NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:797
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Ledakan Fajar dan Sumpah Teratai

Kegelapan malam di lembah Evlenian menjadi jubah pelindung yang sempurna bagi Jacob. Ia menyusup ke jantung kamp militer Hamond tanpa menimbulkan riak sedikit pun. Di depannya, tenda komando raksasa berwarna merah marun berdiri kokoh, dijaga oleh empat ksatria elit yang berdiri mematung layaknya golem baja.

[Analisa Panca Indra: Empat target penjaga memiliki ritme napas sinkron. Titik buta pengawasan hanya terbuka selama 0,8 detik saat mereka berkedip secara bersamaan. Pengguna disarankan bergerak dalam sudut empat puluh lima derajat dari arah angin.]

{Waktu yang lebih dari cukup untuk seorang raja yang sudah tidak lagi membutuhkan belas kasihan.}

Tubuh Jacob melesat ke depan, menyatu dengan hembusan angin malam. Ia melewati celah penjagaan itu secepat kilat, menyelusup masuk melalui lipatan kain tenda utama tanpa memicu satu pun peringatan bahaya.

Di dalam tenda yang diterangi oleh puluhan lilin tebal, Jenderal Kaltos sedang berdiri menunduk di atas meja pemetaan. Pria bertubuh raksasa dengan luka codet melintang di wajahnya itu terlihat sangat frustrasi memandangi bidak-bidak pasukannya.

"Siapa yang mengizinkanmu masuk, Prajurit? Aku bilang jangan ganggu aku!" geram Kaltos tanpa menoleh, mengira yang masuk adalah salah satu bawahannya.

"Aku bukan prajuritmu, dan aku datang bukan untuk mengganggumu, Kaltos. Aku datang untuk mengakhiri hidupmu," ucap Jacob dengan nada suara yang sangat dingin dan datar.

Kaltos tersentak hebat. Ia segera berbalik dan mencabut pedang besarnya yang tergeletak di atas meja dalam satu gerakan cepat. Matanya membelalak melihat seorang pemuda berjubah cokelat berdiri dengan tenang di dalam tenda komandonya yang diklaim tak tertembus.

"Siapa kau?! Bagaimana kau bisa melewati penjagaanku?!" teriak Kaltos dengan wajah memerah karena amarah dan keterkejutan.

"Sebut saja aku sebagai bayangan kematian dari kerajaan yang kau remehkan," jawab Jacob sambil menarik pedang pendeknya perlahan, membiarkan logam itu bergesekan dengan sarungnya dan menciptakan suara desingan yang mencekam.

Kaltos menggeram layaknya beruang liar dan langsung menerjang maju. Pedang raksasanya membelah udara dengan kekuatan yang bisa menghancurkan batu karang. Namun, di mata Jacob yang kini diperkuat oleh kecepatan fisik ekstrem dan panca indra sistem, pergerakan jenderal itu terlihat sangat lambat dan penuh dengan celah.

[Mode Analisa: Titik berat target condong ke depan. Pertahanan sisi kiri terbuka lebar.]

Jacob hanya memiringkan tubuhnya beberapa sentimeter, membiarkan ujung pedang Kaltos menyambar udara kosong. Tanpa ragu, Jacob menendang sisi lutut kiri jenderal itu dengan tenaga murni yang sangat brutal.

Terdengar bunyi retakan tulang yang keras, disusul rintihan tertahan dari mulut Kaltos. Jenderal Hamond itu terhuyung, namun insting bertahannya masih menyala. Ia memutar tubuhnya untuk melancarkan serangan balasan.

Namun, Jacob benar-benar memonopoli situasi. Sang raja muda sama sekali tidak memberikan ruang bagi Kaltos untuk bernapas. Jacob menangkis setiap tebasan putus asa Kaltos hanya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya dengan santai mematahkan pergelangan tangan sang jenderal yang memegang senjata.

Pedang raksasa itu jatuh ke tanah dengan bunyi debuman keras. Kaltos jatuh berlutut, wajahnya pucat pasi menahan sakit yang luar biasa. Ia menatap Jacob dengan teror yang mendalam, menyadari bahwa pemuda di depannya ini bukanlah manusia biasa, melainkan monster yang menyamar.

"Kau... kau Jacob dari Helios..." bisik Kaltos dengan napas tersengal-sengal saat ia akhirnya mengenali ciri-ciri lawannya dari rumor yang beredar.

"Mata-matamu bekerja dengan baik, Kaltos. Sayangnya, mereka tidak memberitahumu bahwa menatap mataku berarti kau sudah mati," ucap Jacob tanpa ekspresi.

Dengan satu ayunan pedang yang sangat presisi, Jacob memenggal kepala Jenderal Kaltos. Darah memercik ke atas peta strategi Hamond, mengakhiri ambisi kerajaan penindas itu dalam keheningan tenda.

||||||||||||||

Jacob menatap jasad tanpa kepala itu, lalu pandangannya beralih ke tumpukan tong kayu di sudut tenda. Matanya menyipit saat sistem memberikan informasi tambahan.

[Analisa Lingkungan: Tong kayu berisi minyak alkimia dan serbuk mesiu kualitas tinggi. Tingkat volatilitas: sangat berbahaya.]

{Sempurna. Membunuh sang jenderal tanpa jejak adalah satu hal, tapi meninggalkan teror yang akan melumpuhkan mental seluruh pasukan Hamond adalah hal lain. Aku akan membuat mereka mengira bahwa dewa sendiri yang menghukum kesombongan mereka malam ini.}

Jacob bergerak cepat. Ia menendang beberapa tong hingga minyak alkimia tumpah membasahi lantai dan menyebar ke arah meja pemetaan yang masih menyala oleh lilin. Ia mengambil seutas tali rami dari meja, merendamnya dalam minyak, dan mengulurnya ke arah pintu keluar tenda sebagai sumbu buatan.

"Nikmati kembang api dari Helios, tikus-tikus Hamond," gumam Jacob dengan seringai tipis.

Ia menyalakan ujung tali tersebut menggunakan lentera, lalu melangkah keluar dari tenda melalui celah bayangan, berbaur kembali dengan kegelapan malam.

[Peringatan: Reaksi berantai akan mencapai titik ledak dalam lima, empat, tiga...]

Jacob sudah berada puluhan meter dari pusat kamp, berdiri di atas dahan pohon pinus raksasa. Ia menatap ke bawah tepat saat hitungan sistem berakhir.

BLAAARRR!!!

Ledakan yang sangat dahsyat dan memekakkan telinga merobek keheningan malam. Api merah raksasa membubung tinggi ke langit, menelan tenda komando dan seluruh area di sekitarnya dalam sekejap. Gelombang kejutnya menyapu tenda-tenda prajurit Hamond, melempar tubuh-tubuh mereka layaknya boneka kain.

Kepanikan massal seketika pecah. Ribuan prajurit Hamond berlarian tak tentu arah, menjerit ketakutan saat melihat pusat komando mereka telah berubah menjadi lautan api raksasa tanpa sebab yang jelas. Tidak ada musuh yang terlihat, tidak ada deklarasi perang, hanya kehancuran absolut yang datang dari ketiadaan.

Jacob tidak menunda waktunya lebih lama. Ia membalikkan badan dan melesat menembus hutan, meninggalkan kamp yang kini telah berubah menjadi lautan api dan kekacauan.

||||||||||||||

Sinar matahari pagi perlahan menyinari kubah perak istana Evlenian saat Jacob berjalan memasuki gerbang utama. Jubahnya sedikit dipenuhi embun pagi, namun tidak ada setetes darah pun yang menodai pakaiannya.

Putri Diana sudah berdiri menunggunya di teras istana, ditemani oleh beberapa ksatria pelindungnya. Wajah sang putri terlihat pucat dan tegang. Ia telah melihat asap hitam pekat yang membubung dari kejauhan sejak fajar menyingsing.

"Raja Jacob... ledakan itu... apakah itu perbuatanmu?" tanya Diana dengan suara yang sedikit bergetar, hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Jenderal Kaltos sudah menjadi abu, begitu pula dengan pusat komando mereka. Hamond tidak akan berani melangkah ke wilayah ini setidaknya selama satu dekade ke depan," jawab Jacob dengan nada santai sambil mengibaskan jubahnya.

Diana menatap sang raja muda dengan kekaguman yang bercampur rasa ngeri. Kesepakatan yang mereka buat baru semalam, dan di pagi harinya, ancaman terbesar Evlenian telah dihilangkan begitu saja tanpa mengerahkan satu pun pasukan.

"Kau benar-benar wujud dari kekuatan yang tidak masuk akal," gumam Diana, lalu segera menundukkan kepalanya memberi hormat. "Mari, Baginda. Sudah saatnya Anda bertemu dengan penguasa tertinggi tanah ini. Ibunda Ratu sudah menunggu Anda di Aula Teratai."

Jacob mengangguk pelan. Ia mengikuti langkah Putri Diana menyusuri koridor-koridor istana yang dipenuhi oleh ukiran sejarah kuno dan aroma bunga yang menenangkan.

Pintu raksasa berlapis mutiara terbuka, menampakkan Aula Teratai yang sangat megah. Di ujung aula, duduk seorang wanita paruh baya di atas takhta batu giok. Meskipun usianya sudah tidak lagi muda, kecantikan dan aura kebijaksanaannya memancar dengan sangat kuat. Mahkota perak berbentuk bunga teratai menghiasi kepalanya.

"Selamat datang di pusat jantung Evlenian, Raja Jacob dari Helios," sapa Ratu Seraphina dengan senyum yang lembut namun penuh wibawa.

Jacob membalas tatapan sang Ratu, tidak menunduk, namun memberikan anggukan hormat yang pantas antar sesama penguasa.

"Saya mendengar laporan dari putriku. Anda telah melenyapkan awan gelap yang mengancam langit kami hanya dalam satu malam. Atas nama seluruh rakyat Evlenian, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," lanjut Ratu Seraphina, suaranya menggema indah di seluruh aula.

"Rasa terima kasih saja tidak akan cukup untuk menahan ancaman dari benua luar di masa depan, Yang Mulia," balas Jacob langsung ke inti permasalahan. "Kalian memiliki pengetahuan alkimia dan peta dunia luar. Aku memiliki pedang dan meriam yang bisa melindungi dunia ini. Sudah saatnya kita meresmikan perjanjian ini."

Ratu Seraphina tersenyum penuh arti. Ia bangkit dari takhtanya dan melangkah mendekati Jacob. Di tangannya, ia membawa sebuah gulungan perkamen kuno yang disegel dengan getah pohon emas.

"Putriku tidak salah menilai Anda. Anda adalah penakluk yang lugas dan tangguh," ucap sang Ratu. Ia menyerahkan gulungan tersebut ke tangan Jacob.

"Ini adalah Perjanjian Teratai. Dengan ini, kerajaan Evlenian secara resmi mengikatkan diri dalam aliansi mutlak dengan kerajaan Helios. Kami akan menyerahkan seluruh rahasia kesuburan tanah kami, serta arsip geografi benua luar yang telah kami sembunyikan selama berabad-abad," deklarasi Ratu Seraphina dengan suara lantang.

Jacob menggenggam gulungan tersebut erat-erat. Ia merasakan getaran kekuatan dan masa depan yang jauh lebih masif kini telah berada di tangannya.

"Dan sebagai gantinya, panji singa emas Helios akan menjadi pelindung mutlak bagi tanah ini. Siapa pun yang berani mengusik Evlenian, akan berhadapan dengan murkaku secara langsung," sumpah Jacob dengan sorot mata yang membara.

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!