Note: alur nya gak terlalu cepat, jadi buat yg enjoy ama alur yang meningkat sedikit demi sedikit aja ya guys
Hidup sebatang kara semenjak ia duduk di bangku sekolah menengah membuat Alvaro mau tak mau harus bisa terbiasa dengan yang namanya usaha dan kerja keras walaupun sering mengalami kegagalan.
karena ia tahu jika ia menyerah untuk berjuang maka itu berarti mengucapkan selamat tinggal bagi masa depannya dan berakhir hidup di bawah bayang bayang jembatan.
satu hal yang menjadi alasan mengapa dia tetap tak menyerah adalah karena ucapan almarhum ibunya ketika di ujung maut dahulu bahwa dirinya harus tetap berusaha dan tidak menyerah.
namun entah takdir mempermainkan dirinya atau apa, ia harus mengalami kejadian tragis ketika dalam perjalanan pulang selepas kerja..
bagaimana kelanjutan nya?, tetap ikuti cerita nya tak lain dan tak bukan hanya di novel saya "Sistem Kekayaan dan Kekuasaan"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Scorpion's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27: Penculikan
Ujian akhir yang penuh dengan tekanan akhirnya selesai. Walaupun mungkin banyak yang was was tentang bagaimana hasilnya, setidaknya para murid bisa bernafas lega sejenak.
Alvaro kini nampak berkendara santai di jalanan kota Astra, ia berkendara santai sambil berfikir kira kira apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
Di satu sisi ia ingin memanfaatkan hadiah dari sistem berupa skill saham dan program dan mengembangkan bisnis dari perusahaan. Namun di sisi lain ia juga ingin tetap melanjutkan pendidikannya karena itu adalah janjinya pada sang ibu.
Saat ia sedang fokus dengan jalan, tiba tiba ia melihat sesuatu yang mencurigakan. Di sebuah gang sempit di arah depannya ia melihat sebuah mobil Van Hitam seperti sedang memblokir jalan.
"Ting... Misi terpicu.
Misi: Bantu seorang turis yang akan diculik
Hadiah: Koneksi dengan orang asing tersebut, upgrade skill karate tingkat menengah, 1 kotak misteri tingkat bronze.
Hukuman jika gagal: penghapusan satu skill aktif secara acak.
Ya/Tidak" Dering sistem tiba tiba terdengar di kepala Alvaro yang membuatnya langsung menepikan motornya agak jauh dari mobil itu.
"Ya aku akan terima" Ucapnya menyetujui, lalu ia pun nampak memperhatikan mobil itu.
Ia sebenarnya ingin langsung menghampiri mobil itu, namun ia menahannya. "Aku tak bisa gegabah, karena aku belum tahu berapa jumlah di pihak mereka" Ucapnya.
Tiba tiba ia secara sekilas melihat seseorang dengan rambut pirang khas orang barat nampak dibekap mulutnya, ia juga melihat bahwa penculik itu berjumlah 4 orang tidak termasuk yang ada di dalam mobil.
Alvaro pun langsung mengeluarkan ponsel nya dan memfoto hal itu, lalu ia pun langsung menelepon nomor darurat.
>> "Halo dengan layanan darurat.. Ada yang bisa saya bantu?"
"Halo, apakah bisa melacak nomor saya sekarang?" Tanya Alvaro tanpa basa basi setelah mendengar suara dari seberang telpon.
>>"Baik, bisa dijelaskan apa yang terjadi?" Tanya suara itu lagi.
Alvaro yang melihat Van Hitam itu berjalan menjauh pun mulai mengikutinya.
"Saya sedang mengikuti mobil Van Hitam mencurigakan, karena saya tadi melihat seseorang dimasukkan secara paksa ke dalam mobil itu." Ujar Alvaro menjelaskan.
"Saya juga sudah mengirim fotonya yang sempat saya foto tadi" Tambahnya.
"Baik, saya akan langsung memprosesnya. Apakah anda bisa menahan agar sambungan telpon tidak terputus?" Tanya balik suara itu lagi.
Alvaro yang mendengar itu hanya mengangguk setuju, lau ia pun langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya tanpa mematikan sambungan.
Ketika masih mencoba mengikuti, tiba tiba Van Hitam itu mengubah arahnya secara mendadak. Sepertinya mereka sadar bahwa sedang di ikuti.
"Sial aku ketahuan" Umpat Alvaro karena ia melihat dua mobil mencurigakan yang tiba tiba ikut mengikuti Van Hitam itu.
Alvaro pun meraih telponnya lagi. "Sekarang ada dua mobil lain yang menutupi pandangan saya, bagaimana?" Tanya Alvaro.
>>"Saya akan meneruskan ke divisi mata elang.." Ucap suara itu, lalu tiba tiba terdengar suara laki laki yang cukup berat.
>>"Kami dari divisi mata elang, posisi mu sudah kami kunci." Ucapnya. "Bisa sebutkan mobil apa saja yang mencurigakan?" Tanya suara itu lagi.
"2 mobil Van Hitam, serta 1 SUV berwarna ungu gelap." Jawab Alvaro.
>>"Baiklah target telah terkunci, tolong anda segera menjauh dari lokasi karena akan berbahaya jika mereka menganggap anda sebagai ancaman" Ucap laki laki itu lagi. Sebelum Alvaro menjawab tiba tiba sambungan telfon nya terputus.
Alvaro pun langsung menepikan motornya, ia bingung apa yang harus dilakukan.
"Veronica, apa yang harus kulakukan?. Jika begini aku tak bisa membantu orang asing itu" Tanya Alvaro.
"Itu adalah resiko jika anda selalu tergantung dengan orang lain tuan, namun menilai dari kondisi kita tinggal melihat apa yang akan terjadi nanti." Balas Veronica datar.
Alvaro yang mendengar itu pun hanya menghela nafas berat, lalu ia pun memutar balik arah motor sport nya dan langsung melaju kembali menuju apartemennya.
...~Lobi Apartemen Velaris~...
Alvaro nampak berjalan santai menuju lift apartemen, namun langkahnya terhenti ketika ponselnya tiba tiba berbunyi.
"Halo?"
>>"Halo, apakah benar dengan saudara Alvaro Wibisono?" Tanya seseorang dari seberang telpon.
"Ya, dengan saya sendiri"
>>"Sebelumnya mohon maaf mengganggu waktunya, kami dari pihak kepolisian ingin mengundang anda ke kantor terkait kejadian yang baru saja terjadi."
Alvaro yang mendengar itu nampak mengangkat salah satu alisnya heran.
"Jika terkait kejadian yang baru terjadi berarti penculikan itu bukan?" fikir Alvaro.
"Baik, tolong beri saya waktu sebentar untuk bersiap siap" Ucap Alvaro lalu ia pun mematikan ponselnya.
"Apakah misinya gagal?, sepertinya tidak karena belum ada notifikasi hukuman." fikir Alvaro yang kini berada di lift.
"Sepertinya misi masih berjalan, dan kemungkinan besar penculik itu berhasil melarikan diri bersama dengan sandera." Ucap Veronica tiba tiba, sedangkan Alvaro hanya nampak mengangguk angguk.
"Sepertinya aku akan berhubungan dengan polisi lagi kedepannya." Alvaro hanya nampak pasrah ketika membayangkan misi misi kedepannya.
1 jam kemudian.
"Status"
"Status:
Nama: Alvaro Wibisono
Gelar: Pelajar
Poin sistem: 280
Aset: 325.500.000, 14% saham Victory group, 1 unit motor NightBlade, laptop
Inventori: resident identity card, 1× mystery box mid tier, 1× mystery box silver tier, 1× Gacha ticket
Strength: 5 +(1)
Agility: 3+(1)
intelligence: 5
charisma: 5
Ability: Matematika mid tier, Linguistic talent high tier, Mengemudi mid tier"
"Semoga keluar sesuatu yang berguna.." Ucap Alvaro sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Veronica, kamu buka kedua misteri box itu." perintah Alvaro.
"Baik tuan" Balas Veronica datar.
"Ting.. membuka box..
Selamat anda mendapatkan: 10 poin sistem, uang tunai sebesar 1.000.000, 5 poin stats."
"Apa apaan ini?" Tanya Alvaro cukup kecewa melihat isi dari misteri box nya.
"Ting... Membuka box tingkat silver...
Selamat anda mendapatkan: 1 Unit rumah di perumahan Golden Crown nomor 2, 1 Unit mobil Aurumn Vantor GTR series, 75% saham perusahaan Luxera Mobile, dan 1× random skill card...
...Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω Ω...
aku mampir kak, ikut meramaikan.
mampir juga ya, mafia jatuh Cinta pada Gadis Desa.....
yuk, saling dukung....💪💪