NovelToon NovelToon
Wasiat Terakhir Ibu

Wasiat Terakhir Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dokter / Romansa
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yehppee

🍀AYO, MAMPIR 🍀
Galang Langit jatmika sama sekali tidak mengenal sosok Hanum Sekar Salsabila.

Tapi di ranjang kematian ibunya, ia di paksa mengucap ijab Kabul untuk menikahi gadis itu.

"Nikahi Sekar, jaga gadis itu untuk ibu."

Pernikahan tanpa cinta, masa lalu yang datang, dan rumah tangga yang semakin terasa hambar.

Tapi bagaimana kalau wasiat itu justru jadi jalan satu-satunya untuk menyembuhkan hati mereka berdua yang penuh luka?


Yuk, cari jawabannya di sini 🍀

°°°°°°°°

Jangan lupa subscribe, like, vote, dan komen🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yehppee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode, 32. Memaafkan (1)

Sekar berdiri beberapa langkah dari Galang setelah mendengar ucapan Galang barusan.

Kedua matanya sembab, kelopak matanya membengkak karena terlalu banyak menangis. Wajah yang biasanya berusaha lebih tenang kini terlihat dipenuhi luka yang menyayat.

Tatapan yang diberikan oleh istrinya tersebut membuat Galang tidak nyaman. Untuk pertama kalinya sejak pembicaraan itu dimulai, dokter anestesi tersebut mengalihkan pandangan.

Ia tidak mampu menatap kedua netra istrinya terlalu lama. Ia bisa melihat dari pandangannya sebagai kekecewaan yang mendalam, bahkan ia sangat yakin jika Sekar tengah menanggung banyak kesedihan.

Sekar tertawa pelan, tawa getir yang membuat Galang kembali menatap istrinya.

"Ya. Tentu saja kamu akan bilang gak usah dengerin omongan orang." Ucapnya seraya menganggukkan kepalanya, "Tentu saja karena kamu gak pernah tahu, atau mungkin tidak ingin tahu."

Galang menelan ludahnya. "Sekar--"

"Kamu gak bakalan tahu gimana keseharian aku dirumah ini karena kamu selalu ada rumah sakit." Katanya dengan suara bergetar, namun ia tidak berhenti.

"Mungkin buat kamu semuanya baik-baik aja. Kamu berangkat pagi, pulang malam. Kamu ketemu pasien, ketemu dokter lain, ketemu dunia kamu."

Sekar menatap suaminya lurus.

"Sementara aku?"

Senyum tipis muncul di bibirnya. Namun senyum itu terlihat amat menyakitkan.

"Semua orang menatap aku heran karena pernikahan kita yang mendadak ini." Ia menarik napas, "tapi aku sama sekali tidak mempermasalahkan pernikahan itu karena aku sendiri yang memutuskan, aku sendiri yang siapa dinikahi pria yang bahkan tidak aku kenal. Aku hanya...aku hanya ingin menjalankan kewajiban aku sebagai orang yang ingin membalas budi atas kebaikan seseorang. Tapi kamu tahu? Semakin aku belajar memahami kamu, semakin aku mencintaimu dan aku benci itu."

Galang tersentak mendengar kata 'mencintaimu'

"Aku tahu kamu menikahiku juga karena terpaksa. Kamu bersikap baik sama aku karena permintaan ibu, iya 'kan?"

Galang diam seribu bahasa.

"Dan perlu kamu tahu, Bu RT sangat tidak menyukai aku hanya karena aku menikah denganmu." Ucapnya seraya menunjuk dirinya sendiri.

Napas Sekar mulai terdengar memburu, matanya kembali memerah bahkan air mata itu perlahan jatuh tanpa ia inginkan.

"Dan sekarang, gosip kalau aku mandul sudah hampir diketahui semua warga."

Rahang Galang mengeras.

Kali ini ia benar-benar tidak menyukai kemana arah pembicaraan istrinya. Namun kali ini Sekar sudah tidak mampu lagi menahan semuanya.

"Tentu mereka heran sama aku."

"Sekar..." sela Galang dengan nada rendah.

"Mereka selalu bertanya. Gimana kamu sama Galang, udah isi belum, kenapa gak hamil-hamil, kapan hamilnya..." suaranya semakin bergetar.

"Bahkan, untuk sekadar ke warung buat beli gula saja mereka menatapku dan melihat aku dengan tatapan aneh."

Galang mendekat dan menatap tegas istrinya.

"Sekar, sudah cukup."

"Tidak."

"Sekar!"

"Tidak cukup Galang!"

Sekar diam, gadis itu terkejut dengan apa yang keluar dari lisannya barusan. Baru kali ini ia memanggil suaminya dengan langsung nama.

"Cukup!"

Suara Galang naik satu oktaf.

Dan seketika rumah itu mendadak hening, bahkan suara televisi di ruang tengah terasa menghilang.

Galang sendiri tampak terkejut mendengar nada suaranya. Namun egonya membuat menatap menatap wajah rapuh istrinya.

"Gak usah dengerin omongan orang lain."

Kalimat itu keluar begitu saja.

Sekar menunduk, bukan ini yang ia butuhkan saat ini. Seandainya saja pernikahan mereka di dasari cinta, mungkin ia berani mengatakan bahwa dirinya butuh perlindungan dari Galang.

Sekar menunduk sebentar sembari tersenyum getir, lalu kembali menatap Galang dengan tatapan menyedihkan.

"Tentu saja kamu akan mengatakan kalimat itu lagi. Aku tahu itu," Sekar menghapus air matanya kasar dengan jemari tangannya. "Tentu saja kamu akan baik-baik saja."

Galang terdiam, tatapannya masih terpaku pada Sekar yang terus bicara.

"Tentu saja kamu tidak akan pernah peduli. Sedangkan aku yang tiap hari dihina sama mereka." Napasnya mulai tidak beraturan. "Aku yang terus berusaha menutupi hubungan kita seolah semuanya baik-baik saja. Tentu saja mereka gak tahu alasan aku kenapa aku gak hamil." Kali ini Sekar tertawa pendek.

"Sekar," gumamnya, entah kenapa dirinya menegang.

"Mereka gak tahu." Ucapnya tercekat, "mereka gak tahu kalau kita sama sekali bukan suami istri seutuhnya, mau hamil gimana? Sedangkan aku saja tidak pernah melakukan hubungan badan seperti sepasang suami lainnya."

Mendengar hal itu, Galang terasa di pukul oleh balok kayu besar.

Sekar mengalihkan pandangannya dan kembali menghapus air matanya. Wajahnya yang pias memilih untuk tidak menatap reaksi suaminya. Tiba-tiba saja rasa pusing menjalar, mungkin karena terlalu banyak menangis.

Sekar melangkah melewati Galang yang masih berdiri.

Dan tepat saat di ambang pintu, Sekar hampir saja kehilangan keseimbangannya. Untung saja Galang refleks meraih tubuh ramping Sekar.

"Aku gak papa." Ucapnya pelan.

Sekar melepas lengan kekar suaminya dari pinggangnya, dan kembali melangkahkan kakinya menuju kamar dimana ia tidur.

°°°°°°

"Sekar, udah siang. Kamu belum makan dari pagi, aku sudah siapkan roti panggang di meja makan. Kamu keluar, ya."

Galang mengetuk pintu kamar miliknya, kamar yang dimana Sekar saat ini tertidur karena lelah seharian menangis.

"Sekar," panggilnya lagi.

Hening.

Gadis itu sama sekali tidak menyahut.

Galang tampak mengusap wajahnya kasar, waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang dan Sekar belum juga keluar dari kamarnya.

"Oke, aku minta maaf. Aku salah, nggak seharusnya aku menanggapi hal ini masalah sepele. Tapi aku minta sama kamu, keluar dan makan dulu. Kalau kamu terus mengurung diri di kamar, bisa-bisa kamu sakit." Ucap Galang.

Sedangkan di dalam kamar, Sekar mengerjapkan matanya. Kipas angin masih menyela pelan, lalu ia bangun dari tidurnya dan duduk.

"Sekar, aku minta maaf."

Terdengar suara Galang dari balik pintu, dengan langkah lunglai ia berjalan menuju pintu kamar dan membuka kuncinya.

Klik

Pintu kamar terbuka sedikit, hanya memperlihatkan wajah Sekar yang memerah. Kedua matanya bengkak karena menangis.

"Sekar," gumam Galang.

"Ada apa?" tanya Sekar linglung, mungkin karena habis tidur.

Galang menatap istrinya, "Kamu...udah gak marah lagi sama aku?"

Kening gadis itu mengeryit pelan. "Marah? Marah kenapa?"

"Tadi ka-mu..."

"Udah adzan ya? Aku tidurnya kelamaan ya? Aku sholat dulu." Ucap gadis itu seolah lupa dengan amarahnya tadi pagi.

Galang mundur, memperhatikan Sekar yang melangkah santai menuju ruang dapur dan terus ke arah belakang untuk ke kamar mandi.

"Sekar," panggil Galang lagi.

Sekar menghentikan langkahnya dan menoleh, "Ya, ada apa?"

Galang mendapatkan kedua mata Sekar yang bengkak namun kemarahan itu telah hilang.

"Aku lupa ya belum nyiapin makan siang? Maaf, aku kira A Galang di rumah sakit, nanti aku siapkan makan siang. Tapi aku shalat dulu." Ujarnya seraya beranjak meninggalkan Galang yang heran dengan sifat Sekar.

"Kenapa sikapnya cepat berubah? Apa dia sudah memaafkan aku?" gumam Galang dalam hati sembari memperhatikan punggung istrinya.

🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Bersambung...

1
Gemuruh riuh
kiw, mulai ada rasa nih
Gemuruh riuh
awas aja kalo tiba-tiba jadi asing
Gemuruh riuh
cie cie 🤭
Gemuruh riuh
yu Galang Pepet terus istrimu! jangan sampe di ambil mantan nya😭
Gemuruh riuh
cie cie mulai gombal, pasti di ajarin Ardi nih🤣🤭
Gemuruh riuh
ah baru aja mau gosip🤣
Gemuruh riuh
Ardi ini tipe rusuh banget 🤭
Gemuruh riuh
iya sih rata-rata kenapa ya suka padanya kapan hamil, seolah pertanyaan itu tuh udah biasa
Gemuruh riuh
waduh 😲
Gemuruh riuh
Galang berantem yuk🫵
Gemuruh riuh
Bu Dian ini tipe tetangga kalau nurunin kulkas langsung kepanasan
Gemuruh riuh
nih orang blak-blakan banget 😭🤣
Alia Chans
Jleb😯😯
falea sezi
lanjut bkin cerai aja dah laki. bloon bgt dikira istrimu g ada yg suka apa
falea sezi
istrimu di gondol pebinor kapok lu lang😒 jd suami cuek bgt🤣 arif uda siap tuh nrima janda mu🤣
falea sezi
🤣kampret di prank
falea sezi
😍 ganteng amat dokternya aduhh
🍀 YEHPPEE 🍀: silahkan di pilih kak😁
total 1 replies
Gemuruh riuh
ih Galang jahat banget mulutmu! awas aja nanti-nanti nelen ludah sendiri
Gemuruh riuh
wkwkwkw teh Emi lucu nih, jangan sampe Sekar satu circle sama teh emi🤣
Gemuruh riuh
Jangan-jangan Sekar putus sama dokter Arif gara-gara milih nikah sama Galang ya???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!