" Dia... Kenapa ada disini?"
Luna diam diam naksir pangeran sekolah selama delapan tahun. Luna adalah seorang gadis yang baru saja enam bulan bekerja pada sebuah perusahan raksasa tanpa sengaja bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang bernama Zafran Mahesa.
Dari pertemuan yang tidak sengaja itu, membuat zafran perhatian padanya. zafran secara terang terangan mendekati luna. luna yang akan membuka hatinya, harus di kejutkan dengan hadirnya kembali cinta pertama zafran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoorBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Club dan penghuninya
Waktu menunjukan pukul 22.30 waktu Bali. Mereka sudah berada di salah satu Beach Club di Bali. Karena ini long weekend, keadaan disini sangat ramai. Banyak wanita yang melihat Zafran, terlebih dia beriringan dengan luna dan ke tiga temannya yang dari segi tampang pasti dapat mengalihkan matanya pada mereka. Dari awal masuk hingga sekarang, ada wanita yang langsung menggoda terang terangan, tapi di acuhkan oleh mereka. Untuk zafran sendri tak berkutik, dia hanya fokus pada luna yang berada di rangkulannya. Luna yang merasa tidak nyaman menjadi sorotan, semakin mengencangkan pelukan Zafran pada dirinya. Terlebih, Ia tidak suka apa yang menjadi miliknya di minati oleh orang lain.
" aku suka kamu posesif gini" bisik zafran
" aku gak suka apa yang jadi milik aku, diminati orang lain" ucap luna
" aku cuma punya kamu baby, bahkan adik aku aja cuma bereaksi sama kamu" goda zafran membuat luna merah padam
" Tambah hari tambah nakal" dan zafran hanya tertawa mendengar ocehan luna
Walaupun banyak wanita yang berpakaian minum, Zafran tidak tergoda sama sekali. Yang dia fikirkan adalah, pujaan hatinya yang belum makan.
“ Kita makan dulu “ luna mengguk setuju. Zafran berbisik pada semua, setelah mereka berpisah zafran memilih tempat yang agak sepi, dan tak banyak orang lalu lalang. sedangkan kaira dan erik serta ditto , keen dan kian memilih melihat pertunjukan.
“ Kamu pesen apa sayang? “ Tanya Zafran. luna hanya membalik balikan menu, dan menutupnya.
“ Samain aja sayang, aku gak tau mau apa “ zafran menganggukan kepala dan memanggil waiters.
Setelah memesan dan waiters pergi, zafran menarik lengan luna untuk berdiri, dan menariknya kembali untuk duduk di pangkuannya.
“ Kenapa sayang, ko bibirnya maju gitu” tanya zafran lembut sambil mengelus punggung luna
“ Terlalu jadi pusat perhatian dan Kesel sama cewe cewe ulet bulu yang nempel nempel sama kamu” Zafran terseyum senang melihat wanitanya cemburu.
“ Kan aku gak tanggepin, lagian di mata aku Cuma ada kamu”
“ Ya kan aku gak nuduh kamu jelalatan, aku keselnya sama mereka bukan sama km”
“ Ya udah Abis makan kita pulang yah “
" ko pulang? Baru dateng"
" aku gak suka sama cowo cowo yang ngeliat tubuh pulen kamu! Pengen aku congkel mata mereka"luna hanya tertawa melihat kelakuan zafran
“ kalau kita pulang, om erik sama kaira gimana? Belum keen, kian , ditto”
“ Gpp mereka udah besar” luna menghembuskan nafasnya panjang mendengar jawaban zafran yang singkat padat dan jelas itu.
“ Ya udah hayu pulang abis makan. Jangan judes gitu mukanya, nanti tambah ganteng” zafran sangat menyukai luna yang manja seperti ini, siapa yang menyangka wanita yang di depannya ini pernah dia lewatkan. Dan dia sangat bersyukur, luna memberikan kesempatan padanya untuk mengenal dan menjaga luna.
Zafran mengusap punggung luna, dan bibirnya tak henti hentinya mencium rambut luna dan telinganya.
Astaga leher kamu sayang
Shhiittt
dada kembar kamu. Kamu menggoda banget dari sini
Zafran mati matian menekan hasratnya, ia hanya takut luna membencinya, kalau zafran memaksa mencium lehernya. Sedangkan luna sendiri yang berada duduk di pangkuan zafran, merasakan sesuatu yang keras di bawah sana.
“ Sayang, adik kamu ko bangun “ Tanya luna dengan muka Polosnya pada kekasihnya itu. Sejujurnya luna sudah sangat sering merasakan bahwa adiknya itu selalu bangun, bila zafran mendekat ke luna atau bahkan bila mereka sedang beradu lidah. Tapi baru kali ini luna bertanya seterbuka ini ke zafran. Luna berusaha menahan saltingnya depan lelakinya ini. Zafran yang merasa tertangkap basah melihat luna lekat lekat, dia mencari kemarahan di bola mata luna. Tapi tidak ada. Zafran hanya takut luna tidak nyaman. Entah kenapa, dengan luna, zafran selalu on fire. Adiknya selalu bereksi terhadap tubuh luna, bukan hanya tubuh, bahkan bila luna hanya mengobrol dan bersikap imut, zafran sudah sangat bergairah.
“ Hmmm... Mungkin karena kamu cantik dan sexy malam ini”
“ Yakin? Bukan kerana cewe cewe yang lalu lalang pakai bikini ? “ tunjuk luna pada wanita yang banyak berlalu lalang bahkan ada yang sengaja berhenti di depan mereka.
“ Ya enggak lah sayang, aku gak tergiur sama mereka. Kamu lebih menggiurkan. Dan sangat menggiurkan” luna menatap mata zafran lekat lekat, mencari kebohongan, tapi ia tidak menemukannya.
“ Awas yah kamu, kalo nakal, aku perkosa nanti malam” Jawab luna asal lalu bagun dari pangkuan zafran, dan pindah ke tempat duduknya. Zafran yang mendengar hal itu, malah ingin diperkosa oleh luna, bahkan ia suka rela memberikan tubuhnya untuk luna.
“ Kalau kamu yang perkosa aku, aku malah dengan suka rela dan senang hati mau baby” luna yang mendengar hal itu hanya mencubit lengan zafran dan pria itu hanya tertawa karena gemas oleh tingkah luna.
Tak lama pesanan mereka pun tiba, mereka langsung menyantap makannya. bersamaan dengan kaira dan yang lainnya datang bergabung untuk makan malam.
“ lun, kenapa disini aja, gak ikut turun" tanya ditto
“ makan dulu” jawab zafran
“ lun, habis makan kita ketengah yuk" ajak kaira antusias"
“ hayu" jawab luna antusias dan zafran langsung bereaksi
" kita pulang abis ini"Jawab zafran. erik hanya tersenyum melihat zafran yang sangat kesal. Persis seperti kakanya.
" ran, lo tuh gak asik banget! Hidup lo terlalu kaku" protes kaira
" gpp ran, kan ada kamu ini. " tambah erik. Luna hanya berbinar memohon pada zafran. Dan yak berhasil, zafran akan selalu kalah bila luna sudah memohon dengan puppy eyes nya
" baiklah"
" makasih yah sayang" ucap luna dan mencium pipi kekasihnya, Zafran hanya tersenyum mesem.
Kaira, erik dan kian bergabung untuk duduk sedangkan keen dan ditto entah kemana. Mereka memesan makanan minuman, sedangkan luna dan kaira sudah terhanyut dengan obrolan mereka.
Mereka mengobrol bercanda sambil meneguk minuman beralkohol mereka. Toleransi alkohol zafran tinggi, minum segelas tidak akan membuatnya mabuk. berbanding terbalik dengan luna, dia lebih memilih memakan es krimnya dari pada memilih alkohol, ia tidak suka dengan minuman alkohol.
Sambil menunggu pesanan makanan datang, mereka mengobrol banyak hal, tangan zafran juga tidak pernah lepas dari tubuh luna. Mengisyaratkan bahwa, wanita ini miliknya.
Tak lama pramusaji datang dan memberikan pesan kaira dan erik serta kian.
“ Makasih mas “ Ucap kaira dan kian
" thanks"
“ Mba, maaf ini ada pesan yang di pesen oleh meja yang disana “ Ucap pramusaji menujuk meja yang isinya kurang lebih lima orang laki laki semuanya.
“ Untuk siapa mas” Tanya kaira
“ Untuk kalian berdua” Ucap pramusaji menunjuk kaira dan luna
Zafran yang melihat hal itu, ingin sekali menghajar mereka satu satu. Tapi luna menahan lengannya. Mengusap lengan zafran dan memeluk lengan zafran dan menyandarkan kepalanya pada pundak zafran. Emosi Zafran pun menurun drastis seketika.
“ Its ok sayang, mereka Cuma sekumpulan semut“ Ucap luna sambil membetulkan kemeja zafran.
Sedangkan erik berbanding terbalik, dia mengangkat gelas minumannya menghadap ke meja pria pria itu seolah mengucapkan terimakasih. erik tak ambil pusing soal itu.
" sayang kamu gak cemburu? gak marah?" tanya kaira
" cemburu sayang siapa yang gak cemburu istri aku di goda sama cowo lain"
" terus ko gak marah kaya zafran"
" sayang, mau dimanapun kamu menginjakan kaki di club, pasti ada yang kaya gini karen itu konsekuensinya kamu datang ke club, siap di goda oleh orang gak waras. Gak waras disini bukan gila, tapi orang yang udah terkontaminasi oleh alkohol. Jadi ngapain kita tanggepin. Selama dia tidak menyentuh kamu, gak ada yang perlu di ributin. Tapi kalau dia berani deket kamu, ngajak ngomong kamu, apalagi sampai nyentuh kamu, baru beda urusannya. Karena apa, kamu istri aku, berati dia nyentuh harga diri aku. Nyentuh batas aman aku"
" emang gak salah aku nikahin kamu" ucap kaira dan langsung mencium bibir erik. Kian dan zafran hanya mendengus kesal dan luna hanya tersenyum.
Obrolan kembali berlanjut, dan tanpa disadari, luna yang sangat haus sudah meminum minuman zafran setengah gelas. Waktu sudah menunjukan pukul satu dini hari. Zafran mengajak erik dan kian untuk pulang tapi kaira masih ingin disana terlebih keen dan ditto yang menghilang. Pada akhirnya zafran pamit pulang terlebih dahulu. ia dengan sigap menggendong luna yang sudah mabuk dan tertidur ala koala. Dan segera keluar dari tempat ramai itu.
Sesampainya di hotel zafran merebahkan luna di atas kasur. Dan menyelimutinya. Zafran pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan tidur hanya menggunakan boxernya saja. setelah itu ia merebahkan dirinya di atas kasur dan memeluk tubuh luna yanh sudah terlelap.
***