NovelToon NovelToon
Belunggu Pernikahan

Belunggu Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Maya sabir

"Dia hanya memiliki aku, Maya. Sedangkan kau? Kau punya segalanya. Berhentilah bersikap menjijikkan dengan menuduhnya yang bukan-bukan!"

Kata-kata itu menjadi cambuk harian bagi Maya. Di rumah itu, dia adalah orang asing di tengah keluarga yang "sempurna". Arlan, suaminya, telah memindahkan seluruh pusat dunianya kepada Sarah dan anak almarhum adiknya.

Setiap kali Maya mencoba membela diri dari fitnah halus yang disebarkan Sarah, Arlan akan menatapnya dengan kebencian murni. Bagi Arlan, Maya adalah beban, sedangkan Sarah adalah amanah suci. Ketidakadilan itu semakin kelam ketika Arlan mulai memperlakukan Sarah layaknya seorang istri, dan membuang Maya ke sudut tergelap dalam hidupnya.

Ini bukan lagi tentang cinta, melainkan tentang pengabdian yang salah arah dan kehancuran seorang istri yang dipaksa menyaksikan suaminya mencintai bayangan orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya sabir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Suasana di kafe kaca seberang hotel perlahan berubah riuh saat Devan akhirnya datang dan bergabung di meja Maya dan Clara. Pria itu meletakkan jasnya di sandaran kursi lalu melonggarkan sedikit dasinya, memancarkan aura kepemimpinan yang kuat dari pembawaannya yang tenang.

"Maaf membuat kalian menunggu lama. Vendor yang tadi sedikit keras kepala mengenai tenggat waktu pengiriman material," ucap Devan dengan suara baritonnya yang khas.

"Tidak apa-apa, Kak..! Kak Maya juga baru selesai merapikan berkas kok," sahut Clara ceria sembari menuangkan air putih untuk kakaknya.

Devan mengangguk pelan, lalu pandangannya beralih pada Maya yang duduk di depannya. Sebagai seorang pria yang tajam, ia langsung menangkap ada sesuatu yang berbeda dari asistennya itu. "Kamu terlihat pucat, Maya. Rapat tadi terlalu menguras tenagamu?"

Maya tersentak kecil dari lamunannya, lalu memaksakan sebuah senyum tipis. "Ah, tidak apa-apa, Pak bos. Hanya sedikit pusing karena kurang tidur semalam. Mungkin karena terpikir pekerjaan yang menumpuk."

"Jangan terlalu memaksakan diri. Setelah makan siang ini selesai, kamu bisa langsung istirahat di kamar hotelmu. Biar sisa urusan lapangan sore ini saya yang handel bersama Clara," ujar Devan dengan nada profesional namun terselip perhatian yang tulus.

"Terima kasih banyak, Pak. Tapi saya rasa saya masih kuat untuk ikut," tolak Maya sopan. Ia tidak enak hati jika harus melepaskan tanggung jawabnya begitu saja.

" Baiklah ,jika itu mau mu...tapi kalau kamu merasa tidak enak badan pulang lah istirahat,aku tidak mau di katakan terlalu memaksakan bawahanku bekerja." Ucap Devan kembali ke mode dingin dan datar nya.

Karena melihat Maya tidak sehat, akhirnya Devan mempercepat pekerjaannya di Bandung dan mereka akhirnya pulang lebih awal . Maya yang berniat memberikan kejutan pada Arlan , berencana untuk mampir ke apartemen Dafa untuk mengajak Dafa ikut dalam rencananya memberikan kejutan untuk Arlan yang juga merupakan ternyata hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang kelima tahun,namun saat tiba di apartemen,Maya yang baru saja akan mengetuk pintu unit Dafa di buat terkejut akan adegan di depan matanya di unit sebelah tepat di depan unit Dafa,dimana pintu unit itu terbuka sedikit dan menampilkan Arlan sedang memeluk seorang wanita asing.

Jantung Maya seakan berhenti berdetak saat itu juga. Seluruh pasokan udara di paru-parunya menguap, meninggalkan rasa sesak yang teramat sangat di dadanya. Kakinya mendadak terasa lemas, terpaku di atas lantai marmer koridor apartemen yang dingin.

Kotak kue kecil dan buket bunga yang tadinya ia bawa dengan penuh senyuman untuk merayakan lima tahun pernikahan mereka, kini tercengkeram layu di jemarinya yang gemetar hebat.

Melalui celah pintu yang terbuka sedikit itu, Maya bisa melihat dengan sangat jelas. Postur tubuh tegap itu, kemeja yang ia belikan sendiri beberapa hari lalu, dan aroma parfum maskulin yang sangat ia hafal ,itu benar-benar Arlan. Suaminya. Pria yang beberapa jam lalu ia khawatirkan sedang kelelahan bekerja di kantor Jakarta.

Arlan sedang mendekap seorang wanita asing berwajah pucat dengan begitu erat, seolah sedang menenangkan wanita itu yang tampak menangis pelan.

"Tenanglah, Farah... Kamu aman di sini. Dafa akan menjagamu dari depan," suara Arlan terdengar samar namun begitu menusuk telinga Maya. "Aku harus pulang sebelum Maya curiga. Tapi aku janji akan sering datang ke sini untuk memeriksa keadaanmu dan... bayi kita."

Bayi kita?

Dua kata itu berdengung kencang di kepala Maya seperti hantaman godam. Dunianya runtuh seketika. Air mata yang sejak tadi ditahannya kini luruh tanpa suara, membasahi pipinya yang kaku. Rasa pening yang sempat ia rasakan di Bandung kini berubah menjadi rasa sakit yang luar biasa di ulu hatinya.

Semua teka-teki yang berputar di kepalanya sejak kepulangan Arlan dari Tokyo kini terjawab sudah. Gosip skandal yang dihapus masal, sikap posesif yang aneh, kecemasan suaminya... semuanya bermuara pada wanita asing di dalam kamar ini. Wanita yang sedang mengandung anak dari suaminya.

Tepat saat Maya melangkah mundur dengan kaku karena syok, ponsel di dalam tasnya bergetar. Bunyi getaran yang cukup nyaring di koridor yang sepi itu membuat pergerakan di dalam unit apartemen terhenti.

"Siapa di luar?" suara Arlan terdengar berubah tegang dari dalam.

Pintu unit apartemen itu tiba-tiba ditarik terbuka lebar dari dalam. Arlan melangkah keluar dengan kening berkerut, namun sedetik kemudian, seluruh warna di wajah tampan pria itu mendadak lenyap. Matanya membelalak sempurna, menatap sosok wanita yang berdiri di depannya dengan air mata yang berlinang.

"Ma... Maya?" bisik Arlan parau, suaranya tercekat di tenggorokan. Seluruh tubuhnya mendadak kaku, menyadari bahwa bom waktu yang paling ia takuti kini telah meledak tepat di hadapan istrinya sendiri.

Buket bunga di tangan Maya terlepas begitu saja, jatuh membentur lantai marmer yang dingin bersamaan dengan kotak kue yang kini hancur di sudutnya. Persis seperti hatinya saat ini.

Arlan melepaskan pegangannya pada gagang pintu, berniat maju satu langkah untuk menggapai istrinya. "Maya, ini... ini tidak seperti yang kamu lihat. Aku bisa jelaskan, Sayang. Tolong dengarkan aku dulu," suara Arlan bergetar hebat, kepanikan yang luar biasa mencoreng wajahnya yang biasa tenang dan penuh kendali.

Maya melangkah mundur, menepis kasar tangan Arlan yang mencoba menyentuh pundaknya. Tatapan matanya yang biasa teduh kini penuh dengan luka yang teramat dalam, bercampur dengan rasa muak yang tak terbendung.

"Jangan sentuh aku, Arlan!" desis Maya, suaranya parau namun sarat akan penekanan. "Tidak seperti yang kulihat? Lalu apa? Kamu mau bilang kalau telingaku juga salah dengar saat kamu menyebut kata 'bayi kita' tadi?!"

Mendengar keributan di depan pintu, Farah pelan-pelan melangkah keluar dari dalam unit dengan wajah pucat pasi. Tangannya refleks memegangi perutnya yang masih rata, menatap Maya dengan tatapan bersalah sekaligus ketakutan. Kehadiran wanita itu di ambang pintu seolah menjadi hantaman sekunder yang menegaskan seluruh kenyataan pahit ini di depan mata Maya.

"Maya, demi Tuhan, malam itu di Tokyo aku dijebak!" Arlan memohon, matanya mulai memerah menahan air mata yang mendesak keluar. Ia tidak pernah sefrustrasi ini seumur hidupnya. "Aku bersumpah aku tidak punya hubungan apa-apa dengan dia. Tapi situasinya rumit, Mama yang membawa dia ke Indonesia dan..."

"Cukup, Arlan. Cukup," potong Maya sambil tertawa hambar, sebuah tawa ironis yang diiringi oleh air mata yang kian deras mengalir di pipinya. "Hari ini lima tahun pernikahan kita. Aku pulang cepat dari Bandung, menahan pening di kepalaku, hanya untuk memberikan kejutan ini padamu. Dan ternyata... kejutan dari kamu jauh lebih luar biasa."

Maya menatap nanar ke arah Arlan, lalu beralih pada Farah, dan terakhir pada pintu unit apartemen Dafa yang tertutup rapat. Semuanya terasa begitu rapi disembunyikan di belakang punggungnya. Pria yang dipujanya sebagai suami sempurna, ternyata adalah sosok yang paling asing baginya saat ini.

"Selamat atas anak kalian," ucap Maya dengan nada yang mendadak dingin dan datar, seolah seluruh energinya telah habis terkuras.

Sebelum Arlan sempat mencegahnya lagi, Maya membalikkan badan dan berlari sekencang mungkin menuju lift koridor.

"Maya! Maya, tunggu! Dengarkan aku dulu, Maya!" teriak Arlan panik. Ia baru saja hendak mengejar istrinya ketika ujung kemejanya ditahan oleh Farah yang ketakutan setengah mati.

"Arlan... tolong jangan tinggalkan aku sendiri di sini, aku takut..." isak Farah.

"Lepas, Farah! Lepas!" bentak Arlan frustrasi. Ia menghentakkan tangannya hingga pegangan Farah terlepas, lalu kembali berlari mengejar Maya yang sudah masuk ke dalam lift yang bergerak turun.

Arlan mencengkeram rambutnya dengan kedua tangan, berteriak penuh kemarahan di depan pintu lift yang tertutup. Di dalam hatinya, ia tahu, benteng kebohongan yang ia bangun dengan susah payah kini telah runtuh sepenuhnya, dan ia terancam kehilangan Maya untuk selamanya.

1
Siti Fatimah
Menurut aku alurnya bagus banget,,,bisa di jadikan pelajaran buat kita semua bahwa perempuan itu bukan lemah tanpa laki-laki di sampingnya.
cinta semu
MC ny Cemen ...lagian Dion bukan anak kandung ...yg paling berhak itu Sarah ....payah....😂😂
cinta semu
tak kasih semangat Maya ..buat Arlan menyesal ....
putmelyana
maya lebih cocok dengan devan
Thewie
maya bodoh
Rini Yuanita
hadwch...udh bgus...maya mw pergi...ech mlah d bikin amnesia....skip dech thor...ujung² ny ttp balikan sm arlan😄😄😄
Bang Ipul
Cerita gak bermutu
Bang Ipul
jadi laki sok percaya diri sekali lo
Bang Ipul
bikin emosi deh
Nessa
hadeuhh 🤦🏻‍♂️🤦🏻‍♂️🤦🏻‍♂️
Nessa
baru awal bab udah menguras emosi
ㄒ丨乇
misi
partini
🙄🙄🙄🙄🙄
partini
wah Maya very good,,bikin Arlan kering kerontang biar mamposs
partini
enak benar nyalahi orang lain ,ayo Maya be strong be smart jadi wanita tangguh dan sukses bikin dunua mereka jungkir balik
maya: makasih KK sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!