NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Medatangi Sekolah

"Halo Pak, benar ini dengan Papanya Leo, saya pendamping di sekolahnya Leo," ujar orang dari seberang sana yang tidak diketahui oleh Robert sang Ajudan Dominic.

"Iya benar dengan Pak Dominic di sini, ada masalah apa ya Bu? Pak Dominic sedang rapat sekarang. Jika ada sesuatu yang ingin disampaikan, Ibu bisa membuat reservasi terlebih dahulu," sahut Robert.

Orang di seberang sana nampak terdiam sejenak, hingga menghembuskan nafas kasarnya.

"Ini tentang Leo, Pak. Tidak bisakah Pak Dominic menyempatkan diri sebentar? Nyonya Celesta, ia sedang..." ucap Alena terpotong.

"Apa?! Bagaimana bisa dia sampai ada di sekolah?" kaget Robert.

Kemudian dengan setengah berlari, dia membiarkan telepon itu tetap terhubung dan menerobos masuk ke dalam ruang rapat.

Robert nampak terengah-engah setelah mendobrak pintu dengan keras. Semua orang yang memakai setelan formal di dalam sana menatap Robert dengan bingung sekaligus sedikit kesal, sebab Robert tiba-tiba saja mengganggu mereka.

Begitu juga dengan Dominic yang menatapnya sinis. "Apa yang kamu lakukan, Robert?" ujarnya menaikkan alis sebelah. Dia sangat tidak suka pekerjaannya diganggu.

"Tapi, Tuan, ini tentang Tuan Muda Leo..." sahut Robert sembari memperlihatkan ponsel yang masih terang dengan tanda ada orang yang sedang menelepon.

Dominic nampak menyipitkan matanya. "Leo? Ada apa dengan Leo?"

Robert mulai menghampiri Dominic karena merasa Tuannya kini bisa lebih stabil untuk diajak bicara.

"Ini, Tuan. Coba Anda mendengar sendiri," ujar Robert memberikan ponsel itu pada pemiliknya.

"Halo, ini dengan Pak Dominic, Papanya Leo?" panggil orang di seberang yang sedari tadi mendengar keributan dan mencoba tetap sabar hingga telepon itu diangkat kembali.

"Iya, aku Papanya Leo," sahut Dominic singkat.

"Pak, saya harus membahas hal serius pada Anda. Ini menyangkut Leo. Mereka selalu melakukan kekerasan pada Leo, dan saya tidak tahu Nyonya Celesta siapa, tapi dia juga turut serta membuat trauma pada Leo," jelas orang di seberang sana yang tidak dikenal Dominic.

Dominic hanya mengetahui bahwa pendamping Leo adalah Rebecca, seorang rekomendasi kepala yayasan. Dominic hanya menyetujui saja dengan percaya seratus persen pada pihak sekolah.

"Celesta?! Bagaimana dia bisa ada di sana?" geram Dominic rendah.

Dominic berdiri dengan cepat dari kursinya, wajahnya memerah akibat kemarahan yang kini meluap-luap. Sementara peserta rapat menatap dengan was-was melihat reaksi CEO mereka yang biasanya sangat terkendali.

"Kita akhiri rapat sekarang juga! Semua pekerjaan kita lanjutkan nanti," kata Dominic dengan suara rendah dan penuh tekanan, membuat semua orang yang ada sana berdiri dan keluar ruangan dengan buru-buru.

Dominic kembali berhadapan dengan telepon yang masih terletak di telinganya. Suaranya mencoba lebih tenang meskipun masih penuh dengan rasa was-was. "Dengan siapa saya berbicara? Dan apa yang terjadi dengan Leo?"

"Saya Alena, salah satu pendamping di sekolah inklusi itu, Pak. Selama ini Nyonya Celesta sering datang dan melakukan hal-hal yang menyakitkan pada Leo. Bahkan hari ini dia memaksa Rebecca untuk membawanya ke ruangan yayasan. Saya takut mereka melakukan sesuatu yang tidak baik di sana," jelas Alena.

Dominic nafasnya kasar untuk meredam amarahnya yang kini sedang menyala-nyala. Dia tidak memperhatikan tindak tanduk Celesta yang dia pikir sudah selesai sejak lama. Namun ternyata wanita itu makin mengila karena menginginkan dirinya.

"Terima kasih banyak, Bu Alena. Saya akan segera kesana. Tolong jangan tinggalkan Leo dan cobalah pantau apa yang terjadi dari jauh," pinta Dominic kemudian mematikan telepon selepas mendengar "Baik, Pak" dari seberang.

Dominic kemudian mengambil trench coatnya yang menggantung di kursi dengan gerakan kasar dan memakainya dengan gerakan cepat, lalu berjalan lebih dahulu menuju pintu keluar dengan Robert mengekor dari belakang.

"Robert! Siapkan mobil sekarang juga! Kita tidak boleh terlambat ke sekolah Leo. Aku ingin tahu apa yang dilakukan wanita itu pada anakku,"

*

Sementara di dalam ruangan itu, Celesta masih melakukan hal yang sama pada Leo hingga pipi Leo terlihat memerah. Senyum licik Celesta masih mengambang yang terlihat jelas dari bibirnya dan alisnya yang terlihat naik sedikit.

Baru saja Celesta akan melayangkan tangannya yang melayang di udara, hingga dirinya mendengar suara ribut di luar. Namun Celesta tidak cukup perduli; yang dipikirannya hanya suara anak-anak di sekolah itu yang sedang bermain.

Tiba-tiba pintu ruangan dibuka dengan kasar, membuat Celesta refleks menoleh setelah mendengar dentuman yang cukup keras. Tangannya yang akan menyentuh Leo kini hampir menyentuh pipi anak itu.

Dominic masuk ke dalam ruangan itu dengan kemarahan. Matanya memerah melihat adegan itu dan dia menoleh pada Leo yang nampak ketakutan serta pipinya juga memerah.

Celesta panik dan wajahnya pucat seketika. "Dominic?"

Celesta melihat ke arah Dominic dan para pendamping yang melihat adegan Leo diseret-eret oleh Rebecca. 'Pasti mereka yang sudah mengadukan semuannya. Apakah mereka mau dipecat bersama kepala yayasan?' gerutunya dalam hati.

Tangan Celesta turun dengan perlahan kemudian mencengkram dengan erat. Dia perlahan melepaskan Leo, dan Dominic dengan cepat menarik tangan Leo, lalu berjongkok di hadapan putranya yang kini terlihat pucat dan pipinya memerah.

Dia lalu memberikan Leo pada Ajudannya, Robert. Kini dia menatap nyalang pada Celesta yang menciut di hadapan Dominic. 'Cuih... Wanita ini hanya berani pada anak kecil,' ledek Dominic dalam hati. Kalau bukan karena anaknya, rasanya Dominic jijik.

"Aku tak menyangka ini ulahmu, Celesta,"

Celesta ingin mendekati Dominic dan berpikiran jika mengoda Dominic, mungkin pria itu akan luluh dan kembali padanya karena dulu Dominic sangat mencintainya.

Celesta kemudian memeluk tangan Dominic dengan sensual seperti seorang penari di tiang bar, mengeliat seperti ular yang berbisa. Sedangkan Dominic hanya menatapnya datar.

"Sayang, kamu jangan salah paham. Aku hanya melihat Leo yang disakiti oleh dia," tuduh Celesta menunjuk ke arah Alena yang berdiri di belakang Robert.

Namun Dominic yang tahu semuanya langsung menepis tangan Celesta dengan kasar, membuat wanita itu sedikit terhempas ke tembok.

"Aku sudah tahu semuanya, Celesta. Ibu Alena sudah mengatakan semuanya, dan lagi pun aku sudah tahu sifatmu selama ini. Aku yakin Ibu Alena tidak berbohong," jawab Dominic dengan suara yang sedikit rendah.

Celesta mengerutkan keningnya, bingung pada siapa lagi dia harus mendapatkan pembelaan. Hingga akhirnya kepala yayasan datang menemui mereka karena mendengar ada yang ribut di ruangannya.

Dia melihat Celesta dengan senang; pria itu langsung mendatangi sang Nyonya karena dia sangat berkontribusi di dalam yayasan dan menjadi salah satu donatur utama di sekolah mereka.

"Nyonya Celesta, apa yang Anda lakukan di sini?" ujar kepala yayasan terlihat gembira dan mengosok tangannya tanpa memperdulikan semua orang yang telah dia dorong karena menghalangi jalan.

1
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kas Mi
doble up thor🤭
Rere Lumiere: Oke nanti ya 👍
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kas Mi
lnjut thor..tegang🤭🥰
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Kas Mi
🙏thor msih bnyk thipo..ngetik.y jng terburu2 biar hsil.y bgus🥰
Rere Lumiere: Oke makasih
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Rere Lumiere: Tunggu ya 👍
total 1 replies
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!