NovelToon NovelToon
Cara Hidup Di Masa Kiamat

Cara Hidup Di Masa Kiamat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Hari Kiamat / Sistem
Popularitas:420
Nilai: 5
Nama Author: Lloomi

Saat langit retak dan hukum purba kembali berkuasa, manusia jatuh ke dasar rantai makanan. Di tengah keputusasaan itu, Rifana bangkit dengan luka yang tak kunjung sembuh dan ingatan yang perlahan terasa asing.

​Di dunia di mana para Superhuman mulai membangun tatanan baru di atas reruntuhan, Rifana hanyalah anomali yang membawa aroma maut ke mana pun ia melangkah. Dia tidak memiliki kekuatan yang memukau, hanya kemampuan adaptasi yang gila dan perasaan bahwa dirinya bukan lagi manusia yang sama.

​Berapa lama dia bisa bertahan di dunia yang tak lagi mengenali keberadaannya? Dan apa yang sebenarnya mengawasi dari balik fajar yang tak kunjung tiba?

Jadwal Up : 18.30 WIB
6-7 Ch/minggu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lloomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia kecil

Gedung kota berbaris dalam kesunyian, bersimbah cahaya retakan yang memukau. Adam membuka jalan bagi keduanya untuk pergi, jalur ini merupakan jalan satu arah, itu membuat mereka harus ekstra hati-hati jika tak ingin terjebak dalam situasi yang berbahaya.

Matanya menyapu gedung-gedung terbengkalai di sekitar 'Dimana tepatnya kita harus sembunyi?' Adam menggenggam pipa kerasnya, dia menoleh ke arah Ziva yang tengah memikirkan hal sama.

"Gimana nih, kita tak bisa terlalu deket ke tempat itu!"

"Hm.. Biar gue pikir, oh, ada satu tempat," Ziva menjaga napas dan langkahnya tetap serasi, matanya berputar mengingat "Tepat setelah keluar, kita belok ke kiri, seingat gua ada bangunan tiga lantai di ujung jalan. Kita bisa memantau keadaan dari sana"

"Bener juga, ada tempat itu, ayo"

Ziva mempercepat langkahnya mengejar ketertinggalannya dari Adam "Tetap hati-hati! Tempat itu memang cocok buat memantau ke sekitar, dan tentunya bukan cuma kita yang akan berpikir begitu"

Ziva mencoba mengingat detailnya, tempat itu adalah tempat biasa dia nongkrong dengan teman-temannya sebelumnya.

Dengan lantai pertama yang diisi oleh restoran makanan saji, tak dipungkiri bagi Ziva, dia menjadi rindu akan masakan di tempat itu, tak hanya sampai situ.

Lantai dua ditempati oleh gym pribadi dengan fasilitas lengkap, disinilah Adam biasa berlatih setiap harinya, kedua bersaudara ini bahkan telah menganggap tempat itu sebagai rumah kedua mereka.

Namun turunnya kiamat ke dunia membuat mereka melupakan tempat itu sejenak, dan ini saatnya bagi mereka untuk kembali.

Tujuannya ada di lantai tiga, sebuah warnet dengan beberapa tambahan aneh di fasilitasnya.

Mereka akan tahu saat tiba di tempat itu, dengan cepat mereka keluar dari jalur sempit itu. Tubuh mereka telah menetapkan tujuannya dan terus berlari di sepanjang jalan.

Dan benar saja, setelah belokan pertama siluet gedung itu muncul di kejauhan.

Cahaya retakan menyinari tempat itu, mengekspos panel-panel LED rusak yang menjuntai jatuh, menghancurkan arti sebenarnya dari tulisan itu.

Sedikit senyuman muncul di sudut mulut mereka, meski rusak mereka masih mengingat nama tempat itu dengan baik.

'Danz Hangout' Salah satu tempat populer di kota, meski tak seramai mall, tempat ini memiliki puluhan pelanggan tetap, Adam dan Ziva adalah salah satunya.

Tempat ini sebelumnya dikelola oleh pria paruh baya bernama Danu, namun seingat Adam posisinya digantikan oleh anaknya Wildan.

Entah apa yang terjadi, namun Ziva dan Adam berharap kedua orang itu baik-baik saja. Mereka bisa dibilang cukup dekat dengan pemilik dan anaknya itu, Wildan hanya beberapa tahun lebih muda dari keduanya, jadi mereka menganggapnya adik.

Langkah mereka diteruskan dengan hati-hati, jalanan yang kacau dibalut oleh kesunyian yang mencekik, namun tak separah di perumahan.

Adam masih bisa mendengar beberapa rintihan kecil dari kegelapan, makhluk mutan setidaknya masih berkeliaran di kawasan ini.

Kekhawatiran mereka cukup sampai situ, bagaimanpun itu lebih baik. Adanya aktivitas berarti tempat ini tak dikuasai oleh entitas tingkat tinggi lainnya.

Mereka melewati apapun yang menggangu, mobil-mobil terbengkalai di jalanan, bau bensin yang tertanam di permukaan trotoar, dan bahkan bau darah dari balik kegelapan.

Fokus mereka tak teralihkan, hingga akhirnya mereka sampai.

"Cepat pergi" Ziva sedikit melambat, membiarkan Adam kembali menjaga bagian depan, dia mempersiapkan ketapelnya terisi dengan amunisi bersiap akan apapun yang terjadi.

Di hadapan mereka, jaringan kabel tergantung berantakan layaknya akar pohon yang melayang turun. Keadaan pintu masuk tak seburuk yang mereka kira, namun sayang.

Adam hendak mendorong pintu terbuka, namun saat dia mengerahkan sedikit kekuatan, benda itu tersangkut di tempat.

"Sial, dikunci" Dia mencoba mendorongnya dengan lebih kuat, namun nihil "Pintunya dikunci, cari jalan lain" Dorongannya ditahan oleh beban yang berat, sepertinya pintu itu diblokade dari sisi lain.

"Di belakang!" Ziva berseru, dia kemudian memutari gedung itu meninggalkan Adam di pintu utama.

Masih ada jalur lain yang diketahuinya, dulu dia tak sengaja mengetahui tempat ini setelah membantu Pak Danu mencari Wildan, remaja itu sering kabur dari ayahnya dan ada satu jalan di belakang tempat dia bisa masuk dan keluar sesuka hati.

Melewati sisi gedung yang gelap membuat dunia mencekam, namun Ziva tak peduli akan hal itu saat ini. Dengan cahaya yang dibatasi oleh kanopi antar gedung, Ziva terus pergi.

Dan sampailah ia di jalur rahasia itu, Ziva melihat dengan cermat dan benar saja itu ada! Dibalik tumpukan tempat sampah, sebuah ventilasi kecil tertutup dengan rapat.

Ini dia jalannya! Ziva mengetahui ini dari remaja itu sebelumnya, saat itu mereka berdua sedang bermain game online di warnet, dan remaja itu seringkali menyebutkannya.

Ziva hanya mengingat dua hal yang selalu diucapkan Wildan 'Ventilasi' dan 'Belakang' dia selalu mengatakan hal itu berulang kali saat ada kesempatan, Ziva awalnya mengira anak itu membual, namun dia bersyukur dia berkata jujur.

Dengan kedua tangannya, Ziva mencoba memindahkan tong sampah, sayangnya itu tak bergeming.

'Huek' Bau menyengat malah menusuk hidungnya 'Sialan gua gak kuat ngangkat itu' Dia perlahan mundur ke belakang dan berbalik "Adam, gua harus panggil Adam"

Dia kembali memutar, berusaha kembali ke depan.

Di pintu utama, Adam masih mencoba membuka pintu itu.

Dia berusaha mengintip melalui kaca pintu, tapi dia tak dapat melihat melewatinya. Benda ini mungkin benar-benar telah diblokade sepenuhnya, pintu ini terbuat dari 20% kaca dengan bahan utama kayu.

Ini adalah model custom yang dibuat khusus oleh si pemilik, ada beberapa ukiran juga yang ditinggalkan di permukaan kayu oleh sang pengrajin.

Alfabet sama yang telah hancur di atas Adam terukir di permukaan pintu 'Danz Hangout' sang pemilik memiliki kebanggaannya tersendiri.

Bagaimanapun ini bisnis keluarga mereka, Adam tahu betul akan hal itu.

Dia tak bisa mengambil resiko untuk mendobrak pintu ini, suara berisik dari pintu yang ditabrak terbuka mungkin akan mendatangkan petaka yang tak diketahui.

Ditambah dengan adanya pintu yang diblokade membuat dirinya berpikir dengan logis, keluarga pemilik mungkin masih hidup!

Kemudian, suara langkah cepat terdengar kembali di telinganya.

Ziva memanggilnya dengan isyarat, sebelum kembali kedalam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!