Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.
*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"
*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"
*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"
*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"
*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?
*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?
*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27: Perubahan Nama Wilayah Selatan!
***
Malam pertama di wilayah Mingxien sangat melelahkan untuk Anlian, karena otaknya bekerja keras untuk mengatur semua rencana yang ada dikepalanya.
Mulai dari membangun Kediaman, memperbaiki infrastuktur masyarakat yang dominan bertani, sampai rencana membasmi para pejabat korup dalam senyap.
Suara derak kayu terbakar dalam api unggun sementara yang menyala di beberapa titik, membuat sebagian penduduk desa Mingxien semakin merasa was-was.
Mereka berusaha untuk mempercayai ucapan Anlian, namun hati mereka sudah terkikis oleh 'janji manis' para pejabat itu selama bertahun-tahun, sehingga mereka mulai acuh sekarang.
Apa mereka benar-benar se-kaya itu, sampai ingin memberi makan mereka sampai keadaan membaik?
Oh, sepertinya mereka hanya bicara manis saja kan?
Sekaya apapun manusia itu, mana ada yang mau merawat puluhan orang yang miskin dan tidak berdaya seperti mereka kan?
Anlian terlihat sedang berdiri di tengah sebuah tanah kosong, tanahnya luas dan datar, seperti bekas sawah yang sudah lama terbengkalai.
"Tempat ini cukup bagus," ujar Anlian sambil menginjak tanah dengan kakinya perlahan.
"Ya, tanah ini padat, dekat dengan sumber air, dan tidak jauh dari pintu utama desa ini ..." sambung Shen Luo sambil mengamati sekitar.
"Jangan lupa untuk membangun tembok yang kuat dan gerbang besar yang tinggi agar para penduduk aman. Tanam pecahan kaca diatas tembok tersebut, agar tidak ada penyusup. Pintu gerbang masuk desa akan aku aliri listrik setiap malam, hingga menjelang pagi. Biar anggota kita yang bertugas untuk berjaga disana setiap harinya," ujar Anlian kepada Shen Luo.
"Baik, aku mengerti ..."
"Ini adalah lokasi yang paling tepat untuk kediaman kita, Bu! Selain dapat mengontrol jalur keluar-masuk desa, kita juga bisa mengontrol aliran sungai dan memantau dataran tinggi di sebelah timur!"
Itu adalah suara susu bayi Mingye, yang sedang mengamati peta wilayah di depan layar transparan miliknya.
"Betul ... betul ... betul! Sekalian buat menara pengawas juga! Bilang saja itu adalah Paviliun Angin untuk tempat bermain kita, agar tidak terlalu mencolok!" seru Yuexin dengan nada bersemangat.
Anlian hanya bisa tersenyum saat mendengarnya, lalu dia mencium pipi kedua anaknya sambil berkata:
"Baik, Ibu mengerti ..."
Setelah itu Anlian menoleh ke arah kepala desa.
"Lokasinya cukup bagus! Saya akan membangun Kediaman utama di sini ..." ujar Anlian.
Kepala desa yang berdiri di samping Shen Luo terkejut.
"Anda ingin membangun di tanah kosong ini, Nyonya?" tanya Kepala Desa.
"Ya, kenapa? Apakah tanah ini bermasalah?" tanya Anlian.
"Tanah ini memang kosong dan tidak ada yang pernah mendudukinya, jika Anda bersikeras membangun kediaman di tanah ini, maka saya akan mempersiapkan surat-suratnya ..." jawab Kepala Desa.
"Baik, saya akan membayar 100 tael perak untuk seluruh tanah ini. Dan 50 tael perak untuk kepengurusannya. Bagaimana?" ujar Anlian kepada Kepala Desa.
Wajah Kepala Desa langsung sumringah, saat mendengar banyaknya tael perak yang akan dibayar oleh Anlian.
"Baik ... baik! Saya akan segera mengurusnya, dan Anda hanya akan terima beres ..." ujar Kepala Desa sambil menggosok kedua tangannya.
Anlian mengangguk puas, dan melirik ke arah para penduduk desa yang ada disana.
"Saya juga ingin memperkerjakan para penduduk desa ini! Yang wanita bisa membantu memasak makanan untuk para pekerja, dan yang pria membangun apa yang akan saya minta nanti! Dan saya akan membayar kalian satu tael perak setiap hari, bagaimana?" ujar Anlian dengan senyuman di wajahnya.
Kerumunan warga itu langsung gempar, saat mendengar ucapan Anlian.
"Apaaa??!! Satu tael perak sehari?! Apa kami tidak salah dengar, Nyonya?" tanya salah satu warga disana.
"Benar! Itu adalah gaji seorang pejabat kecil setiap bulannya, apa Anda serius?"
Anlian hanya tersenyum, mendengar pertanyaan-pertanyaan itu.
"Jika ingin bangkit bersama, apa salahnya saya mensejahterakan kalian semua? Semua itu bukan hanya janji, tapi bukti, bahwa saya bisa membawa kalian semua menuju kemakmuran!" jawab Anlian.
"Baiklah! Kami setuju, Nyonya Penguasa!"
"Bagus! Yaoyao, siapkan semua keperluan untuk memasak besok pagi. Dan berikan Kepala Desa uangnya sekarang, agar besok tidak terlalu repot!" pinta Anlian pada Yaoyao.
"Baik, Nyonya!"
Kepala Desa pulang dengan wajah penuh senyuman, sementara para warga pulang dengan membawa harapan baru.
Anlian dan rombongan membuat tenda di sana, agar mudah mengawasi pekerjaan mereka besok.
♨
Keesokan harinya, penduduk wanita berbondong-bondong menuju lahan luas milik Anlian untuk memasak, sedangkan para pria menunggu instruksi sambil minum susu ajaib yang hangat dari ruang milik Anlian.
Anlian memanggil Yaoyao untuk memberikan instruksi khusus.
"Pandu para wanita desa itu untuk segera membuat sarapan dengan para pelayan kita, berikan mereka susu ajaib agar penyakit dalam tubuh mereka hilang secara perlahan. Bangun balai pengobatan di sisi barat, sesuai dengan gambar yang aku buat itu," ujar Anlian kepada Yaoyao.
"Baik, saya mengerti Nyonya. Apakah balai pengobatan ini gratis?" tanya Yaoyao.
"Gratis, tapi khusus para warga desa Mingxien. Untuk pengunjung dari luar, mereka harus bayar ..." jawab Anlian dengan nada ringan.
"Baik!"
Setelah Yaoyao pergi, Shen Luo datang ke dalam tenda milik Anlian.
"Ada apa, Tuan?" tanya Anlian.
"Mengenai administrasi wilayah ini ..."
Anlian mendongakkan kepalanya, dan langsung menatap ke arah Shen Luo.
"Aku ingin kamu mengurus semuanya hari ini, Tuan. Pergilah ke kantor pejabat setempat, untuk mengubah nama wilayah desa ini. Pergunakan dekrit dari Kaisar untuk mempermudah mengurusnya, lalu kirim berita laporannya kepada Putra Mahkota Zhang Liang dengan lengkap!" perintah Anlian.
"Baik, aku akan urus semuanya hari ini ..." jawab Shen Luo.
"Dan ..."
"Bersihkan semua pejabat korup yang ada di wilayah ini dalam senyap!"
"Baik! Perintah diterima!"
"Dan semua hasil rampasannya, kirim semua ke Istana atas nama Putra Mahkota. Kita tidak memerlukan semua harta itu, karena kita sudah kaya ... Hahahaha!" ujar Anlian sambil tertawa.
"Aku paham ..." jawab Shen Luo sambil tersenyum.
Anlian tidak membutuhkan harta ...
Yang dia butuhkan hanyalah kesetiaan orang-orang yang ada dibawah kakinya, agar dia mudah membangun kekuatannya.
♨
Dua minggu berlalu dengan cepat, gerbang masuk desa Mingxien sudah berdiri dengan kokoh, dengan pintu gerbang terbaik dari Anlian.
Balai pengobatan gratis untuk para warga desa Mingxien sudah berdiri, dan resmi dibuka hari itu.
Bangunan kediaman Anlian sudah setengah jadi di bagian atas, sedangkan para Ashura Neraka sedang sibuk membuat ruang bawah tanah, sesuai dengan cetak biru yang diberikan oleh Anlian.
Yaoyao terlihat sibuk mengatur antrian hari itu, dibantu oleh para pelayan yang dibawa oleh Anlian dari Ibukota.
"Silahkan kalian antri satu-persatu! Jangan saling dorong begitu! Nanti ada yang terluka!" teriak Yaoyao mengatur barisan.
"Nona, apakah benar-benar gratis?" tanya seorang wanita tua dengan tangan gemetar.
"Benar, Nek! Gratis! Seorang Tabib tidak akan pernah ingkar!" jawab Yaoyao sambil tersenyum ramah.
"Yaoyao! Apakah semuanya sudah siap?" tanya Anlian, sambil berjalan keluar dari arah tenda miliknya.
"Sudah, Nyonya!" jawab Yaoyao.
"Bagus! Terima kasih, Yaoyao. Nah, siapa yang pertama datang? Ayo, maju ... biar saya periksa!" ujar Anlian, sambil menatap ke arah antrian itu.
"Saya, Nyonya! Saya!" sahut seorang pemuda dengan kaki pincang.
"Baik, silahkan duduk ..."
"Apa keluhannya?" tanya Anlian.
"Kaki saya terluka tiga bulan yang lalu, karena terkena jebakan babi di hutan." jawab pemuda itu.
Anlian berjongkok untuk melihat luka tersebut.
"Kamu buka lilitan kain itu, saya akan memeriksa lukanya." perintah Anlian kepada pemuda itu.
Wajah pemuda itu merona karena malu.
"Ja--jangan, Nyonya ... Lukanya sudah bernanah dan bau ..." jawab pemuda itu dengan nada canggung.
"Bagaimana saya bisa melihat, jika tidak dibuka? Buka sekarang!" perintah Anlian dengan nada tegas.
"Ba--baik!"
Pemuda itu membuka lilitan kain lusuh tersebut, dan terlihatlah luka yang sudah membusuk dan bernanah.
Anlian hanya melihat sebentar, lalu dia mengeluarkan ramuan berwarna hijau pekat, untuk disiramkan ke atas luka tersebut.
"Tahan sebentar, ini akan sedikit menyakitkan ..." ujar Anlian.
Anlian menyiram luka tersebut dengan ramuan penyembuh ajaibnya dengan cepat.
"Arrrghhh! Perih sekali, Nyonya!"
"Tahan!"
Tidak lama kemudian ...
"Wah! Lukanya langsung kering dan kaki saya tidak sakit lagi! Hahahahaha!" seru pemuda itu sambil tertawa dan melompat-lompat.
Antrian itu langsung gempar, saat melihat keajaiban yang terjadi di depan mata mereka sendiri.
"Wah! Benar-benar Tabib Dewa!"
"Nyonya Penguasa Mingxien benar-benar seorang Tabib Ajaib!"
Anlian mengangguk puas, saat melihat ramuan penyembuh level 8 miliknya bekerja dengan efisien.
"Baik, antrian selanjutnya!"
♨
Pengobatan gratis awal berakhir pada malam hari.
Saat Anlian sudah bersih-bersih dan sedang menikmati waktu dengan kedua bayi mungilnya, Shen Luo kembali membawa laporan pekerjaannya.
"Nyonya, semua sudah diselesaikan dengan bersih dan lancar!" lapor Shen Luo, sambil memberikan semua berkas-berkas penting yang dia urus.
Anlian memeriksa berkas-berkas itu dengn seksama, lalu memasukkannya ke dalam ruang ajaib miliknya.
"Bagaimana dengan para pejabat korup itu?" tanya Anlian.
Shen Luo menyesap teh yang dia tuang sendiri, sebelum menjawab pertanyaan Anlian.
"Jumlahnya empat orang. Tiga mengundurkan diri secara sukarela, dan yang satu mencoba melawanku ..." jawab Shen Luo.
"Lalu?"
"Sudah aku bungkam dengan bersih ..." jawab Shen Luo.
"Bagus!"
"Harta rampasan sudah dikirim ke Istana beserta bukti-buktinya, dan semua tertulis atas nama Putra Mahkota Zhang Liang ..." lanjut Shen Luo melaporkan.
Anlian menganggukkan kepalanya, dia sangat puas dengan pekerjaan yang dilakukan oleh suami diatas kertasnya itu.
"Terima kasih atas semua kerja kerasmu, Tuan Shen ..." ujar Anlian sambil tersenyum.
"Sama-sama, Nyonya ..."
♨
Pada waktu tengah malam, Anlian berdiri di lahan yang sudah terbentuk bangunan setengah jadi itu, sambil membawa cetak biru ditangannya.
"Disebelah timur sana, bangunlah sebuah barak untuk para anggota kita. Buat agak besar, karena aku ingin menambah anggota di masa depan." ujar Anlian kepada Shen Luo dan Yaoyao.
"Baik! Dan rencananya, di bagian utara akan dibangun gudang untuk menyimpan bahan makanan," sahut Yaoyao.
"Hm! Buat bangunan itu agak tinggi dan kuat, bila ada serangan banjir mendadak, bahan pangan kita aman. Dan tembok di sekeliling kediaman ini juga harus tinggi dan kuat, agar tidak ada penyusup yang masuk." ujar Anlian kepada mereka berdua.
"Baik!"
"Ruang bawah tanah seperti yang ada di Ibukota, hanya ditambahkan dua ruangan lagi, yaitu Laboratorium dan gudang senjata, sesuai dengan perintahmu ..." ujar Shen Luo.
"Bagus! Itu adalah bangunan untuk kedua anakku kelak, agar mereka bisa berinovasi saat besar nanti!" jawab Anlian dengan wajah tersenyum.
Suara susu terdengar di dalam benak Anlian.
"Wilayah ini akan menjadi pondasi utama kekuatan kita, Bu! Tenang saja, saat kami sudah bisa berjalan sendiri, kami akan langsung membuat semua senjata dan racun aneh yang ada di masa depan. Membuat menara komunikasi dan menciptakan keajaiban nyata di masa mendatang! Hahahaha ..." seru Yuexin sambil tertawa riang.
"Tsk! Jangan terlalu bersemangat dulu! Belum tentu semuanya mudah diwujudkan di zaman kuno ini, tahu?!" sahut Mingye sambil mendecakkan lidahnya.
"Pasti berhasil! Ada ruang ajaib dan sistem T2 di Ibu kita, semuanya bisa diwujudkan!" seru Yuexin tidak mau kalah.
"Baiklah ... baiklah! Terserah kamu saja! Huh!"
Anlian menatap langit gelap di wilayah Mingxien.
Angin bertiup menerbangkan helaian rambutnya yang hitam, membuat sosoknya terlihat indah dibawah cahaya api unggun yang masih menyala.
Para penduduk tidur dengan senyuman diwajah mereka, dengan sebuah harapan baru yang akan lahir dari kehadiran Anlian di desa mereka.
"Baiklah ... Kita akan memulai semuanya dari nol ..." gumam Anlian.
"Kaya petugas pom bensin di dunia modern aja, Bu ... Dimulai dari Nol, ya? Hahahahaha!" sahut Yuexin sambil tertawa.
"Dasar usil!" gumam Anlian sambil tersenyum sendiri.
"Dunia hambar tanpa candaan, Bu! Jangan terlalu kaku hidupnya seperti Kak Mingye! Hahahaha!"
"Baiklah! Demi kalian, Ibu tidak akan terlalu kaku lagi ... hehehehe!"
♨♨♨
Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻
Terima kasih ...💖💖💖