NovelToon NovelToon
Ainomaru

Ainomaru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Berbaikan
Popularitas:902
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Bab 29

"Arin, bangun." Ujar Rani pada Arina yang masih tertidur pulas. Arina lalu terbangun, sebab Rania mengibaskan rambutnya yang basah ke arah wajah Arina.

Rania sudah mandi, dan memakai pakaian ganti. Dia hanya tinggal mengeringkan rambutnya saja. Sementara Arina baru terbangun dari tidurnya. Tak jauh beda dari Arina, Agraeni juga masih tidur. Bedanya Felicia membangunkan Angraeni dengan mengegelitiki tubuh Angraeni.

Arina pun bangun dari tidur, dan memutuskan untuk mandi. Untungnya Rania membangunkannya. Dia juga tidak mau terlambat di hari pertama masuk kuliah. Arina menenteng baju, dan handuk miliknya. Masuk ke dalam kamar mandi dengan tenang.

Felicia tampam masih mencoba membangunkan temannya itu. Kemudian Angraeni pun bangun juga akhirnya. Meski dia kembali duduk di bangku, dan menatap langit-langit kamar.

"Ahhh, aku ngantuk banget Fel." Ujar Angraeni pada Felicia yang menatap tak peduli pada temannya itu.

"Tahu gitu gak usah di bangunin aja sekalian ya? Sekali-kali biar tahu rasa kesiangan pas kuliah." Ujar Felicia dengan nada yang ketus.

Rania hanya geleng-geleng kepala mendapati dua teman sekamarnya itu. Dia melihat ke araha kamar mandi, tak lama kemudian Arina keluar dari sana. Dia lantas melempar handuknya ke arah wajah Angraeni.

"Sana mandi." Ujar Arina dengan nada dingin.

Angraeni pun mengerang manja pada Felicia. Dia melempar kembali handuk mandi milik Arina ke arah Arina. Felicia bukannya memanjakan temannya, dia malah menjewer telinga temannya itu. Felicia benar-benar merasa kesal sebab Angraeni yang menunda-nunda waktu.

"Sudah sana cepat mandi, kamu ada kelas." Ujar Felicia pada Angraeni.

Angraeni langsung saja mengambil handuk miliknya, dan baju ganti. Dia segera menuju ke kamar mandi. Sambil bernyanyi Angraeni mandi, dan membersihkan diri. Tak lama kemudian Angraeni keluar dari ruangan berisi air itu.

Rania segera menghampiri Angraeni, sebab drinya, dan Angraeni akan berangkat bersama ke kampus. Begitu juga dengan Felicia yang akan berangkat bersama Arina.

"Kamu sudah siap Angraeni? "Tanya Rania pada sahabat barunya yang sekaligus menjabat sebagai tan sekamar itu.

"Sudah. " Ucap Angraeni.

"Ya sudah, ayo berangkat." Ujar Rania pada Angraeni.

Mereka berdua pun berangkat bersama ke Kampus. Ke duanya sekelas, jadi tidak akan terpisah. Sementara itu Arina, dan Felicia juga berangkat, mereka beda gedung dengan Rania, dan Angraeni. Mereka akan oergi ke kelas mereka. Arina, dan Felicia sekelas. Mereka akan menjadi teman mulai sekarang.

∆∆∆

Kelas yang Felicia kira akan tampak sepi sebab dirinya, dan Arina yang sudah pagi-pagi datang, ternyata sudah di isi dengan beberapa orang mahasiswa. Felicia lalu duduk di bangku dekat jendela, begitu pula dengan Arina. Arina memilih duduk di depan, sementara Felicia duduk di belakang Arina.

Ke dua sahabat baru itu tidak menyangka akan sampai di tengah-tengah. Mereka pikir akan sampai pertama. Ke duanya yang merasa bosan pun membuka buku, mereka membuka buku yang berbeda. Felicia membuka buku yang tidak lain adalah novel, sementara Arina membuka membuka buku pelajaran.

Arina yang kemudian merasa bosan mengetikkan imajinasi liar miliknya ke dalam laptop. Felicia pun penasaran dengan aktifitas yang dilakukan oleh Arina.

"Kau, penulis novel ini?" Tanya Felicia sambil menunjuk ke arah novel yang sedang di bacanya.

"Iyaaa..." Arina dengan nada bingung menjelaskan.

"Keren, aku bertemu dengannya penulis kesukaanku." Ujar Felicia pada Arina. "Aku sekamar dengan penulis ke sukaanku. Aku tak menyangka seumuran dengan penulis kesukaanku." Ucap Felicia.

"Kamu satu selera dengan Rania rupanya." Ujar Arina pada Felicia. Felicia hanya tersenyum. Dia sangat bahagia ternyata Arina adalah oenulis kegemarannya.

Felicia melihat kelas yang sudah di isi dengan beberapa mahasiswa, yang lama kelamaan menjadi penuh. Tak terasa waktu sudah menunjukkan tanda-tanda harus belajar.

Dosen datang, dan memberitahu jika tidak akan ada kelas selama masa orientasi. Mereka akan lebih banyak sosialisasi, dan memperkenalkan kelas. Mahasiswa yang sudah bersemangat untuk belajar seperti Arina tampak kecewa, dan yang lain ada yang tampak senang, sebab bisa bersantai selagi masih baru di sana.

Waktu istirahat memanggil para mahasiswa untuk pergi ke kantin, tak terkecuali Arina, dan Felicia. Mereka berdua merasa lapar, terlebih tidak membawa bekal. Jarak kantin, dan kelas tidak begitu jauh, hanya berjalan tiga menit, dan sampai.

Arina memesan beberapa roti untuk di makan, sementara Felicia tampak ingin makan salad saja. Tidak ada bakso yang biasanya Arina pesan di kantin SMAnya, tidak ada pula Mie ayam kesukaan Rania. Mereka hanya makan apa yang ada. Meski begitu Arina tidak masalah, asalkan makanan itu halal, dan matang, dia akan memakannya dengan lahap.

Seseorang menatap Arina, dan Felicia dari kejauhan, lalu mendekat ke arah ke duanya.

"Halo, boleh aku bergabung dengan kalian?" Tanya Lelaki berambut pirang itu, matanya biru, dan kulitnya seputih susu.

"Silahkan." Ujar Felicia dengan nada sopan. Dia menggigit salatnya dengan beberapan suapan langsung. Felicia tampak kelaparan.

Lelaki itu duduk dengan santai sambil menatap Arina, dan Felicia secara bergantian. Merasa di tatap oleh sang lelaki, Felicia, dan Arina saling melirik. Mereka lalu balas menatap lelaki tadi.

"Kenapa terus menatap Arina? Ada sesuatu di wajahnya sehingga kamu terus tak berpaling dari tadi? Makan saja makananmu jangan terus menatap sahabatku." Ujar Felicia ketus.

Sang lelaki hanya tertawa saja, dia menggaruk-garuk kepalanya tidak gatal.

"Aku hanya merasa temanmu ini dingin sekali, dam cantik. Sayangnya sikapnya dingin. " Ujar Lelaki tadi. "Oh ya kenalkan, namaku Maxim." Ujar Lelaki tadi memperkenalkan diri.

"Felicia Agatha." Felicia ikut memperkenalkan diri. "Dia memang dingin, tapi baik."

"Kalau kamu siapa namamu cantik?" Ujar Maxim.

"Arina Andrews." Ujar Arina pada Maxim. Maxim membuka mulutnya, dia ternganga, seolah tak percaya.

"Kamu putri Thomas Andrews? Putrinya yang baru di temukan itu?" Ujar Maxim tak percaya.

Arina hanya menganggukkan kepalanya. Sementara Felicia juga ikut ternganga. Dia terkejut, temannya bukan orang sembarangan.

"Wait? Yang ada di media sosial itu? Sahabatku seorang konglomerat?" Ujar Felicia dengan nada terkejut.

"Kamu sahabatnya, kenapa baru tahu?" Tanya Maxim pada Felicia.

"Aku teman sekamarnya, baru kenal, dan aku hanya tahu nama panggilannya saja, tapi aku memang sahabat barunya, hehe~" Ucap Felicia sambil cengengesan.

Maxim hanya menggeleng tidak percaya. Felicia yang sahabatnya Arina malah baru tahu jika Arina adalah anak pengusaha besar seperti Thomas Andrews.

"Tisam perlu lebai begitu, kamu perhatikan saja makananmu." Ujar Arina pada Maxim.

Maxim yang tadinya mau menggoda Arina pun sedikit ciut. Dia sebenarnya kaya raya, hanya tak sekaya seorang seperti Thomas Andrews. Arina lalu menghabiskan makanannya, dia tidak peduli jika Maxim ingin menatapnya. Begitu juga dengan Felicia yang sekarang tengah menatap ke arah Arina.

Felicia juga seorang anak dari direktur di perusahaan ayah Arina. Hanya saja dia baru tahu jika sahabatnya adalah anak dari bos ayahnya. Dia hanya bisa menggelengkan kepanya tidak karuan. Arina yang menatap Felicia, dan Maxim hanya bisa terdiam melihat tingkah laku ke dua teman barunya itu. Makanan pun habis, dan mereka pun kembali ke kelas.

1
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
sukses selalu
𝑫𝒆𝒘'𝒂⁹⁹
sukses uha
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪: makasih kak wawa
total 1 replies
Raja
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!