Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
" Nara sudah jangan menangis lagi, kamu sudah menjadi seorang istri dan ibu, jadilah istri yang patuh jangan membantah bila suami sudah melarang"patuah pak Lukman,
pak Lukman beralih ke Regan, " Regan saya tiup putri saya, tolong jaga dia jangan sakiti dia, jika kamu sudah bosan dan tak menginginkan lagi, tolong kebalikan ke rumah saya, " ucapnya sambil memeluk pundak Regan
" siap yah, Regan janji, tidak akan menyakiti Nara ya,, ".
" saya pegang janji kamu "
selepas sungkeman, Nara ingat putranya yang sejak tadi tidak terlihat,
" mah, Rigel kemana ma, dia sejak tadi tidak kelihatan ,,?
" udah tentang aja kamu, Rigel lagi bareng bersama papa , tuh, tunjuknya ke tempat pala Reza dan Rigel berada
Nara yang melihat pun merasa lega, ia takut putranya hilang di tengah-tengah acara,
selepas acara selesai membuat Nara sangat kelelahan, bagaiman tidak meski acaranya tidak mengundang banyak orang tetap saja membuat lelah, di karena kan semua kerabat Regan kumpul semua,
Nara duduk dj depan cermin mengusap riasan diwajahnya, sejak tadi jantungnya berdebar tak karuan saat ini apa lagi sekarang hanya berdua saja dengan Regan,
Nara tidak bodoh setelah menyandang setatus istri ia tahu ritual malam pertama, akan dilakukan,
Terdengar suara pintu kamar terbuka, Nara menoleh dan melihat pak Regan yang sudah menjadi suaminya masuk,
Nara segera berdiri menghampiri Regan,
" hmm abang mau langsung mandi,,?
ya ampun Nara, pertanyaan bodoh macam apa ini, gerutunya dalam hati,
" iya Ra, kamu tunggu disini jangan kemana, dan jangan pura pura tidur " ucap Regan mengingatkan Nara, agar tidak menghindari dirinya,
ko dia tau si, apa yang aku rencanakan, "
Dengan muka cemberut Nara tetap di kamar menunggu Regan selesai mandi,
...****************...
Nara memejamkan mata sejenak saat tangan Regan melingkar di pinggangnya, sentuhan hangat yang ia rasakan,
Sebagai lelaki normal, Regan tak bisa menahan lagi, hasrat yang sudah menggebu, bahkan Ragan sudah tidak sabar ingin mengulang malam panas tujuh tahun lalu,
" Ra, aku menginginkannya , apa boleh,,?
bisiknya
Nara membalikkan tubuhnya lalu memandang wajah Regan yang sudah sah menjadi Suaminya,
ia memegang rahang kokoh suaminya lalu mengaguk pelan, menandakan jika ia mengizinkan suaminya, menyentuh dirinya,
Mata Regan berbinar setelah mendapatkan izin dari Nara, dan segera Regan mendekat kan kepalanya untuk mencium bibir Nara,
Dan terjadilah malam kedua setelah tuju tahun lalu,,
Skip,,,,
*
*
*
sang Fajar mulai menyingsing, kedua pengantin baru belum bangun apa lagi semalam merak tengah menghabiskan malam panas, sebagai pengantin baru,
Tangan kekar melingkar sempurna di pinggang milik Nara, Nata yang masuk kedalam dekapan Regan yang masih tertidur tidak mengenakan baju begitu Nara yang masih belum menggunakan bajunya,
diluar pintu, Rigel yang mengetuk pintu membangun kan mereka,
Tok tok tok
" bunda bangun sudah siang Rigel mau berangkat sekolah, " serunya
mendengar suara ketukan pintu, Nara dan Regan sama sama terbangun sambil mengerjapkan matanya,..
" itu suara Rigel bang, astaga kita kesiangan bang" kaget Nara yang tak sengaja melihat jam di atas nakas,.
mereka segera bangun dan mencari pakaian, yang berserakan di bawah, Nara segera melangkah ke kamar mandi,
Regan melangkah menuju pintu membukakan putranya yang sejak tadi tidak mengetuk,
" Rigel, ada apa,,? tanya Regan sambil menguap,
Saat pintu terbuka, Rigel sudah melipatkan tangannya didada dengan bibir yang cemberut,
" kenapa kalian lama sekali, bangunnya juga siang, kalian tidak ingat hari ini Rigel sekolah,, "
" lho ada apa ini, opah yang baru saja masuk setelah joging," Rigel kenapa sayang, "
" ayah sama bunda bangun siang opa, Rigel kan mau berangkat sekolah " adunya
opa Reza menghela nafas beratnya,lalu melirik putra dan mantunya,
" giman kalau Rigel berangkat sama opa aja, biar ayah sama bunda istirahat, mungkin mereka cape kan kemaren abis ada pesta"
" gimana Rigel mau gk berangkatnya sama opa,,?
dengan bujuk rayuan opah Reza akhirnya Rigel mau berangkat bersama dengannya,
pak Reza mendekati putranya,,,, " sudahlah kalian disini sahabat, kalau mau berangkat kekantor , berangkat saja, biar Rigel papa yang mengantar,"
" baiklah kalau begitu, Regan sama Nara akan tetap pergi kekantor pa, mengingat pekerjaan di kantor cukup banyak, oh iya pah, lebih baik pap ajak Mama kalau mau mengantar Rigel, takutnya nanti papa diserbu ibu ibu gosip lagi" Regan terkekeh geli mengingat kejadian waktu pas menjemput Rigel banyak ibu ibu yang mendekat sekedar kenalan,