NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sekali Lagi

Cintai Aku Sekali Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Berbaikan
Popularitas:63.3k
Nilai: 5
Nama Author: moon

WARNING! Sebelum mulai membaca, tolong baca tagar dahulu. Karena di sini area bebas JULID, dilarang mengomel hanya karena keinginan Anda tak sejalan dengan pemikiran Author.



Cinta itu menuntun dirinya untuk membuat keputusan paling kejam, memilih satu diantara dua wanita. Di antara tangis dan perih dua wanita yang lain, ia tetap mempertahankan wanita yang ia cinta.


Setelah keinginan diraih, takdir kembali lancang menuliskan jalannya tanpa permisi. Sekali lagi ia kehilangan, tapi kali ini untuk selamanya.


Terombang ambing dalam amarah, serta sempat menjauh dari-Nya. Tapi sepasang tangan kecil tetap meraih dirinya penuh cinta, tulus tanpa berharap imbalan jasa.


Apakah tangan kecil itu mampu menuntun Firza kembali ke jalan-Nya?


Lantas bagaimana dengan dua wanita yang pernah disakiti olehnya?


Mampukah Firza memantapkan hatinya pada cinta yang selama ini terabai oleh keegoisannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#33

#33

Sementara itu, di rumah yang lain, suasana jauh berbeda, sepasang pengantin baru baru selesai sholat subuh berjama'ah. 

“Amin,” ucap Ahtar setelah mengakhiri dzikir dan do'anya pagi ini. 

“Amin.” Ersha pun mengaminkan doa sang suami. Wanita itu mengulurkan tangan pada pria yang kini resmi menjadi suaminya.

Ahtar sedikit berjingkat, karena belum terbiasa ada makmum yang mengikutinya di belakang, pria itu pun membiarkan Ersha mencium punggung tangannya setelah ibadah subuh mereka. 

“Kenapa, Bang? Kok, liatnya aneh gitu?” tanya Ersha yang melihat suaminya menatap dirinya seolah ia adalah makhluk ajaib. 

Ahtar tersenyum kikuk, “Maaf, Aku belum terbiasa. Sepertinya kita harus sering sholat jama’ah,” cetus Ahtar. 

“Pasti, kan, sehari bisa lima kali berjama'ah.” 

“Tapi, kan, Abang harus jama'ah di masjid kecuali pagi ini,” sambung Ahtar, masih sedikit gugup, begitupun Ersha. 

Dua hari ini mereka menginap di hotel, dan akhirnya semalam mereka berbagi kehangatan seperti pasangan pengantin baru pada umumnya. Sementara Abi sengaja ditinggal di rumah Ummi Fitria, atas permintaan beliau. Ya, mungkin beliau paham, bahwa pengantin baru, butuh privasi dan waktu berdua, meski hanya sesaat. 

Untunglah, Abizar tidak rewel, karena Ersha tak mendengar kabar apapun dari abah dan umminya. Lagi pula Abizar sudah berusia hampir dua tahun, jadi porsi ASI nya tak sebanyak dulu, meski masih tetap butuh asupan tersebut. 

Ahtar memutar posisi duduknya, kemudian melabuhkan kecupan di kening Ersha. “Terima kasih untuk semalam. Abang bahagia.” 

“Aku lebih bahagia, Bang. Karena Abang menerimaku apa adanya, padahal Abang bisa mendapatkan yang leb—”

Ahtar meletakkan telunjuknya di bibir Ersha, “Jangan dilanjutkan, bagi Abang, tak ada yang lebih sempurna dibanding istri Abang.” 

Blush! 

Merona kedua pipi Ersha, tak ada yang lebih membahagiakan selain pujian dari suaminya. Dan dua hari ini Ersha masih merasa di awang-awang, karena Ahtar benar-benar memperlakukan dirinya seperti ratu, penuh cinta, penuh kasih, dan sikap lemah lembut pria itu membuat Ersha nyaman di dekatnya. 

“oh, iya, sementara ini, kita pulang ke rumah utama dulu, ya?”

“Iya, Bang. Aku paham.” 

“Sebenarnya, bukan tidak mampu, tapi, pernikahan kita serba mendadak. Jadi aku masih pontang-panting mencari hunian yang cocok untuk kita.”

Ersha mengangguk, karena ia ikhlas menerima apa dan berapapun nafkah pemberian suaminya. 

Mumpung suasana sedang santai, Ersha bermaksud menyampaikan keinginannya pada sang suami. Karena kini apapun yang ia kerjakan harus ada izin dari suaminya, barulah mendatangkan pahala. 

“Bang, apakah nanti, aku boleh tetap menerima pesanan rice box dan rice bowl? Sayang, Bang. Pelanggannya mulai banyak, loh.” 

Ahtar diam sejenak, terlihat sedang menimbang baik dan buruknya. Secara materi, ia lebih dari mampu untuk menafkahi Ersha dan Abizar, disisi lain Ahtar juga tak ingin jadi suami yang mengekang kreativitas istrinya. Selain itu, namanya masakan, bila sudah beda tangan yang memasaknya, akan beda pula rasanya. 

“Aku yakin kamu paham maksudku. Bukan tak boleh, tapi, aku gak pengen kamu lelah. Tugas utamamu adalah menjadi istriku dan ibu bagi Abizar. Jika kamu kelelahan saat memasak dan menerima pesanan, lama-lama kami terabaikan,” kata Ahtar dengan bibir manyun cemberut. 

Ersha pun terlihat sedikit sendu, padahal ia sedang semangat-semangatnya karena banyaknya antusiasme pelanggan. Tapi, ia tak boleh lupa karena kini Ahtar yang bertanggung jawab atas dirinya dan juga Abizar. Mungkin saat ini ia harus menunda mimpinya, demi menunggu datangnya kesempatan yang lebih besar. 

“Baiklah, terserah Abang saja, aku akan ikhlas menjalaninya, selama tidak melenceng dari aturan Allah.” 

Mendengar jawaban Ersha, bukan main leganya hati Ahtar, “Abang janji akan mencarikan peluang yang lebih besar untukmu,” janji Ahtar. 

“Masya Allah, senangnya aku, Bang.” Ersha begitu bahagia hingga tanpa sadar seperti sudah reflek, ia memeluk Ahtar erat-erat. “Terima kasih, Bang.” 

Deg! 

Padahal hanya dipeluk, tapi Ahtar merasa tubuhnya melayang hingga ke langit ke tujuh. Sungguh maha besar Allah, yang menciptakan perasaan bernama cinta yang tumbuh pada hati setiap umat manusia. 

Beberapa saat kemudian Ersha sadar dengan tingkahnya, hingga buru-buru melepaskan pelukan, “Maaf, Bang. Tadi, reflek saja.” 

“Tidak apa-apa, Abang juga suka, kok,” sahut Ahtar jujur. “Kamu sebahagia itu hanya karena janji kecilku?” 

Ersha mengangguk sambil tersenyum manis. 

“Karena janji kecil Abang, merupakan kesempatan besar untukku. Sebab itulah aku bahagia.” 

Wajah Ersha berbinar indah, senyuman manis yang Ahtar kagumi sejak sang istri beranjak remaja, kini bisa ia lihat dari dekat, bahkan amat dekat, hingga bisa ia nikmati sesuka hati lagi berlimpah pahala. 

Beberapa saat berlalu, Ersha terus berceloteh riang, menceritakan semua yang ada di dalam angannya beberapa bulan terakhir sejak hidup berdua saja bersama putranya. Benar-benar hanya ingin mengisi waktu luang di rumah dengan mengerjakan pekerjaan sambilan yang tak merepotkan, tapi cukup menghasilkan. 

Selagi menunggu sarapan yang mereka pesan tiba, mereka juga berbagi impian, serta senda gurau kecil, sesuatu yang ringan, namun, hangat. 

Hal yang sejak lama Ahtar impikan bila berkeluarga, apalagi kini ia bisa menyanding Ersha, wanita yang ia idamkan sejak muda. Tak hanya hangat, tapi bercampur dag dig dug tak karuan. Gemas dengan Ersha yang manja, tapi tetap dewasa pada porsinya. 

Pagi itu sarapan mereka terasa berbeda, tak hanya lezat di lidah, tapi obrolan mereka pun, mampu mengenyangkan hati. Hingga mulai berseminya perasaan yang semula tak pernah Ersha rasakan pada sosok pria, yaitu cinta.

Bila sudah tersentuh hatinya, maka mudah pula mendapatkan cinta seorang wanita. Apalagi Ahtar melakukannya dengan cara halal yang disukai Allah, semakin berlipat-lipat saja rasa bahagianya. 

Bahagia hati dan kenyang perut, maka hal selanjutnya yang terjadi adalah kembali bertukar peluh, dan bercanda mesra diatas pembaringan. Memang mau apa lagi, namanya juga pengantin baru. 

###

Note dari Othor ; Netijen Budiwati dilarang kepo, othor juga gak liat apa-apa, burem pokoknya 😷

Netijen Budiwati ; Othor bo'ong! Nggak liat apa-apa, tapi yang ditutup mulutnya. 😜😋

Kabur 🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️

###

Kembali ke Firza. 

Setelah mendapatkan siraman rohani tujuh hari tujuh malam dan tujuh mantra dari Biru, pria itu pun pergi entah kemana, bahkan menolak ketika Mamah Ayu menyediakan makanan untuknya. 

Pria itu hanya berpesan, agar tak memberitahukan keadaannya pada Mamak Karmila dan Ayah Ismail. Tanpa ia tahu, bahwa saat ini hanya permintaan maafnya pada kedua orang tuanya lah, yang bisa memperbaiki keadaannya yang mulai porak porandah. 

Entah apa yang ada di pikiran Firza. 

1
Pujierde
akhirnya kedapetan menunggu update 😁😁
Pujierde
jangan-jangan jordy lagi 😁😁
Pujierde
hahaha bica ae bodel nomonna 😂😂
Pujierde
wkwkwk dacal bodel jd ngebayangin para bodel ngomong 😆😆😆😆😆😆😆
Pujierde
semoga segera bertemu dengan jodohnya ya onty miranda
Pujierde
semoga ny bianca dapet jodoh yang bsi dan sayang dgn ny bianca
Pujierde
ny bianca baik semoga aja diberi hidayah untuk tdk pergi lg ke club dan menjadi wanita yang lebih taat terhadap Tuhan
Pujierde
iiiiihhhh abang tau aja klo adek adzka mayah kalena beyum di dendong yayah abang yang penuh perhatiaan peyuk abang abi.....🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Pujierde
wkwkwk kaya keleta wosh donk bang 😂😂😂😂😂😂
Pujierde
peyuk abang abi.....🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Pujierde
ya Allah abang perhatiin adek adzka ya dan tau adek adzka cuma bisa tidur klo di gendong yayah
Dew666
🔥🔥
Pujierde
ma sya Allah abang anak yang sholeh 🤗🤗
Pujierde
uuuu emeshnya cama abang abi cayangi adek adzka ya abang 🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Pujierde
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/ bener" author mah bikin orang nyari" tissue padahal udh seneng ersha mendapatkan ahtar
Pujierde
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Pujierde
innalillahi wainaillahi rojiun 😭😭
Pujierde
ahtar jangan meninggoy dulu...., masih banyak yang harus di selesaikan urusannya adik"nya yang melakukan kecurangan, dan juga kecelakaan ini
Pujierde
mungkin yang kirim kue bukan umi, mungkin orang yg sengaja melakukan hal ini membuat mules supaya anaknya cepet keluar kayanya ini perbuatan orang dalem
Pujierde
semoga dean ikut dalam penyelamatan ini akuh curiga kayanya mereka sengaja ditabrak
moon: hayooo tebak siapa?

leon aja udah tua, kebayang dean umurnya udah berapa 👻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!