Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3.8: Kencan!?
Semoga saja ada sebuah petunjuk tentang orang yang membunuh keluargaku juga sesuatu yang berhubungan dengan Perpustakaan agar diriku bisa dapat informasi tentang ‘Penyihir’ dan “Regresi’.
Semoga saja nggak ribet penjelasannya, hahaha. “Namamu siapa?”
[Takeuchi Hideki. Kau James Darren kan?]
“Ya, benar sekali. Takeuchi Hideki... Apakah kau seorang rakyat jelata sama sepertiku?”
[Antara iya dan tidak, James Darren. Berarti yang sekarang... Ingatanmu tidak diganti, melainkan dirimu lupa ingatan tengtangku kah?]
“Mana aku tahu. Dan... Diriku belum pernah mendengar namamu sama sekali.”
[Berarti benar. Ternyata bisa seperti itu juga rupanya. Aneh sekali ya! Tapi menurutku sangat menarik.]
“Mungkin kamu benar. Lalu... Apakah kau seorang ‘Clort’ sama sepertiku? Soalnya... Berbagi tubuh yang sama, kemungkinan besar hasilnya pun sama saja.”
[Apa lagi itu? Yahh... Harusnya sama.]
“Baiklah, terimakasih atas jawabanmu. Untuk saat ini dan seterusnya, lebih baik kita saling membantu dalam beberapa hal.”
[Aku setuju denganmu. Bantuanku sendiri belum selesai untukmu dan agar selesai, sepertinya benar jika kita harus saling membantu.]
“Mohon bantuannya untuk kedepannya, Takeuchi Hideki!”
[Mohon bantuannya sekali lagi juga serta untuk menyelesaikannya bersama, James Darren!]
Setelah itu, sekeliling kamarnya bersih. Tak ada lagi benda berserakan di mana-mana. [Wow! Bagus.]
“Iya kan! Aku memang jago dalam bersih-bersih. Kalau nggak bisa, mama akan memarahiku sih, hehehe.”
[Dimarahi oleh orang tuamu apakah sangat menakutkan atau biasa saja?]
“Menurutku pribadi sangat menakutkan. Kau tahu bukan! Wanita adalah makhluk terkuat di dunia manapun itu.”
[Aku baru tahu. Berarti mereka memiliki kekuatan yang tidak masuk akal kah?]
“Ya, benar sekali.”
Pengetahuan baru ku dapatkan ya, hahaha. Eh? Entah kenapa, pengetahuan ini sepertinya pernah ku dapatkan.
Benar! Aku mudah melupakan sesuatu dan menurutku sangat wajar bagi seorang jenius.
Jenius itu adalah orang yang sangat bodoh. Pintar? Sama dengan bodoh, hahaha. [Menurutmu, berubah atau tidak?]
“Apanya?”
[Maksudku... Dunia ini.]
“Dengan kemunculanmu, yang ku yakini pastinya sama-sama saja. Memangnya kalau berubah, apa yang akan terjadi padaku, Takeuchi Hideki?”
[Apa yang kau tahu tentang sebuah kematian?]
“Aku pergi ke alam sana tentunya.”
[Kalau kau mati, kau akan menggantikanku. Keren sekali konsepnya bukan! Kematian membuat sebuah kehidupan berubah diantara kita berdua. Sisanya... Sama saja.]
“Perkataanmu serius sekali ya! Kau membuatku harus mempercayaimu kah?”
[Ya, benar sekali. Rasa percaya akan mengantarkanmu menuju ke kebahagiaan yang sesungguhnya.]
“Sungguh perkataan seseorang yang suka berkhayal.”
Berkhayal bahwa aku adalah orang yang bodoh. Kekekek, bagus sekali wahai James Darren! Sudah ku duga kau sama sepertiku.
Kapan aku menduganya? Barusan. “Sekarang aku cepat-cepat turun ke lantai satu. Mama bisa memarahiku.”
[Oke. Cepatlah! Mamamu itu sosok yang sangat menakutkan bukan!]
“Be-benar banget. O-oke, ayo.”
Ia membuka pintu dan terlihat ada tiga kamar. Dua kamar tidur, satunya lagi... Mungkin gudang atau entahlah.
Terlihat seperti ruangan yang penuh banyak misteri. Pintu merah berdarah dirantai kuat-kuat.
Hahaha... Me-menakutkan sekali.
Begitu turun dari tangga, ia belok ke arah kiri dan sampailah di ruang makan. Ibu dan ayahnya ada di sana.
Sang ayah duduk sambil membaca koran. Pakaiannya rapi sekali! Kemeja dan celana yang khas bagi para pekerja kantoran, ditambah dasi... Pasti pria ini sama sepertiku.
Kita berdua sama-sama kerja di sebuah perusahaan. Aku respect padamu, ayah James Darren.
“Cepat makan! Sa-sayang... To-tolong jangan terus menatapnya seperti itu!”
“HAH!?”
Tatapan dari ibunya pada ayahnya sangat menakutkan. Benar-benar persis sesuai yang dikatakannya padaku.
“Te-tenang dulu mama! A-aku akan makan. Ja-jadi... Ha-hari ini tolong jangan menghukum anak tercintamu ini!”
“Terserah.”
Bad mood... Hahaha... Kayaknya nasib dari James Darren bentar lagi berakhir. Beralih dari situ, meja makan menyisakan ayah dan anak saja.
Ayah terus membaca koran dan anak akan memulai makan paginya. Sashimi, berbagai jenis tahu dan tempe dalam bentuk sayuran, buah-buahan, juga saus... A-aneh banget ya!
Lalu... Nasinya banyak juga! Dia makan di piring? Orang-orang di negara kami kebanyakan memakai mangkuk.
Kenapa? Karena kebiasaan pastinya. “Selamat makan!”
Tata tertib awal sebelum makan sama seperti kami dan dia makan menggunakan kedua sumpit yang ia pegang oleh jari jempol juga telunjuk bagian kanan.
Kalau pakai tangan kiri, menurutku aneh sekali. Jadi... Cara makannya sangatlah normal.
“Enak. Mama jago banget masaknya ya, Papa!”
“Nggak juga.”
Kalau istrinya mendengarnya, nasibnya akan baik-baik saja atau bagaimana? Seingatku, hal tersebut selalu terjadi di belakang para istri.
Benar atau tidak? Harusnya tidak dan bisa dibilang bahwa gender kami melakukan hal tersebut karena ingin saja, bukan berarti menghormati seorang perempuan atau takut pada mereka.
Komentarku kira-kira bakal membuatku tetap ada di dunia ini atau melayang menuju alam baka?
Harusnya sih... Tetap ada di dunia ini. [Makanan di sini hampir sama seperti makanan yang ada di negaraku lho! Maksudku... Duniaku berasal.]
“...” . James Darren melirik ke arah ayahnya dan karena ayahnya masih fokus ke koran, ia mengangguk.
Jenius sekali! Agar tidak ketahuan memang harus seperti itu. Kami berdua memang benar-benar ditakdirkan bersama.
“Papa... Mama nggak mendengar perkataanmu tadi kan?”
“Mana mungkin perempuan tuli itu bisa mendengarnya.”
“Siapa yang perempuan tuli, sayang?”
Apakah ini yang namanya dengan skatmatch? Di dunia catur, jika ratu sudah tidak bisa ke mana-mana, semisal di skak oleh menteri, maka tamat sudah riwayatnya.
Si skat ini menciptakan skatmatch dan pemain satunya lagi pun kalah. Berarti yang punya menteri pemenangnya?
Benar sekali. Itu adalah prinsip dasar dari permainan catur sesuai yang ku mengerti.
Dan pastinya benar sekali, hahaha. “Ng-nggak ada yang bilang gitu kok, sayang. Ma-maksudku... Tu-tuli di sini adalah cewek di kantor tempatku kerja. Dia benar-benar tuli sekali lho!”
Tatapan dingin dari istrinya setelah mendengar kalimat itu langsung berubah jadi senyum manis.
Pertanyaanku: Kenapa jalannya bisa cepat banget? Ini dunia sihir dan harusnya hal tersebut wajar. Aku bertanya dan yang menjawabnya adalah diriku sendiri.
Benar-benar orang yang stress ya! Hahaha, hal yang sangat wajar bagiku sih. Yahh... Terserahlah.
Namanya juga hidup. Kadang di atas dan kadang di bawah mungkin juga tengah-tengah.
Apa maksudku? Jenius pasti mengetahuinya. “Oke bagus. Aku harus pergi belanja. James! Awasi papamu oke! Kalau membicarakan sesuatu yang jahat tentangku lagi, laporkan padaku mengerti!”
Ayahnya langsung menurunkan korannya dan dengan ekspresi memohon sambil terlihat kayak mau ngasih uang sogok, membuatnya menampilkan senyum nakal sekaligus jahat serta mampu memikat sang ibu.
“Serahkan saja padaku mama! Akan ku laporkan padamu kalau ayah mengatakan sesuatu yang jahat tentangmu.”
Saling support sabi kali ya😉