NovelToon NovelToon
Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Saat membuka mata kembali, Aruna mendapati dirinya hidup kembali, terbangun di masa lalu, tepat sebelum segala kehancuran dalam hidupnya dimulai.

‎Dengan ingatan yang masih utuh akan luka dan kematiannya, dia berjanji akan membuat Rafael dan semua orang yang menyakitinya merasakan penderitaan yang sama, bahkan berkali lipat lebih berat.

Di tengah rencananya yang penuh dendam itu, Aruna mencari kembali Zeffrano - pria dingin, misterius, dan berkuasa yang di kehidupan sebelumnya pernah dia tolak lamarannya.

‎"Kali ini bukan lagi aku yang ada di bawah kakimu. Kali ini, akulah yang akan berdiri di puncak tertinggi bersama orang paling berkuasa di kota ini." ~ Aruna Kirana Dirgantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

‎Alvin tertegun sejenak, matanya melebar mendengar pertanyaan itu. Jarang sekali ia melihat tuannya yang selalu percaya diri dan tegas itu terlihat ragu dan cemas seperti ini.

‎‎"Tuan, saya tidak bisa menjawab dengan pasti seperti apa isi hati Nona Aruna. Tapi satu hal yang saya lihat jelas, Nona Aruna tidak lagi menjauh atau menolak sepenuhnya seperti dulu."

‎‎Alvin melangkah mendekat sedikit, nadanya tetap sopan namun jujur.

‎‎"Dulu dia menolak karena menganggap Anda sombong dan tidak tulus. Selain itu dia juga masih punya Rafael sebagai kekasihnya. Tapi sekarang dia sudah melihat bagaimana Anda mendukung dan melindunginya. Dia datang meminta bantuan saat terancam, dia percaya pada keputusan Anda, dan dia nyaman berada di sisi Anda. Itu perubahan yang sangat besar, Tuan."

‎‎Zeffrano mendengarkan sambil mengusap pelan dagunya, raut wajahnya masih dipenuhi keraguan. "Tapi dia pernah bilang dia hanya akan menikah dengan Rafael. Bagaimana jika perasaan itu masih tersisa, meski sedikit saja? Aku tidak ingin dia menerima hanya karena merasa berhutang budi, bukan karena hatinya benar-benar memilihku."

‎‎"Kalau dia masih memiliki perasaan untuk Rafael, dia tidak akan berdiri setegas itu saat pertemuan kemarin, apalagi melihatnya dipenjara tanpa rasa iba. Nona Aruna adalah orang yang tegas dan jujur pada perasaannya sendiri. Jika dia masih mencintai orang lain, dia tidak akan membiarkan diri Anda mendekat sedekat ini," jawab Alvin tenang.

‎‎Kata-kata itu menembus keraguan Zeffrano. Perlahan, senyum samar namun penuh keyakinan mulai terukir di bibirnya. Matanya kembali bersinar dengan tekad yang selama ini tersembunyi.

‎‎"Kamu benar. Aku sudah menunggu cukup lama. Aku tidak ingin lagi hanya menjadi tempat berlindungnya saat ada masalah saja. Aku ingin menjadi tempat dia pulang, tempat dia berbagi segalanya, selamanya."

‎‎Ia berdiri dari kursinya, bahunya tegap kembali dengan aura kekuasaan dan ketegasan yang khas, namun kali ini dibalut dengan kehangatan yang baru.

‎‎"Siapkan semuanya, Alvin. Carikan aku sebuah cincin. Saat pesta kelulusannya nanti, aku akan melamarnya di hadapan semua orang."

‎Alvin tersenyum tipis, merasa lega melihat tuannya akhirnya berani melangkah lebih jauh. "Baik, Tuan. Saya akan menyiapkan semuanya dengan sebaik mungkin."

-

-

-

‎Dua hari setelah pertemuan di jalanan itu, tepat saat senja mulai merona di ufuk barat, Tania menerima pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal.

‎‎[ Datang ke gerbang belakang penjara, jam enam sore. Semua sudah diatur. ]

‎‎Jantung Tania berdegup kencang, rasa tidak percaya dan kegembiraan yang meluap jadi satu. Tanpa membuang waktu, ia segera menaiki taksi menuju lokasi yang ditentukan. Sesampainya disana, ia melihat sebuah mobil van berwarna gelap sudah terparkir rapi, dan tidak lama kemudian, pintu gerbang samping terbuka.

‎‎Sosok yang keluar dari balik gerbang itu membuat matanya langsung berkaca-kaca.

‎‎"Rafael!" seru Tania, berlari mendekat dan langsung memeluk tubuh kekasihnya erat-erat.

‎‎Rafael terlihat lebih kurus dan wajahnya tampak pucat, namun matanya kembali menyala penuh amarah dan kebingungan. Ia membalas pelukan itu dengan genggaman tangan yang kuat.

‎‎"Tania… bagaimana bisa aku dibebaskan? Semua pengacara bilang kasus ini tidak mungkin dicabut begitu saja, apalagi yang menuntut adalah Mahesa Group," gumamnya dengan suara serak.

‎‎"Dia yang melakukannya. Pria misterius itu… dia menepati janjinya," jawab Tania dengan nada penuh rasa takjub dan lega.

‎‎Belum sempat mereka berbicara lebih banyak, suara berat terdengar dari belakang.

‎‎"Kalian berdua, Ikut dengan saya. Bos menyuruh saya untuk menjemput kalian."

‎‎Mereka berdua menoleh dengan cepat, melihat seorang pria bertubuh kekar berpakaian serba gelap berdiri tak jauh dari sana. Wajahnya datar tanpa ekspresi, hanya matanya yang menatap tajam memeriksa keadaan sekitar.

‎‎Rafael masih belum sepenuhnya percaya, matanya menyapu sekelilingnya dengan waspada. "Bos? Siapa bos yang kamu maksud?"

‎‎Pria itu tidak menjawab pertanyaan itu secara langsung, hanya mengangguk singkat ke arah mobil van yang terbuka pintunya. "Jangan banyak tanya. Kalau ingin tetap bebas dan aman, ikut saja. Tempat baru sudah disiapkan untuk kalian berdua. Atau kalian memang lebih suka jadi gelandangan?"

‎‎Kalimat itu tegas dan mengandung ancaman samar, membuat Rafael dan Tania saling berpandangan. Tidak ada pilihan lain, menolak berarti mempertaruhkan kebebasan yang baru saja didapatkan. Dengan hati yang masih penuh tanya, mereka berjalan cepat menuju mobil itu dan masuk ke dalamnya.

‎‎Begitu pintu tertutup rapat, kendaraan itu segera melaju pergi meninggalkan area penjara. Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil hening. Rafael memandang keluar jendela, pikirannya berputar kencang, siapa sebenarnya orang yang memiliki kekuatan sebesar ini? Apa tujuan sebenarnya menolongnya dan Tania?

‎‎Setelah melaju sekitar empat puluh menit keluar dari pusat kota, mobil itu berbelok masuk ke perumahan yang sepi dan jarang diketahui orang. Ia berhenti tepat di depan sebuah rumah berhalaman luas yang tertutup rapat oleh pohon-pohon rindang.

‎‎"Ini tempatnya," ucap pengantar itu singkat, lalu membukakan pintu untuk mereka.

‎‎Begitu melangkah masuk, mata mereka terbelalak takjub. Rumah itu bersih, rapi, dan sudah dilengkapi perabotan lengkap. Di garasi terparkir sebuah mobil yang masih terlihat baru. Di atas meja ruang tengah tergeletak seamplop tebal berisi uang tunai, beserta satu kunci mobil dan kunci rumah.

‎‎"Semua ini untuk kalian," lanjut pria itu sambil menunjuk sekeliling. "Kalian bisa istirahat dulu. Besok bos baru akan datang untuk menemui kalian."

‎‎Rafael mendekat, memegang amplop itu dengan tangan sedikit gemetar. Ia menoleh menatap pengantar itu dengan pandangan yang masih dipenuhi rasa curiga. "Siapa bos yang kamu maksud itu sebenarnya? Kenapa dia mau membantu kami?"

‎Pria itu menyeringai tipis, "Bos hanya meminta satu hal. Kalian melaksanakan setiap perintah yang akan disampaikan nanti, tanpa bertanya, tanpa ragu, dan tanpa menyebarkan rahasia. Kalau kalian setuju, maka kebebasan dan kemudahan ini akan terus ada. Kalau melanggar... maka kalian yang akan menyesal dan menanggung akibatnya karena sudah melanggar perjanjian. Bukan begitu Nona Tania?"

‎Nada bicaranya dingin namun mengancam, membuat punggung Tania merinding. Ia menggenggam lengan Rafael erat-erat, menatap kekasihnya meminta persetujuan.

‎‎Rafael mengatupkan rahangnya, rasa dendam yang membara mengalahkan rasa takutnya. Ia mengangguk tegas. "Kami setuju. Apapun yang diminta, kami akan laksanakan, selama itu bisa menghancurkan mereka yang telah menjatuhkan kami."

‎‎"Bagus," jawab pria itu puas. "Besok pagi akan ada pesan baru yang datang. Jangan keluar rumah kecuali diperlukan, dan jangan berhubungan dengan kenalan lama. Ingat, mulai detik ini, kalian berdua hidup di bawah pengawasan."

‎‎Setelah menyampaikan itu, ia berbalik dan pergi, meninggalkan mereka berdua sendirian di rumah yang terasa lengkap namun sunyi.

-

-

-

Bersambung...

1
W I 2 K
perintah jd pemeran video blue kah.....,, kalau iya lucu x y...., hbsnya capek dendam dendaman mulu..... mending perintahnya yg enak.. enak
bukan indah kalau hidup Damai tanpa dendam 🤭
〈⎳ FT. Zira
perintahnya pasti yg iya iya ini🤧🤧
Kusii Yaati
kalau masih dengan Rafael bagaimana zeff mau percaya sama kamu 😩
Kusii Yaati
kalau aq jadi zeffrano aq pun nggak akan langsung percaya setelah di tolak mentah". apalagi dia laki punya segalanya.dan aq kurang setuju kalau Aruna mendekati zeff karena ingin balas dendam sama Rafael, kasihan zeff kalau hanya di manfaatkan saja🥺
〈⎳ FT. Zira
ini mana up nyaaa
🔥Violetta🔥: Bentar... napas dulu 😂😂😂 si anu juga belum up nih 🤭🤭😂😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
awas loh.. bisa bisa dia itu cuma figuran yg diminta Zeff untuk berakting🤭
〈⎳ FT. Zira
orang tu sadar woii/Curse//Curse//Curse/
W I 2 K
cerita lamar., lamaran ini.. 🤣🤣🤭
W I 2 K: aku bawa kopi sm sajen sekebon y 🤣🤣🤣
total 4 replies
partini
aku suka novel yg udah meninggal balik ke beberapa tahun sebelum nya
🔥Violetta🔥: Sebenarnya baru pertama kali nulis novel reinkarnasi begini, coba-coba aja ini kak.... siapa tahu bisa menghibur 🤭🤭😂😂
total 1 replies
W I 2 K
tuh kan bener.. zeff siap2 kamu dilamar cewek....
〈⎳ FT. Zira
bener.. kamu mau negokin?? kasih selimut misalnya🤭
〈⎳ FT. Zira
panik /Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
mending risign aja dah, daripada kepalamu meledak denger tania ngegas muli🤧
🔥Violetta🔥: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mau bayar pengacara pakai apa? daun?
〈⎳ FT. Zira: kemungkinan tertinggi🤧🤧
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
maling teriak maling ini emang susah ya
🔥Violetta🔥: Minta disumpal mulutnya dia 🤣🤣🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
nohh lakuin.. katanya apa saja kannn🤣🤣
W I 2 K: mamposss tania?!!!!
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
niatnya lain kyknya
〈⎳ FT. Zira
masih punya stok drama ternyata/Sweat/
〈⎳ FT. Zira
pingsan aja.. gak ada yg larang kok
〈⎳ FT. Zira
eaaa... rayuannya bang... meleleh hatiku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!