel_
Karma Ibu Mertua kah ini?🤧/Facepalm/
Linda pransiska manalu: yo yes. setiap perbuatan pasti ada karmanya Mak.
total 1 replies
Sunaryati
Rasakan dendam pribadi kok dilampiaskan saat bekerja, perusahaan yang kena,? Nikmati pindah rumah tahanan, Zita
Linda pransiska manalu: betul Mak. karena emosi sesaat dia menghancurkan dirinya sendiri.
total 1 replies
checangel_
Pesona Ameera pada suami dan selingannya /Facepalm/
Sunaryati
Tamat sudah riwayatmu yang busuk penuh tipu daya, termasuk Caleb pernah merasakan bahkan rumah tangganya hancur
Sunaryati
Langsung ketahuan pelakunya, namun belum ada bukti maka belum bisa melakukan langkah selanjutnya
Aquarius26
lanjut thor 😁
Sunaryati
Caleb, kamu yang selingkuh, kamu yang bawa selingkuhan ke rumah. Dan kalian sudah bercerai, saat tahu kemampuan Ameera, sekarang ingin kembali, jangan mimpi!!. Yang untung Bos Edgar nih dapat durian runtuh, merasakan ciuman gratis dari desainer Selasih. /Drool//Drool//Drool/
Linda pransiska manalu: entahlah Mak, merasa paling tersakiti dianya. padahal yang nyakiti siapa.
total 1 replies
Anonymous
ya terus apa urusan Lo Richi GOBLOK 🖕
Sunaryati
Tendang saja jika tak minggir, atau panggil saja Edgar dengan suara manja. Harapan Nak Richi agar Amee dan Edgar berjodoh emak aamiin kan
Linda pransiska manalu: Amin juga Emak.😍
total 1 replies
Sunaryati
Semoga awal kesuksesan kamu Ameera, untuk mengepakkan sayap, mengasah dan mengaplikasikan keahlian dan kemampuan kamu di bidang Fashion
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!