Yovandra regar gumilang bad boy STM teknik yang belajar hidup mandiri dengan bekerja part time di 3 tempat, tersandung tanggung jawab baru menikahi seorang gadis karena kecerobohan-nya.
Yona salsabila gadis yang mengharuskan Yovandra menikahinya karena keadaan darurat.
Siapakah yang membuat Yovandra harus menikahi gadis itu?
Rahasia apa yang tersembunyi di balik pemaksaan itu?
Apakah Yovandra akan lulus sekolah dengan sukses.
Bagaimana Yovandra bisa menjalani rumah tangga barunya dengan wanita yang baru di kenal tapi sudah menjadi istrinya, bersama dengan dirinya yang masih seorang pelajar sekolah.
Penuh ketegangan dan intrik, ikuti misteri yang ada di cerita ini!.
Tidak sepenuhnya isi ceritanya percintaan romantis.
Yona salsabila "Tampang tenang begitu apa pernah dia sange" isi pikiran Yona setelah menikah dengan Yovandra.
kisah perjuangan untuk lulus sekolah dengan sukses dan juga perjalanan hidup yang berusaha mandiri, pernikahan yang Rumit dan penuh perjua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seira agatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Masuk STM/SMK part 11
Happy Reading
Jangan lupa bahagia dan tersenyum. kita lanjutkan kisah Yovandra awal masuk Sekolah STM/SMK Teknik. ketika masih kelas 1.
"Jangan pingsan kau!! minta maaf dulu sama Ridho baru boleh pingsan!!"
plak. plak. plak.
plak. plak. plak.
Suara Yovandra mencengkeram kerah baju Homin dan menggoyang-goyangkanya dengan sangat keras.
"Yo-yovandra!" teriak Ridho melihat tingkah konyol Yovandra berdiri disamping Yovandra dengan wajah kagetnya tanpa diketahui oleh Yovandra
"Bisa-bisanya orang pingsan di ... " suara hati Ridho.
Adriano yang melihat itu terperanjat melongo tak percaya ia berdiri disamping Ridho.
"Ohh. Ridho, tidak usah khawatir, aku ... " belum selesai Yovandra berbicara Ridho sudah menyela lebih dulu.
"Dari pada itu lihatlah ke sampingmu.''
Yovandra menoleh kesamping sesuai instruksi Ridho. Terlihatlah Inspektur dinas sekolah berdiri tepat di samping Yovandra.
"Pak wakil kepsek, katanya mau ketempat praktek kenapa ada di sini?? Aduh." seru Guru pengawas murid yang melihat wakil kepsek dan inspektur dinas sekolah.
Sedangkan wakil kepala sekolah malah,
Brukhh!!' berlutut terperanjat melongo melihat kebakaran di kelas 1.
"Si-siapa?" celetuk Yovandra tidak tahu siapa sosok yang dilihatnya itu.
"Kekerasan sampai kebakaran. Siapa namamu?" tanya inspektur yang melihat keadaan Yovandra sedang mengoyak Homin yang sedang pingsan.
"Yovandra Regar Gumilang." jawab Yovandra polos.
"Sepertinya, nama itu sangat familiar." jawab inspektur.
*******
🏫 Gedung sekolah STM/SMK teknik migas bagian atas kota C.
"Bagaimana ini, cepat perhatikan!"
Brak!
Wakil kepsek mengahantamkan tangannya di meja dengan marah-marah, dan berkata,
"Pak Adriano bisa pikir apa tidak?! saya, kan sudah bilang berapa kali untuk hati-hati dan jangan buat masalah!! masa terjadi kebakaran saat inspektur datang?! ada anak murid yang berkelahi pula?! kau pikir ini masuk akal?! yang namanya Yovandra juga apa-apaan itu."
Di sisi lain Inspektur Roby Wijaya sedang menelfon di halaman sekolah.
Wakil kepsek masih melanjutkan marah dan protesnya, "Bukanya memadamkan apinya 🔥 malah buat anak murid lain pingsan. Kakak kelas pula!"
Adriano pun berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya pada wakil kepsek, "Bukan begitu... "
Wakil kepsek malah tak menghiraukannya, "minggir!!" teriak wakil kepsek terbakar api emosi berjalan tergesa-gesa dan menabrak Adriano. Dukh...
"Masa harus probasi lagi."
Tap. Tap. Tap. Tap.
"Sial!" gerutu wakil kepsek sambil berjalan meninggalkan Adriano.
Para guru yang lain hanya melihatnya panik.
"Sial, di suruh belajar juga tidak mau, anak sampah yang datang dari mana lagi sih!" wakil kepsek masih menggerutu kesal.
"Tolong aku, agar bisa belajar kak." "Buku yang aku kasih terbakar." ingatan Adriano tentang ucapan Yovandra dan Ridho.
Grrtt...
"Pak wakil kepsek!!" teriak Adriano berusaha mengejar dan ingin menjelaskan tapi di abaikan oleh wakil kepsek.
Grek...
Suara wakil kepsek membuka pintu namun terhenti, dan terperanjat kaget, "Pak Inspektur!!" ketika sudah melihat inspektur sudah berdiri di depan pintu.
Adriano yang juga melihatnya ikut terperanjat melongo.
"Kami. Akan membereskan dengan ba... " belum selesai wakil kepsek bicara, inspektur menyela lebih dulu.
"Apakah Anda, akan menyampaikan informasi kepada murid itu?" tanya inspektur.
"Yovandra maksudnya?" jawab wakil kepsek.
"Pak wali kelas juga mari ikut." ajak inspektur kepada Adriano wali kelas 1.
*****
Heboh... heboh...
Beberapa murid sedang bergosip...
"Itu dia?"
"Eh, dengar nggak? ada anak kelas 1 yang pukul Homin Chu habis-habisan. Brutal gila..."
"Hah, Homin si anak komandan itu? seriusan?"
"Iya. Dan katanya berkelahi di kelas yang kebakaran hahaha... "
"Oh, pantesan tadi ada yang bau hangus."
"Katanya, luka gara-gara kebakaran atau apa?!"
"Gara-gara kebakaran?!?!"
"Waah, gimana sekolah 🏫 ini jadinya, makin lama cuma berandalan bren*sek yang masuk ke sekolah 🏫 ini."
Di dalam sebuah ruangan ada Yovandra yang di hukum merenungi perbuatannya.
Para murid yang bergosip di luar jendela kelas tempat Yovandra di hukum, membuat Yovandra panik dan tegang karena mendengar semua celoteh mereka.
"Bagaimana ini? pas banget lagi saat pak inspektur datang... gara-gara terlalu marah, aku juga jadi tanpa sadar------! kalau di keluarkan gara-gara ini, harus bilang apa ke papa dan mama." gumam Yovandra yang panik sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
"Masa, benar-benar di keluarkan sih?" isi pikiran Yovandra sambil mengernyitkan kedua matanya.
Ceklek....
Yovandra seketika kaget melihat ada yang membuka pintu?!.
Munculah Ridho yang sedang mengintip di pintu itu, "Ridho." seru Yovandra.
Lalu Ridho berjalan masuk saat sudah memastikan yang di dalam ruangan itu adalah Yovandra.
Drrrrk... suara Ridho menutup pintu kembali.
"Kenapa kesini?" tanya Yovandra
"Kok kenapa. Satu-satunya teman yang mengajakku belajar di hukum secara gak adil, sebagai teman belajar harus setor muka dong." jawab Ridho santai .
"Apa~~~~? teman belajar." isi pikiran Yovan yang terpancar senang dari raut wajahnya.
"Ternyata kau gampang di buat senang." cetus Ridho sambil tersenyum.
"Kenapa sampai begitu? cuma buku catatan yang di bakar, wajar sih marah. Tapi cuma gara-gara itu kau sampai begini." celoteh Ridho sambil berjalan mengahampiri Yovandra yang sedang duduk sendirian di ruang hukuman.
"Ohh itu, bagaimana pun juga, kau, kan sudah berusaha membuat catatannya." jawab Yovandra dingin.
Ridho langsung melongo mendengar jawaban Yovandra.
"Aku mungkin gak pandai, tiap mencatat, biarpun awalnya rapi, ujung-ujungnya tulisanku berantakan juga. Tapi, aku lihat di buku catatanmu tadi, dari awal sampai akhir tulisannya rapi. Sampai aku bisa merasakan ada semangat 'ingin jadi pintar'. Dan usaha-usaha itu dalam sekejap jadi abu, makanya aku marah." jelas Yovandra mengungkapkan kekesalannya.
Ridho menggaruk pipinya malu dan berkata, "Kalau di pikir-pikir, aku gak pernah berterima kasih padamu, tadi di ruang praktek juga, terus di luar juga, di ruangan kelas juga, makanya mulai sekarang mohon bantuannya ya." ungkap Ridho malu-malu masih dengan menggaruk-garuk pipinya.
Yovandra tersenyum senang mendengar pernyataan Ridho kepadanya.
Tiba-tiba....
Jeduarr....
"Sudah saya suruh merenung, dan kau sekarang lagi ngobrol!" teriak wakil kepsek yang tiba-tiba datang.
"Duh!!!" gumam Ridho.
"Kembali ke kelas! lagi ngapain kau?!" perintah wakil kepsek kepada Ridho.
"Ya Pak!"
"Yovandra." panggil Adriano.
Wakil kepsek, pak Adriano, dan juga inspektur mendatangi Yovandra yang sedang di hukum di sebuah ruangan.
Beberapa waktu kemudian.
"Bukunya di bakar? cuma gara-gara Alasann itu!!" bentak wakil kepsek.
"Membuat pak inspektur menemukan kesalahan." isi pikiran wakil kepsek
rahang sampai bergetar saking marahnya.
"Cuma gara-gara alasan itu, kau sampai melakukan kekerasan di sekolah 🏫?! kau itu murid sekolah 🏫 bukan?!! membuat orang pingsan karena tak bisa menahan diri dan tadi malah ngobrol, dasar anak kurang ajar!!" wakil kepsek teriak marah-marah.
Adriano yang melihat dan mendengar wakil kepsek marah pada Yovandra adiknya merasa kesal tak terima.
"Pak inspektur, murid bermasalah seperti ini, disekolah 🏫 mana pun pasti ada, jangan terlalu khawatir, kami pihak sekolah 🏫 akan selesaikan dengan baik.''
Adriano makin kaget mendengar pernyataan wakil kepsek kepada inspektur. untungnya, inspektur tak menanggapinya dan tetap diam di posisinya.
"Tunggu pak!! yang jahat itu... "
*
* Assalamualaikum semua mencoba update bab yang ada di draft terimakasih*
Joss 🌹🤗 Thor
Joss kamu Thor Agatha 🌹😊
2 /Rose/buatmu. semangat ya.
mari kita saling mendukung kak. thanks.