NovelToon NovelToon
Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:33.1k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Saat Arsenio Malik (29) memilih untuk menikahi kakak kandung Seraphina Allena (25) yang bernama Kalani Gianna (27), hati Seraphina saat itu benar-benar patah. Dia diberi pengkhianatan ganda dari dua orang yang tak pernah ia sangka akan tega menusuknya dari belakang. Kalani ternyata sudah hamil. Dan, kedua orangtua mereka malah berdiri di sisi Kalani untuk membela kesalahan anak pertama mereka.

Saat Seraphina merasa ditinggal sendirian di dunia ini, datanglah Kaivan Lyonel Marvin (30) yang menjadi obat bagi luka hati Seraphina. Karena kelembutan dan perhatian Kaivan, Seraphina akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran dari pria itu.

Namun, empat tahun setelah pernikahan mereka, Seraphina baru tahu jika ternyata Kaivan menikahinya hanya supaya Seraphina tidak mengusik pernikahan Kalani dan Arsenio.

Pria yang sudah menjadi suaminya itu ternyata juga mencintai Kalani. Dia bahkan rela berkorban dengan menikahi Seraphina hanya demi memastikan agar Sera tidak balas dendam kepada Kalani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Tok! Tok! Tok!

Pintu diketuk dari arah luar. Kening Noah langsung berkerut tak suka. Dia paling tak suka diganggu jika sedang bekerja.

"Biar aku yang buka," kata Marco.

Pria itu bangkit dari sofa lalu mendekat ke arah pintu.

"Tidak perlu dibuka,"cegah Noah.

"Siapa tahu penting," balas Marco seraya meraih gagang pintu kemudian membukanya lebar-lebar.

Noah yang melihat itu pun tampak mendengkus kesal. "Awas saja kalau bukan sesuatu yang penting," ujarnya dengan tampang marah.

"Bibi, ada apa?" tanya Marco.

Perempuan paruh baya itu menatap takut-takut ke arah Noah.

"Tuan..." panggil wanita paruh baya itu.

"Ada apa?" tanya Noah. "Bibi tahu jika aku paling tidak suka diganggu jika sedang bekerja, kan?"

Glek.

wanita paruh baya itu meneguk ludahnya dengan kasar. Dia memberanikan diri menatap wajah majikannya. Namun, tatapan itu hanya bertahan beberapa detik. Karena, setelahnya... Ia kembali menunduk. Ketakutan.

"Ma-maaf, Tuan. Tapi, Nyonya sedang ada masalah."

"Ada apa dengannya?" tanya Noah.

"Nyonya sepertinya kesakitan. Dia kesulitan berjalan. Tadi, saat mencoba naik ke atas sendiri, beliau jatuh."

"Jatuh?" Noah tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.

"Iya, Tuan," angguk perempuan paruh baya itu. "Nyonya meminta saya untuk bertanya pada Tuan, apakah Tuan bisa menggendong Nyonya kembali ke atas?"

"Bilang padanya, aku sedang sibuk," jawab Noah. Sebenarnya, hanya untuk menjaga gengsi didepan Marco.

"Tapi, kaki Nyonya terkilir," timpal sang pelayan.

"Suruh pengawal saja untuk menggendongnya. Bisa, kan? Kenapa harus aku?"

Wanita paruh baya itu hendak mengatakan sesuatu, tapi pada akhirnya dia hanya diam dan berkata, "Baik, Tuan."

Ia kemudian bergegas keluar. Dia tak berani membantah sang atasan lebih lama lagi.

"Kau yakin, membiarkan istrimu digendong oleh pria lain?" tanya Marco sambil melipat kedua tangannya didepan dada.

"Cih, kau pikir aku akan cemburu? itu tidak mungkin," balas Noah. Dia tampak tertawa kecil.

"Jadi, kau tidak akan jadi pria yang bucin meski sudah menikah, hm?"

"Tentu saja," sahut Noah. "Heh, apa itu bucin? Aku bukan pria yang akan dengan mudah ditekan apalagi diperintah oleh seorang wanita."

"Baiklah," angguk Marco. "Aku percaya."

Kali ini, dia percaya jika Noah memang tidak terlalu menyukai Seraphina. Lantas, kenapa dulu Noah sangat bersemangat ingin menikahi perempuan itu?

Namun, sepersekian detik berikutnya... Pandangan Marco seketika berubah.

"Kamu mau kemana?" tanya Marco saat melihat Noah memilih meninggalkan pekerjaan dan malah hendak keluar dari ruangan itu.

"Tidak kemana-mana," jawab Noah. Tapi, dia tetap melangkah pergi.

Mau tak mau, Marco turut mengekori di belakangnya. Pria itu penasaran, kemana Noah akan pergi.

"Hei, hei, hei... Kau mau apa, hah?" tegur Noah dengan kalimat tegas saat seorang pengawal bersiap untuk menggendong Seraphina.

Pengawal itu sontak menoleh. Dia reflek membungkuk hormat saat melihat keberadaan atasannya.

"Tuan, Saya hanya ingin membantu Nyonya naik ke atas," jawab pengawal itu.

"Kau cari mati, ya?" tanya Noah dengan nada penuh penekanan. "Awas saja kalau kau berani menyentuh istriku."

Noah lalu menghampiri Seraphina. Dia berjongkok didepan sang istri lalu memperhatikan sepasang kaki jenjang wanita itu dengan seksama.

"Mana yang sakit?" tanya Noah.

"Eh?" Marco yang berdiri dibelakangnya tampak terkejut. Kemudian, dia tampak tertawa kecil. "Katanya bukan budak cinta. Dasar munafik."

"Katanya kamu sibuk. Kenapa malah ke sini?" tanya Seraphina kepada sang suami.

"Siapa bilang aku sibuk? Aku hanya menandatangani beberapa berkas dan setelah itu selesai," jawab Noah.

"Tapi, kata Bibi..."

"Mana yang sakit?" Noah memotong ucapan Seraphina dengan mengulang kembali pertanyaannya.

"Yang sebelah kiri," jawab Seraphina.

"Kamu jatuh dimana?"

"Di tangga."

Noah mendesah samar. Dia menyentuh pelan pergelangan kaki kiri Seraphina dengan penuh kelembutan.

"Sudah di kompres?"

"Sudah."

Noah pun berdiri kembali. Dia menggendong sang istri untuk dibawa naik ke atas, ke kamar mereka.

"Lain kali, jangan pernah berani sentuh istriku!" peringat Noah kepada pengawal tadi.

Tatapannya tajam. Penuh dengan aura kecemburuan.

"Ba-baik, Tuan," angguk pengawal tersebut dengan keringat dingin yang perlahan muncul.

Marco diam mengamati sambil berusaha mengulum senyum. Lihatlah, sang sahabat yang gengsian itu.

Katanya, tidak bucin. Tapi, sikapnya jelas memperlihatkan hal yang sebaliknya.

*****

"Noah..." panggil Seraphina terdengar ragu.

"Ada apa? Kau butuh sesuatu?" tanya pria itu sambil menurunkannya dengan hati-hati diatas tempat tidur.

"Besok, apa kamu bisa mengantarku ke dokter? Aku butuh diperiksa."

"Kamu sakit?" tanya Noah. Dia reflek menempelkan punggung tangannya di dahi Seraphina.

"Tidak," geleng Seraphina. "Hanya saja... dibawah sana masih sangat perih. sakit," lanjutnya dengan wajah memerah karena malu.

"Apa sesakit itu?" tanya Noah.

"Ehm," angguk Seraphina.

"Maaf. Semuanya salahku. Sepertinya, tadi malam aku terlalu bersemangat," ucap Noah dengan ekspresi yang terlihat sedih.

"Tidak apa-apa," timpal Seraphina. "Mungkin, karena ini pertama kalinya makanya jadi begini."

Seraphina mencoba menghibur. Dia merasa tak tega melihat ekspresi Noah yang seperti itu.

"Kalau begitu, bagaimana kalau kita berangkat siang ini saja?"

"Kamu... tidak sibuk?"

"Aku cuti selama dua minggu."

Seraphina mengangguk. Cukup terkejut mendengar fakta itu.

Untuk sebuah pernikahan yang dilakukan secara dadakan, Noah ternyata sudah menyiapkan cuti yang cukup panjang. Seolah-olah, mereka akan berbulan madu saja.

"Kenapa menatap ku seperti itu? Apa kamu terpesona dengan ketampanan ku?"

Uhuk!

Perempuan itu tersedak ludahnya sendiri. Apa yang Noah katakan benar-benar membuat dirinya terkejut.

"Tidak. Bukan begitu," geleng Seraphina.

Hal itu membuat Noah jadi tertawa kecil. "Kenapa panik?" tanyanya. "Apa karena aku menebak dengan benar?"

Wajah pria itu tiba-tiba berjarak begitu dekat dengan wajah Seraphina. Perempuan itu pun reflek menahan napas.

"Ka-kamu mau apa?" tanya Seraphina.

"Coba tebak!" timpal Noah sembari menatap bibir Seraphina yang menggoda.

Hanya dalam sepersekian detik, Noah berhasil mencium bibir perempuan itu. Dia mengecupnya perlahan, kemudian mulai memberi hisapan kecil yang menyetrum Seraphina hingga tak berdaya.

Drtt! Drtt! Drtt!

Ponsel yang bergetar di atas nakas reflek menyudahi sesi ciuman itu. Seraphina gegas meraih ponsel tersebut sambil berusaha memperbaiki ritme napasnya yang sempat berantakan.

Sejenak, dia terpaku. Saat nomor yang sama melakukan panggilan untuk kedua kalinya, barulah Seraphina memutuskan untuk mengangkat telepon itu.

"Ada apa?" tanya Seraphina.

Suara diseberang sana mulai terdengar. Dan, tanpa menjawab apapun lagi, Seraphina memutuskan untuk mengakhiri panggilan tersebut.

"Siapa?" tanya Noah penasaran.

"Ibuku," jawab Seraphina. "Beliau mengajak kita makan malam di rumah besok lusa."

"Kamu mau datang?"

Pertanyaan itu membuat hati Seraphina menjadi bimbang.

"Aku... tidak tahu."

1
Muft Smoker
kasiiiih pahaaam Noah ,, kamu terbaiiiiik ,, 👍👍👍👍🫰🫰🫰🫰🫰🫰
ryuka
mampus kamu kalani
ryuka
nooaahjh kamu yg terbaiiikkkk 😍😍😍😍🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍
partini
set dah ngintip pasti taipan kalau ga lani ,,ayo Noah kasih Shok terapi
EkaYulianti
tahu anak & mantu berselingkuh malah diam. pak romi otakmu isinya pa?
partini
nginap yah,,ayo Noah buat dedek bayi di rumah mertua biar mereka dengan suara syahdu kalian berdua 🤣
Muft Smoker
aduuuuh noaaah ,,
km keren sekaliguus nyeremin ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
gina altira
puas sekaliii
gina altira
hahahahhahahha,, Kalani kejang"
gina altira
Jalani pasti kejang" nih
Dew666
😍😍😍
Siti Muslimah
suka veritanya
ryuka
nooahh kamu kereennn 🔥🔥🔥🔥🤭🤭🤭🤭
gina altira
Sakit ga tuh🤪🤪
gina altira
👍👍👍
gina altira
Gila,, masa ga tau anaknya punya alergi makanan
gina altira
Jalani ini emang serakah yas
Vie
tugas dan juga beban yang cukup berat Sera... karena memang itu adalah kebenaranya... walaupun kamu menganggap pernikahan kalian hanya kontrak, tapi dimata masyarakat, kalian benar2 menikah.... dan juga sudah menjadi keluarga Alexander.. 👍🏻👍🏻👍🏻
Vie
cakepp karena akan percuma walaupun ditahan juga, karena dia akan tetap pergi begitu ada kesempatan.. 😭😭😭
Vie
itumah emang maunya kamu 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!